Thursday, April 30, 2015

BEHIND THE SCENE WAMENA-TIMIKA





29 April kemarin adalah ulang tahun Si Kembar Wamena- Timika. Saya sebenarnya galau ketika harus membuat dua boneka terakhir dari 8 karakter GKNN ini. Rasanya seperti.. mmm
Bayangkan kalau Pak Gepeto mempunyai 8 kristal kehidupan sebagai sumber nafasnya. Ketika dia membuat boneka, satu per satu kristal itu diberikan kepada boneka itu agar mereka hidup. Sewaktu kristal terakhir diberikan, apa yang tersisa sebagai sumber nafas hidup Pak Gepeto? Nah kurang lebih seperti itu rasanya. Nyambung ga sih ?

Saya terus menerus menunda membuat mereka berdua, karena takut “ hilang kontak “ setelah membuat mereka. Iri sebenarnya dengan Bunda Ary Nilandari yang mempunyai mereka berdelapan  seumur hidup di dalam kepala beliau. Saya selalu “ putus” rasa dengan setiap Pururu saya setiap kali setelah selesai membuatnya.

Harus membuat pola baru karena Wamena-Timika ini agak berisi, saya cuma punya 1 pola badan boneka. Biasanya sayamemakai 1 pola untuk semua Pururu, kalau karakternya lebih kecil dan pendek seperti Seb, saya ikut pola ini dan potong kakinya. Membuat pola baru sebenarnya juga siksaan bagi saya. Saya ga bisa gambar !! dan pola sebelum dijahit dan sesudah dijahit biasanya tidak sama besarnya, jadi harus diulang dulu beberapa kali. Hiks...


Kelar membuat pola, saya membuat kepalanya dulu. Wamena- Timika lebih mudah daripada membuat Keo-Noaki. Karena mereka kembar yang ga terlalu sama, maksudnya tidak harus mirip seperti Keo-Noa.
Pakai kain felt coklat susu. Sebenarnya bimbang juga, karena ini pertama kalinya saya membuat boneka pakai felt coklat susu, biasanya saya pakai peach muda untuk bodynya. Tetapi karena mereka anak Papua dan kulitnya tentu harus lebih gelap dari teman-teman lainnya. 


Paling suka membuat kepala Timika, entah kenapa sekali gunting langsung jadi. Bajunya saya buat warna terang, agar girly karena nanti mereka kan akan pesta, ga mungkin juga pakai baju main. Yang paling susah adalah membuat stripped leggingnya. Awalnya saya mau pakai flanel motif aja biar ga ribet. Ternyata ga cocok. Oke, jadi mau ga mau saya potong kecil-kecil kainnya, ditempel satu-satu baru dijahit pinggir-pinggirnya. Ribet ? ya pasti, wong mereka semua ini Cuma 12 cm tingginya, membuat detail yang kuecil-kuecil tentu saja ribet 

Wamena saya pakaikan baju merah ( akhirnya dipakai juga ini felt merahnya ) tidak saya pakaikan kaos, biar resmi saya ganti dengan kemeja.
Kelar membuat mereka. Saya bengong.  What should I do now ?. Ga mau juga membuat foto bersama mereka. Jadi saya Cuma diam dan memasukkan dua anak itu dalam box.


28 April, pagi saya baru membuat kue. Pakai selonsong bekas pita, dijahit dengan felt orange. Maunya membuat Black Forest. Tetapi karena felt coklat susu udah dipakai Si Kembar, biar tidak mati, cakenya warna orange aja.
 Menurut Bunda Ary, mereka seharusnya berumur 13 tahun tanggal 29 April, jadi saya siapkan angka 13 sebagai lilinnya.
Sorenya, setelah urusan orderan kelar, saya mulai mengerjakan kue ini lagi. Entah kenapa, saya berkaca-kaca. Rasanya seperti menyiapkan  pesta perpisahan untuk anak terakhir yang akan pergi keluar rumah . Hiks.

Sebelum finishing cake. Saya berhenti dulu dan hendak melepas macbook Seb. Maksud saya Seb nanti akan memegang kado. Tapi olala... Macbooknya melekat sangat kuat seolah Seb tidak mau melepasnya. Ini aneh, karena saya yakin saya tidak mengelemnya dengan kuat. Kebiasaan saya sebelum finishing, semua bagian saya lem biasa aja, karena ketika sesi foto selalu ada yang kurang miring, kurang lurus dsb. Maksudnya  masih bisa dibetulkan sewaktu difoto.

" Aku tidak mau ! bagaimana mungkin mereka berumur 13 tahun! "
" Lepaskan Seb !"
" Bunda Ary yang mengatakannya!"
" Tidak mau, hitung yang benar, kalau mereka sekarang 13 tahun, seharusnya mereka sudah kelas 7! bukan kelas 6!

Dan saya langsung shock! salahkah? di kepala saya mereka bertengkar mengenai perhitungan ini. Coba mengabaikan suara-suara itu saya tarik Macbook Seb, Oh Nooooo.. tangannya langsung luka, hiks.. kulitnya mengelupas dan jahitannya terbuka.. huwaaaa... saya berhenti.
 Give up, mungkin saya terlalu emosional.
Chat sebentar sama Bunda, ngobrol perhitungan dengan Veve. Oke, Seb benar. 
Tapi saya masih takut, baru sejam kemudian saya lanjut lagi. Terus terang saya takut memperbaiki Seb, jadi saya betulkan dulu Macbooknya. Yang kemarin tidak ada layar dan keyboard, saya buatkan layar dan keyboardnya

Hah.. fotonya ilang.. ntar update lagi.
Oke, anggap saja saya menyuapmu Seb. 
Masih takut, saya finishing cakenya aja
Taraaaa...


Lanjut membuat kado kuecil-kuecil untuk dipegang entah siapa.
Malam harinya saya baru membetulkan tangan Seb. Saya buat serapi mungkin, jangan marah ya Seb...
Tak terasa sudah jam 2.. nanggung saya lanjut dengan urusan domestik.
Subuh, saya mulai mengatur mereka untuk berfoto.
Mengatur anak 8 ini juga ribet minta ampun. Mau saya jejer semua kedelapannya, kok nanti jelek dan tidak masuk frame.
Jadi saya buatkan panggung kecil untuk Toby, Ajeng, Lady yang tidak melawan meski harus berdiri di belakang yang lainnya.
Giliran di depan yang ribet. Saya pakai jarum pentul untuk membuat mereka bisa berdiri tegak

Awalnya Seb saya letakkan di sebelah Noaki. Kok ya Keo ngambek, kepalanya menunduk terus sewaktu saya tes foto. Oke Keo, ga mau pisah sama Noa, ngalah ya Seb...
Pindah lagi Keo di samping Noaki. Ganti Ajeng di bagian belakang yang kepalanya menoleh ke kiri terus. Haaaisssh.. sebentar aja anak-anak, cuma berfoto 10 menit aja !!!
Ada 6-7 kali saya bongkar. sebelum akhirnya, semua kepala bisa melihat kamera.

Ini sesi foto paling ribet yang pernah saya lakukan. Ada puluhan foto saya ambil baru dapat yang pas.



Awalnya bagian kanan Toby mau saya dekor dengan balon dan tulisan Happy Birthday. Tapi saya pikir kalau hanya di beri Watermark, Orang yang pertama kali melihatnya ga akan ngeh kalau ini anak-anak GKNN. Jadi saya ganti dengan bukunya saja.

Inilah jadinya. Happy Brithday Wamena-Timika, wish you all the best !
Pheww.. duplikasi pertama saya, komplit sudah.
Harus bersukacita atau bersedih hati ?

Yang penasaran apa itu GKNN silahkan klik di Keo&Noaki ada book trailer , resensi, testimoni dan semua yang berhubungan dengan Keo-Noaki

Saturday, April 25, 2015

TUTORIAL TOPI NOAKI



Noaki adalah salah satu karakter di Buku Go,Keo! no, Noaki! karya Bunda Ary Nilandari. Noaki di gambarkan selalu memakai topi. Nah, topinya juga modelnya macam-macam.
Eh, belum nulis tentang Noaki. Ntar aja.. masih ada buku selanjutnya soalnya.

Waktu pertama membuat Noa, selain kepalanya yang bikin galau, topinya juga. Saya sudah pernah membuat topi baret, ngikutin petunjuk tutorial juga. Hasilnya ? hihihi ngak banget. Saya tuto-phobia. Jadi kali ini saya ga mau lagi googling tuto. Bikin sesuai naluri aja. Enak to, irit kuota. * nada sinis *
Karena langsung bikin, saya ngukurnya langsung ke kepala Noa, dan ukurannya juga langsung gunting. Jadi jangan tanya pola ya, lihat aja di gambar.

Oh ya, dan ini ga sekali jadi, saya butuh 6-7 kali bongkar dan gunting sebelum mendapat pola yang pas.
Cekidot !

Potong kain felt sesuai gambar, ukuran panjang dan lebar , ngikut kepala bonekanya

satukan pinggir-pinggirnya, jahit pakai tusuk feston


Bagian atas jelujur keliling, lalu di serut, kaya bikin si bulet. Jelujur keliling, bukan ditumpuk ya.


Nah, habis di serut.

Di coba dulu..


Gunting bagian depan topi


Jadi seperti ini.

 Tempel balik, ga pake lem, ke bagian depan topi untuk dijahit.


Lalu jahit pakai tusuk feston


dah jadi.


Taraaaa...
 Topi untuk Noaki.


Silahkan dihias, boleh diberi garis emas atau apalah.
Topi ini juga bisa dibuat untuk Topi Polisi atau Tentara kalau membuat boneka Profesi.
Happy crafting !
Yang penasaran siapa itu Noaki.. cek Fp di Keo&Noaki, ada trailer bukunya.
Jangan lupa beli juga bukunya ya...

Friday, April 24, 2015

Hans-Raphelia ( Dialog )







Raphelia : Hans, tiuplah serulingmu, supaya Mami tidur malam ini.
Hans       : Mami tidak tidur kalau malam.
Raphelia : Kalau begitu, tiuplah kalau siang hari
Hans       : Mami juga tidak tidur kalau siang hari. Ada apa ?
Raphelia : Mami terus menerus membuatku bangun lalu tidur lagi.
Hans       : Paling dia sedang menulis cerita tentangmu .
Raphelia : Nope, yang pasti dia sedang gelisah. Seperti waktu kita...eemm
Hans       : Kau memikirkan yang aku pikirkan ? Oh Noooooo...
Raphelia : He..em
Hans       : Poor Mami...
Raphelia : Mami akan bertahan.. Mami cukup kuat.
Hans       : Kurasa tidak kali ini.
Raphelia : Hei!

Thursday, April 23, 2015

Random Thought : GKNN ( lagi )








Sebenarnya mau menulis tentang Noaki. Tapi Buku ke-3 dan ke-4 masih akan terbit. Jadi diempet dulu.
Hari ini saya mendapat kunjungan istimewa. Teman dekat saya yang katanya super sibuk datang berkunjung dengan putrinya. Sebut saja namanya Mamik dan putrinya  Salsa ( she's going to kill me if I use they real name ).
Ngobrol ngalor ngidul melepas kangen sambil melihat Salsa dan Veve sibuk berselfie - ria.
Saya sambi bakar-bakar kelopak roseburn dan menggambar pola baru untuk Wamena-Timika. Sampailah kami pada topik tentang GKNN. Dia termasuk salah satu yang saya minta...err saya paksa untuk membaca GKNN.

Mamik : Gila ya!
Me : Hah? apaan?
Mamik : ( Mengambil Keo dari dalam Box.) Nih...
Me : Oh.. iyaaa hihihi.. Put it down !
Mamik : Dulu gila juga waktu urusan Hyun Bin, tapi kayanya ga separah ini deh. tiap hari ngomongin GKNN
( oww... dia stalking saya rupanya )
Me : Ga pa-pa kan .. wong ga ngerusuhi yang lain. Eh, udah baca belum? gimana? bagus kan ?
Mamik : Bagus.
Me : Bagus ? gitu aja ? Salsa gimana?
Mamik : Ga tahu dia baca atau belum. Lihat tuh.. sukanya selfie, anak sekarang ( geleng-geleng )
Lagian, kok kamu ya bisa segitunya. Ga ada hubungannya sama dirimu juga..
Me :  Emangnya harus ada alasan untuk cinta pada sesuatu? ga bisa ya cuma cinta itu aja alasannya.
Mamik : Haiiish.. ojo ngomong sing mbulet-mbulet.

Dan saya pun bercerita panjang lebar.
Awalnya tentu saja saya subyektif ketika memutuskan untuk membeli GKNN, beli nama Bunda Ary Nilandari, walaupun sudah yakin kalau isinya juga pasti bagus.
Ketika sudah membacanya, saya berubah menjadi obyektif,  jatuh cinta dengan semua karakter dan cerita yang ada di dalamnya. Tidakkah menyenangkan kalau anak-anak ini juga punya keseharian seperti yang ada di dalam buku ? seperti kita dulu ? kata saya. Bersepeda ke sekolah, menyusuri tepian sungai Brantas menjemput sore, bermain hujan, memanjat pohon jambu di depan rumahmu dan ngegosip di atas sampai waktunya pulang. Mana bisa, bantahnya. Anak sekarang, jajannya pulsa, pegangannya gadget , janjiannya di Mall!

Makanya suruh baca, jawab saya. Lagian isinya juga penuh pesan dan detail . Saya suka detail. Saya suka bagaimana Ibu Noaki membagi tugas kepada anak-anaknya, suka bagaimana interaksi Bunda Lady dengan teman-teman Lady, suka juga bagaimana cara Bunda Ary Nilandari menggambarkan Keo yang anak mami. Hal-hal kecil itu saya suka. Dan yang paling saya suka adalah bagaimana Keo tumbuh menjadi anak yang humble dan penuh percaya diri meski tanpa figur orang tua yang lengkap. Saya share terus karena ini hal yang baik, lagian share juga ga mengganggu orang lain, saya juga berusaha sebisa mungkin ga mention, takut beliaunya terganggu karena sudah pasti sangat sibuk dengan urusan yang lainnya. Perkara ada efeknya atau tidak untuk orang lain, yang penting niat saya baik.
 Mamik diam, saya tahu dia langsung memikirkan Salsa ( She's a single parent too ). Ouch...ceramah saya diakhiri dengan cubitannya. hihihihi..

Mamik : Wes, pokoknya awas yo sampai gila beneran!
Me : Ga papa, walau gila nanti kamu juga yang ngurusin aku hehehe..
Mamik : Ni aku beli ya.. 1 set ( ngambil Noaki yang saya box-in terpisah )
Me : Ga dijual say, mau aku frame trus buat pajangan.
Mamik : Serius ? 500 ribu semua ? ga boleh ? sejuta deh ..
Me : Bercanda lu? ga di jual !!
Mamik : 2 juta ? 5 juta ? 10 Juta !!
Me : Bungkus !!!!
Mamik : Hahahahaha.. walau gila tetap matre..

Note : Ini juga buat yang nanya-nanya di inbox atau BB ya.. males bales inbox satu-satu..



Tuesday, April 21, 2015

BAD DAY



Hari itu, Minggu lalu, saya belum tidur hampir 20 jam, mendapat kabar mama masuk rumah sakit, di tambah lagi masuk email yang membuat saya seolah-olah di black list seumur hidup. Olala... what a day.
Mood saya langsung terjun bebas. Biasanya kalau begini saya selingkuh, membuat yang lain , pokoknya yang ga ada hubungannya dengan orderan. Saya masih belum membuat Wamena-Timika, si kembar karakter di GKNN. Saya terus menundanya karena saya belum siap melepas mereka pergi. Saya tahu mereka tidak nyata, tapi cinta saya kepada mereka sungguh nyata. Hurt me so much if i have to let them go soon.

Jadi saya hanya menyulam beberapa huruf di hoopart dengan siluet Noa dan Keo.
Hanya bertahan sebentar, saya tutup kotak menjahit dan pergi jauh-jauh darinya. Menemani tuan muda main, menggambar dinosaurus tak terhitung banyaknya, dan membiarkan Tuan muda naik turun ke atas kepala saya.

Sore itu cerah tanpa mendung. Saya putuskan mengantar anak-anak ke PPA. Saya tahu tidak aman naik motor karena bisa saja saya tiba-tiba ngantuk. Tapi hari itu saya sama sekali tidak ngantuk, dan diam di rumah malah menambah parah mood saya.

Perjalanan menuju PPA menyegarkan mata karena masih banyak sawah yang bisa dinikmati.
Sampai di sana, saya ikut masuk dan duduk diam memperhatikan anak-anak.
Merasakan keributan mereka, berlari ke sana-sini, berebut pensil warna, menyanyi dengan nada sumbang. They are Adorable !

Anak-anak ini selalu menjadi charger untuk saya, dulu ketika saya masih ada di sana, mereka yang membuat saya sanggup menempuh perjalanan 10 km pp menembus hujan dengan petir yang menyambar-nyambar demi belajar menggambar bersama. Mereka ini yang selalu mengembalikan semangat saya kalau saya sedang down.

Bertemu dengan anak-anak saya yang dulu masih imut-imut. Angel sekarang sudah cantik dan menjadi sangat tinggiiii, Kevin yang sudah tidak mau dipeluk lagi, Ryan yang tetap usil walau sudah agak jaim, dan Vella, si putri lembut yang menjelma menjadi seorang putri yang tetap sangat cantik dan lembut.
Anak-anak yang baru masuk tidak kalah menyenangkan. Mereka lebih berani dan bersemangat. Saya belum tahu nama mereka satu-satu, yang baru saya perhatikan hanya Ken. Cowok kecil kelas TK B yang suka sekali membututi Jevon, memegang pipinya dan menawarkan mainan. cuteeee...
Angel, Vela, Veve.. 6 tahun yang lalu

Ini para cowok, sekarang mereka sudah bertambah tinggiiiii



Ini dia Ken..

Ah... senang rasanya berada di tengah anak-anak ini. Saya pulang dengan hati yang ringan. Sampai di rumah, setelah semua urusan domestik selesai, saya berangkat tidur , berbekal GKNN 2 dan suara Jisung, lalu tertidur selama 4 jam. Lumayan...

Diambil sebelum saya resign. Yang memakai kaos merah bergaris itulah kevin, sebelahnya si cantik Vella, sebelahnya lagi Veve. Dan oh.. ada Fian si chubby yang ngegemesin..miss you all Kids!


Thursday, April 16, 2015

PRINCESS OF CORDOVA



Saya ingin bersenang senang setelah tour roller coaster dengan Seb di bukit, gunung dan lembah emosi. Jadi sewaktu membuat Noaki, saya sudah memutuskan untuk membuat Noaki versi saya. Hihihi..
Karena ada kontes Fanfic di page Keo&Noaki, jadi maunya bikin Noa sesuai dengan cerita fanficnya. Awalnya saya ingin membuat Noa memakai Kimono ( ide fanficnya belum ada ). Tapi setelah cek kain felt motifnya, ternyata motif buah cherry dan polkadot warna soft-nya habis, tinggal polkadot merah dan ungu tua.

Konsepnya pending dulu deh, bikin kepalanya aja. Keo saya letakkan dekat kotak menjahit saya karena membuat Noa tentu harus melihat Keo. Inilah yang paliiing sulit. Sudah saya ga pernah bikin pola, asal gunting saja, Noa harus dibuat lebih cewek dari Keo, dan sumpah saya ga bisa menduplikasi karya saya sendiri..

Satu, dua, tiga,...sampai sepuluh kepala Noa, saya ga dapet feelnya, Noa seperti sembunyi di " Gua "nya. Oke deh Noa, malukah dengan Keo? atau malu dengan Keo karena sudah tahu bakal dibuat lain dari biasanya? hihihihi.
Jadi saya kirim Keo masuk dulu dalam Box.

14 kepala noa, 15 kepala noa, 16 kepala noa, 17 kepala noa...saya sebenarnya mau give up. Oke deh Noa, keluar dari "gua"mu.. ga jadi deh, bikin yang biasa aja pakai topi.
 Baru dapat feel yang pas ketika kepala Noa yang 18 jadi, masih polos tanpa mata dan mulut. Jadiii...saya balik lagi ke niat awal, bikin Noa versi lain. Curang !

Hihihihi..dan Noaki pun ngambek. Saya menghabiskan seharian penuh hanya untuk menjahit mata dan menyulam alis, salah melulu. Ketika membuat mulut Noaki, lengkung senyumnya tidak pernah bagus, mungkin karena Noakinya ngambek kali ya..

Selesai kepalanya, saya mikir ide fanficnya dulu. Ambil setting FGM aja, nanti Noaki terpaksa menggantikan si "x" sebagai pemimpin parade. OKe....sekarang bikin badannya.
Berhenti sebentar sambil buka buka Novel GKNN ke-2. Melihat ilustrasi Keo yang jadi pangeran dengan pedang, muncul ide menjadikan Noaki " Princess". Mmm Princess of Cordova.
Sekarang, princess yang bagaimana Noaki ? Snow white ? Belle ? Aurora ? Cinderella ? Sofia ?
ga ada yang cocok.

Saya memakan kata-kata saya sendiri lagi , ayo membuat boneka dengan baju tradisional.
Karena ini pertama kalinya, saya stalking dulu semua crafter pembuat boneka pengantin papan atas yang karyanya halus-halus. Sepertinya yang sulit adalah membuat kebayanya. Sulit ngambil motif brokat yang pas. Bongkar perca kain, nemu brokat ungu, merah dan coklat. Yang ungu kombinasi silver, ga punya renda silver, jadi tinggal merah dan coklat. Bimbang mau ambil yang merah, tapi dalemannya nanti kan juga felt merah.. huwaa I hate red felt. Jadi coklat aja deh, renda emasnya juga ada.

Roknya maunya pakai kain batik aja, tapi ribet ah, ada flanel motif batik pakai itu aja, saya sengaja membuat roknya agak pendek, karena you know, kalau Noa memakai baju seperti ini, pasti dia akan membuatnya senyaman mungkin. Dan rok yang panjang sampai menyentuh mata kaki  akan membuatnya lebih tidak nyaman karena tidak bebas bergerak.

Kerah kebayanya yang bikin galau, pertamanya saya bikin Noa pakai kalung saja, tapi bahunya jadi tambah lebar, akhirnya saya gunting sebagian bordiran yang ada di kain brokatnya, dilem hati-hati membentuk kerah.
Selesaiiii....tinggal kakinya. Awalnya Noaki saya bikinkan selop, biar matching sama bajunya. Tapi, kembali lagi ke cerita fanfic, biar nyambung dengan kebete-an Noaki ganti dengan sepatu biasa aja. Maunya saya buat pakai sneaker sekalian, tapi kok terlalu ga nyambung hahahaha.
Jadilah Noaki, Princess of Cordova.

Sebenarnya melihat ini dan membandingkannya dengan karya crafter lain yang spesialis boneka pengantin, saya merasa terlempar ke kasta paling rendah para crafter.. tapi ga pa-pa lah , karya perdana

Cerita fanfic saya ada di  klik Keo&Noaki
Mau beli bukunya bisa di mb. Rara, klik di sini


Monday, April 13, 2015

KEO HADI WIBAWANTO



Menjahit di kamar Keo yang luas, dengan jendela besar menghadap gunung Tangkuban Perahu, ditemani Keo yang sibuk menawarkan ini- itu,  sambil terkikik kikik mendengar lelucon Keo.

" Mami, jendelanya di tutup ya ? dingin "
" Ga usah Keo, enak seger "
" Mami mau minum apa ? Teh ? Kopi ? eh jangan kopi nanti maag .. emm Teh Susu aja ya.. tunggu sebentar.."
" Mami..mami.. nanti tinggal sebentar ya.. katanya Mamiku mau pulang hari ini, ntar Keo kenalin "
" Mami.. mami.. tahu ga apa yang dikatakan singa waktu ketemu sama panda ?"
" Ga.."
" Katanya : Panda, buka dulu dong kacamatanya !"
Hahahahaha...saya ngakak 
" Mami.. mami... tahu ga trus  Pandanya balas gimana ?"
" Hihihi... ga tau Keo.. udah ah.. ga kelar-kelar ini jahitnyaaa "
" Katanya..  Hai Singa, sisir dulu rambutmu !"
Huwahahahaha... saya terkikik-kikik, sampai asisten memukul saya, dikirain kesambet setan lewat.
" Mami...mami tahu ga .."
" Ssst... Keo stay quiet.."
" Ssst.. Mami..mami.. tahu ga ? " berbisik..
" Apa ?" balas berbisik..
" I love you.."
" I know, I love you too.. "

Itulah yang saya rasakan ketika membuat Keo.

Keo itu " Puppy", " Cutie lonely Puppy " bukan dalam arti sebenarnya ya...
Keo mengingatkan saya pada Jung Ho di Healer. Karakter yang membuat semua orang ingin memeluknya.
Saya dulu punya murid seperti ini. Namanya Kevin. Setiap kali saya masuk kelas, Kevin akan terus mengikuti  saya sampai saya memeluknya dan menciumnya. Setelah itu dia baru mau duduk tenang. Matanya yang berbinar-binar ketika memandang saya itu loo, ouuuwh...you tell me..can't find any word to describe it.
Thankfully, meski besar tanpa sosok ayah, Keo tumbuh menjadi anak yang humble, care, easy going, berani dan percaya diri.
Saya tahu sangat sulit besar tanpa sosok orang tua yang lengkap, I've been there before. Keo beruntung mendapatkan sosok ayah dari Om Nug. Tak heran Keo sangat sedih karena kepergian Om Nug.

Tidak sulit masuk ke dalam Keo, dia malah amat sangat senang dan setia menunggui saya dengan matanya yang berbinar-binar. 
Saya terus tersenyum ketika membuat Keo. Meskipun sebenarnya takut juga kalau dia tiba-tiba "hilang "
Tantangan terbesarnya adalah, wajahnya harus cantik tapi juga harus tampan, karena nanti saya harus membuat Noa dengan wajah Keo sebagai patokannya.

Sempat di protes Veve kenapa tidak membuat Keo dengan telinga lancipnya. Saya tidak suka membuat boneka yang bertelinga, entah kenapa, rasanya ga sreg :p
Awalnya saya mau membuat Keo memakai Hoodie merah. Tapi felt warna merah dan hitam itu musuh saya. Serabutnya itu lo.. nempel di mana-mana mengotori warna lainnya. Jadinya saya pakai warna biru saja. 
Tangannya saya buat terpisah, tidak menyatu dengan badan seperti tangan Toby. Saya ingin tangannya nanti masuk ke kantong hoodie, walau akhirnya cuma bisa nempel doang karena, tangannya lebih besar dari hoodienya hihihi.

Selesai membuat Keo, rasanya seperti pulang dari taman bermain, sambil menjilat es krim. Seru, menyenangkan dan menghangatkan hati.

Hari ini saya coba membuat Noa, tapi ga dapet - dapet feelnya.. kayanya Noa ga mau ditunggui Keo. Keo.. masuk box dulu ya.. padahal memandangmu itu seperti minum Jus Jeruk abis sarapan di pagi hari.. Segeer..

Bye Keo.. bentar ya.. ntar pasti dikeluarin lagi.. Love you...


Saturday, April 11, 2015

SEBASTIEN KRESNA TRAVER






Kemarin malam, sambil menemani anak-anak berangkat tidur, saya membaca ulang buku GKNN. Papi pergi melayat.
Ketika melihat ilustrasi Seb sedang dimarahi, saya tertegun sejenak dan berpikir, jangan-jangan sewaktu saya menangis, Seb juga dimarahi sama anak-anak yang lain ( saat itu saya belum membuat Lady, Keo, Noa, Wamena-Timika ).

Setelah memastikan anak-anak tidur, saya kembali ke kotak menjahit saya. Bimbang.
Let's try, saya meyakinkan diri sendiri. Mungkin kali ini saya lebih beruntung .
Saya mulai menjahit kepala Seb. Karena Seb yang paling kecil diantara yang lain, kepalanya saya buat lebih bulat dan lebih kecil. Selesai menjahit, saya diam sejenak, menunggu. Nothing happen.
Maju , saya menggunting felt warna coklat untuk rambutnya.  Saat itulah saya merasakan Seb di kepala saya. Saya merasakan rasa ingin tahunya, semangatnya terhadap hal-hal baru, saya merasakan spontanitasnya , saya " in trance ". Saya bahkan mendengar suaranya.
" Tidak, aku tidak suka alis itu, terlalu tebal "
" Jangan buat aku terlalu cute, aku bukan perempuan !"
Saya bekerja cepat dan tetap hati-hati, saya takut Seb " hilang ".

Selesai menutup jahitan di leher Seb, saya berhenti. Merasa kosong. Seb pergi. Hiks....
Menunggu sebentar, nihil. Frustasi , saya berbaring dan mulai menangis.
Oh Seb, begitu sulitkah untukmu bertahan bersamaku sebentar saja ?
Saya menangis sampai jatuh tertidur dengan Seb yang masih tanpa tangan dan tidak memakai baju, dalam gengaman.
Jam 12 saya terbangun, Seb sudah pindah di atas meja belajar Veve, mungkin Papi yang memindahkannya sewaktu saya tertidur.

Seperti biasa, saya menyalakan mesin cuci, mempersiapkan apa saja yang akan dimasak subuh nanti, lalu menyalakan PC. Kelar membalas inbox, komen, cek email, saya lanjut menonton drama (KMHM ep 20 ) untuk mengalihkan perhatian saya dari Seb.
I was fine, until that scene came up.
Yo- sub ada di luar Ssangri, berpamitan kepada Oh Ri Jin



Yo-sub mengutip puisi karangan Paul Valéry, dalam bahasa PRANCIS !!

 ”Yo-sub: Le vent se lève. Il faut tenter de vivre. (The wind rises. We must try to live.) 
  
Saya shock... No..no way.. you can't do this to me Seb !
Setelah masuk dalam kepalaku dan membuat kita berjalan sejauh ini, kau tidak boleh pergi.. Seb ini tidak adil !
Mata saya kabur oleh linangan air mata dan saya mulai gemetar, antara marah, kecewa dan frustasi, saya menangis tersedu-sedu.
 Saat itulah saya mendengar Seb lagi " It's ok Mam, i'm here..ayo kita lanjutkan "
Bukannya berhenti, saya malah menangis semakin keras. Untung saja tidak ada yang bangun dini hari itu. Kalau Papi sampai terbangun, mungkin saya sudah berakhir di UGD rumah sakit :p

Hampir setengah jam saya menangis. Setelah bisa mengendalikan diri, saya tidak langsung kembali ke Seb, saya mencuci muka dan memasak. Lagi pula saya masih gemetaran, melakukan hal yang lain mungkin bisa membuat saya tenang.

Pukul 3.00 dini hari, saya kembali ke Seb. Kali ini saya tidak merasakan Seb dalam kepala saya, tapi saya tahu dia ada memperhatikan.
Semuanya lancar, saya membuat tangannya,  memberinya baju, bahkan saya membuatkan Macbook dengan logo apple yang saya buat dengan sekali gunting !
Ketika memasang Macbook sebagai final touch, saya gemetar dan menangis lagi.. we did it Seb. It's over now... I'm fine, you can leave.

Woohooo.... perjalanan yang begitu melelahkan bersama Seb.

Saya selalu emosional ketika membuat Pururu, tapi tidak pernah seperti ini, maksudnya saya masih bisa mengendalikan diri. Mungkin karena Pururu yang lain  karakternya saya ciptakan sendiri.
Mungkin akan lebih mudah bagi saya menduplikasi karakter yang ada di buku GKNN kalau hanya melihat gambar ilustrasinya tanpa membacanya lebih dahulu.
Karakter setiap tokoh yang sangat kuat itulah yang seringkali membuat  saya kesulitan. Tapi itu juga bukan masalah sebenarnya  karena saya menikmati setiap momen ketika membuat mereka.

Seb adalah Seb. Sebelum membuat Seb seharusnya saya aware kalau hal ini bisa saja terjadi. Karakter Seb yang spontan, tidak mau dipaksa dan kadang bertindak tanpa pertimbangan seharusnya sudah saya pahami.
Mungkin saya terlalu memaksa, saya ingin membuat Seb dalam sekali jalan, satu kali trance.
Oke, I was wrong , I admit that.
Membuat Seb seperti berlari marathon melintasi gunung, bukit dan lembah tanpa tahu dimana dan kapan harus mulai dan berhenti. Saya seperti tersesat dan hanya bisa mengandalkan Seb untuk bisa menemukan arah yang benar. Apa yang terjadi dini hari kemarin benar-benar menguras emosi saya, sekarang saya lega dan mengerti sepenuhnya. Bukan salahmu Seb, sayalah yang terlalu memaksa.

Time to say goodbye. Maaf harus mengirimmu masuk ke Box secepat ini. Sejujurnya saya takut begitu melihatmu, air mata ini akan meleleh lagi. I Love you Seb, I really do, from head to toe.

Kalimat yang diucapkan Yo-sub adalah penggalan puisi bait terakhir milik Paul Valéry.  Saya googling dan menemukan versi lengkapnya, Puisi yang indah. Ini saya copas bait terakhir, sebagai pengantar untukmu Seb


 Le cimetière marin (The Graveyard By The Sea) by Paul Valéry 

Le vent se lève! . . . il faut tenter de vivre!
L’air immense ouvre et referme mon livre,
La vague en poudre ose jaillir des rocs!
Envolez-vous, pages tout éblouies!
Rompez, vagues! Rompez d’eaux rejouies
Ce toit tranquille où picoraient des focs!

The wind rises. We must try to live. 
Look: an immensity of air opens and shuts my book.
Waves shatter on the rocks. Break, with bright
glitterings with my pages flown away,
and rejoice, waves, falling into spray —
on this calm roof with sailcloths fretting light.


 Au revoir Sebastien Kresna Traver , Merci.. see you soon.

Note : Saya belum mengirim Keo masuk ke Box karena belum membuat Noa.





Tuesday, April 7, 2015

LOVELY LADY



Minggu dini hari :
Saya sedang membakar kelopak roseburn. Karena kegiatan bakar membakar ini berpotensi besar membuat saya mengantuk, saya bermain kata :

Hyun Bin - Oppa - Oh Ri On - Writer - Yo Na - twin - Yo Sub - jenius - Seb !...next
Pulang - Nias - Liburan - Maldives - Eropa - Italia - Pisa - Prancis - Se..eb?   huwaaaa.....next next
Ngantuk - Kopi - maag - Milk - Stawberry - Coklat - Pisang - SEB ! SEB !

Oke Seb, you are calling me !
Jadi saya mematikan lilin, dan mulai membuat Seb.
Setiap membuat Pururu cowok saya selalu kesulitan. Seharusnya Seb ini lebih mudah karena rambutnya standar saja, pakai flanel warna coklat. Kelar dengan rambut, saya move on ke matanya. Mata Seb berwarna hijau lumut , saya punya manik pasir dengan warna ini. Coba pakai garis dan alis mata, eh lupa pakai benang hitam, jadinya... mengerikan. 

Saya bongkar, ganti dengan benang coklat. Jadinya...tetap  mengerikan. Frustasi, saya baca ulang tentang Seb. Seb seharusnya berambut merah, saya tidak punya flanel berwarna merah bata, tidak mungkin rambut Seb berwarna merah bendera atau merah natal. Ack ! but i try it anyway.. dan jadinya hiks..malah mengerikan! Pull hair....Seb's hair  and my hair...

 Give up ! saya pandangi kepala Seb, pada saat itulah  saya mendengar Seb berbisik " Sama sekali tidak mirip ". Deg, my heart  stopped for a moment , dan air mata saya tiba-tiba meleleh, dada saya sesak. God, i'm crying....dan saya terus menangis, saya tidak tahu kenapa..i'm just crying.
Stop, Stop, harus berhenti. Jadi saya masukkan gunting, jarum, benang dan lem ke dalam kotak. Ketika hendak membuang guntingan kain dan kepala Seb, saya mendengar Lady. Now, i'm Officialy crazy..
" Mundur Seb, Maaf ya Tante, Seb memang suka spontan. Bikin saya aja Tante, ga mirip ga papa. Semua yang Tante buat pasti lucu dan imut "
Saya tertegun sesaat, take a deep breath.
"  Tidak Lady, Seb benar.. 100% benar, sama sekali tidak mirip dan mengerikan. Kita bicara lagi nanti ya Lady. Have to back to real life now "

Minggu Siang
Saya tidur siang. Saya jarang sekali tidur siang meskipun bergadang semalaman. Tapi karena Papi tidak bekerja dan ada keponakan datang berkunjung, anak-anak tidak akan mengganggu . 
Saya baru bangun menjelang sore hari, makan yang banyak dan melamun memandang sawah. Bosan, saya menggunting 144 lembar pita untuk list orderan berikutnya, setelah itu lanjut mengambil kain satin untuk kelopak roseburn. Ketika mengambil kain di gudang, disanalah saya melihat kain biru kotak-kotak. Lady, bisik saya lirih. Oke.. mari kita coba.

Saya ragu sebenarnya, my heart still bleeding. Lady benar, membuat Lady tidak begitu sulit. Mungkin karena saya sudah terbiasa membuat boneka berhijab. Sekali lagi saya coba membuat Lady agak mirip dengan ilustrasi di buku GKNN. Veve yang melihatnya langsung protes.
" Mami, kenapa Lady dibuat ' jahat ' begitu ? Lady itu anaknya asik !"
" Lah, ni di ilustrasinya, lagi marahin Seb "
" Pururu Mami ga ada yang jutek, ngapain harus bikin yang jutek "

Bam!, Veve benar mungkin itu juga alasan mengapa saya menangis, mungkin saya terlalu kaku ingin sekali membuat yang mirip dengan ilustrasinya. Saya lupa bersenang-senang.
Jadi, saya bongkar alis mata Lady, saya buat cute seperti semua pururu saya. 
Celana Lady harusnya berwarna abu-abu. Tapi rasanya ga matching sama hijabnya, jadi saya ganti dengan warna biru, abu-abu untuk sepatunya.
Selesai membuat Lady, rasanya beban 1000 ton menguap dari pundak saya. Hati saya menjadi hangat.

Mungkin ada yang bilang saya berlebihan, saya juga menangis ketika membuat Pururu seri peri yang ke-1. Kala itu saya dikejar deadline, dan membuat Pururu dalam keadaan terpaksa sama sekali tidak memicu adrenalin. Saya frustasi. Sejak saat itu, saya ogah membuat Pururu by order, siapapun itu.
Seri Peri 1

Boneka GKNN saya buat karena saya suka. Saya suka karena setiap karakternya sangat kuat. Satu-satunya kesulitan saya hanyalah karena karakternya sudah ada.. loh ? hihihi... membuat boneka yang sudah punya karakter kuat tidak mudah, memasukkan " ruh " di dalamnya itu yang susah.
Saya selalu punya keterikatan emosi yang dalam dengan setiap Pururu yang saya buat. Itulah sebabnya saya memilih dengan hati-hati Ucustomer yang mau mengadopsinya, saya selalu mellow ketika melepasnya, dan selalu was-was apakah pemilik barunya akan memperlakukannya dengan baik.
Ah, sayang sekali tidak sempat mengambil foto proses membuat Lady, saya takut kalau saya 'meleng' sedikit saja. feel -nya hilang.

Time to say goodbye..
"Lady, Terima Kasih banyak. Lady sudah menyelamatkan Tante. You are Lovely, truly Lady. Suatu saat nanti kalau Lady menjadi pemimpin. Lady akan menjadi pemimpin yang hebat. I Love you.. Thank you..again "

" Seb, tunggu di situ ya.. jangan memanggil lagi. Nanti Tante yang akan datang. "





Thursday, April 2, 2015

RADEN AJENG KUSUMAWARDHANI


Ajeng, emm Dhani, eh Ajeng aja deh...
Ajeng itu Lembut, cute, imut, vulnerable.

Saya membuat Ajeng dengan hati yang ringan, karena baru saja pulang dari Ponijah. Apa itu Ponijah ? cari di postingan lain di blog ini yaa...

Ajeng ini jugalah yang menyingkirkan craft block saya . Awalnya, seperti biasa saya hanya mengikuti kemana tangan saya ini mengambil kain, saya baru ngeh ketika selesai membuat kepalanya , dan mulai menggunting kain untuk membuat kepang rambutnya.

Poni Ajeng harusnya ikal, saya sudah berusaha membuatnya ikal, tapi sepertinya lebih bagus kalau ikalnya itu dilukis. Jangan tanya, saya tidak bisa menggambar, apalagi disuruh melukis. Walau hanya dua garis lengkung saja, takutnya dua garis itu akan membuat Ajeng ga imut lagi. Jadilah poni Ajeng saya buat standar aja. Ga papa ya jeng.. tetep imut kok. Hehehe..

Di Page Keo&Noaki, baju Ajeng harusnya paduan pink dan ungu shabby. Tidak ada kain flanel yang ungunya cenderung ke shabby, jadi saya ganti dengan pink fanta saja. Rok-nya saya pakai flanel motif polkadot. Sebenarnya saya punya kain katun bermotif bunga seperti rok Ajeng di Page. Tapi nanti ga bagus dan ga bisa ngembang .

Karena Ajeng itu cewek dan cute, terus terang saya tidak seberapa kesulitan membuatnya. sempat mau membuat matanya detail dengan alis dan garis mata. Tapi semua Pururu saya terutama yang cewek kalau saya beri alis atau garis mata, jadinya ga cute lagi. Ya wislah kasih bulu mata aja.

Saya mengirim Toby duluan masuk ke dalam Box ( Selain karena Toby ini terus mangil-manggil saya Hiiii ) karena Ajeng ini sedap di pandang-pandang. Hahahaha
Kebiasaan saya memajang semua boneka di atas meja belajar Veve, biar bisa saya pandang-pandang menjelang tidur sambil senyum-senyum. I'ts ok... you can call me crazy. :p
Pururu yang belum saya masukkan Box..
Ok Ajeng, masuk Box ya...padahal masih pengen memandang dirimu, tapi kalau ga masuk box nanti kotor dan Toby jadi kesepian.
Apa ? request ? emm Tante ga janji habis ini mau membuat Keo.
Kapan ? ga tahu juga..da dah.. kalau bosan suruh Toby menyanyi.

Veve : Waaaah... Ajeng ! cutee...punya siapa ? orderankah ? buat aku yaaaa.
Mami : Nope , you know the rule.
Veve : What rule?
Mami : Ga dijual sebelum lengkap satu seri.
Veve : Oh ya ? bukannya Mami sudah melanggar aturan Mami sendiri.. Tidak membuat duplikasi..week!
Mami : Hiiiiih...jangan salahkan Mami, Ajeng yang terlalu cute..
Veve : Berapa duit?
Mami : Berapa banyak uangmu?
Veve : Ga jadi deh.... nanti kalau sudah lengkap Mami juga pasti ga akan menjualnya. Sama aja tetap Ajeng masih di sini...
Mami : ?????