Saturday, December 26, 2015

2015 : BERTAHAN DAN BELAJAR


Sebenarnya mau menulis tentang Craftainment 2015, tapi gosipnya ternyata sama aja tiap tahun. Masalah harga, jiplak menjiplak, masalah etika., gitu-gitu aja sih. Jadi saya review  kerjaan saya aja tahun ini. Sebagai pengingat , biar tahun depan apa yang harusnya diselesaikan tahun ini bisa segera dilunasi. I hope.. :p

2015 adalah tahun saya bertahan dan belajar. Bertahan sebagai crafter dan belajar tentang banyak hal.

BERTAHAN dan BELAJAR sebagai seorang crafter.
Tahun 2015, saya masih bertahan sebagai crafter aplikasi. Nyaris tidak berhenti ngeroll pita. Bersyukur tetap diberi kepercayaan oleh customer langganan yang rela antri berbulan-bulan. Thanks guys... you're awesome.
Tahun ini juga saya baru belajar membuat Roseburn, baik dari satin maupun dari sifon.
Telat karena trend sudah lari jauh. Tapi selama masih ada broker, semua aplikasi saya rasa tidak akan matinya.


Saya memenangkan satu atau dua ya? lomba craft tahun ini, demi ingin menjajal tantangan. Bagaimanapun perlu juga untuk mengukur kualitas, agar bisa memperbaiki diri ke depannya.

Penjualan lewat medsos rupanya sudah mulai bergeser ke dunia lain. Tahun 2014, Fb dan Fp masih marak dengan crafter yang berjualan. Tahun 2015, para crafter mulai pindah ke instagram, Google + atau line.

Saya masih belum bisa konsisten merawat Fp. Akun instagram ada, tapi ga sempat juga ikutan grup demi LFL, SFS, atau ikut kerokan. Tahun ini praktis saya tidak pernah open PO lama-lama, paling lama 2 hari. Bukan banjir order ya, tapi ga cukup waktu dan tenaga untuk mengerjakan list yang sudah masuk.
I know, saya memang butuh asisten. Jadi wahai asisten yang berjodoh dengan saya..jangan lama-lama mencari jodohmu...

Tahun ini, Saya pertama kali membuat Pururu duplikasi . Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan akan saya lakukan. Tapi GKNN menyihir saya. Keo dan teman-teman membuat saya begitu emosional. Call me crazy, I am crazy.
Dimulai dari bulan April, kali pertama saya berkenalan dengan GKNN, dan bulan-bulan selanjutnya, setidaknya dalam 1 bulan ada 1 yang saya buat. Entah itu dalam bentuk aplikasi atau fan art.
Yang tidak bisa saya lakukan adalah menduplikasi yang sudah dibuat. Jadi hanya hanya 1 seri GKNN. Jangan direquest lagi ya...
Tahun ini saya juga belajar membuat boneka adat. I know, dulu saya bilang tidak akan bisa membuat boneka adat. Tapi customer saya ini sudah menunggu setahun. Sungguh tak elok kalau saya sampai hati menolaknya. Mengerjakan boneka adat memang membuat stress, karena saya tidak terbiasa membuat yang rumit-rumit. Mau diimprovisasi , jelas tidak bisa sembarangan. Tapi ga apa-apa, saya jadi belajar tentang macam-macam renda dan bagaimana membuat hiasan kepala atau hiasan di baju adat .

BELAJAR dan ( MENCOBA ) BERTAHAN sebagai Writer wanna be.
Tahun ini beberapa tulisan saya dimuat di media. Bukan hasil yang membanggakan, karena masih hitungan jari.
Tulisan yang dimuat adalah tulisan saya hampir setahun yang lalu , ada 2 tulisan yang dimuat di BOBO , 1 tulisan di Nusantara Bertutur dan 1 resensi di koran KOMPAS.
Tulisan saya yang lolos untuk web Cerita Rakyat  tayang di tahun ini, juga cerita tentang Unduh-unduh untuk buku antologi yang rencananya akan segera terbit.
Tahun ini  Saya praktis tidak sempat menulis lagi, karena habis waktu untuk loncat ke sana-sini, alasan :p
Ada beberapa tulisan yang dibuat, tapi semuanya mandeg hanya satu-dua paragraf. Lalu hilang mood atau jadi malah tersesat.
Naskah buku kedua saya selesai di bulan Agustus. Sekarang sedang mempertimbangkan apakah harus maju atau lebih baik menjadi penghuni file draft saya. Next time aja ceritanya ya....
Tahun yang tidak produktif sebagai writer wanna be.. hahaha

BELAJAR dari Anak-anak.
Perkenalan saya dengan buku GKNN merubah banyak hal dalam hidup membosankan saya.
Saya akhirnya keluar dari zona nyaman. Berjualan buku tidak sama dengan berjualan barang handmade.

Yang paling membuat stress adalah friendlist saya yang tidak mendukung sebagai pangsa pasar yang sesuai dengan GKNN. Crafter mengikuti saya kemana-mana, bahkan di instagram pun follower masih didominasi oleh crafter. Tahun depan saya ingin melepaskan paling tidak separuh teman crafter saya yang tidak aktif dan menggantinya dengan pangsa pasar yang tepat untuk GKNN .

Berkenalan dengan GKNN membuat saya belajar lagi. Belajar bagaimana sistem penjualan, belajar menghandle promo buku, belajar juga melayani customer yang baru. Anak-anak ini luar biasa, mereka membuat saya kesal, takjub dan bahagia meluap-luap dalam waktu yang bersamaan. Masuk ke dunia mereka membuat saya bersemangat walau tak jarang juga membuat saya kelelahan. Maklum faktor U juga berpengaruh kali ya.. hahaha.
Saya tidak tahu apakah jodoh saya dengan GKNN  masih panjang atau pendek. Yang saya 
tahu hanya saya berusaha semampunya, sekuatnya, belajar apa pun yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran buku ini ke depan. Kalau ditanya kenapa ? bisakah jawabannya hanya karena cinta? lainnya sepertinya tidak penting.

Tahun depan, tahun 2016 harapan saya sederhana : Rekening sehat dan kalau boleh menjadi gendut, tidur lebih dari 4 jam sehari , makan sambil duduk diam, menikmati pagi sambil nyeruput kopi pelan-pelan . Menulis dan membaca lebih banyak, lebih serius  bersama team menghandle promo GKNN,  menemukan asisten yang berjodoh, memantapkan tekad untuk fokus membuat lebih banyak hoopart dan pururu dalam frame ( ga sederhana juga ya.. hahaha )
I wish.




Wednesday, December 23, 2015

Cerita Buku


Sudah  2 tahun lebih buku ini terbit. Saya belum pernah sekalipun  menulis tentang proses kreatifnya.
Sebelum menutup tahun, sebelum sungguhan lupa gimana proses membuatnya, saya ingin menulisnya, paling tidak ada yang bisa saya tinggalkan untuk diingat . Selain ingin menyemangati diri sendiri, mudah-mudahan juga menginspirasi crafter lain yang ingin menerbitkan buku.

Saya lupa kapan buku ini terbit. Sekitar bulan Juni kayanya. See... sue me,
Saya tahu buku ini sudah rilis karena tidak sengaja nemu postingan mb. Ola di grup yang promo buku saya.
Ternyata buku saya sudah terbit 3 hari. Saya sama sekali tidak tahu, tidak ngeh dan tidak ada pula yang mengingatkan saya ( dulu, saya jarang banget buka email ).

Oke, skip bagian lupa-lupa ini...

Berawal dari  Grup H2C yang mengadakan lomba . Saya ikut lomba tutorial. Ga menang, tapi dapat hadiah karena posting paling duluan (rajin :) ). Hadiah lomba untuk pemenang yang paling membuat ngiler adalah pelatihan menulis buku oleh mb. Qiqi sulistyani ( Lisa Tiyani ) . Huhu..siapa yang ga mau coba.
Waktu itu saya hanya berharap mb,. Qiqi mau men-share tentang proses menulis buku secara terbuka.

Beberapa minggu setelah pelatihan menulis buku untuk para pemenang lomba diberikan. Mb. Qiqi men-sharenya secara terbuka di grup... Huhuiiiiiiii..
Ga banyak yang menyambutnya secara antusias. Hanya saya aja kali ya.. hahaha..
Tiap tahap saya ikuti, tiap ada tugas membuat contoh saya kerjakan dengan penuh semangat. 
Mb. Qiqi pulalah yang pada akhirnya mendorong saya untuk mengajukan naskah.
Waktu itu, saya punya jurnal mengajar yang isinya tutorial membuat prakarya untuk anak-anak. Bukan jurnal yang rapi. Hanya ide dan beberapa catatan.
Modal nekad dan dorongan mb. Qiqi, saya maju mengirimkan sinopsis.

Tanggal 14 Agustus. ( hanya tanggal ini yang saya ingat ) Saya ditelpon oleh Mb. Fransiska Arie ( baru sadar semua yang berhubungan dengan urusan tulis menulis  semuanya " Arie "  ( Fransiska Arie, Ayu KhArie, Ary Nilandari , hahaha....* Peace Bunda ..kalau baca ) .
Sinopsis saya di acc, saya katakan kalau saya masih newbie, belum tahu apa dan bagaimana cara menulis buku craft.
Mbak Arie dengan sangat sabar membimbing saya. 
Dimulai  dengan membuat kurang lebih 30 karya yang nantinya akan dipilih.
Lalu lanjut dengan membuat naskah tulisannya , stepping,  pola dan lainnya.
Bagian paling berat adalah ketika harus mempersiapkan  yang akan difoto.
Kalau 1 kreasi ada 6 bagian. berarti untuk 25 karya ada 150 bagian yang harus saya buat.
Kalau ditanya gimana rasanya ? saya lupa.. hahaha..
Yang saya ingat adalah, waktu itu saya hanya tidur 2 jam sehari. Karena Jevon masih setahunan, aktif banget dan saya juga terus menerima orderan.
Begitu semua step sudah dibuat, saya sempat ketir-ketir mengirimnya karena waktu itu Jakarta banjir. Untung saja paket tiba dengan selamat. Setelah itu proses berjalan lancar. Sambil berjalan, saya mengikuti semua  proses yang didiskusikan mb. Arie dengan saya.

Bagian menegangkan juga terjadi ketika harus setor foto. Yang sudah lihat buku saya, pasti tertawa melihat foto profil yang mirip dengan foto KTP dengan bakground bling-bing pula.. *tutup muka *

Jadi ceritanya, saya paling ga nyaman kalau harus foto. Foto baru saya setorkan di hari terakhir deadline. Awalnya pengin foto studio biar keren dikit. Baju sudah disiapkan, tinggal berangkat.
Olala, ternyata hujan turun sangat derass ketika menuju studio. Saya kehujanan sampai basah. Berteduh sebentar, basah kuyup.
Bagaimanapun, foto harus disetor malam itu juga. Tidak ada pilihan lain , harus foto . Tidak mungkin lagi jauh-jauh menembus hujan, jadi kami ( Saya, papi, veve, Jevon masih digendong ) pergi ke studio terdekat. Fine, foto biasa aja dengan bacground putih. pikir saya waktu itu.
Ganti baju dengan baju batik, bye..bye baju cantik...
Waktu tanya ada ga background yang netral. Mas fotografer menunjuk beberapa backgroud. Merah, biru, wisuda, sungai mengalir berhias pohon-pohon di selilingnya, daaaan...hitam dengan bling-bling. Putihnya ga punya mba. Jawab Si Mas.
Okeee...apalah arti sebuah foto. Dari sekian banyak pilihan itu, mau ga mau saya pilih yang bling-bling. Daripada merah,biru, wisuda, dan alam hijau itu .. T_T
Jeng,,jeng.. jadilah foto saya foto model KTP dengan latar bling-bling.
Ga publish di sini, udah ga ada lagi file-nya..entah di mana..
Bagaimana rasanya ketika tahu buku rilis?
Senang pasti, bangga iya. apalagi kalau lihat buku di display di rak Gramedia..

 Berhenti sampai di sini? 
Iya, kala itu saya langsung sibuk mengerjakan orderan. Saya memang payah kalau  disuruh promosikan buku sendiri. Jadi setiap yang nanya selalu saya arahkan ke Mb.Ola yang saya tahu menjual secara online. 
Buku terbit bulan Juni tahun berikutnya.  Hampir setahun prosesnya. Beberapa bulan kemudian baru saya lanjut dengan naskah buku kedua . Cerita tentang naskah buku kedua yang masih struggle ini  menjadi panjang dan lebar, tinggi dan dalam..
Next time ya..

Buat saya , hiruk pikuk menulis buku craft itu menyenangkan . Stress-nya saya nikmati, mulai dari pemilihan karya sampai membuat pola dan stepping, bergadang,  mual dan muntah karena asam lambung naik,  saya suka.
Ketika buku terbit, yang paling saya ingat adalah kata-kata mb. Arie 
" Semoga bukunya bermanfaat untuk anak-anak ya Mba "
Dalem.Itulah tujuan utama menerbitkan buku. Isinya bermanfaat untuk orang lain.

Tantangan menulis buku craft untuk crafter matre seperti saya adalah bagaimana caranya untuk fokus. 
Sejujurnya, uang yang didapatkan dari mengerjakan orderan jauh lebih banyak daripada royalti yang di dapat dari penjualan buku.
Ini sungguhan, crafter yang juga menulis buku pasti tahu. 
Prosesnya juga ga bisa cepat. Harus satu-satu dan memakan waktu. Saya terus terang tertatih-tatih ketika mengerjakan naskah buku kedua.
Kapan terbitnya ? Doakan saja ya. Sedang mengumpulkan kembali semangat dan tekad.
Semangat !




Monday, December 14, 2015

LOVE BOOK : BEHIND THE SCENE



Huhuiiii..setelah Pururu terakhir saya kirim September lalu, rasanya kok hiatus sudah bertahun-tahun ya.. haha lebay.
Ini adalah request seseorang kakak yang dengan semangat meminta saya terus-menerus untuk membuatkan model Pururu dalam frame. Awalnya yang diminta adalah seri GKNN, mana bisa saya membuat lagi. Jadilah si kakak yang sabar menunggu ini pasrah dengan apapun yang mau saya bikin. Rules pertama tentu saja, semuanya suka-suka saya..hahaha..OS egois hihihi..


 Inilah yang pertama saya buat. Ide awalnya adalah membuat seri dapur. Jadi maunya nanti ada 3 pururu yang sedang masak, masing - masing pegang sesuatu. Ini yang jadi pertama. Megang buah-buahan dan sayuran.

 Tapiiiii..oh tapiiii, setelah di setorkan foto teasernya, si kakak yang pesan mendadak request yang sedang membaca buku atau something like that.
Hmmmm...jadinya ga nyambunglah, kalau satunya masak, satunya baca. 
So, temanya ganti deh. Baca buku.
Karakter kedua yang saya buat adalah Nana Ai, :p
Ya yang pertama terlintas di benak saya tentang buku dan sebagainya siapa lagi kalau bukan Si Nana ini.. hihihi..
Bikinnya tengah malam, hasilnya sukaaaaa banget. Nana Ai kelihatan smart, lembut. Aslinya gitu kali ya..
Jadinya seperti Ajeng yang sangat sedap dipandang lama-lama.
Cuma ini karakter yang saya kasih nama. Lainnya ga, soalnya kalau di kasih nama nanti susah melepasnya, ada semacam perasaan ga rela gitu. ( kan udah dikasih tahu kalau saya ini crafter gila ) 


 Karakter ketiga adalah Si Curly. Sejak awal saya sudah bertekad mau bikin curly yang kulitnya gelap. Jadinya ini. Ga maksimal karena kepala kelihatan gede banget. Kata Veve kaya kena Hydrocephallus. Hik.


 Oke, mari direvisi.
Daaannnn...feelnya ga dapet -dapet. Seharian membuat kepala curly berganti-ganti model rambut. Persis seperti ketika membuat Noaki dulu. Yang ini sekitar 6 atau 7-an baru dapet feelnya.


 


 Trio lengkap, apron si kuning dilepas, dan si curly sudah lebih imut dan cute




Lanjut ke property. Rak buku. Ini dibuat dari kotak plastik wadah kartu nama. Main lem aja sama kain katun dan felt. Nanti waktu finishing baru di jahit pinggir-pinggirnya. Setelah itu puyeng ngisi raknya. Bukunya harus dijahit satu-satu. Ga sabaran sebenarnya. Tapi apa kata dunia kalau rak buku enggak diisi buku ?

 

 Property dah siap. Si kuning, Nana Ai, dan si Curly udah pegang property masing-masing. 
Selanjutnya adalah meninggalkan jejak. 
Setiap membuat Pururu, saya selalu meninggalkan jejak saya, entah dari segi konsep atau frame atau warna kesukaan saya.
Kali ini, karena temanya buku, jejak pertama tentu saja kopi. Hahaha..
Baca buku , pegang laptop sambil ngupi ? hmmm asiik kan.



 Jejak kedua adalah buku. Sebagai diehard Fan, meninggalkan jejak cinta tentu wajib. Jadi di buku yang terbuka, saya sulam inisial K dan N. Keo dan Noaki. Maunya sih M dan T. Mami dan Toby. wkwkwkwk..
Tapi mana ada buku yang ceritanya Mami dan Toby ( kelihatan maksa banget sih // plak )




Nah, tuh dah komplit. Laptop, kopi dan buku. Done.
Fiuuuh..lanjutnya adalah bikin tulisan. Maunya bikin sendiri aja, tapi waktunya mepet berkejaran dengan deadline lainnya. Jadilah saya beli aja sticker 3D dan langsung menyesal. Karena..karena..karena.. jadi kalap, beli banyaaaaaak... 
Judul harusnya juga LOVE BOOKS , tapi huruf "S" ternyata ga ada... ya udah deh..BOOK aja..




Hasil akhir sebelum kunci frame., eh sebelum finishing tulisan yang masih menceng-menceng. Hasil akhirnya ga bagus fotonya karena  udah silau kena pantulan mika tutup framenya. Bye sayang-sayangku.


 










Thursday, November 5, 2015

Gardenia dan Bloomy Sifon



Mau bikin judul sing agak unik. My bloomy bloom chiffon day, kok nanti ga bagus SEO-nya. hihi
So, seperti biasanya, kalau saya akhirnya belajar membuat yang ribet ruwet, itu artinyaaaaa....ada uang di depan mata. Hihi, you know me.
Kali ini, ada yang rekues bloomy. Okeeh, kalau bukan customer langganan saya ogiah, tahu kan sifon itu tipiiiis banget, guntingnya aja susah, licin. Bakarnya apalagi, meleng dikit aja gosong.

Hari pertama, saya coba membuat bloomy. Bloomy aslinya, atau umumnya ya? saya ga ngeh dan ga minat juga menelusuri asal usulnya, yang pasti seperti yang diinginkan customer, bloomy pakai pola yang lingkaran dibagi 4. Awalnya saya pikir, oke deh, mending, kan bakarnya ga satu-satu. Tapi nyatanya huwaaaah, sama aja ribetnya dengan bakar kelopak satu-satu.
 Ini hasilnya, Aack..hancur?! ya pastilah, namanya juga belajar hari pertama. Kain yang saya pakai, kain bonusan, jadi saya ga fokus jenis kain sifon apaan. Karena kain sifon itu kan macam-macam.




Barulah hari kedua saya mulai perhatikan. Waktu nyoba ini, saya belum tahu mana sifon biasa, sifon Hycon atau sifon ceruti. Saya nebak-nebak aja. Yang paling tipis pasti sifon biasa, yang agak tebal, entah itu ceruti atau hycon. Gitu aja sih.
Hari kedua, saya belajar nyusun, kalau bakarnya mah, hanya mengandalkan sabar dan nyala api yang harus dijaga supaya diam. Kalau nyala apinya genit, goyang sana-sini, ya terbakarlah itu kainnya.
Nyusun selalu jadi neraka buat saya, Itu bagian tengah bloomy selalu saya ga dapet feelnya . Kadang terlalu tebal, kadang ga bagus susunan kelopaknya. Saya sempat cheating, tengahnya saya susun kaya bikin gardenia.


 Hari ketiga, saya mulai perhatikan kain yang dipakai. Kain sifon biasa ( menurut saya waktu itu ) lebih tipis dan lebih terawang, ini susah banget kalau udah tahapan nge-lem. Lemnya nempel di jari.
Sifon yang agak tebal, entah ceruti atau hycon, punya tekstur seperti satin jeruk, ada kasar-kasarnya, dan enak kalau dilem. ga tembus sampai ke jari.
Baunya juga ga sama, kain sifon biasa yang dibakar ga ada baunya. Tapi entah ceruti atay hycon, kalau dibakar wangi. hihi..sampai bau aja diteliti.



Saya berhenti belajar di hari keempat. Karenaaa....gardenia sifon yang lebih beruntung dapat tiket diproduksi lebih dulu..You know, duitnya datang duluan, jadi maafkeun ya bloomy, silahkan balik ke belakang barisan. Antri. :D
Karena udah ada orderan yang masuk, saya mulai hunting kain.
Dari sini baru saya tahu. Beda toko, beda nyebutin nama jenis sifonnya. Hanya satu sifon yang mereka kompak seragam nyebutinnya yaitu sifon ceruti.
Inilah yang saya dapatkan setelah hunting kain di beberapa toko dan wawancara dengan embak/emas yang motongin kain. 

 Sifon Jepang / Sifon Alenia. 
 Harganya sekitaran 12-14 ribu. Ini sifon yang yang biasa menurut saya kala itu. Kainnya tipis, nerawang, dan teksturnya garis-garis seperti kain biasa. Warnanya lebih cerah kalau difoto, aslinya juga sih. Karena tipis, kalau bikin bunga apapun pakai ini, bagian paling ribet adalah ngelemnya. Suka tembus.

Sifon Hycon  
Pikir saya, sifon yang ini, karena agak tebal, harganya lebih mahal dari harga sifon biasa. Ternyata sifon yang ini harganya malah lebih murah, sekitar 9-12 ribu. Nah lo...
Iya beneran, saya sampai bolak-balik nanya sama si emas. Ini beneran namanya Hycon?
Teksturnya kasar, bergaris-garis, lebih tebal dan pasti lebih berat. Yang ini bagus buat dibakar dan dilem, Banyak pilihan warnanya dan lebih cerah dibandingkan dengan ceruti.
Sifon Ceruti
Ini yang paling mahal, kisaran harga 22 ribu - 25 ribu. Kainnya lebih tebal, tapi teksturnya hampir sama dengan hycon, bedanya? kalau di raba beda ya, aaah..ga bisa jelasinnya, ke toko kain aja gih, rasakan sendiri. Mungkin ceruti lebih adem dibandingkan dengan 2 jenis sifon lainnya. Kalau dibakar, ini baunya paling wangi, dan pinggirannya bisa kaku.

Jadi, kesimpulannya buat saya, bikin bloomy atau gardenia lebih cocok pakai hycon , dari teknis pembuatan sampai hasil akhirnya, buat saya lebih dapet. Soal harga, kebetulan kok ya lebih murah dari sifon biasa. Itu juga masih jadi pertanyaan saya tuing...tuing..

Perhatian : Beda toko, beda nyebutin namanya. Saya keluar masuk ada 5 toko, yang paling sering kebalik-balik adalah nyebutin sifon hycon, sifon jepang, sifon biasa dan sifon alenia. Nah yang kompak nyebutinnya ya sifon Ceruti. Jadi kalau ada yang ga sama dengan hasil hunting saya, ya itu lumrah pakai banget.

Tutorial bloomy? dah banyak bertebaran di mana-mana, karena belum selesai belajarnya, jadi enggak ada tuto ya. Ntar deh, kalau udah longgar.








Monday, October 26, 2015

Bebaskan Diri Dengan Raw Art Making, Project I



Ini sebenarnya udah lama. Projectnya jalan waktu puasa kemarin di page Keo&Noaki. Mampir lihat koleksinya di sini.
Ga sempat-sempat ngedit fotonya, numpuk dengan foto tutorial lain. Halah...sok sibuk hihihi.

Raw Art adalah Seni tanpa memandang aturan, dilakukan oleh anak-anak secara spontan atau orang dewasa yang belum berpengalaman. Pokoknya ga ada yang salah di Raw Art ini, bebaskan diri. Di page, Raw art projectnya jalan sampai 6. Saya ga sempat ikuti semuanya. Cuma yang Project I ini sempat bikin dan sempat pula foto per step. Yang mau coba. Yuk , bahannya ga susah, spidol, krayon, cat air, atau apapun. Jangan lupa majalah bekas. Karena Project I ini, tugasnya mencari kata-kata dari majalah, lalu dihias.


Oke, Yuk mulai. Saya membuat 2 untuk project I ini. Satunya tandem dengan Veve. Kalau mau lihat, langsung ke link yang di atas tadi ya. Nah untuk yang kedua ini, saya coba pakai cat air.


 Seperti biasa, hehe.. konsep awal maunya warna disapukan pakai kuas. Apalah daya, kebiasaan, eksekusi selalu melenceng dari konsep. Kuas di ganti dengan spon . Saya totol-totol aja kertas dengan spon. Cepet dan gampang :p

 Kalau sudah, pilih kata-kata yang mau ditempel. Apapun itu. Saya milih Explore The Magic of Craft. Cari di majalah kata-katanya,


Lalu tempel deh. Yang paling sulit buat saya yaitu bagian menghias dengan gambar. Saya ga bisa gambar. Tapi cuek aja, gambar sebisanya. Tuh , gambar peti kebuka dengan segala macam alat craft berhamburan. Harusnya lebih cakep pakai glitter, tapi glitternya kering. Ya weslah.
Jeng..jeng.. cakep kan?
Bikin-bikin yuk. Project ini sempat membuat saya ketagihan, di sela-sela waktu ngeroll masih nyempet-nyempetin ikutan Project selanjutnya.




Friday, October 23, 2015

Huru-hara Hari Hari Saya



Suatu hari di grup WA, seorang teman bertanya " Siklus hidupmu kok ga normal, ketika semua orang bangun, kamu tidur, waktunya tidur, kamu bangun. Bagaimana kerjaan domestikmu? kan harus juga ngurus rumah dan lain sebagainya ".
Di fesbuk, beberapa kali ada yang nyeletuk " Mami ga pernah tidur? kok kalau nyetatus selalu dini hari ?"
Haha... 

Jeng..jeng..jeng..

Jawabannya : Saya tidur kok. Nyicil tapi hihihi..
Buat sebagian orang, saya memang ga normal. Saya nokturnal. Walau pagi-sore saya melek. Tapi saya seperti zombie. Ga full sepenuhnya.

Saya full day mengerjakan orderan. Tentu ga duduk terus menerus kaya di kantor yang 9-5. Banyak iklannya.
Saya juga tetap memasak, mencuci, setrika, menemani Veve mengerjakan pe-er, membacakan cerita untuk Tuan Muda, dan quality time dengan Tuan Besar. wink..wink..

Aktivitas di pagi hari, diawali dengan mengantar Veve ke sekolah, jam enam kurang sudah berangkat, mampir belanja sayur. 
Pulang mengantar Veve, saya membersihkan rumah, nyapu, cuci piring dsb. Lalu mengurus Tuan Muda. Memandikan, menyuapi  dan menyiapkan aktifitas untuk dia nanti. Entah itu menggambar, main plastisin atau cuma bongkar-bongkar mainan.

Jam 7 saya biasanya mengupdate semua medsos. Maklum OS harus nongol nyetatus biar customer tenang, dan melihat  saya ga menghilang. Postingan saya tinggal, sambil nyambi mempersiapkan paket untuk di kirim. Jadi kadang saya slow respon kalau harus menjawab komen di fesbuk. Biasanya customer yang udah tahu lebih suka langsung WA atau BB saya.

Masuklah saya ke jam buru-buru. Saya selalu mengejar pengiriman pagi hari, karena sebelum jam 11 mobil ekspedisi berangkat. Biasanya jam 8-9 saya berangkat. Biar ga rugi, kalau keluar saya sekalian belanja ini-itu. Entah benang, lem, kertas atau keperluan lainnya. Kalau harus belanja bahan agak jauh, saya menyambar pita dan lem, jadi kalau harus antri, lumayan dapat beberapa biji orderan.

Jam 10 / 11-an saya sudah balik di rumah, membalas setiap pesan yang masuk, lalu duduk mengerjakan orderan. Kecepatan mengerjakan tentu saja lambat, karena saya mengantuk. Biasanya saya tidur di antara pita-pita dan mainan Tuan Muda ( Tuan muda melarang saya tidur di kamar ). Setengah jam biasanya cukup.
Tengah hari, saya mempersiapkan makan siang Tuan Muda dan lanjut lagi mengerjakan orderan, sekali-kali ngintip beranda fesbuk.

Veve pulang sekitar jam 2, biasanya saya bisa nyolong tidur sebentar entah 15 menit atau 30 menit, sebelum 2 anak itu ribut karena ini-inu.
Jam 3 saya masih sempat mengerjakan orderan sampai jam 4. Setelah itu mengupdate postingan medsos lagi  mulailah  berubah menjadi upik abu. Cuci piring, menyapu, memandikan Tuan Muda, di sambi mendengarkan cerita Veve.

Saya off gadget magrib sampai jam 10 malam. Itulah sebabnya , kalau jam-jam segitu semua pesan baik di fesbuk, WA, atau bb ga ada yang saya balas. Termasuk sms sekalipun. 
Di jam-jam ini, biasanya saya menemani Veve melipat baju, mendengarkan ceritanya, menemani mengerjakan pe-er, atau mendengar Veve membacakan cerita untuk Tuan Muda ( veve lebih telaten mendongeng dari pada saya ). Anak-anak tidur jam 8, kadang kala saya masih ngobrol sebentar sama papi. Atau bahkan ketiduran bersama anak-anak.

Karena sudah kebiasaaan, meskipun ketiduran, sekitar jam 10 saya selalu bangun.
Mulai jam-jam ini saya full online. Biasanya saya merekap. membalas inbox, merapikan page,  mengisi form pembukuan, stalking sebentar,  atau menulis, disambi menunggu cucian di giling di mesin cuci . Jam 12 saya berhenti memencet keyboard. Meski PC atau laptop nyala, saya meneruskan target produksi. Jam 2 saya  offline, start memasak dan membersihkan rumah. Pukul 3.30 semua kerjaan kelar. Kalau masih terang-benderang mata saya, saya membaca sampai merasa mengantuk. Biasanya saya jatuh tidur jam setengah lima, lalu otomatis bangun sekitar jam setengah enam atau kurang.

Full circle.

Memang kalau di jumlahkan. Tidur nyenyak saya hanya sekitar 4 jam tiap harinya.

Pusing? tidak.

Sehat? sudah pasti ga sehat.

Kadang saya bergantung sangat dengan sugesti diri. Itulah sebabnya kenapa setiap akhir bulan, saya selalu jatuh sakit, karena orderan selalu saya close di minggu terakhir, memberi kesempatan badan saya rehat. Sakitnya sih ringan-ringan saja. entah flu atau maag, karena sebenarnya saya hanya butuh tidur.

Bad Habit jangan ditiru.

Patokan saya sebenarnya adalah target produksi. Kalau dalam sehari target produksi ga tercapai, itu artinya hari berikutnya saya harus mengorbankan beberapa jam jatah mengantuk saya. Rekor terlama saya melek sejauh ini masih 30 jam. hahaha.. jangan di tiru. 

Cerita ga penting banget. Tapi buat yang kepo..sok silahkan dibaca...

Friday, October 9, 2015

Diari Mami : Go, Keo! no, Noaki! ( 4 ) : Keo-Noaki Moments






Hurray... buku-4 akhirnya keluar juga.
Sebagai Diehard Fan. Menunggu itu bikin mules. Kerjaannya stalking setiap hari. Berharap ada spoiler minimal dari status Bunda Ary atau bahkan dari Keo sendiri. Beberapa clue sempat juga sih nongol. Seperti tentang kenapa Noaki yang suka kucing kok ga pelihara kucing, atau clue kalau Bunda Ary akan membuat Keomenjadi ga seperti biasanya.
Fine, sedikit spoiler menjelang buku terbit sudah seperti sebotol air yang memuaskan dahaga. Selanjutnya, mulailah saya membuat puluhan fan fict ge-je yang cuma sepotong-potong demi menjadi penulis status fesbuk. Hahaha...
Tanggal 21 September ketika buku resmi terbit. Saya langsung berangkat ke Gramedia, karena biasanya beberapa hari sebelum tanggal resmi terbit  , buku  sudah ready. Dan olala... di Malang bukunya belum ready. Pulang dengan gigit jari dan bersiap mendengar omelan Veve yang udah berharap sepulang sekolah buku  ada siap untuk dibaca.
Hari Rabu bukunya baru ready. Langsung meminggirkan semua orderan dan fokus untuk membaca.
Daaaan.... daaannnn.... daaaannnnnn... pemirsaaaaahhhhh.
Lupakan semua sopan santun sebagai wanita dewasa dengan 2 anak, saya bersqueeee-squeee dan ber kyaa..kyaaa.. sepanjang buku, eh setebal buku. Nyengir, gemas, face palm, dreamy face,berkaca-kaca, terharu...apa lagi..semuanya deh.
Karena begitu banyak yang mau diceritakan. Saya bagi beberapa bagian ya...Don't worry ga ada spoiler kalau ada yang belum baca. Enjoy it.

Buku 4 adalah giliran Noaki yang bercerita. Bab awal yang begitu ceria mengingatkan saya dengan gaya Keo. Bisa dimaklumi, Noaki sudah beberapa minggu berpisah dengan ketujuh sahabatnya. Menjadi lengkap berdelapan pasti sangat menyenangkan untuk Noaki.
Selanjutnya momen so sweet mengalir deras. Momen Keo-Noaki.
Telepon di malam hari, pembicaraan hati ke hati tentang kucing, dan ucapan selamat ulang tahun di pagi hari. Kyaaaaa......

" Masa aku memberikan sesuatu yang enggak berharga untuk seseorang yang begitu istimewa?"
 * Kyaaa.... squeeee.. mari meleleh bersama Noaki.

Berlanjut dengan perayaan Ultah Noaki lengkap dengan kue ultah dari Papa Seb dan hadiah dari semua sahabatnya, kecuali Keo ( Bundaaaa...kenapa harus di cut bagian ini T_T ) .

Setelah itu, mari merasakan pahitnya dikhianati. Momen so sweet mendadak berubah menjadi gelap.
Konfrontasi Noaki-Toby-Keo di rumah Noaki membuat gemas . Kalau saya jadi Noaki, sudah saya dorong Keo pakai kruk saya. Hahaha...suer, Keo  menjadi super menyebalkan.

" Sebagai sahabat yang baik, kamu enggak perlu kotoran burung, sweater terbakar, kumis di jidat, atau ancaman, atau ngambek segala untuk minta perhatian, Noa! Kamu cuma perlu bersabar sebentar dan memberiku kesempatan menyelesaikan urusanku."

*Keplak Keo

Tidak ada jeda untuk menarik nafas lega, karena selanjutnya konflik makin menjadi-jadi.
Momen Keo-Noaki di rumah Keo juga bikin saya panas. Keo sungguh-sungguh minta dicubit semut yang kueeecil..

"Kamu bahkan enggak bisa berdiri tegak tanpa tongkat. Apa yang bisa kamu lakukan? Pulanglah. Kamu malah merepotkan aku saja."

 *Keo!!!@#$%^%^^%$**((*&^^%

Nikmati ketegangan dan rasa penasaran yang berlanjut ke bab berikutnya. Setelah naik tinggi, roller coaster akan meluncur tajam, dan akhirnya melandai.
Scene Noaki yang menjemput Keo di taman, silent momen di dalam mobil dan aaah... Keo-Noaki-Toby momen di rumah Noaki.

" Sahabat terdiri atas segala macam: darah, daging, tulang, perasaan, kebaikan, keburukan, dan misteri. Bagaimana mungkin kamu pilih-pilih, sementara kamu sendiri ingin diterima utuh apa adanya?"

*Hiks..so..so...aaarghhhh..

Sebagai pemanis di akhir cerita..This one is my  favorite candy sweet scene.

"Dan Noaki tertunduk menyembunyikan muka. Melihat kaki bersepatu basah Keo bergerak-gerak gelisah."

* Squeeeee....

See..komentar saya di dominasi dengan Aaaargh, Squeee, Kyaaaa...jadi tunggu apa lagi? bacalah dan mari ber-aargh,squeee, dan kyaaa.. bersama saya..


Friday, October 2, 2015

FIGHTING ! CL KEEPER







Pagi ini Lab Bayu begitu menyenangkan dan menenangkan.
Laboratorium tempat Bayu bekerja mempunyai jendela kaca yang besar-besar, lubang anginnya sengaja dibuat banyak dan lebar , sehingga tidak menggunakan exhaust  fan untuk sirkulasi udara, kecuali di lemari asam.

Dari jendela dekat ruangan kecil sebagai kantor Bayu, aku bisa melihat rumah kaca, diapit dengan pohon Pinus tinggi besar Ada jalan setapak  di belakang Lab Bayu,  mengarah ke sungai kecil, di sana sering terlihat kunang-kunang.
Jika beruntung, di suatu malam di awal musim hujan, dari kaca jendela ini, kami sering melihat kunang-kunang berterbangan, berkelap-kelip seolah sedang menyajikan pertunjukan untuk kami.

Bau tajam Lysol menyeruak. Bagi sebagian orang, bau Lysol mungkin membuat tidak nyaman. Tapi bagiku bau Lysol itu menyegarkan. Bayu sedang sibuk mengomel tentang asisten lamanya yang baru saja dia pecat. Tentang kecerobohan sang asisten yang sengaja memecahkan buret, tentang kebiasaan sang asisten yang hobi bertanya tentang hal-hal di luar Lab, dan lain, dan lain, dan lain...

Aku tersenyum sinis, untuk seorang dosen sepintar Bayu, menangkap gelagat mahasiswi yang sedang cari perhatian saja dia tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?

Hangatnya sinar matahari yang masuk membuatku mengantuk. Aku meraih Pharmakope dan meletakkan kepalaku di atasnya, memperhatikan Bayu sedang sibuk menyiapkan preparat untuk jam kuliah nanti siang.  Keningnya berkerut, dan rambutnya jatuh menutupi mata ketika dia menunduk. Aku lupa siapa yang mendorongku untuk membuat Bayu, hampir 3 bulan yang lalu. Yang kuingat aku begitu frustrasi ketika Toby dan lainnya meninggalkanku, dan tanganku bergerak begitu saja menciptakan Bayu.
Kantuk menyerang semakin kuat. Aku jatuh tertidur.

Harum kopi dan tepukan keras di bahu membangunkanku. Bayu sudah ada di sampingku dengan 2 cangkir kopi .
" Aku tidak suka ada yang tidur di Lab-ku, bangun!"
Hiiish. Kutendang kakinya, tapi Bayu lebih sigap, dia bergerak menjauh sebelum kakiku menjangkau kakinya.
" Apa itu ditanganmu ?"
" Daftar asisten baru. Kali ini tidak untuk mahasiswi, bikin susah saja. Asisten cowok sepertinya lebih menjanjikan " jawabnya .
" Aku yang pilih ya, sini !"
Bayu memukul tanganku yang mencoba meraih kertas itu dari tangannya.
"Jangan ikut campur!"
Aku mencebik, kuhirup kopi buatan Bayu. Kopi buatan Bayu untukku  selalu pas , lembut dominan cream. Bayu tidak suka mix kopi. Punyanya selalu strong. Hitam.
" Can I ask you something? Bisakah..."
" No ! " sambar Bayu sebelum aku sempat meneruskan kalimatku.
" Panggil aku, supaya kau hidup di kepalaku . Aku serius . Kepala kosong itu mengerikan. Aku tidak fokus, selalu harus mengulang-ulang list yang sudah aku siapkan." Kalimatku terdengar sangat putus asa. Aku tidak peduli, Bayu tahu itu, kami tak pernah membicarakannya. Kali ini aku harus tahu apa alasan dia menolak terus memanggilku.

Bayu meletakkan kertasnya, menarik nafas dalam-dalam, lalu memandangku. Mata cueknya melembut, suara beratnya berubah menjadi semakin dalam.

" Sejujurnya, aku begitu takut dengan isi kepalamu, rasanya pasti sesak, penuh dengan tekanan, ranjau  dan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Tentu saja aku  ikut  sedih ketika anak-anak itu meninggalkanmu,  kehadiran mereka membuatmu rileks.
Sedangkan aku, aku akan membuatmu semakin frustrasi. Kau tahu kan aku begitu kaku, sama sekali tidak menyenangkan."

Hatiku teriris mendengarnya, mataku mulai berkabut. Bayu benar, kepalaku penuh dengan berbagai tekanan, dan dia bukannya tidak peduli, dia takut malah membebaniku.

" But we can try, mungkin kita bisa saling membuat tenang satu sama lain" sanggahku. Bayu menggeleng, kali ini dia menunduk.

" Datanglah ke sini, kapanpun. Anytime. Aku di sini, siap mendengarkan dan juga siap mengusirmu. Sampai kau temukan lagi yang bisa mengisi kepalamu."

Sigh. Percuma berdebat dengannya. Just like that. Pembicaraan berakhir. Kami diam, menghirup kopi masing-masing, memperhatikan mahasiswa yang lalu lalang dari kaca jendela Bayu. Lalu beberapa mahasiswa mulai datang. Aku berdiri beranjak pergi. Tanpa berpamitan.
" Fighting CL keeper .I will always wait you here". Bisik Bayu sebelum aku berbalik pergi.
Kalimat itu, sederhana, tapi membuat hangat hatiku.
Fighting !!!

Sunday, September 20, 2015

Putri Si Pembuat Kembang Api ( Philip Pullman ) from Crafter Point of View







Saya mendapat harta karun. Benar-benar harta karun. Setumpuk buku. Dikirim peri baik hati yang irresistible..:p
Begitu buku-bukunya datang. Veve dah meraup semuanya dan mulai memilih yang mana dulu yang mau dibaca. Saya sendiri, menunggu rekomendasi Veve,buku mana yang beruntung untuk saya baca lebih dahulu . Walau ternyata penantiannya sia-sia. Veve merekomendasikan semua buku yang sudah di bacanya. Bagus semuaaaa..

Ambil acak aja deh. Dan inilah buku bernasib baik yang saya pilih. Atau saya yang bernasib baik bisa membaca buku ini ya..

Oke deh..skip..skip pendahuluan ga penting ini.

Judulnya Putri Si Pembuat Kembang Api. Ceritanya tentang perjuangan seorang anak pembuat kembang api yang ingin benar-benar resmi menjadi pembuat kembang api. Seru , penuh petualangan , dengan berbagai karakter yang mendampingi Lila. Ada Chulak, Hamlet, Paman Rambashi, dan beberapa tokoh lainnya.
Baru membaca bab pertama , saya  langsung jatuh cinta. Selain hanyut dengan ceritanya, buku ini menumbuhkan keinginan saya menulis sebuah cerita dengan latar belakang craft..hahahaha..ide selalu cepat datang, eksekusinya entah kapan ( jitak kepala sendiri )
Bertabur dengan petualangan dan deskripsi detail  yang mempercantik serunya perjalanan Lila.
Suka dengan penulis yang detail menjelaskan tentang seluk beluk kembang api. Saya yang dulu selalu stuck dengan ide membuat cerita dengan latar belakang craft menjadi bersemangat kembali.  Mengolah proses pembuatan produk craft bisa menjadi cerita penuh petualangan. Semoga bisa cepet cepet dieksekusi. Mohon doanya pemirsaaah...minimal menuh-menuhin draft file aja ga papa, daripada ga move on blas. ngeles.com.

Tidak hanya petualangan seru yang disajikan, dalam buku ini banyaaaak sekali pelajaran. seperti :


  • " Maka Lila memberitahu mereka tentang sumbu tunda, karena tidak ada rahasia di antara seniman sejati." Hal 136

Bagikan ilmu-mu. Buat saya tidak ada crafter yang lebih baik dari crafter lainnya. Yang ada hanya crafter yang lebih dulu TAHU daripada crafter lainnya. Itulah sebabnya saya selalu berusaha menjawab secepat mungkin dan sedetail mungkin jika ada crafter lain yang bertanya. Asalkan bertanya-nya yang sopan ya.. Bagaimanapun crafter juga manusia, kadang kadang suka sensi. halaaaah.


  • Paman Rambhasi yang berganti-ganti profesi sampai akhirnya menemukan yang benar-benar cocok untuknya. 

Saya juga sering sekali menyesatkan diri. Coba sana-sini ,meloncat-loncat pindah aliran dan genre, dan tentu saja juga gagal berkali-kali, sama seperti Paman Rambhasi.  Akhirnya mentok di Pururu, yang sangat saya cintaaaaaa.


  • Selanjutnya, yang amat sangat mengena :

Tiga bekal yang ternyata sudah dibawa Lila tanpa sadar :

1.  Bakat.
Saya setuju bahwa bakat itu diperlukan untuk menjadi seorang crafter. Tapi tidak setuju kalau bakat adalah yang mejadi penentu. Bisa jadi bakat yang disadari hanya 1%, tetapi karena kemauan dan kerja keras. Bakat itu bisa berkembang menjadi 100%.

2. Keberanian, Kegigihan, Kemauan..
Kerja keras, disiplin, berinovasi, menjadi diri sendiri, melawan arus...dan sebagainya.
Kesemuanya itulah yang membuat hal-hal yang sekiranya tidak mungkin dilakukan menjadi mungkin.
Menjadi crafter itu mudah, yang sulit adalah menjadi crafter yang berbeda. Belakangan ketika musim bros masih melanda, banyak crafter yang mengeluh tentang harga dan duplikasi.
Saya, yang out of the ring, sebenarnya ga peduli dengan berbagai macam status dan statemen. Ada yang menyayangkan , tidak sedikit pula yang membela diri. bagi saya, daripada berargumen, lebih baik meng-upgrade diri sendiri. Mengedukasi itu perlu waktu, tidak bisa hanya dengan sebaris dua baris kalimat. Show, don't tell. lagipula, hukum alam akan menentukan. Hanya crafter yang punya kegigihan, keberanian , kemauan dan sebagainya yang akan bertahan. Surely..

3. Nasib baik.
Nasib baiklah yang membuat Lila bertemu dengan teman-teman yang baik dan yang datang di saat yang tepat.
Ketika semua sudah dilakukan, mari berharap dan berdoa. Nasib baik, kemujuran, waktu yang tepat, semuanya akan datang setelah semua kerja keras yang sudah dilakukan. Saya amat percaya dengan Mujizat sama percayanya dengan kerja keras. Tidak ada kerja keras yang sia-sia. Kalau sekarang belum dirasakan, asal terus berusaha, Nasib baik sudah menunggu di saat yang tepat. Keep the faith !


  • Sebagai penutup. Inilah paragraf yang menyentuh saya :

"....Dia tiba-tiba mengerti bahwa Dr Puffenflash mencintai api pink-nya, Signor Scorcini mencintai guritanya, Kolonel Sparkington mencintai  makhluk-makhluk bulannya yang lucu. Untuk membuat kembang api yang baik kau harus mencintainya, setiap percikan kecil atau Naga Meletup. Itu saja! Kau harus menambahkan cinta ke dalam kembang apimu, selain bakatmu." Hal 140

Crafter harus menambahkan cinta dalam karyanya, selain bakatnya. Setuju..pakai banget!

Thursday, September 3, 2015

Icy, Popcy, Loly


 Para cuties ini sudah mau berangkat Ouuuch.....kayanya baru sebentar sayang-sayangan. Hihihi..
Pururu seri ini adalah personifikasi jajanan sore-sore. Idenya datang dari anak-anak pulang mengaji yang lewat depan rumah. Kebetulan guru ngajinya juga berjualan, jadi sepulang mengaji, anak-anak pasti jajan.
yang atas itu namanya Icy. Personifikasi dari es krim, ngambil dari rambutnya. hihihi.. Saya ingin mereka terlihat sesantai mungkin, jadi pakai sandal, ga sepatu



 Si imut bermata sendu ini namanya Loly. Idenya karena melihat kakak-adik Icha dan Chika yang setiap sore lewat depan rumah pulang mengaji. Sore itu mereka berdua berlari berkejaran, setusuk permen lolypop ditangan masing-masing. Sampai depan rumah, Chika sang adik jatuh. Telapak tangannya berdarah dan permennya kotor berselimut pasir. Icha buru-buru membantu Chika berdiri, membersihkan telapak tangan Chika lalu memberikan permen loli miliknya sebagai ganti milik Chika yang kotor. Tangis Chika berhenti. Kedua bersaudara itu pulang sambil bergandengan tangan. Ah..selalu suka siblings love.
Makanya si Loly ini ekspresinya seperti habis menangis.




 Popcy. Personifikasi dari popcicle, tapi yang dipegang malah kaya permen sunduk, hahaha males jahit bentuk lonjong. Kalau bulet kan tinggal diserut.. Awalnya roknya mau dibikin kaya balon, ngembang. Dan seperti biasa, konsep awal selalu menyimpang 180 derajat. hihihi.. gunting sana-sini, jadinya seperti ini. Nah karena dingin, yang ini pakai sepatu. Dulu pernah kayanya bikin yang kepalanya permen, tapi ga dapet feelnya. Baru yang ini dapet banget.



Satu kloter mau berangkat. Hoopart Siblings Love. Love, Comfort, Care, Protect.
Inspirasinya dari veve dan Jevon. Saya bersyukur banget punya putri seperti Veve, sangat mengerti . Seringkali kalau saya lelah, tanpa di suruh Veve menjauhkan jevon dari saya. Mengajaknya adu lari, main kemah-kemahan, main drama, hiks.. jadi mellow ya... Seringkali mereka main gendong-gendongan seperti ini. Suka dan cinta. My Guardian Angels..Hik..hik...
Bye..bye..be good ya... Kedatangan kalian pasti disambut sukacita.. Love you all

Tuesday, August 25, 2015

LAST FANFICT

Sejujurnya kali ini saya takut melepaskan mereka berenam. Takut saya menjadi gila sungguhan setelah mereka hilang dari kepala saya. Memang ada Bayu, Vivianne, Sunny, Byul, Andini dan  Mia. Tapi mereka muncul hanya kalau saya menginginkan mereka muncul. Tidak seperti keenam anak ini yang tiba-tiba saja masuk ke kepala saya. Saya sudah terbiasa dengan Seb yang cerewet berkomentar ini dan itu ketika saya mulai membuka PC, terbiasa dengan Timika yang membuat saya membeli macam-macam pernak-pernik ketika belanja bahan craft, entah digunakan untuk apa nanti, Toby yang sering sekali meminta saya menemaninya melihat matahari terbit dan memaksa saya mendengar satu lagu berulang-ulang karena dia suka dengan irama gitar yang ada di dalamnya. Feel free to call me crazy .. I'm totally crazy.

Ketika Keo dan Noa berangkat dulu, saya masih bisa bertahan karena ada mereka yang tinggal.
Well, kemungkinan terburuk mungkin saya jadi seperti waktu melepas Raphelia dan Hans dulu. Ooouch...so hard.

Masih ada sekitar 2 mingguan sebelum jadwal mereka berangkat.  Tapi karena saya ingin melepas mereka tanpa buru-buru, beberapa hari yang lalu saya mulai melakukan finishing.  Seb sudah memutuskan untuk tetap memegang laptopnya. Kue untuk Noaki bisa menyusul untuk ulang tahunnya tahun depan. Tidak sempat juga menjahit bola wamena yang sudah saya potong polanya. Terlalu kecil dan tangan kiri saya masih belum bisa untuk menjepit potongan kain yang kecil.  Saya tidak  menghias framenya dengan berlebihan, ingin meninggalkan sedikit jejak saya yang simpel, dan juga agar perhatian bisa fokus kepada anak-anak, bukan ke framenya. Jadi 2 hari yang lalu, sebelum mengunci mereka dalam frame, saya membawa mereka semua ke loteng. Dini hari, menunggu matahari terbit.

Beberapa jam lagi matahari terbit. Anak-anak kukumpulkan di keranjang berselimut kain tebal. Aku membawa mereka ke loteng. 
" Dingin?" tanyaku. Semuanya menggeleng.
" Tak bisa memenuhi janji Mami membawa kalian ke pantai. Kita lihat matahari terbit dari sini saja ya?"
Aku duduk dan membuka laptop. Nyeri di  bahu kiriku belum berkurang, masih bengkak. Angin bertiup pelan. Hawanya tidak terlalu dingin, tidak seperti hari-hari sebelumnya.
Toby keluar dari keranjang, menghampiriku.
"Menulis apa Mam?"
Kuambil dia dan kuletakkan di pangkuanku.
"Fan fict, sebelum kalian pergi, bacalah "
Yang lainnya ikut menyusul, kuraup semuanya lalu kuselimuti dengan selimut tebal.
Tidak ada yang istimewa dengan fan fict yang kutulis kali ini , hanya tentang mimpiku suatu saat nanti bisa berkunjung melihat mereka.
Toby tiba-tiba saja  melompat , dengan hati-hati naik ke bahuku yang masih dibebat dengan kain , memeluk leherku dan berbisik " Kalau begitu berat untukmu Mam, jangan lepaskan aku "
Aku mengambilnya, menaruhnya di telapak tanganku.
"Bolehkah aku melakukannya? tidakkah kau merindukan Noaki ?" 
Mata sipitnya menatapku sedih. Tidak ada jawaban  yang keluar dari mulutnya. Ajeng menyentuh jariku, matanya penuh dengan air mata yang siap tumpah.
"Apa yang akan terjadi Mam? tanya Lady
Aku menarik nafas panjang. Tak ingin menangis dan juga tidak ingin melihat mereka menangis.
" Nothing, I'll be fine don't worry, akan ada pururu lain yang menggantikan kalian, bergembiralah, kalian akan pulang, kembali lagi berdelapan . Mami hanya tidak  bisa lagi mendengar kalian. Itu aja."
" Kalau  begitu jangan menangis, jangan bergadang, jangan memaksakan diri, jangan minum terlalu banyak kopi dan tidur siang !" seru Seb.
Aku tersenyum. Seb, my precious Seb.
"Maaf Seb, kau tidak bisa bertemu dengan Noaki di hari ulang tahunnya. Tapi tahun depan kau masih bisa memberikan kue itu. Nanti Mami kirim beserta papan tic tac toe mu"
Seb tidak menghiraukanku. Melompat dari pangkuanku lalu kembali ke keranjang.
"Biarkan.." kataku kepada Wamena yang hendak menyusul Seb.
"Mami ga akan sempat menjahit bolamu menjadi 3D, kurasa nyeri ini masih bertahan seminggu lagi"
Wamena mengangguk maklum. 
Pagi rupanya mulai menjemput. Aku mengambil Seb dari keranjang dan menaruhnya kembali di pangkuanku, bersama dengan yang lainnya.
"Toby, bolehkah aku mendengarmu memainkan gitar?"
Suara gitar Toby mengalun pelan. Semburat jingga tampak menembus sela-sela awan. Tidak butuh waktu lama, warna-warni pagi mulai muncul menggantikan kelamnya malam. Pagi sudah datang. Waktuku sudah habis.


" 8 anak, seorang penulis, seorang crafter, segelas teh melati, segelas besar cappucino latte, delapan gelas jus dan sepiring besar pancake buah. Diiringi denting gitar Toby, suara merdu Keo dan celoteh bersahutan tiada henti, bersama menyambut senja.
Aah, bahagia itu sederhana , ketika Imajinasi menjadi nyata. Someday, Somehow."
‪#‎fanfict‬

Sunday, August 16, 2015

50K Hai's Girl






Hihihihi.....giggles like crazy... menulis judulnya aja saya masih ngikik-ngikik geli.
Ceritanya seorang teman di Grup WA SDK sedang berbaik hati, bagi-bagi hadiah pulsa 50K untuk member grup yang hari itu aktif berinteraksi dengan member lainnya. Tujuannya mulia ( tumben  :p ), pengin semua anggota grup ga hanya jadi silent reader aja  . Jadilah pagi - pagi owner  OS Redblack Stuff 
( Link hidup yo ndre. Promosi iki..bayar ! ) woro-woro. Bagaikan sekarung gula yang dijatuhkan ke perkampungan semut yang sedang kelaparan, woro-woro ini disambut dengan luar biasa. Termasuk saya yang biasanya cuma nongol sebentar-sebentar. Sebenarnya selama  ini  saya bukan  ga mau aktif, tetapi setiap kali buka chat grup, waktu habis buat ngikik-ngikik sampai bingung mau komentar apa lagi.
Back to 50K.
Setelah update sana-sini, saya langsung balik ke chat WA. Karena syaratnya berinteraksi, hal pertama yang saya lakukan ya menyapa.
Hai ken,
Hai Nen,
Hai Nik,
Hai dev,
Hai Her,
Hai Tik,
Hai ndre,
Hai dan,
Hai Nit,
Hai Sep,
....dst..tutukno dewe rek.
Seketika itu chat langsung naik luar biasa..sebagian besar member nongol, dan semuanya muncul dengan Hai-hai masing -masing ..hahahahaha...

TDL saya yang seharusnya packing dan ngangsu air  ( pipa PDAM pecah, terpaksa minta air di tetangga ), seketika itu saya coret. Saya nongkrong di tempat sinyal terkuat di rumah saya, yang sialnya tempatnya  tepat di depan kamar mandi , berusaha mengimbangi chat yang terus bermunculan. Biar dah, air masih cukup untuk mandi. Ga usah masak. Beli aja.

Tuan Muda saya biarkan membongkar mainannya pagi-pagi demi ga gangguin saya yang sibuk memantau chat. Tanpa terasa sudah hampir waktunya pergi rapat di sekolah Veve. Andro saya cas, jaga-jaga ngedrop ketika di sekolah.

Sampai di sekolah Veve, rapat belum dimulai. Bawa Tuan Muda dulu ke kantin, beli jajanan dan titipkan di Veve ( kelas veve di sebelah kantin ). Bukannya masuk ke tempat rapat, saya ngider dulu di luar, nyari tempat yang sinyalnya kuat dan duduk membalas chat. Huwahahahaha...

Lumayan 10 menit duduk sampai diingatkan teman Veve kalau rapatnya dimulai. Buru-buru masuk dengan pandangan masih di andro. Kelas sudah penuh, rapatnya sudah dimulai, dan kenapa tempat duduk yang kosong selalu ada di depan. Saya yang jalan sambil terpaku memandang layar andro, cuek masuk ke kelas , ga peduli dilihati sama ortu lain.
Cuma 5 menit duduk, rapat selesai, saya bahkan ga ngerti rapatnya tadi tentang apa, karena terus sibuk membalas chat.

Keluar dari kelas, niatnya mau cari lauk untuk makan. Jadi kami bertiga jalan keluar sekolah. Pujasera yang ada di perempatan belum buka, dan Tuan Muda yang aware kalau ada mall di depan jalan langsung merengek minta mampir.

Berhenti sebentar di depan mall bernegosiasi dengan anak-anak, kalau masuk mall cuma cuci mata aja. Kesepakatan di capai, kami masuk, dan seperti biasa, perjanjian tinggalah perjanjian.

Kami masuk ke hypermart. Okelah, beli susu dan biskuit. Perjanjian diperbaharui. Tuan Muda naik trolly, veve supirnya, saya navigasi. Pegang Andro membalas chat di WA. hahahaha.
Saya ga perhatikan mereka ngambil apa aja, yang penting hampir sejam kami mondar-mandir, lalu andro sudah mulai low batt, tujuan terakhir kasir.
Udah sampai di depan kasir, baru saya ngeh apa aja yang diambil anak-anak. OMG!!! yang tadinya hanya susu dan biskuit, beranak pinak menjadi jus, mi instan, mainan, permen, coklat, roti, kripik , jelly dan entah apalagi.

Saya mulai ngomel dan mengeluarkan semua yang ga masuk list perjanjian sambil menyuruh Veve untuk mengembalikannya di tempatnya semula. Tuan muda seperti biasa, ribut menyeleksi lagi mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Mbak-mbak yang antri di belakang saya sampai tersenyum. Entah apa maksudnya senyum itu, senyum karena geli atau senyum kesal karena saya mandeg lama di depan kasir.

Kegiatan sortir menyortir berhenti karena saya akhirnya mengalah. Belanjaan dihitung, dan....dueeeng.. ketika membuka dompet, isinya hanya selembar sepuluh ribuan, rupanya saya lupa memasukkan uang yang sudah disiapkan di atas meja tamu karena buru-buru berangkat. Terpaksa gesek, hari itu, tanpa rencana saya menggesek 47.512, T_T over budget untuk anggaran jajan anak-anak.

Tengah hari sampai di rumah. Karena sudah ada Veve, tuan muda agak tenang, diajak main. Saya, balik lagi ke depan kamar mandi, memantau chat dengan kabel charger masih nancap di andro. Topik di chat seperti biasa, ga fokus sana-sini.
 Tapi hari itu ada Nancy yang cerita tentang anak indigo dan Indra yang muncul menjelang sore lalu kami terlibat perbincangan yang agak serius tentang tulis menulis.

Target saya yang seharusnya 8 lusin roundrose sudah pasti ga terkejar. Tapi saya pikir, malam mungkin masih bisa dapat 6 lusin dan sisa 2 lusin subuh setelah tidur sejam. Walaupun akhirnya sampai menjelang subuh selusin pun ga saya selesaikan. :D
Menjelang maghrib, habis waktu saya untuk pegang gadget, sesuai kesepakatan. No gadget mulai maghrib sampai anak-anak tidur. Jadi saya pamit off, tetap berhai-hai sebelum injury time hihihi.
Jam 9 baru online lagi dan tersenyum lebar melihat pengumuman pemenang. Malam itu saya resmi menyandang gelar 50K Hai's Girl. Hahahahahaha....what a day.

Anyway, saya bersyukur mengambil keputusan bergabung dengan grup ini, karena terus terang biasanya saya ga nyaman kalau harus berinteraksi dengan orang banyak.
Tetapi sesuai niat saya, kalau tahun ini harus mulai keluar dari zona nyaman, memulai interaksi sebanyak mungkin dengan orang lain, supaya saya ga broody-broody amat.
Dan rasanya menyenangkan, anggap saja hari itu adalah me time saya. Full.
Thanks gaes...lain kali lagi ya...
Selanjutnya saya tetap muncul di chat, walau cuma berhai-hai, tetap menjadi silent reader karena harus tetap selesaikan target.
Keep the spirit on. Nice to have you all.




Sunday, August 9, 2015

RANDOM JURNAL

Vivianne

Hai..hai.. adakah yang merindukan saya? he..he..he.. ge..er
Dah lama banget ga update blog. Sok sibuk. Aslinya keteteran karena payah ngatur jadwalnya, ditambah lagi customer langganan pada transfer ga pakai konfirm jadwal. Jadilah saya pontang-panting.
Ga ada juga yang penting sih. Setelah balik libur lebaran. Loncatan besar dari hidup membosankan saya hanyalah  Kopdar dan gabung dengan grup teman-teman SD dulu. Sejujurnya banyak yang saya lupa. Hanya beberapa yang ingat. Tapi berinteraksi kembali rasanya menyenangkan. Meskipun kami semua hampir menjelang 40 tahun, tapi kelakuan masih kaya 20 tahun. Hahaha...

Beberapa gosip di dunia craft sebenarnya juga ga baru. Masih juga tentang kontroversi harga.
Saya hanya merasa beberapa crafter terlalu repot mengurusi masalah ini. Tentukan saja pangsa pasarmu, harga pasti mengikuti. Kalau mau idealis , yang brandinglah, jangan sibuk stalking harga lapak lain.
Meski demikian, crafter baru tetap bermunculan, model bros baru bermunculan. Saya sendiri sebenarnya ga terlalu ikut arus juga. Soalnya apapun bentuknya, pasti ujung-ujungnya juga butuh aplikasi jualan saya. Hahaha...

Minggu terakhir bulan Juli, saya banyak membuat Pururu baru. Selain karena dalam tahap denial, anak-anak harus segera di kirim. Feel-nya sering muncul tiba-tiba.










Semuanya masih saya tahan dan belum mau dijual. :p
kepingin sebenarnya meluangkan waktu full sebulan untuk bikin pururu yang banyaaak.
Pengin bikin display rumah boneka dan bikin stok banyak, mulai dati pembatas buku sampai gantungan kunci atau beberapa Pururu kecil-kecil. Pengin ikutan bazaar.
Pengin juga punya toko di Etsy, pengin tahu gimana sih reaksi pasar dunia dengan Pururu saya.
Pengen punya buku khusus untuk semua karakter Pururu saya . Buku craft sekaligus buku cerita.. ( haha... mimpi ).
Tapi akhirnya saya belajar membuat pola. Sekali lagi ya karena matre. Pola aja di Etsy dijual 5 dollar. 
Penginnya banyak banget. Mudah-mudahan satu-satu bisa diwujudkan. Amiiin...



Monday, June 29, 2015

SAYA LEBIHKAN ONGKIRNYA

Sore ini sebuah inbox masuk dan membuat saya mbrebes mili.
Setelah 2 minggu lalu merasa gemes dengan serangkaian aksi PHP, inbox yang masuk tadi membuat kekesalan hati saya jadi tidak berarti.

Isi inboxnya sederhana, hanya konfirmasi pembayaran. Yang membuat saya gemetar dan begitu terharu adalah bagian :
..... saya lebihkan karena tempat saya jauh dari kotanya.....

itu yang pertama,
yang kedua, yang mengirim pesan ini adalah seorang anak kelas 8. Bukan customer aplikasi atau pururu, tetapi seorang pembeli buku.

Beberapa hari yang lalu, dia meminta informasi tentang pembelian buku. Saya rekap total tagihan yang harus dibayar berikut ongkos kirimnya. Karena data alamat yang tidak lengkap, jadi ongkir saya perhitungkan kurang lebih saja.

Ternyata, dia tahu, dan dengan kesadaran hatinya  melebihkan pembayaran tanpa saya minta.
Anak ini, tidak meminta diskon, tidak meminta bonus, tidak meminta free ongkir. Dan jelas, dia tidak menjual lagi bukunya. Begitu membaca inboxnya, saya terharu sekaligus bangga.
Bukan berarti tidak ada customer saya yang seperti ini, ada banyak. Tapi customer ini special, karena dia masih anak-anak, masih kelas 8, dan bukan seorang penjual.

Selama 3 tahun berjualan online, berbagai macam customer sudah pernah mampir di lapak saya. Mulai dari yang bawel, yang suka minta diskon, minta bonus, minta free ongkir, yang nanya harga lalu ujung-ujungnya nanya tutorial, yang cuma basa-basi lalu wawancara ga jelas. Semuanya saya lupakan dengan segera.
Sekitar 2 minggu lalu, badai PHP rupanya mampir juga di lapak saya. Sepuluhan customer yang saya rekap, yang akhirnya melakukan pembayaran hanya 2 orang. PHP yang ini membuat saya sedih dan frustasi. Tapi sore tadi, rasanya semua itu ga berarti lagi.

Anak ini bisa saja langsung transfer tanpa harus melebihkan ongkirnya, karena tidak tahu.Tetapi dia tidak  melakukannya, saya yakin dia tidak tahu saya mengirimkan buku dari mana, saya yakin dia juga tidak mengecek ulang ongkir , karena saya tidak memberitahukan ekspedisi yang akan digunakan.

Langsung saya bungkus bukunya, saya keluarkan semua bonus untuk dia, saya buatkan bros khusus , dan tak lupa saya selipkan kelebihan yang dia bayarkan.
Dalam hati saya berdoa, berterima kasih kepada Tuhan, mengijinkan anak ini mampir di lapak saya. Berdoa supaya dia dimudahkan dalam studinya, disediakan semua biaya yang dibutuhkan untuk pendidikannya, dipelihara selalu kesehatannya, diberi kekuatan jika harus mengalami cobaan, saya juga berdoa untuk orang tuanya, berterima kasih sudah melahirkan anak yang begitu luar biasa, mendidiknya dengan baik, dan semoga orang tuanya dipelihara kesehatannya sehingga bisa mendampingi anak ini sampai mencapai kesuksesan. Amiin



Monday, June 22, 2015

MENUNGGU

Me : Kemana yang lain sayang ?
Ajeng : Entah .
Me : Kenapa pergi?
Ajeng : Kata Toby, kami membuat mami stres. Makanya kami pergi sebentar.
Me : Kalau kalian pergi, stres mami makin menjadi-jadi. Kok cuma Ajeng yang kembali?
Ajeng : Toby bilang, nanti aja kembalinya. Kalau mami sudah selesai sama semua urusan mami. Seb mau balik, tapi Toby bilang jangan dulu. aku kasihan sama mami ,jadi aku balik aja. Lagian kalau sama mami jadi tahu kabarnya Keo.
Me: Sigh...Ajeng kalau bisa bicara sama Toby, bilang ya kalau Mami makin sedih jika kalian ga balik-balik. Janji deh, mami selesaikan semuanya baru ngurusin kalian. But please...bilang mereka supaya balik ya. Miss them so much.
Ajeng: Ok.
Me : Sepi ya..
Ajeng : Ga kok. Ada Kak Bayu dan Kak Muya.
Me : Bayu membosankan, Muya bisu, Ajeng  ga pa-pa?
Ajeng : Ga kok mam. Kak Bayu suka cerita tentang kunang-kunang, dan kak Muya ajari aku bikin hiasan rambut dari tali.
Me : Oke deh, sabar bentar ya, sebentar lagi mungkin semuanya balik.
Ajeng : Iya Mam

Friday, June 19, 2015

PARADE HANDYCRAFT DILO



Saya turun gunung. Hahaha...turun gunung beneran juga . Wong dari Batu.
Tanggal 13-14 Juni 2015 ada bazaar di Dilo Malang. Tempatnya sebelahan sama Toko Oen, sebelahan lagi sama Gramedia.
Sebenarnya karena momen aja sih. Veve sudah rapotan, waktunya belanja bahan craft, dan tempatnya strategis. Plus anak-anak bisa saya titipkan.
Jadilah saya niatin banget mau lihat ni bazaaar.

Ah, kalau memang jodoh mah semuanya jadi serba cocok. Panitianya mbk Diyah lawang. Ketemuan sama saya sih hampir setahun yang lalu, beliau yang main ke rumah, beberapa peserta bazaar juga saya kenal, walau cuma  kenal via FB. Sekalian kopi darat kalau ketemu..

Hari Sabtu, saya mampir jam 2, ketemu mb. Diyah, mb. Citra sama mb. Koleksi Hani ( Bu, asmane sinten to...byuh pikun saya ) hihi, mb. Yenny vinsan suvenir.
Suka sama tempatnya, ga besar, tapi enak. Yang ikut bazaar lainnya juga asik. Ada beberapa workshop. Waktu saya datang lagi Workshopnya mb. Rehana Melodi. Pintunya ditutup, jadi saya sungkan mau masuk ngambil foto sama ngobrol.

Produk KFMR di dominasi dengan Flanel ya iyalah namanya juga Komunitas Flanel Malang Raya. Ganci, tisu box, dompet koin, boneka, hiasan pensil, toples, dll. Tapi ada juga tas dari kain kok. 
Ngobrol sana-sini sama mb. Diyah, waktu mau pamit pulang, eh.. ditodong workshop dadakan.
Awalnya saya juga sih, malah nyariin workshop yang bikin bunga. Kan momennya pas. Hihihi..ternyata ga ada.
Jadilah kami workshop dadadkan di standnya KFMR. Bikin apa? bikin apa aja yang mereka tanya. Untung aja saya ga bawa lilin. Coba kalau bawa, mungkin udah ndelosor, bakar-bakar di situ. hahahaha


















Karena saya ga ikutan bazaar. Saya nitip aja ya.. promo si Keo dan kawan-kawan, kebetulan ada workshop untuk anak-anak, jadi sekalian, numpang promosi. Hihihi




Waktu mau pulang, ada anak yang mirip banget sama Noaki. Miriiiip banget. Mulai dari potongan rambut, kaos sampai celananya, tinggal di pakein topi , jadilah Noaki. Ni anak bisik-bisik sama mamanya waktu lewat stand KFMR, abis itu ngambil sticker dan kartu nama. Waktu saya samperin, dianya malu-malu, saya tanya ini itu., abis itu minta foto. Hiks.. dianya kabur ga mau difoto... sebelum keluar, balik lagi ke stand KFMR ngambil sticker banyak-banyak. Hahaha..

Banyak foto-fotonya..kececeran soalnya hari pertama andro drop. Ntar deh di update.

Minggu pagi , mumpung di kota, saya turun sekalian ke CFD ( Car Free Day ), cuci mata. Banyak banget yang jualan ya. Ada beberapa pertunjukan unik, ada dari Oceania, yang perform suling, ga tahu suling apaan itu. Ada juga aliran-aliran kepercayaan yang ikutan nebeng di CFD. Saya nyesel deh di sini. kok ga bawa brosur atau sticker atau apalah buat di bagi-bagi , banyak banget SPG yang promosi. Banyak juga mahasiswa yang pada jualan atau sekadar bagi-bagi brosur. Ntar kapan-kapan deh, disipain dulu
Ga nemu crafter yang jualan bucket bros. Cuma nemu yang jualn bros kecil-kecil yang 1000-2000 an. Ga kenal juga saya.

Di depan stadion, ada lapak yang berbahaya.. Penjual bukuuuuuu.. Tuan Muda langsung melipir, jongkok. lihat-lihat aja katanya.. Huwaaa mana bisa...
Dapatlah kami 4 buku. 3 buku anak dan 1 buku ketrampilan, siapa yang ga tergoda coba. Bukunya masih bagus, di sampul rapi, impor pula, cuma 8000-10.000
Kalau ga bawa anak-anak, saya bisa ngedoprok di situ deh seharian. Bongkar buku-bukunya. Soalnya banyak yang ga ada di toko buku. Ntar kapan-kapan balik lagi.







Hari kedua bazaar, saya mampir bentar sama anak-anak. Ketemu mb. Tini Baldini. Ngobrol bentar tentang Bazaar.
Saya banyak belajar dari turun gunung ini. Terutama karena saya ga pernah ikut bazaar yang sungguhan. Maksudnya selama ini saya cuma ikutan bazaar yang ecek-ecek, kelas nitip jual aja. ga pakai label dan apalah-apalah. Jadi ini ada beberapa tips dari mb. Tini  kalau mau ikutan Bazaar.

Yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari :
1. Ready stok, secukupnya, sesuaikan dengan jangka waktu bazaar.
2. Packing yang cantik. Label dan hang tag jangan lupa.
3. Kartu nama. ( Selama pameran, saya lihat semua pengunjung ngambil kartu nama di masing-masing stand. Jadi bikin yang banyak ya )
4. Display.  Kalau display sudah disiapkan sendiri-sendiri, akan memudahkan yang jaga stand. Produk kita juga jadi eye catching, ga ketumpuk-tumpuk. Letak display diubah tiap tengah hari, agar lebih menarik perhatian pengunjung
5. Komunikasi. Komunikasi antar sesama peserta, komunikasi dengan penjaga stand,  komunikasi dengan pihak penyelenggara.
6. Promosi. Aktif promosikan event-nya, ke saudara, teman, tetangga, biar pengunjung banyak.

Karena hari kedua bawa anak-anak, saya terdampar di stand decoupage. unyu banget karena warna-warnanya shabby-shabby...




Kayanya bikinnya gampang.. udah dibeli, belum dicoba.
Ngider di bazaar beginian saya jadi pengen ikutan, bikin display lemari kecil gitu. Ntar ada beberapa Pururu, hoop, pembatas buku..ah semuanya serba Pururu deh.. tapi kapaaaaan punya stok.
Sekian liputan pandangan mata. Saya fokus di KFMR, yang lainnya cuma lihat-lihat aja. 

Bikin display kaya gini bagus kali ya...( gambar dari google )