Monday, October 26, 2015

Bebaskan Diri Dengan Raw Art Making, Project I



Ini sebenarnya udah lama. Projectnya jalan waktu puasa kemarin di page Keo&Noaki. Mampir lihat koleksinya di sini.
Ga sempat-sempat ngedit fotonya, numpuk dengan foto tutorial lain. Halah...sok sibuk hihihi.

Raw Art adalah Seni tanpa memandang aturan, dilakukan oleh anak-anak secara spontan atau orang dewasa yang belum berpengalaman. Pokoknya ga ada yang salah di Raw Art ini, bebaskan diri. Di page, Raw art projectnya jalan sampai 6. Saya ga sempat ikuti semuanya. Cuma yang Project I ini sempat bikin dan sempat pula foto per step. Yang mau coba. Yuk , bahannya ga susah, spidol, krayon, cat air, atau apapun. Jangan lupa majalah bekas. Karena Project I ini, tugasnya mencari kata-kata dari majalah, lalu dihias.


Oke, Yuk mulai. Saya membuat 2 untuk project I ini. Satunya tandem dengan Veve. Kalau mau lihat, langsung ke link yang di atas tadi ya. Nah untuk yang kedua ini, saya coba pakai cat air.


 Seperti biasa, hehe.. konsep awal maunya warna disapukan pakai kuas. Apalah daya, kebiasaan, eksekusi selalu melenceng dari konsep. Kuas di ganti dengan spon . Saya totol-totol aja kertas dengan spon. Cepet dan gampang :p

 Kalau sudah, pilih kata-kata yang mau ditempel. Apapun itu. Saya milih Explore The Magic of Craft. Cari di majalah kata-katanya,


Lalu tempel deh. Yang paling sulit buat saya yaitu bagian menghias dengan gambar. Saya ga bisa gambar. Tapi cuek aja, gambar sebisanya. Tuh , gambar peti kebuka dengan segala macam alat craft berhamburan. Harusnya lebih cakep pakai glitter, tapi glitternya kering. Ya weslah.
Jeng..jeng.. cakep kan?
Bikin-bikin yuk. Project ini sempat membuat saya ketagihan, di sela-sela waktu ngeroll masih nyempet-nyempetin ikutan Project selanjutnya.




Friday, October 23, 2015

Huru-hara Hari Hari Saya



Suatu hari di grup WA, seorang teman bertanya " Siklus hidupmu kok ga normal, ketika semua orang bangun, kamu tidur, waktunya tidur, kamu bangun. Bagaimana kerjaan domestikmu? kan harus juga ngurus rumah dan lain sebagainya ".
Di fesbuk, beberapa kali ada yang nyeletuk " Mami ga pernah tidur? kok kalau nyetatus selalu dini hari ?"
Haha... 

Jeng..jeng..jeng..

Jawabannya : Saya tidur kok. Nyicil tapi hihihi..
Buat sebagian orang, saya memang ga normal. Saya nokturnal. Walau pagi-sore saya melek. Tapi saya seperti zombie. Ga full sepenuhnya.

Saya full day mengerjakan orderan. Tentu ga duduk terus menerus kaya di kantor yang 9-5. Banyak iklannya.
Saya juga tetap memasak, mencuci, setrika, menemani Veve mengerjakan pe-er, membacakan cerita untuk Tuan Muda, dan quality time dengan Tuan Besar. wink..wink..

Aktivitas di pagi hari, diawali dengan mengantar Veve ke sekolah, jam enam kurang sudah berangkat, mampir belanja sayur. 
Pulang mengantar Veve, saya membersihkan rumah, nyapu, cuci piring dsb. Lalu mengurus Tuan Muda. Memandikan, menyuapi  dan menyiapkan aktifitas untuk dia nanti. Entah itu menggambar, main plastisin atau cuma bongkar-bongkar mainan.

Jam 7 saya biasanya mengupdate semua medsos. Maklum OS harus nongol nyetatus biar customer tenang, dan melihat  saya ga menghilang. Postingan saya tinggal, sambil nyambi mempersiapkan paket untuk di kirim. Jadi kadang saya slow respon kalau harus menjawab komen di fesbuk. Biasanya customer yang udah tahu lebih suka langsung WA atau BB saya.

Masuklah saya ke jam buru-buru. Saya selalu mengejar pengiriman pagi hari, karena sebelum jam 11 mobil ekspedisi berangkat. Biasanya jam 8-9 saya berangkat. Biar ga rugi, kalau keluar saya sekalian belanja ini-itu. Entah benang, lem, kertas atau keperluan lainnya. Kalau harus belanja bahan agak jauh, saya menyambar pita dan lem, jadi kalau harus antri, lumayan dapat beberapa biji orderan.

Jam 10 / 11-an saya sudah balik di rumah, membalas setiap pesan yang masuk, lalu duduk mengerjakan orderan. Kecepatan mengerjakan tentu saja lambat, karena saya mengantuk. Biasanya saya tidur di antara pita-pita dan mainan Tuan Muda ( Tuan muda melarang saya tidur di kamar ). Setengah jam biasanya cukup.
Tengah hari, saya mempersiapkan makan siang Tuan Muda dan lanjut lagi mengerjakan orderan, sekali-kali ngintip beranda fesbuk.

Veve pulang sekitar jam 2, biasanya saya bisa nyolong tidur sebentar entah 15 menit atau 30 menit, sebelum 2 anak itu ribut karena ini-inu.
Jam 3 saya masih sempat mengerjakan orderan sampai jam 4. Setelah itu mengupdate postingan medsos lagi  mulailah  berubah menjadi upik abu. Cuci piring, menyapu, memandikan Tuan Muda, di sambi mendengarkan cerita Veve.

Saya off gadget magrib sampai jam 10 malam. Itulah sebabnya , kalau jam-jam segitu semua pesan baik di fesbuk, WA, atau bb ga ada yang saya balas. Termasuk sms sekalipun. 
Di jam-jam ini, biasanya saya menemani Veve melipat baju, mendengarkan ceritanya, menemani mengerjakan pe-er, atau mendengar Veve membacakan cerita untuk Tuan Muda ( veve lebih telaten mendongeng dari pada saya ). Anak-anak tidur jam 8, kadang kala saya masih ngobrol sebentar sama papi. Atau bahkan ketiduran bersama anak-anak.

Karena sudah kebiasaaan, meskipun ketiduran, sekitar jam 10 saya selalu bangun.
Mulai jam-jam ini saya full online. Biasanya saya merekap. membalas inbox, merapikan page,  mengisi form pembukuan, stalking sebentar,  atau menulis, disambi menunggu cucian di giling di mesin cuci . Jam 12 saya berhenti memencet keyboard. Meski PC atau laptop nyala, saya meneruskan target produksi. Jam 2 saya  offline, start memasak dan membersihkan rumah. Pukul 3.30 semua kerjaan kelar. Kalau masih terang-benderang mata saya, saya membaca sampai merasa mengantuk. Biasanya saya jatuh tidur jam setengah lima, lalu otomatis bangun sekitar jam setengah enam atau kurang.

Full circle.

Memang kalau di jumlahkan. Tidur nyenyak saya hanya sekitar 4 jam tiap harinya.

Pusing? tidak.

Sehat? sudah pasti ga sehat.

Kadang saya bergantung sangat dengan sugesti diri. Itulah sebabnya kenapa setiap akhir bulan, saya selalu jatuh sakit, karena orderan selalu saya close di minggu terakhir, memberi kesempatan badan saya rehat. Sakitnya sih ringan-ringan saja. entah flu atau maag, karena sebenarnya saya hanya butuh tidur.

Bad Habit jangan ditiru.

Patokan saya sebenarnya adalah target produksi. Kalau dalam sehari target produksi ga tercapai, itu artinya hari berikutnya saya harus mengorbankan beberapa jam jatah mengantuk saya. Rekor terlama saya melek sejauh ini masih 30 jam. hahaha.. jangan di tiru. 

Cerita ga penting banget. Tapi buat yang kepo..sok silahkan dibaca...

Friday, October 9, 2015

Diari Mami : Go, Keo! no, Noaki! ( 4 ) : Keo-Noaki Moments






Hurray... buku-4 akhirnya keluar juga.
Sebagai Diehard Fan. Menunggu itu bikin mules. Kerjaannya stalking setiap hari. Berharap ada spoiler minimal dari status Bunda Ary atau bahkan dari Keo sendiri. Beberapa clue sempat juga sih nongol. Seperti tentang kenapa Noaki yang suka kucing kok ga pelihara kucing, atau clue kalau Bunda Ary akan membuat Keomenjadi ga seperti biasanya.
Fine, sedikit spoiler menjelang buku terbit sudah seperti sebotol air yang memuaskan dahaga. Selanjutnya, mulailah saya membuat puluhan fan fict ge-je yang cuma sepotong-potong demi menjadi penulis status fesbuk. Hahaha...
Tanggal 21 September ketika buku resmi terbit. Saya langsung berangkat ke Gramedia, karena biasanya beberapa hari sebelum tanggal resmi terbit  , buku  sudah ready. Dan olala... di Malang bukunya belum ready. Pulang dengan gigit jari dan bersiap mendengar omelan Veve yang udah berharap sepulang sekolah buku  ada siap untuk dibaca.
Hari Rabu bukunya baru ready. Langsung meminggirkan semua orderan dan fokus untuk membaca.
Daaaan.... daaannnn.... daaaannnnnn... pemirsaaaaahhhhh.
Lupakan semua sopan santun sebagai wanita dewasa dengan 2 anak, saya bersqueeee-squeee dan ber kyaa..kyaaa.. sepanjang buku, eh setebal buku. Nyengir, gemas, face palm, dreamy face,berkaca-kaca, terharu...apa lagi..semuanya deh.
Karena begitu banyak yang mau diceritakan. Saya bagi beberapa bagian ya...Don't worry ga ada spoiler kalau ada yang belum baca. Enjoy it.

Buku 4 adalah giliran Noaki yang bercerita. Bab awal yang begitu ceria mengingatkan saya dengan gaya Keo. Bisa dimaklumi, Noaki sudah beberapa minggu berpisah dengan ketujuh sahabatnya. Menjadi lengkap berdelapan pasti sangat menyenangkan untuk Noaki.
Selanjutnya momen so sweet mengalir deras. Momen Keo-Noaki.
Telepon di malam hari, pembicaraan hati ke hati tentang kucing, dan ucapan selamat ulang tahun di pagi hari. Kyaaaaa......

" Masa aku memberikan sesuatu yang enggak berharga untuk seseorang yang begitu istimewa?"
 * Kyaaa.... squeeee.. mari meleleh bersama Noaki.

Berlanjut dengan perayaan Ultah Noaki lengkap dengan kue ultah dari Papa Seb dan hadiah dari semua sahabatnya, kecuali Keo ( Bundaaaa...kenapa harus di cut bagian ini T_T ) .

Setelah itu, mari merasakan pahitnya dikhianati. Momen so sweet mendadak berubah menjadi gelap.
Konfrontasi Noaki-Toby-Keo di rumah Noaki membuat gemas . Kalau saya jadi Noaki, sudah saya dorong Keo pakai kruk saya. Hahaha...suer, Keo  menjadi super menyebalkan.

" Sebagai sahabat yang baik, kamu enggak perlu kotoran burung, sweater terbakar, kumis di jidat, atau ancaman, atau ngambek segala untuk minta perhatian, Noa! Kamu cuma perlu bersabar sebentar dan memberiku kesempatan menyelesaikan urusanku."

*Keplak Keo

Tidak ada jeda untuk menarik nafas lega, karena selanjutnya konflik makin menjadi-jadi.
Momen Keo-Noaki di rumah Keo juga bikin saya panas. Keo sungguh-sungguh minta dicubit semut yang kueeecil..

"Kamu bahkan enggak bisa berdiri tegak tanpa tongkat. Apa yang bisa kamu lakukan? Pulanglah. Kamu malah merepotkan aku saja."

 *Keo!!!@#$%^%^^%$**((*&^^%

Nikmati ketegangan dan rasa penasaran yang berlanjut ke bab berikutnya. Setelah naik tinggi, roller coaster akan meluncur tajam, dan akhirnya melandai.
Scene Noaki yang menjemput Keo di taman, silent momen di dalam mobil dan aaah... Keo-Noaki-Toby momen di rumah Noaki.

" Sahabat terdiri atas segala macam: darah, daging, tulang, perasaan, kebaikan, keburukan, dan misteri. Bagaimana mungkin kamu pilih-pilih, sementara kamu sendiri ingin diterima utuh apa adanya?"

*Hiks..so..so...aaarghhhh..

Sebagai pemanis di akhir cerita..This one is my  favorite candy sweet scene.

"Dan Noaki tertunduk menyembunyikan muka. Melihat kaki bersepatu basah Keo bergerak-gerak gelisah."

* Squeeeee....

See..komentar saya di dominasi dengan Aaaargh, Squeee, Kyaaaa...jadi tunggu apa lagi? bacalah dan mari ber-aargh,squeee, dan kyaaa.. bersama saya..


Friday, October 2, 2015

FIGHTING ! CL KEEPER







Pagi ini Lab Bayu begitu menyenangkan dan menenangkan.
Laboratorium tempat Bayu bekerja mempunyai jendela kaca yang besar-besar, lubang anginnya sengaja dibuat banyak dan lebar , sehingga tidak menggunakan exhaust  fan untuk sirkulasi udara, kecuali di lemari asam.

Dari jendela dekat ruangan kecil sebagai kantor Bayu, aku bisa melihat rumah kaca, diapit dengan pohon Pinus tinggi besar Ada jalan setapak  di belakang Lab Bayu,  mengarah ke sungai kecil, di sana sering terlihat kunang-kunang.
Jika beruntung, di suatu malam di awal musim hujan, dari kaca jendela ini, kami sering melihat kunang-kunang berterbangan, berkelap-kelip seolah sedang menyajikan pertunjukan untuk kami.

Bau tajam Lysol menyeruak. Bagi sebagian orang, bau Lysol mungkin membuat tidak nyaman. Tapi bagiku bau Lysol itu menyegarkan. Bayu sedang sibuk mengomel tentang asisten lamanya yang baru saja dia pecat. Tentang kecerobohan sang asisten yang sengaja memecahkan buret, tentang kebiasaan sang asisten yang hobi bertanya tentang hal-hal di luar Lab, dan lain, dan lain, dan lain...

Aku tersenyum sinis, untuk seorang dosen sepintar Bayu, menangkap gelagat mahasiswi yang sedang cari perhatian saja dia tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?

Hangatnya sinar matahari yang masuk membuatku mengantuk. Aku meraih Pharmakope dan meletakkan kepalaku di atasnya, memperhatikan Bayu sedang sibuk menyiapkan preparat untuk jam kuliah nanti siang.  Keningnya berkerut, dan rambutnya jatuh menutupi mata ketika dia menunduk. Aku lupa siapa yang mendorongku untuk membuat Bayu, hampir 3 bulan yang lalu. Yang kuingat aku begitu frustrasi ketika Toby dan lainnya meninggalkanku, dan tanganku bergerak begitu saja menciptakan Bayu.
Kantuk menyerang semakin kuat. Aku jatuh tertidur.

Harum kopi dan tepukan keras di bahu membangunkanku. Bayu sudah ada di sampingku dengan 2 cangkir kopi .
" Aku tidak suka ada yang tidur di Lab-ku, bangun!"
Hiiish. Kutendang kakinya, tapi Bayu lebih sigap, dia bergerak menjauh sebelum kakiku menjangkau kakinya.
" Apa itu ditanganmu ?"
" Daftar asisten baru. Kali ini tidak untuk mahasiswi, bikin susah saja. Asisten cowok sepertinya lebih menjanjikan " jawabnya .
" Aku yang pilih ya, sini !"
Bayu memukul tanganku yang mencoba meraih kertas itu dari tangannya.
"Jangan ikut campur!"
Aku mencebik, kuhirup kopi buatan Bayu. Kopi buatan Bayu untukku  selalu pas , lembut dominan cream. Bayu tidak suka mix kopi. Punyanya selalu strong. Hitam.
" Can I ask you something? Bisakah..."
" No ! " sambar Bayu sebelum aku sempat meneruskan kalimatku.
" Panggil aku, supaya kau hidup di kepalaku . Aku serius . Kepala kosong itu mengerikan. Aku tidak fokus, selalu harus mengulang-ulang list yang sudah aku siapkan." Kalimatku terdengar sangat putus asa. Aku tidak peduli, Bayu tahu itu, kami tak pernah membicarakannya. Kali ini aku harus tahu apa alasan dia menolak terus memanggilku.

Bayu meletakkan kertasnya, menarik nafas dalam-dalam, lalu memandangku. Mata cueknya melembut, suara beratnya berubah menjadi semakin dalam.

" Sejujurnya, aku begitu takut dengan isi kepalamu, rasanya pasti sesak, penuh dengan tekanan, ranjau  dan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Tentu saja aku  ikut  sedih ketika anak-anak itu meninggalkanmu,  kehadiran mereka membuatmu rileks.
Sedangkan aku, aku akan membuatmu semakin frustrasi. Kau tahu kan aku begitu kaku, sama sekali tidak menyenangkan."

Hatiku teriris mendengarnya, mataku mulai berkabut. Bayu benar, kepalaku penuh dengan berbagai tekanan, dan dia bukannya tidak peduli, dia takut malah membebaniku.

" But we can try, mungkin kita bisa saling membuat tenang satu sama lain" sanggahku. Bayu menggeleng, kali ini dia menunduk.

" Datanglah ke sini, kapanpun. Anytime. Aku di sini, siap mendengarkan dan juga siap mengusirmu. Sampai kau temukan lagi yang bisa mengisi kepalamu."

Sigh. Percuma berdebat dengannya. Just like that. Pembicaraan berakhir. Kami diam, menghirup kopi masing-masing, memperhatikan mahasiswa yang lalu lalang dari kaca jendela Bayu. Lalu beberapa mahasiswa mulai datang. Aku berdiri beranjak pergi. Tanpa berpamitan.
" Fighting CL keeper .I will always wait you here". Bisik Bayu sebelum aku berbalik pergi.
Kalimat itu, sederhana, tapi membuat hangat hatiku.
Fighting !!!