Sunday, March 27, 2016

Mencuri Awan



Ini adalah salah satu cerpen yang ditulis bertahun-tahun yang lalu. Sebelumnya udah pernah direvisi dikirim ke media, dan...... dikembalikan. Hahaha..
Masih banyak yang harus dibenerin.
Ya sudahlah, dipajang di sini aja.



MENCURI AWAN

Bo berbaring di atas tempat tidurnya dengan gelisah, badannya terasa kaku semua. Huh, aku tidak bisa tidur di atas kasur sekeras ini, gerutunya.
Bo bangun dan pergi keluar rumah, cuaca malam ini cerah sekali, Bo melongok ke bawah, dilihatnya kelap-kelip lampu rumah para penduduk bawah langit. Mereka pasti tidur nyenyak di atas kasur empuk mereka, sedangkan aku hanya bisa menahan kantuk di sini, keluhnya.
Ah, mengapa tahun ini para burung tidak terbang melintas langit dan meninggalkan bulu mereka? Jadi aku bisa mengisi lagi kasur dan bantalku supaya empuk. Bo menarik nafas panjang.
Tiba-tiba langit menjadi suram, cahaya bulan terhalang oleh awan. Awan ! Aha! Awan lembut dan empuk, aku akan mengambilnya untuk mengisi kasur dan bantalku. Bo berlari mengambil karung dan bergegas keluar, meraih segumpal awan yang melintas dan memasukkannya ke dalam karung, lalu mengambilnya lagi dan lagi sampai karungnya penuh. Mulai malam ini aku akan tidur dengan nyenyak, Bo tersenyum lebar.
Tiga hari kemudian, cuaca semakin memanas, Bo sampai tidak bisa tidur setiap malam, ada apa gerangan?.
Sekotak susu dingin mungkin bisa mendinginkan udara panas ini, pikir Bo sambil  bergegas menuju Kedai Susu Pak Chiko.
Di perjalanan menuju kedai Pak Chiko, Bo bertemu dengan Nenek Opal yang sedang menyapu di depan rumahnya. Wajah Nenek Opal penuh dengan butiran-butiran keringat.
“Selamat siang Nenek Opal, apakah nenek membutuhkan bantuanku? Nenek kelihatannya lelah sekali “ Sapa Bo.
“Terima kasih Bo, tapi aku baik-baik saja, belum pernah kurasakan cuaca sepanas ini, lihatlah bintang-bintang semakin banyak yang jatuh dan mati, mereka rupanya juga ikut kepanasan” Kata nenek Opal .
“Tidak ada angin yang berhenbus, tidak kulihat juga awan-awan yang melintas, kemana perginya mereka ?” imbuhnya.
“Oh, emm … iya ya, kemana perginya mereka…emm kalau begitu aku pamit dulu ya nenek”  Pamit Bo dengan gugup.
Apakah cuaca menjadi panas  karena awan yang kuambil? Pikir Bo merasa bersalah.
Kedai Susu Pak Chiko sepi ketika Bo sampai disana. Aneh, biasanya penuh dengan pembeli .
 “ Hai Pak Chiko, kok sepi Pak? Biasanya sudah banyak yang mengantri, minta tolong ambilkan sekotak susu dingin dong “
“ Oh Bo, karena cuaca panas ini, langgananku malas keluar rumah, lagipula ini  susu terakhir ya Bo, tidak ada lagi kiriman dari penduduk di bawah langit, kabarnya rumput-rumput mulai mengering, sapi-sapi mereka tidak mendapatkan banyak makan sehingga produksi susu menjadi berkurang “ Kata Pak Chiko sambil memberikan sekotak susu dingin pada Bo.
“ Hmmm aneh, bukannya di bawah langit sekarang masih musim hujan  ?” Ujar Bo sambil menyeruput susunya.
“ Cuaca semakin panas, aku bahkan tidak melihat awan beberapa hari ini, kemana perginya mereka ya? Makanya tidak turun hujan di bawah langit, awan-awannya hilang. Huh, terpaksa aku harus menutup kedai Susu ini sampai pasokan susu kembali normal “  Keluh pak Chiko.
Bo tersedak mendengarnya “Uhuk, huk, huk…maaf Pak Chiko, ini uangnya aku pulang dulu ya “
Bo bergegas pulang ke rumah, dia harus segera mengembalikan semua awan yang diambilnya. Tetapi sampai di depan  rumahnya, langkah Bo terhenti.
Wajahnya menjadi pucat pasi ketika dilihatnya  awan-awan keluar dari jendela dan rumahnya ikut melayang bersama awan-awan itu.
Malangnya Bo, karena mencuri awan, dia tidak hanya kehilangan kasur untuk tidur, sekarang Bo juga kehilangan rumah untuk berteduh.

Friday, March 25, 2016

Aksesoris flanel - Malang | Tokopedia

Aksesoris flanel - Malang | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari Aksesoris flanel - Reseller welcome

Rosaline : Behind The Scene




Awalnya karena saya suka sama ini artis . Seo Ye Jin. Nongol di instagram jaman dramanya tayang . Moorim School. Enggak lihat filmnya. Cuma suka aja sama dia. Wajahnya kalem , sepintas mirip Su Ae, sukak.
Seperti biasa, bikinnya harus karakternya dulu. Seo Ye Jin ini main di drama yang karakternya jago fight tapi juga kalem. Saya mau pururu saya itu kalem, tapi gila buku. Maunya juga ada owl-nya, tapi bukan peliharaan, cuma ketemuan aja di suatu tempat. Sudah jelas pakai hoop. Karena mulai sekarang, saya mau semua project pribadi saya, selain aplikasi pakai hoop.



 Jadilah ini. Cantik, dapet feelnya. Kalau ada yang nanya pola, sekali lagi enggak ada . Ini semua langsung gunting. Bagian badannya terpisah-pisah. Kepala sendiri, tangan sendiri, badan sendiri, kaki sendiri. Awalnya rambutnya itu saya pakai benang katun, tapi kok jadi ga dapet feel kalemnya, jadinya malah cute cenderung ngegemesin. Bongkar deh. Pilihan warna juga awalnya pengen pakai peach atau orange. Rambut warna orange terlalu menylaa, jadi saya ganti dengan warna yang kira-kira match dengan orange. Pilihannya kuning atau Ijo. Lagi enggak ada warna kuning, jadinya ijo yang kepilih. Ini yang jadi susah, saya enggak bisa moto kalau lagi "In trance" ntar feel -nya hilang, jadi enggak pernah ada step by step cara membuatnya. Ntar aja deh, coba sesekali di foto-fotoin.




Pururunya dah jadi. Lanjut bikin owl. Sengaja pakai kain katun, lagi pengin nyoba aja. Njahit owl uk, 3 cm pakai kain katun yang harus dijahit terbalik, susah banget. Jahitnya enggak susah, bagian baliknya itu. Takut ada jahitan yang lepas. Owl-nya ini cewek, tapi enggak tahu namanya. Sampai terakhir enggak saya kasih nama.
Hoop dari kayu, diameter kurleb 18 cm. saya lilit pakai flanel. Maunya dililit pakai benang rajut polyester, tapi enggak telaten. Kelamaan, pakai flanel aja tetap cakep. :D
Hiasan bunga yang paling susah. Maunya simpel aja. Satu jenis bunga, coba pakai bunga kapas, lha kok rasanya garing, Lalu kepikiran kalau bikin huruf aja. READ gitu. tapi kok enggak masuk nanti sama karakternya. Ya dah, semedi dulu, cari yang sreg.




 Jeng..jeng... ini hasil akhirnya. Cakep kan..Bunga dibuat dari flanel yang diserut aja. Yang tengah itu, cuma digulung aja. Kelar.

Next . Menghidupkan karakter, seperti biasa. Namanya Rosaline. Saya selalu ingin membuat Aline versi Pururu dan inilah cerita Rosaline :
Aline memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam, berusaha berkonsentrasi pada ketukan jari Miss Rosy. Satu refrain lagi, kalau dia bisa melakukannya tanpa kesalahan, Miss Rosy akan mengijinkannya pulang lebih cepat.
"Sempurna" Miss Rosy menepuk tangan Aline. Senyumnya mengembang.
"Hari ini kamu melakukannya dengan sangat baik."
"Jadi Aline boleh pulang sekarang ya Miss"
"Tentu, pergilah. Jangan lupa tetap berlatih di rumah" Miss Rosy membantu memasukkan buku Aline ke dalam tas.
Aline meraih tasnya lalu bergegas keluar kelas, mengabaikan Miss Rosy yang memandangnya heran. Sambil terus melihat jam tangan, Aline mengayuh sepedanya kuat-kuat. Sampai di bukit kecil di dekat danau, Aline membiarkan saja sepedanya rubuh.
Seminggu yang lalu dia menemukan tempat ini, bukit kecil dekat danau yang dikelilingi pohon berdahan rendah. Aline menuju satu pohon dengan batang melengkung yang sudah biasa dipanjatnya.
Tempat terbaik untuk membaca buku. Aline tersenyum senang. Tadi, Bibi Magda, penjaga perpustakaan memberi Aline buku baru sebagai upah seminggu membantu Bibi Magda membersihkan perpustakaan.
"Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang berubah menjadi peri kunang-kunang setiap menjelang senja. Kau pasti suka " kata Bibi Magda siang tadi.
Batang pohon di atas tempat Aline duduk bergerak-gerak, seekor burung hantu tiba-tiba meluncur turun . Aline terkesiap, lalu tertawa riang.
"Aku tidak terlambat kan?" katanya mengulurkan tangan kepada seekor burung hantu yang hinggap di tumpukan buku Aline.


Udah. Ceritanya stop di sini aja. Enggak kepikiran lagi soalnya hihi. :p
Bye Rosaline, di tempat yang baru ada banyaaaaaaaak buku menunggumu. Pasti.



Thursday, March 17, 2016

Diari Mami : Keo & Noaki 5




Ya dah. Akhirnya bikin review juga.
Review yang kyaaa...kyaaa udah ada 4. Jadi yang ini agak serius ya.


Keo Jungkir balik lagi. Ada Nata Kusuma yang muncul di tengah-tengah Formasi 8. Semua anggota menerima Nata dengan tangan terbuka. Sampai-sampai ada ide untuk menjadikan Nata sebagai anggota yang ke-9. Keo semakin mendidih, belum lagi SPARK yang kerap muncul dan membuat Keo semakin gusar.
Di sisi lain, Om Tyo tiba-tiba saja hadir di hari-hari  Keo. Keo yang masih merahasiakan tentang pertemuannya dengan Om Tyo dari Mami memutuskan untuk menghindari Om Tyo dengan berbagai cara. 

Kegelisahan Keo tentang rahasia Papi masih terus mengusiknya, konfrontasi dengan Mami yang menghasilkan kesepakatan awal membuat Keo lega.

Tapi tiba-tiba saja terjadi kebakaran di rumah Nata yang membuat Keo berhadapan dengan pilihan sulit. Rahasia Papi atau menolong Nata ?

**********

Buku 5 diluncurkan  dengan perubahan nama seri Go, Keo!, No, Noaki! menjadi Keo & Noaki. Keo yang menjadi karakter utama juga berganti baju. Yang awalnya memakai hoodie marun sekarang berganti kemeja kotak marun. Cerita mengapa Keo sampai mengganti Hoodie-nya ada di GKNN #4.

Seri 5 yang mengambil Keo sebagai POV merupakan seri ganjil yang paling saya tunggu.

Pertama karena ending seri-4 yang sukses membuat baper diehard fans, yang kedua karena seri ganjil belum menjadi favorit saya dan Veve. Berharap ada banyak kejutan yang membuat saya jatuh cinta.

Cerita dibuka dengan adegan yang sangat manis. Khas Keo yang badung dan ceria. Saya langsung jatuh cinta. Cerita di bab-bab selanjutnya sukses membuat gigi garing karena terus tersenyum tak henti-henti. Veve yang membaca lebih dulu juga sempat membuat saya penasaran karena berkali-kali tertawa dan menutup muka dengan bukunya.

Apa yang dirasakan Keo terasa sangat nyata. Bunda Ary piawai merangkai kata-kata yang menggiring pembaca ikut merasakan emosi Keo. Rasa gemas dengan SPARK, rasa kesal dengan Nata, atau rasa yang timbul karena mengingat Noaki  seperti kena aliran listrik digambarkan dengan sempurna. 

Konfrontasi dengan Mami  juga membuat saya ikut  takut, adegan ketika kebakaran membuat jantung saya ikut berpacu. Endingnya membuat saya merasa damai.

Buku 5 secara garis besar bercerita tentang urusan cowok, apa saja yang dirasakan Keo, rasa cemburu, persaingan yang  ( kelihatannya ) timbul diantara Nata – Keo, ketakutan Keo tentang mimpi basah, juga kegelisahan tentang rahasia Papi .

Bunda Ary  tidak lupa dengan karakter lainnya. Ada Seb yang galau dengan kejeniusannya, Lady yang sedang “demam”, Toby yang sedang berkompetisi, semua karakter mendapat porsi untuk “dihidupkan”.
Saya juga suka Bunda Ary menyebut mimpi basah sebagai Emisi Malam. Emisi Malam terdengar lebih ilmiah, bukan menjadi sesuatu yang tabu. Mimpi basah adalah peristiwa penting bagi anak cowok, jadi sudah semestinya tema ini juga dimunculkan.

Seperti seri-seri sebelumnya, dialog cerdas mengalir sepanjang cerita, sarat dengan pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan tanpa menggurui.
Setiap kali membaca ulang, saya selalu menemukan hal-hal baru. Entah saya yang salah kira atau sedang berimajinasi, Bunda Ary seperti sedang merajut nasib semua karakternya. Saya merasa banyak plot yang masih terbuka seiring dengan bertambah dewasa mereka. Seperti yang saya rasakan dengan  Noaki dan Toby ( tentang ini menyusul ya ). Banyak clue yang bisa dieksplor untuk cerita ke depan , bahkan sampai mereka dewasa nanti ( kode keras ).

Baca aja deh...kalau masih ragu dengan ceritanya, enggak usah ragu dengan nama Ary Nilandari. Awalnya saya juga membaca karena nama penulisnya. Sekarang saya jatuh cinta dengan semua yang berhubungan dengan Keo & Noaki.
Kyaaaa....kyaaaaa.....

Segala sesuatu tentang Keo & Noaki silahkan berkunjung di sini
Cerita tentang Veve yang bertanya tentang Emisi Malam ada di sini 
Review dan cerita lainnya , klik aja label Go, Keo ! No, Noaki !





Friday, March 11, 2016

Happy Birthday Tobias Zhaonan Chen ( Fanfict untuk Project T-1203 )


MARET 2026.
Toby menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Luka di pelipis kirinya mulai terasa nyeri. Tidak usah dijahit kata Andini tadi, minum saja pain killer ini kalau nyerinya membuatmu tidak nyaman. Toby meringis, perutnya mulas dan mengejang mengingat kejadian tadi.
Luka di lengan Vivianne masih membuatnya bergidik ngeri, luka sabetan parang yang membuat lengan kurus itu belumuran darah.
Toby menyalakan ponselnya . Benda itu langsung menjerit-jerit. Bunyi notifikasi masuk bertubi-tubi.
10 panggilan tak terjawab. 13 sms masuk. Cecilia, Cecilia, Mama, Mama, Wamena, Wamena, Wamena, Wamena.
" Are you out of your mind? meninggalkan acara sepenting ini untuk mengejar seorang gadis yang bahkan kamu enggak tahu namanya .Balas ! " . Wamena.
" I'm going to kill you ! Angkat telfonnya!!! ". Cecilia.
" Toby, angkat telponnya. Penting " . Mama.
" TOBY !!!!! angkat telfonnya !! ". Wamena.
Toby menarik nafas panjang. Wamena benar, dia memang sudah gila. Meninggalkan upacara pernikahan Cecilia hanya untuk mengejar Vivianne yang baru sekali dilihatnya.
Ponselnya berbunyi lagi. Toby menunggu. Satu sms masuk. Dari Wamena.
" Oke. Fine. 12.01 WIB. 12 Maret 2026. Happy Brithday. Wish U All The Best. We love you. Jangan kabur dan menghilang. Yang suka menghilang itu Seb ". Mau tidak mau Toby tersenyum. Terima kasih, bisiknya lirih.
Dua notifikasi masuk menyusul. Timika dan Lovelie Ladie. Video ?
Timika ada di London, diundang mengikuti pameran perhiasan sebagai wakil dari Indonesia. Tampak beberapa manekin berkalung di belakangnya.
" Toby ! Selamat Ulang Tahun, nyolong waktu nih, Wamena tadi menelfonku, katanya kamu kabur mengejar seorang gadis berkulit pucat. Bawa dia dan kenalkan waktu kita ketemuan di butik Ajeng minggu depan. Kulit pucat bagus pakai warna merah. Kubawakan cabochon berwarna merah untuknya nanti. Oh, hadiahmu! nanti saja kalau ketemuan. Bye Toby, Ibu Menteri sudah datang " . Cepat sekali gosip menyebar , Toby menghembuskan nafas dengan kesal.
Satu lagi video dari Lady. Lady ada di dalam ... Lift ? Toby mengernyitkan dahi, memicingkan mata , mencoba melihat lebih jelas.
" Hai Toby, seharusnya aku sudah ada di depan rumahmu...., Huhuhu... tapi para wartawan ini terus mengejar dan tidak mau melepaskanku sebelum mereka berhasil mewawancaraiku.
Anyway, Selamat Ulang Tahun. Apapun yang kamu lakukan sekarang, Keep up your spirit. Semangat !!! sampai jumpa di tempat Ajeng minggu depan . Bawa gitar, kangen mendengar duet Keo-Toby yang fenomenal itu "
Video berakhir . Kali ini siapa lagi yang sedang dibela Lady. Pasti kasus yang sangat serius kalau wartawan sampai terus mengejarnya.
12.11
Notifikasi dari Sebastien K. Traver.
" Toby. Buka emailmu. "
Toby beranjak dari tempat tidur, lalu menyalakan laptop.
Seb mengirimkan video.
Keo yang muncul pertama kali .
" Hai buddy, Selamat Ulang Tahun ! mmmm..tadinya aku mau menyanyi untukmu, tapi Seb bilang simpan suara untuk minggu depan di tempat Ajeng. Jadi hadiahnya minggu depan ya. Dan tahu tidak ternyata di sini itu..."
" Keo Hadi Wibawanto, jangan lama-lama, gantian! " Sela Seb. Keo ditarik mundur. Seb sepertinya bertambah jangkung, jauh melebihi Keo yang dulu paling tinggi diantara Formasi 8. Rambut merahnya sudah panjang, waktunya dipangkas.
" Toby, Bon anniversaire, en ce jour heureux, beaucoup de bonheur et une longue vie! Aku enggak punya hadiah untukmu nanti . Jadi jangan berharap yang macam-macam. Kepulanganku ke Indonesia sudah menjadi hadiah paling mahal untuk kalian " katanya. Toby tertawa. Seb masih seperti Seb yang dulu.
" Mundur !" itu suara Noaki Neomarica. Noaki muncul, cantik dengan kerudung ungu, tersenyum lepas sampai kedua lesung pipitnya terlihat jelas. Hati Toby berdesir. Noaki tampak sangat bahagia. Baru seminggu yang lalu dia mengantar Keo-Noaki ke bandara, dan sekarang dia sudah sangat merindukan mereka berdua.
" Toby, Selamat Ulang Tahun, semoga semua kebahagiaan datang untukmu sepanjang tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Aku sempat membuat ini tadi, bosan mendengar pembicaraan mereka berdua. Kau tahu kelakuan Keo-Seb tetap tidak berubah, sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Noaki berbisik, lalu memperlihatkan sketsa yang dia buat. Sketsa mereka berdelapan, 10 tahun yang lalu, di saung dekat sekolah.
Hati Toby menghangat, betapa rindu dia akan masa-masa itu. Bersepeda ke sana-sini, bertukar sandi dengan Noaki di malam hari, berduet dengan Keo tiap kali berlatih memainkan gitar. Dia bahkan rindu masa-masa bertengkar dengan para sahabatnya.
" Kami pergi dulu, mau makan malam, sampai jumpa minggu depan Sahabat !" Suara Keo membuyarkan lamunannya. Seb, Noaki dan Keo berjejalan di layar monitor sambil melambaikan tangan. Video berakhir.
Satu sms lagi. Ajeng.
" Selamat Ulang Tahun Toby. Minggu depan pukul 10, aku tunggu ya. Jangan bawa fansmu ke sini, private party." Toby meringis.
Sudah hampir pukul 1 dini hari. Luka di pelipisnya bertambah nyeri. Toby merogoh saku jas, mengeluarkan pain killer yang dibawakan Andini, lalu meminumnya.
Sambil berbaring, dia memetik gitar, memainkan lagu ciptaannya 10 tahun yang lalu. Lagu itu membawa kenangan manis , Toby tersenyum, bahagia membuncah di dalam hatinya. Saat ini semua bagian di dalam dirinya bergejolak, dan dunia luar sedang berguncang, tapi Toby tahu, apapun yang terjadi , selalu ada sahabat yang akan mendukung dan menolongnya.

Hik...
Kok jadi baperrr...

#Dibuat untuk Giveaway Setahun Keo & Noaki

Intip karya lainnya di sini

Tuesday, March 8, 2016

Happy Anniversary Keo & Noaki






9 Maret 2016.

9 Maret 2015, entah saya lagi ngapain. Yang jelas waktu itu saya belum mengenal GKNN. Sekitar tanggal 20 Maret saya baru melihat promo buku GKNN 1-2 yang lewat di TL. Waktu itu saya bilang ke Veve kalau ini buku bagus. padahal enggak tahu, enggak stalk, saya bahkan enggak tahu kalau Keo punya akun dan punya FP. Pokoknya waktu Veve tanya, saya bilang mestinya bagus karena yang nulis Ary Nilandari ( hihihi...peace Bunda.. ). Maunya beli cuma seri 1 karena memang udah enggak ada budget untuk membeli buku, tapi saya bilang sama Veve kalau rugi ongkir , jadi Veve dengan suka rela mencukil tabungannya untuk membeli yang seri 2.

24 Maret 2015. Buku mendarat di rumah saya. Baru setengah jam membaca, saya langsung nyetatus.

Enggak nunggu lama, besoknya  25 Maret Ajeng versi pertama lahir...ya ampuun...



27 Maret 2015, dipanggil Toby....Hik, kok jadi terharu sayaaah





GKNN juga membuat saya akhirnya membuat Pururu duplikasi, hal yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi. Lalu lanjut dengan membuat fan art pertama saya, Fan Fict pertama saya, sampai  Fan Video pertama saya. 
Semua yang berhubungan dengan GKNN menjadi momen yang emosional buat saya.  Momen 1K Likers di Fp, masa-masa menunggu buku 3, masa-masa promo buku 4, masa-masa menunggu buku 5, masa-masa promo buku 5, bahkan ketika berjualan buku, ada banyak sekali momen yang bikin saya emosional. 

Gimana enggak? berkenalan dengan fans GKNN yang masih anak-anak membuat saya menjadi tempat curhat bagi beberapa di antara mereka dan menjadi teman fangirlingan itu sudah pasti. hihi..
Anak-anak ini penuh dengan kejutan. Saya seringkali terharu  kalau ada yang bercerita, harus menjual buku mereka dulu baru bisa membeli, ada yang harus patungan dulu dengan temannya, ada yang minta disimpankan dulu karena tabungannya kurang sedikit, ada pula yang dengan sengaja melebihkan ongkirnya karena sadar rumahnya jauh dari kota . Hiks.....baper.
Kalau ditanya mengapa ? jawabannya saya tidak tahu. Jangan-jangan ada yang menaruh mantera CINTA di setiap cerita di buku itu. :p
Kalau ditanya siapa saya? saya dengan bangga menjawab : Keo & Noaki Diehard Fan.

Happy Anniversary Keo & Noaki !
Keep Shining
Proud to be your Diehard Fan
*Hik*
*Peluk *


Ketika Veve Bertanya Tentang Emisi Malam






Enggak mereview Keo & Noaki 5. Reviewnya intip wall Fesbuk ajah ya, atau main ke page Keo & Noaki.
Baru baca-baca ulang review buku 1- 4 GKNN, dan menjadi malu karena saya kok jadi fangirlingan ya sejak mengenal GKNN. Hahaha...kali ini serius deh.

Sejak awal berkenalan dengan seri ini, cerita yang di dalamnya selalu menjadi bahan diskusi yang menarik antara saya dan Veve. Yang dominan atau yang menjadi hot topic, biasanya tentang geng teman di sekolah atau tentang gosip siapa yang naksir siapa.

Saya sudah menduga kalau topik tentang Emisi Malam yang muncul di buku 5  cepat atau lambat akan menjadi bahan pertanyaan Veve. Jadi sehari setelah membaca buku 5 ( entah sudah keberapa kali ) inilah pertanyaan-pertanyaan Veve tentang Emisi Malam.

Veve : Mami, berarti semua cowok pasti mengalami Emisi Malam ?
Me : Yup. ( Masih santai )
Veve : Berarti Papi juga dong ?
Me : ( Mulai waspada ) He..eh.
Veve : Kok aku enggak pernah lihat Papi cuci sprei ?
Me : ( Haduh ! ) Ya Papi kan enggak cuci, Mami ya cuci. Lagian kan enggak mesti merembes.
Veve : Loh, kan kaya ngompol gitu kan. Kalau ngompol kan basah semua.
Me : ( Waspada penuh ) Kalau Emisi Malam, cairannya enggak seperti pipis. Sperma itu kental, kaya ingus.
Veve : Ih....jijik.. Berarti kaya cewek ya mami, tiap bulan gitu ?
Me : ( Oo..................) ......... ( jeda agak lama ). Enggak teratur kaya cewek. Bisa aja sebulan, dua bulan, pokoknya kalau kantung sperma penuh, ya udah.
Veve : Manis ya? kok dikerubutin semut
Me : ( Menarik nafas panjang ). Enggak tahu Mami rasanya, tapi sperma kan protein tinggi kaya telur. Tuh telur dikerubutin semut juga kan.
Veve : AAh...Keo itu kaya aku ya ..takut.
Mami : Loh, enggak usah takut. Santai aja, nanti kalau udah waktunya datang, yang datang aja. Itu artinya sehat, normal.
Veve : Kata Karin, sakit. 
Mami : Ada yang sakit, ada yang enggak. Nanti bikin wedang kunir asam, sering minum juga kakak toh.

*********

Sejak mulai bisa membaca, pertanyaan Veve seringkali membuat saya gelagapan sampai harus mengambil  jeda agak lama untuk mikir sebelum menjawabnya. Pertanyaan Veve pertama kali yang membuat saya gelagapan adalah tentang Sunat, yang ditanyakan segera setelah melihat Upin-Ipin. Waktu itu Veve TK B. Mikir agak lama karena harus menjelaskan dengan sesederhana mungkin agar bisa dimengerti anak TK. Jadi jawaban saya waktu itu : Sunat itu supaya lubang buat kencing enggak terhalang kulit, jadi pipisnya lancar. Bravo ! enggak ada pertanyaan susulan. hahaha.

Pertanyaan lainnya yang bikin saya deg-degan juga adalah tentang Homoseksual. Gara-garanya dia  membaca headline koran tentang klub homoseksual dan langsung bertanya apa itu homoseksual. Ini kejadian waktu Veve kelas 1 SD. Duh !  waktu itu saya jelaskan tentang Tuhan yang menciptakan Adam dan Hawa. Laki-laki dan perempuan, dan cerita tentang Nabi Lut. Yang ini juga lewat, enggak ada pertanyaan susulan. Emaknya menarik nafas lega Fiuh !

Veve sudah familiar dengan istilah Menstruasi atau Haid. Mendengarnya tentu dari saya, sejak kecil dia sudah bertanya-tanya apa itu pembalut dan ini dan itu. Penjelasan saya dari tahun ke tahun tentu saja berbeda disesuaikan dengan umur Veve . 
 Beberapa bulan yang lalu di sekolah Veve ada pembekalan tentang alat reproduksi laki-laki dan perempuan,  kelas 5 dan kelas 6 yang mendapatkan pembekalan ini. Kata Veve enggak dipisah, cowok sama cewek. Jadi cowok tahu tentang cewek dan begitu sebaliknya.

Veve bercerita dengan santai . Kalau untuk bagian cewek, Veve sudah tahu sebelumnya, mulai dari perubahan fisik sampai menstruasi, topik -topik ini sering menjadi pillow talk kami . Tapi untuk yang bagian cowok memang menjadi hal baru untuk Veve. Untuk saya juga sih, karena ini juga pertama kalinya saya mendapatkan pertanyaan tentang tanda-tanda puber yang dialami cowok.

Sekali lagi, Keo & Noaki 5 menjadi pembuka bahan diskusi saya dengan Veve. Topik ini jelas bukan topik yang bisa dibicarakan sambil lalu atau ditanyakan oleh seorang anak perempuan. Dan untuk saya, saya senang Veve bertanya. Veve tidak memegang gadget, enggak pernah googling sendiri, selalu saya temani. Saya bersyukur sampai saat ini, Veve menjadikan saya mesin google -nya . Buku Keo & Noaki 5 memang terasa banget aura cowoknya. Meski demikian, buku ini tetap asyik dibaca untuk anak perempuan , bagian emisi malam menjadi bagian penting karena itu memang peristiwa penting bagi anak laki-laki. 

Harapan saya , mudah-mudahan buku ini tidak hanya menjadi bahan pembuka diskusi saya dengan Veve saja. Tapi juga bisa menjadi bahan diskusi para orang tua yang anak-anaknya membaca Keo & Noaki. Berdiskusi dengan orang tua tentu jauuuuuuh lebih baik daripada membiarkan mereka mencari sendiri jawabannya dari sumber lain kan ?
Selanjutnya, menunggu buku 6 yang ditebak Veve akan bercerita tentang Urusan Cewek. Kapan nih Bundaaaa......