Sunday, September 20, 2015

Putri Si Pembuat Kembang Api ( Philip Pullman ) from Crafter Point of View







Saya mendapat harta karun. Benar-benar harta karun. Setumpuk buku. Dikirim peri baik hati yang irresistible..:p
Begitu buku-bukunya datang. Veve dah meraup semuanya dan mulai memilih yang mana dulu yang mau dibaca. Saya sendiri, menunggu rekomendasi Veve,buku mana yang beruntung untuk saya baca lebih dahulu . Walau ternyata penantiannya sia-sia. Veve merekomendasikan semua buku yang sudah di bacanya. Bagus semuaaaa..

Ambil acak aja deh. Dan inilah buku bernasib baik yang saya pilih. Atau saya yang bernasib baik bisa membaca buku ini ya..

Oke deh..skip..skip pendahuluan ga penting ini.

Judulnya Putri Si Pembuat Kembang Api. Ceritanya tentang perjuangan seorang anak pembuat kembang api yang ingin benar-benar resmi menjadi pembuat kembang api. Seru , penuh petualangan , dengan berbagai karakter yang mendampingi Lila. Ada Chulak, Hamlet, Paman Rambashi, dan beberapa tokoh lainnya.
Baru membaca bab pertama , saya  langsung jatuh cinta. Selain hanyut dengan ceritanya, buku ini menumbuhkan keinginan saya menulis sebuah cerita dengan latar belakang craft..hahahaha..ide selalu cepat datang, eksekusinya entah kapan ( jitak kepala sendiri )
Bertabur dengan petualangan dan deskripsi detail  yang mempercantik serunya perjalanan Lila.
Suka dengan penulis yang detail menjelaskan tentang seluk beluk kembang api. Saya yang dulu selalu stuck dengan ide membuat cerita dengan latar belakang craft menjadi bersemangat kembali.  Mengolah proses pembuatan produk craft bisa menjadi cerita penuh petualangan. Semoga bisa cepet cepet dieksekusi. Mohon doanya pemirsaaah...minimal menuh-menuhin draft file aja ga papa, daripada ga move on blas. ngeles.com.

Tidak hanya petualangan seru yang disajikan, dalam buku ini banyaaaak sekali pelajaran. seperti :


  • " Maka Lila memberitahu mereka tentang sumbu tunda, karena tidak ada rahasia di antara seniman sejati." Hal 136

Bagikan ilmu-mu. Buat saya tidak ada crafter yang lebih baik dari crafter lainnya. Yang ada hanya crafter yang lebih dulu TAHU daripada crafter lainnya. Itulah sebabnya saya selalu berusaha menjawab secepat mungkin dan sedetail mungkin jika ada crafter lain yang bertanya. Asalkan bertanya-nya yang sopan ya.. Bagaimanapun crafter juga manusia, kadang kadang suka sensi. halaaaah.


  • Paman Rambhasi yang berganti-ganti profesi sampai akhirnya menemukan yang benar-benar cocok untuknya. 

Saya juga sering sekali menyesatkan diri. Coba sana-sini ,meloncat-loncat pindah aliran dan genre, dan tentu saja juga gagal berkali-kali, sama seperti Paman Rambhasi.  Akhirnya mentok di Pururu, yang sangat saya cintaaaaaa.


  • Selanjutnya, yang amat sangat mengena :

Tiga bekal yang ternyata sudah dibawa Lila tanpa sadar :

1.  Bakat.
Saya setuju bahwa bakat itu diperlukan untuk menjadi seorang crafter. Tapi tidak setuju kalau bakat adalah yang mejadi penentu. Bisa jadi bakat yang disadari hanya 1%, tetapi karena kemauan dan kerja keras. Bakat itu bisa berkembang menjadi 100%.

2. Keberanian, Kegigihan, Kemauan..
Kerja keras, disiplin, berinovasi, menjadi diri sendiri, melawan arus...dan sebagainya.
Kesemuanya itulah yang membuat hal-hal yang sekiranya tidak mungkin dilakukan menjadi mungkin.
Menjadi crafter itu mudah, yang sulit adalah menjadi crafter yang berbeda. Belakangan ketika musim bros masih melanda, banyak crafter yang mengeluh tentang harga dan duplikasi.
Saya, yang out of the ring, sebenarnya ga peduli dengan berbagai macam status dan statemen. Ada yang menyayangkan , tidak sedikit pula yang membela diri. bagi saya, daripada berargumen, lebih baik meng-upgrade diri sendiri. Mengedukasi itu perlu waktu, tidak bisa hanya dengan sebaris dua baris kalimat. Show, don't tell. lagipula, hukum alam akan menentukan. Hanya crafter yang punya kegigihan, keberanian , kemauan dan sebagainya yang akan bertahan. Surely..

3. Nasib baik.
Nasib baiklah yang membuat Lila bertemu dengan teman-teman yang baik dan yang datang di saat yang tepat.
Ketika semua sudah dilakukan, mari berharap dan berdoa. Nasib baik, kemujuran, waktu yang tepat, semuanya akan datang setelah semua kerja keras yang sudah dilakukan. Saya amat percaya dengan Mujizat sama percayanya dengan kerja keras. Tidak ada kerja keras yang sia-sia. Kalau sekarang belum dirasakan, asal terus berusaha, Nasib baik sudah menunggu di saat yang tepat. Keep the faith !


  • Sebagai penutup. Inilah paragraf yang menyentuh saya :

"....Dia tiba-tiba mengerti bahwa Dr Puffenflash mencintai api pink-nya, Signor Scorcini mencintai guritanya, Kolonel Sparkington mencintai  makhluk-makhluk bulannya yang lucu. Untuk membuat kembang api yang baik kau harus mencintainya, setiap percikan kecil atau Naga Meletup. Itu saja! Kau harus menambahkan cinta ke dalam kembang apimu, selain bakatmu." Hal 140

Crafter harus menambahkan cinta dalam karyanya, selain bakatnya. Setuju..pakai banget!

Thursday, September 3, 2015

Icy, Popcy, Loly


 Para cuties ini sudah mau berangkat Ouuuch.....kayanya baru sebentar sayang-sayangan. Hihihi..
Pururu seri ini adalah personifikasi jajanan sore-sore. Idenya datang dari anak-anak pulang mengaji yang lewat depan rumah. Kebetulan guru ngajinya juga berjualan, jadi sepulang mengaji, anak-anak pasti jajan.
yang atas itu namanya Icy. Personifikasi dari es krim, ngambil dari rambutnya. hihihi.. Saya ingin mereka terlihat sesantai mungkin, jadi pakai sandal, ga sepatu



 Si imut bermata sendu ini namanya Loly. Idenya karena melihat kakak-adik Icha dan Chika yang setiap sore lewat depan rumah pulang mengaji. Sore itu mereka berdua berlari berkejaran, setusuk permen lolypop ditangan masing-masing. Sampai depan rumah, Chika sang adik jatuh. Telapak tangannya berdarah dan permennya kotor berselimut pasir. Icha buru-buru membantu Chika berdiri, membersihkan telapak tangan Chika lalu memberikan permen loli miliknya sebagai ganti milik Chika yang kotor. Tangis Chika berhenti. Kedua bersaudara itu pulang sambil bergandengan tangan. Ah..selalu suka siblings love.
Makanya si Loly ini ekspresinya seperti habis menangis.




 Popcy. Personifikasi dari popcicle, tapi yang dipegang malah kaya permen sunduk, hahaha males jahit bentuk lonjong. Kalau bulet kan tinggal diserut.. Awalnya roknya mau dibikin kaya balon, ngembang. Dan seperti biasa, konsep awal selalu menyimpang 180 derajat. hihihi.. gunting sana-sini, jadinya seperti ini. Nah karena dingin, yang ini pakai sepatu. Dulu pernah kayanya bikin yang kepalanya permen, tapi ga dapet feelnya. Baru yang ini dapet banget.



Satu kloter mau berangkat. Hoopart Siblings Love. Love, Comfort, Care, Protect.
Inspirasinya dari veve dan Jevon. Saya bersyukur banget punya putri seperti Veve, sangat mengerti . Seringkali kalau saya lelah, tanpa di suruh Veve menjauhkan jevon dari saya. Mengajaknya adu lari, main kemah-kemahan, main drama, hiks.. jadi mellow ya... Seringkali mereka main gendong-gendongan seperti ini. Suka dan cinta. My Guardian Angels..Hik..hik...
Bye..bye..be good ya... Kedatangan kalian pasti disambut sukacita.. Love you all