Saturday, February 13, 2016

Ambil..ambil aja deh!


Beberapa pekan belakangan ini, saya kok ya ketemu sama Ghospict terus ya. Awalnya saya lagi mampir di akun kompasiana, lalu mak deg, lihat foto roundrose saya mejeng di header atas yang digunakan untuk promo Tokemon ( Susah pakai bintang-bintang, pakai nama samaran aja ). Saya punya 3 toko di Tokemon, jadi awalnya saya lupa, apa pernah promo roundrose ya di salah satu toko?
Cap cus ke lokasi dan ternyata ooh... ternyata. Toko saya tidak memajang foto roundrose itu.
Baiklah, oke, bukan yang pertama kan? Foto pertama saya yang dicopas adalah foto hiasan flanel. Diambil oleh Fanpage yang juga ujug-ujug menjadikan saya admin. Kejadiannya udah 3 tahun yang lalu ketika flanel masih jaya-jayanya. Setelah itu kejadian copas ini susul menyusul.
Senang dan bangga di awal-awal waktu foto hasil karya saya dicopas, itu artinya karya saya oke kan.. huwahahaha. Apalagi dulu yang sering dicopas adalah Pururu. Pikir saya waktu itu, biarlah, sekalian branding karena ternyata yang melaporkan kejadian ini adalah teman yang tidak saya kenal secara dekat di FB. Artinya, banyak juga yang tahu ciri khas Pururu saya ( huik... pe-de ).
Beberapa minggu yang lalu, nongol lagi foto rolledrose twotone di kolom boots post di wall fesbuk saya, masih dari Tokemon juga. Hik, satu lagi. Setelah itu muncul lagi foto gardenia saya, dicrop lalu dijadikan PP suatu akun yang jelas-jelas berjualan ( nama akunnya adalah Rumah something, something-something ).
Enggak cuma produk jualan sih. Tutorial saya juga sering di copas. Tapi dulu itu dicopasnya bukan untuk jualan atau hal lain yang berhubungan dengan promosi suatu toko. Jadi saya ya santai-santai aja.
Belakangan , ketika aktivitas like and share jadi trend di Fesbuk, saya menjadi terganggu. Beberapa FanPage mengumpulkan banyak tutorial dari mana-mana, termasuk tutorial saya , menjadikannya satu album di Fanpage miliknya lalu menshare-nya. Saya mengerti, ini adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menaikkan view page , karena aktivitas share mempunyai nilai paling tinggi untuk mendapatkan efek viral. Tapi untuk mencapai efek viral ini seharusnya tidak serta merta membuat pengelola Fanpage melakukan segala cara kan ?
Lalu ada yang berdalih kalau semua yang diupload di dunia maya adalah milik bersama . Oke, fine. Resikonya memang begitu. Tapi apakah betul, kalau tutorial dan foto milik orang lain itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi?
Berjualan menggunakan foto produk orang lain, tidak hanya membohongi pembeli, tapi juga membohongi diri sendiri. Bagaimana rasanya menerima hasil jualan dengan barang curian ( Mengambil milik orang lain tanpa ijin empunya itu namanya mencuri kan?) .
Saya tidak keberatan kalau ada yang mau menggunakan tutorial atau produk saya sebagai bahan inspirasi, bukan untuk jualan atau mengklaim kalau itu hasil karyanya ya...,
Jikalau hendak di copas untuk suatu artikel atau blog atau page hargai pemilik fotonya. Meski tidak meminta ijin, berilah link hidup di keterangan foto ( google selalu menyertakan link sumber foto ).
Masing mending crafter yang membuat duplikasi ( untuk Pururu ) lalu memasang foto hasil karyanya sendiri. Buat saya itu lebih baik, daripada mentah-mentah mengambil foto saya untuk berjualan.
Foto saya sebagian besar memang tidak menggunakan watermark. Saya akui itu memang kesalahan saya. Kembali lagi ke etika. Untuk saya pribadi, ketika saya sudah berani melabeli diri saya sendiri sebagai seorang crafter, saya membatasi diri saya sendiri dengan etika-etika. Etika tidak bertanya tutorial ketika crafter lain sedang berjualan, etika tidak membandingkan harga secara terbuka, etika tidak mengambil foto crafter lain untuk berjualan, etika tidak membully crafter lain yang sedang belajar, dan lainnya.
Lama-lama lelah juga ngurus yang beginian. Ambil..ambil aja deh, saya di sini aja, melihat dari kejauhan, dan menunggu, siapa diantara Ghospict itu yang akan tersingkir duluan dari arena persaingan OS.

Monday, February 8, 2016

My First Crush, Veve's First Crush, GKNN'S First Crush


Ini pemain Asoka, namanya Siddarth siapa gitu...
Topik Hot malam kemarin.First crush dan Pacaran.
Saya dan Veve lagi gegulingan di kamar, tuan muda lagi sama Papi, jadi kami bebas bicara tanpa harus ribut berebut telinga siapa dulu yang harus di dengarkan.
Veve : Ngikik ( lagi baca GKNN# 3, entah yang keberapa kali )
Mami : Apaan?
Veve : Ini Lady, lucu.
Mami : Oh, yang di saung ?
Veve :  He..eh, yang Seb ada di atas pohon, yang puber itu. Ma...ma.. si X itu lho pacaran sama si Y ( gosip mode.on )
Mami : X? Y? dari mana kakak tahu ?
Veve : Coba lihat akun instagramnya deh. Itu namanya kan nama mereka berdua.
Mami : Emang di kelas ngapain mereka ?
Veve : Ga ngapa-ngapain. Cuma X aja yang rumpi-rumpi sama cewek lainnya. Bilang kalau dia jadian sama si Y.
Mami : Lha emangnya kalau pacaran ngapain?
Veve : Ngapain ya? jalan-jalan? mm..mami ngapain dulu sama papi?
Mami : Ngapain ya ?( berpikir keras..saya dan papi ga pernah jalan-jalan berdua, nonton berdua, kami dulu sibuk cari customer berdua. hahaha ). Ah, cuma suka-sukaan paling. Itu Frist crush, suka aja, bentar lagi ilang, ganti.
Veve : Mami payah. Dulu mami suka siapa?
Mami : Suka? siapa ya? SD? mmm,,lupa. SD ga ada kayanya. Tapi kelas 5 SD ada sih yang ngasih surat cinta.
Veve : Ciee...cieeee..
Mami : Lah kakak aja kelas 2 dapat surat cinta. Sekarang siapa yang suka sama kakak? si Z itu kenapa ga pernah bb lagi ?
Veve : Ga ada. Si Z ? ga tahu. Kakak cuekin kali . Emang kalau first crush itu apaan rasanya?
Mami : Ya...apa ya, deg-deg kalau lihat cowoknya, pengin berkyaa..kyaaa.. emang ada cowok yang bikin kakak gitu.
Veve : Mmmmm....siapa ya? kaya mami sama papi gitu ?
Mami : Bukan, itu cerita lain.
Veve : Kaya mami sama Hyun bin? yang ga jelas gitu?
Mami : Yaaaa..kurang lebih gitu deh... enak aja ga jelas. Cakep nih..lihat..cakep kaaaan.. ( tunjukin foto ). Jadi siapa cowok itu? si A ? Si B ? si C ?
Veve : Gaaaaa.....kayanya kalau pengin kya..kyaaaa. ya sama Si.....

My Frist Crush
Saya menerima surat cinta saya yang pertama kelas 5 SD. Dari seorang cowok yang hobi menarik kucir rambut  dan mencontek pe-er saya tiap hari. Surat cintanya dibuat sangat artistik, amplopnya berperangko gambar dirinya dan isinya dihias dengan gambar dua hati yang ditusuk panah. Huwahahahaha...
Rasanya ? Takut. Hehe..
Sepanjang hari itu , kami berdua diam-diaman. Biasanya sejak jam pertama sekolah, kami sudah ribut bertengkar ini itu. Pulang sekolah, saya menunjukkan surat ajaib itu pada Devi, dan kami sepakat untuk memusnahkannya.
Barang bukti itu kami hanyutkan di kali di depan sekolah, tepat di samping gerobak Pak Jan, penjual pentol favorit kami.
30 tahun kemudian , ketika semua teman SD dikumpulkan di satu grup, mulailah kami membuka rahasia siapa naksir siapa ketika SD.
Hi..hi..hi.. lucu mengingatnya sekarang. Maklum, kami hidup dimasa dimana semua anak perempuan ditakut-takuti dengan doktrin " Jangan dekat-dekat dengan anak cowok, nanti bisa hamil ". ( Note : saya lahir di akhir tahun 70-an )
Begitu serunya kami bercerita siapa naksir siapa, kami mengakui bahwa sudah sejak jaman dulu, perasaan tertarik dengan lawan jenis ini mulai kami rasakan sejak SD.
Waktu itu, saya takut membicarakannya dengan orang tua. Dan memang ortu juga ga pernah membicarakan soal itu sih.
Saya baru merasakan deg-degan yang " itu " ketika SMP kelas satu. Dengan seorang kakak kelas yang rumahnya saya lewati setiap hari ketika pulang-pergi sekolah. Hihihi..
Pada masa itu, tentu saja suka perasaan  menyukai ini merupakan hal yang tabu dibicarakan. Saya enggak nyaman bicara dengan orang tua, ngerumpi hanya dengan Devi dan itupun hanya saya rasakan sebentar karena kemudian saya sibuk merasa menjadi anak yang  paling malang sedunia karena perceraian orang tua.
My first crush enggak menarik. Hanya berupa secuil kenangan yang dipaksakan hilang.

Veve's Frist Crush.
Veve menerima surat cintanya yang pertama kelas 2 SD, dari seorang cowok yang menghilangkan satu huruf "a" ketika dia hendak menulis " Kaulah Mathariku" hahaha...
Reaksi Veve ? nulis matahari aja ga betul, katanya sambil cemberut.
Reaksi Saya ? ngakak guling-nguling.
Veve tidak pernah menyembunyikan apapun dari saya. Dan saya ingin seterusnya seperti itu. Saya ingin dia nyaman berbicara tentang apa saja kepada saya. Saya mau dia menjadikan saya tempat pertama yang dituju untuk bertanya, bukan mbah google atau siapapun atau apapun di dunia ini.
Pembicaraan tentang lawan jenis ini mulai sering muncul di awal kelas 4. Tentang siapa naksir siapa, siapa yang dijodoh- jodohkan, tentang surat cinta yang masih Veve terima. Veve menerima lagi surat cinta  dari  beberapa cowok lain, termasuk dari cowok  yang memberinya surat di kelas 2, kali ini kalimatnya sudah tertulis rapi tanpa cela hahaha....
Di awal kelas 5, saya sempat terkejut ketika ada seorang teman Veve yang terang-terangan menginvite BB saya lalu mulai pang.ping setiap hari ( Veve tidak pegang gadget ).
Si cowok ( sebut saja Z ) ini stalk veve setiap hari, dia  membuat akun fesbuk hanya untuk melihat postingan saya tentang Veve dan mengumpulkan semua foto Veve yang saya upload.
Karena saya yang pegang hape, tentu saja chat harus melewati saya dulu. Z tidak malu-malu menyatakan kalau dia suka dengan Veve. reaksi saya? tentu saja kaget. Maksudnya berani sekali anak ini langsung tembak ke maminya, pikir saya.
Tidak, saya tidak memarahinya, juga tidak menasihatinya. Saya jawab. Boleh. Tentu saja boleh. Suka sebagai teman tentu saja boleh. Kalau tidak suka tentu tidak akan berteman kan?
Veve sendiri dengan si Z ? katanya dia ga pernah sekalipun ngobrol kalau ketemu di kelas. Lah?
Demam Z hanya berlangsung selama 3 minggu, setelah itu hilang. Ga ada lagi ping..ping di bb.
Ketika saya tanya ke Veve apakah sekarang mereka sudah saling ngobrol? jawabnya Veve : " Enggak. Apa waktu itu dia nyapa , tapi kakak cuekin ya ?" ( tepok jidat ).
Veve dan teman-temannya sedang memasuki masa pre teen, mulai tertarik dengan lawan jenis,  mulai mengalami perubahan bentuk fisik dan hormon. 
Saya ingin Veve melewati masa ini dengan nyaman, saya mau veve bebas bicara dan bertanya apa saja yang sedang dia rasakan, saya mau dia nyaman bercerita tentang apa saja yang dia lihat, yang dia terima pada masa ini.
Masa ini masa yang singkat, saya tidak mau dia merasa takut atau merasa bersalah atas apa yang sedang terjadi dalam dirinya.
Semuanya normal, karena saya dulu juga merasakan hal yang sama ketika seusia dia. Suka dengan lawan jenis pada masa ini itu  normal, dan suka itu bukan berarti harus diseriusi dengan istilah pacaran kan?

Mami : sama siapa? si..E? si F?
Veve : Nanti mami marah .
Mami : lah kenapa marah?
Veve : Nanti bilang anak kecil jangan cinta-cintaan, jangan pacar-pacaran.
Mami : Memang selama ini mami ngomong gitu kalau kakak cerita soal cinta-cintaan?
Veve : Ga sih, tapi biasanya kan orang gede ngomongnya begitu. Emang kenapa kok ga marah?
Mami : Lah dulu mami juga gitu kok. Paling 2 minggu udah ganti lagi. Kaya si Z itu. Udaaah..siapa siiih ?
Veve : Kakak suka sama...mmmm.. itu lho yang main Asoka ( tutup muka )
Mami : *glodak*, langsung browsing mana yang namanya Asoka.

Note : Asoka adalah tokoh itu sinetron India di TV, Veve lihat hanya setiap hari Jum'at. Lihatnya ga sendirian kok, sama papi dan cuma setengah jam, karena mainnya malam. Saya sih biasanya udah tidur atau sibuk nge roll. Ga perhatikan TV.

GKNN'S First Crush
Sejak membaca seri yang pertama, saya seolah membaca pillow talk saya dengan Veve setiap malam. Apa yang terjadi dengan Keo dan teman-teman seolah mewakili apa yang terjadi dengan Veve dan teman-temannya di sekolah.
GKNN menjadi pembuka pembicaraan saya dengan Veve tentang apa yang dirasakan anak-anak seumuran dia. Kami menjadi nyaman berbicara tentang apa saja, termasuk tentang first crush.
Ajeng dan Keo di buku pertama, apa yang dirasakan Noaki  di buku kedua , pembicaraan Lady dengan Keo di buku ketiga, daaaan apa yang sebenarnya dirasakan Keo dan Noaki.
Ini mereka sama-sama merasakan first crush satu sama lain ya Mami? itu pertanyaan Veve.
Jawaban saya : Bisa jadi. Dan mudah-mudahan ga hanya jadi first crush saja ( kalimat yang terakhir saya ucapkan dalam hati.. wink..wink.. ).
Buku ini adalah Veve banget. Apa yang ada di dalam cerita seolah mewakili apa yang dirasakan Veve. Tidak hanya tentang ketertarikan dengan lawan jenis, tapi juga konflik antar teman di sekolah, jutek-jutekan, dan masalah dengan sahabat-sahabatnya. Tidak hanya itu, pesan yang disampaikan secara implisit saya juga suka, tentang gadget, tentang keberagaman, tentang kepercayaan kepada sahabat, tentang perjuangan, tentang kerja keras. Suka semuanya.
Semua tentang Serial GKNN yang ditulis Bunda Ary Nilandari ada di sini.

Anyway, saya hanya ingin menyampaikan, dalam hingar-bingar masa pree teen yang hanya sebentar ini , saya ingin anak saya terutama Veve nyaman bercerita apa saja. Harapan saya ketika  Veve  sudah  dewasa nanti dan memutuskan untuk menyukai seseorang, dia juga tetap berteman dengan yang lain. Tidak membatasi dirinya eksklusif hanya untuk satu orang, tetap menempatkan keluarga sebagai tempat pertama yang dituju ketika merasa terguncang.
Saya ingin membuatnya nyaman sejak dini, ingin dia tetap bercerita tentang apa saja sampai nanti. Saya ingin menjadi BFF-nya selamanya. Itu aja sih.

*Catatan hati seorang emak yang sebenarnya ga rela anaknya tiba-tiba aja udah gede.