Saturday, February 28, 2015

TENTANG VEVE'S WORLD






I'm not talking bulshit..
Sebulan terakhir, ada yang aneh dengan semua sosmed yang saya punya.
Saya punya 3 FP yang udah jarang banget saya update , apalagi yang saya tengok. Yang 2, ngebuzz dan likersnya nambah tanpa saya promo. Followers IG saya juga nambah dengan sendirinya. Kalo IG saya maklum, karena pengguna baru otomatis jadi followers teman yang ada di FB. Dan yang paling ajaib adalah Page view blog yang hampir 200 tiap harinya.
Ini aneh, karena hampir sebulan saya ga update blog, SEO saya juga ga terlalu baik, nangkring no 5-6 walaupun masih di page 1.
But it's OK, siapapun yang ngebuzz saya berterima kasih banyak.

Blog saya, isinya ge-je. Saya mulai membuat blog ini ketika Veve masih play group. Awal isinya tentang veve dan murid saya sewaktu mengajar dulu. Saya vakum pasca melahirkan Tuan Muda, dan kembali aktif sejak mulai serius ngecraft.
Blog saya sepi tutorial, tidak seperti blog crafter lainnya. Saya lebih suka mengisi blog ini dengan sisi lain dari proses kreatif suatu karya dihasilkan.
Ada yang bilang saya menjual cerita, ummmm... bisa jadi, tapi sebenarnya blog saya juga ga digunakan untuk berjualan sih. Okelah kalau ada yang bilang saya sedang mengedukasi customer, itu ada benarnya juga.

Kadangkala customer atau mungkin crafter, tidak tahu seberapa ribet proses kreatif pembuatan suatu karya. Mereka hanya tahu hasil akhirnya dan berharap selalu yang paling baik. Crafter juga manusia, tidak mungkin membuat suatu karya  karena hanya dengan mengedipkan mata. Ada yang mempunyai tangan seorang midas, semua yang disentuhnya selalu sempurna, tapi juga ada pula yang seperti saya, tangan tinkerbell , semua yang disentuhnya jadi berantakan... hehehe.. nyambung ga sih ?

Tidak ada tujuan khusus untuk blog ini, siapapun yang berkunjung, saya harap isi blog ini dapat bermanfaat. Yang crafter mungkin semakin bersemangat, karena isi dari blog ini lebih banyak cerita kegagalan saya haahhahaha... yang pecinta drama, maybe we can squeee together... yang tertarik membeli karya saya... sudah ada japri yang bisa dikontak....tetep promo...haahahahaha..
Enjoy it....

Friday, February 27, 2015

HIPNOTIS NYALA API ROSEBURN


Quick post....biar blognya ga berdebu.
Sampai hari ini, total roseburn yang saya buat baru sekitaran 6 lusin. But it's feel like foreeeever...haish..
Setelah menaklukkan bagaimana caranya membuat roseburn, saya sebenarnya ga ketagihan membuat yang satu ini. Alasan utamanya adalah karena ribeeet. untuk membuat sebiji aja, prosesnya panjang banget, motong, bakar ujung biar melengkung, bakar lagi pangkalnya, ngelem kelopaknya....

Dan yang paling penting adalah, membuat yang ini  ga bisa disambiiiii !!!!
Harus duduk diam, konsentrasi melihat nyala api, bahkan kalo disambi nonton tv, berasa dengerin radio.. wong cuma bisa denger suaranya ajah.  Membuat roseburn ketika kaki saya cenut cenut sebenarnya membantu, membantu saya  ga ngantuk.

Membakar ratusan kelopak ( yang jadinya cuma lusinan .. hiks ) rasanya seperti marathon yang ga ada ujungnya,  dan nyala api  lilin yang meliuk-liuk seperti berkata " tidurlah... tidurlah.." jarjit mode on hahahahaha..

Anyway, saya menemukan satu pos lagi yang harus ditambahkan di dalam perhitungan harga jual ketika membuat roseburn ini, yaitu Biaya Menahan Kantuk.
Saya salut buat semua crafter yang membuat roseburn sampai tahan bergross-gross, mungkin karena saya belum terbiasa kali ya, tapi yang pasti, harga jual yang amat rasional adalah bentuk penghargaan yang sesungguhnya. Kalau boleh sih saya mau harga jual yang setinggi mungkin, atau mungkin kita bisa berpedoman pada diameter bunga? 3 cm berarti 30 ribu, 4 cm berarti 40 ribu? per pcs ya.. bukan per lusin.....:p



Friday, February 13, 2015

Seminggu bersama "Kaki Gajah"

I'm back....yuhuuuuu..I'm back..:)
Okee... over reacting.

10 hari yang lalu, dengan sukses saya keseleo karena terperosok di lubang sewaktu belanja sayur.
Sakitnya?? hohoho.. jangan tanya, lebih sakit kontraksi waktu melahirkan .. hehehehe.
Dari mata kaki sampai telapak kaki, bengkak dan sakitnya luar biasa, saya masih bisa jalan sih, tapi dengan menahan sakit.

Hari pertama, karena sok tahu, saya pikir di kompres air hangat, bengkaknya segera hilang.
Esok harinya, badan saya rasanya pegal semua, dan munculah biru-biru di berbagai tempat.
Ternyata banyak juga bagian tubuh saya yang memar.
 Kaki saya ?  semakin melembung dan tambah sakit.
Sejak awal ketika jatuh, saya sudah memutuskan tidak akan memijatnya. Pengalaman dulu saya juga pernah jatuh keseleo, kaki langsung diurut, ternyata bengkaknya sampai 2 minggu plus saya malah tidak bisa berjalan.
Dan yang paling ngeri adalah, saya ogah kaki ditempelin dan ditiup macam-macam ( dulu kaki saya ditempel keris kecil yang sudah dioles dan ditiup-tiup), so...i'll find my way to cure this time !
Veve yang tahu saya mengompres kaki dengan air hangat, protes, bukannya pakai es kalau mau mengurangi bengkaknya.

 Hari kedua baru saya googling.. dan walaaaa... ternyata veve lebih pintar dari saya.
Dari Dokter Google, sarannya adalah, kompres pakai air dingin/es, istirahatkan kaki, letakkan kaki di posisi lebih tinggi dari jantung, dan bebat dengan kain..
Okeeee, saya coba semuanya kecuali dibebat dengan kain, ribet bok!

Hari ketiga, bengkaknya masih belum kempes, iseng saya ukur lebar telapak kaki saya yang bengkak... 8,5 cm !( kaki saya sebelahnya 7 cm )  hihihihi,,, nganggur yaa....
Masih bisa jalan, walaupun menahan sakit, hari ketiga saya juga nekad naik sepeda motor jemput veve.

Hari keempat, lebar telapak kaki saya masih 8,5 cm ( tik tok tik tok ) kok ga berkurang ya bengkaknya?
Tapi sudah tidak cenut-cenut, hanya ketika saya berdiri dan berjalan saja cenut-cenutnya terasa, normal pikir saya, kan kalau berdiri aliran darahnya jadi jalan,makanya cenut-cenut.

HAri kelima... Horeee! bengkaknya udah agak mendingan, lebar telapak kaki saya udah 8 cm, ketika jalan sudah tidak seberapa sakit kecuali kalau dibuat nekuk-nekuk.

Hari keenam, bengkaknya sudah mulai hilang....lebar telapak kaki saya sudah sekitar 7,5 cm an deh..:p

Nah hari keenam ini barulah saya berani pijat sendiri, pakai parem buatan papa, ga tahu apa itu isinya , yang saya tahu paremnya dibuat dari daun ( entah daun apa  ) yang direndam dengan arak cina.
Parem ini mujarab lohhh.. buat memar, pijat-pijat sebentar tiap dua jam.
Sampai sekarang, saya sudah bisa berjalan normal, mata kaki masih nyeri, tapi ga parah-parah amat.

Kesimpulan dari postingan Ge-je saya adalah :
Jangan langsung diurut kalau keseleo, kenali dulu sakitnya, ingat kalau nyeri tidak tertahankan, kaki tidak bisa di gerakkan, bisa jadi ada yang retak atau patah.
Kompres dengan air dingin yaaaaa... jangan pula dipaksakan untuk bergerak ( saya mendengar banyak saran supaya melatih kaki biar ga kaku walaupun sakit ..hohoho...saran yang menjerumuskan )
Selanjutnya kalau tidak ada perbaikan setelah melakukan tindakan pertama, pergi ke dokter, di rumah sakit ada fisioterapi, ini lebih aman daripada harus coba-coba ke tukang urut. ( from my point of view ).

PS : Maunya posting pakai foto perkembangan dari hari ke hari... tapi setelah saya pandang-pandang, ntar yang baca pada muntah deh, secara kaki saya normalnya aja dah gede.. :p

Friday, February 6, 2015

GELANG MACRAME VEVE



Ga ada hubungannya dengan cerpen saya yang dimuat di majalah BOBO, cuma kebetulan aja timingnya bersamaan.

Dua minggu yang lalu Veve dipilih menjadi salah satu peserta Olimpiade Matematika dan seleksi Siswa Teladan mewakili sekolah.

Veve girang, saya ngomel. Ini adalah kesekian kalinya pihak sekolah memilih siswa yang akan diikutkan lomba dengan persiapan yang tidak pernah lebih dari seminggu. Kalau lombanya mendongeng, baca puisi, pidato atau menyanyi sih mepet-mepet masih bisa dikejar. Lha ini lombanya kan pakai mikir!!! please deh Bapak Guru, memangnya anak-anak ini PC yang kalau dimasuki flash disk datanya langsung pindah semua...hadeeeh!!

Dengan persiapan hanya seminggu, mereka  harus menguasai materi matematika kelas 4,5,6,7...saya aja yang membayangkan begitu banyak yang harus dipelajari langsung mumet. Veve dan anak-anak lainnya? cuek aja tuh .. hahahaha...dasar anak-anak.
Jadilah selama seminggu setiap sore saya ngepost sambil ngeroll di rumah Bapak Guru nungguin Veve belajar bersama anak-anak yang lain.

Sebenarnya anak-anak ini tidak peduli dengan materi yang dilombakan ( hasil Nguping ), mereka lebih bersemangat dengan apa yang akan terjadi kalau mereka lolos seleksi ( padahal supaya lolos harus belajar dulu!!).
Jadi setiap kali selesai les, Bapak Guru memberi semangat kepada anak-anak dengan menceritakan setiap tahapan seleksinya, dari puluhan siswa, dipilih 10 siswa, dipilih 3 siswa, lalu berangkat ke tingkat nasional.
Nah, kalau mereka ikut tersaring sampai tingkat provinsi, mereka akan di karantina di hotel !!! 
Wuaaaaahhhh !!! itu reaksi anak-anak sewaktu Bapak Guru bercerita ( saya nguping :p)

Sampai di rumah, berkali-kali Veve bercerita betapa inginnya dia merasakan dikarantina di Hotel.
Saya tanya apa bedanya di hotel dan di rumah? sama-sama dibuat tidur doang...>-<
Tapi yang dibayangkan Veve adalah serunya seperti para kontenstan Idol yang di tipi-tipi itu lo.....
Hahahahaha... saya bilang, kalau nanti sampai kejadian, kallian akan lelah belajar, begitu  masuk kamar langsung tidur ( walaupun kemudian saya meragukan ucapan saya, anak-anak ini kalau udah sama-sama energinya ga habis-habis ).

 Dan 3 hari terakhir menjelang lomba, Bapak Guru meminta saya mengajari Veve membuat kerajinan untuk seleksi Siwa Teladan untuk pelajaran SBK. Saya otomatis menolak, bukan tidak mau, tapi Veve itu tidak telaten, buru-buru, berantakan kalau harus nge-craft ( oke, saya juga berantakan, tapi ga paraaaaah).
Jadi  mending menyanyi atau menari saja deh... 
Bapak Guru menambahkan kalau menari atau menyanyi poinnya nanti cuma sedikit, tidak sebanyak kalau veve membuat craft.

Okeeeeeh, saya tidak berdaya, di rumah pikir di pikir, diskusi dengan Veve, rencana awal maunya saya bikin simpel bros aja pakai flanel yang digunting melingkar trus di roll, masalahnya veve ga bisa menggunting dengan benar.. hiks. menggunting lingkaran yang sudah digambar saja bentuknya bisa berubah jadi segi enam !, jadi coret membuat bros.

"Roseburn saja !"celetuk Veve sambil menunjuk lilin yang menyala ( saya sedang membakar kelopak roseburn )
Saya mendelik dan langsung mematikan lilinnya. "Bisa-bisa terbakar tempat lombanya!"
Veve tidak bisa menjahit ( benangnya lepas mlulu dari jarumnya ), tidak telaten juga membuat kolase ( lem-nya belepotan ), coret ! coret !

Akhirnya saya melirik tali kur yang biasa saya gunakan untuk rambut Pururu .
"Bikin macrame saja ! ga pake gunting, ga pake lem, bersih, ga ada resiko!"Saya pun searching tutorial yang paliiiiiiing gampang. Maunya model kepang rambut saja, tapi kok kayanya ga berkelas hahahaha..maksudnya kok kaya asal-asalan hihihi.

Saya cari tuto yang gampang, menurut saya, saya print, saya beri contoh 1 simpul..
Ternyata oh ternyata.. just like me  veve juga Tuto -Phobia  , baru 2 simpul, kertas tutonya sudah dia singkirkan.
"Bikin model lain saja" katanya sambil ngacir, jauh-jauh dari saya ( Biar ga saya protes)
Dan taraaaaa...jadinya manis juga. Ga tahu saya bagaimana dia membuatnya, tapi ketika saya suruh mengulang, Veve bisa kok membuatnya. Jadi Amaaaan..tinggal beli charm buat nguncinya.

D-day, hari pertama adalah seleksi Olimpiade Matematika, pulang lomba wajahnya lesu.
"Bisa ga?" tanya saya.
Veve menggeleng, cuma 3 dari 25 soal yang dia yakin benar. Saya besarkan hatinya bahwa hanya dengan persiapan seminggu, itu sudah bagus, ntar ikut seleksi lagi kelas 5.

Hari kedua adalah seleksi Siswa Teladan ( Semua mata pelajaran tulis-menulis minus SBK. Rencananya SBK baru akan diujikan 3 hari setelahnya), Veve pulang dengan sumringah !! lalu bercerita bahwa dia mendapatkan rangking 2 dengan nilai 52 ( rangking 1 nilainya 56 )untuk seleksi olimpide matematika. Saya tertawa geli, rupanya sekolah lain juga pusing bagaimana caranya "memaksa" anak-anak ini belajar begitu banyak materi selama seminggu.

Esoknya, Veve juga mendapatkan kabar kalau dia mendapatkan rangking 1 untuk seleksi siswa teladan.
Tapi kemudian dia menambahkan dengan kecewa " Ke hotelnya baru ntar habis seleksi di kelas 5. Jadi seleksi sekarang, cuma biar sekolah membina anak-anak yang lolos"
" Berarti ga jadi nih, macramenya?" tanya saya. Veve menggeleng pelan.
Wuhahahahahahaha....oalah nduk..nduk..ntar mami berubah jadi kuter ( Kuis Hunter ) dulu ya, ta carikan yang hadiahnya voucher menginap di hotel ! ada yang mau bantu???