Saturday, May 7, 2016

Tips Untuk Single Crafter



Sudah hampir setahun saya kehilangan asisten saya. Mencari asisten baru yang berjodoh itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Susah karena tidak banyak yang telaten mengerjakan printilan seperti ini, sekarang kebanyakan ibu-ibu di sekitar saya lebih suka bekerja di pabrik dengan gaji yang pasti. Enggak borongan seperti kalau membantu saya.
Mau enggak mau, agar aliran dana si rekening lancar terus , saya ya move on. Jalan tanpa asisten, resmi menyandang gelar single crafter.
Mengerjakan orderan tanpa mengabaikan tugas sebagai emak dan istri memang berat, apalagi kalau menerima orderan dengan deadline mepet-mepet. Agar semuanya tugas selesai ditunaikan, ini beberapa tips yang saya lakukan selama ini.

1. Kenali kemampuan Anda.
Dalam sehari, saya paling pol menyelesaikan 1 gross rosebud mini atau 4 lusin gardenia atau 6 -8 lusin rolled/round/rosebud. Jadi sewaktu menentukan jadwal orderan, waktu untuk mengerjakan 1 list orderan saya sesuaikan dengan kemampuan saya, tentu saja saya lebihkan 1-2 hari sebagai hari untuk berjaga-jaga. Walaupun matre akut bin kronis, tetap kendalikan diri ketika menerima orderan ya. Jangan menerima di luar kemampuan kita, karena sekali deadline meleset, nama baik OS juga ikut ternoda.

2. Kerjakan dulu semua urusan domestik
Sebelum mulai nge-craft, saya pastikan dulu semua urusan domestik kelar. Masak, cuci, membersihkan rumah, menyiapkan mainan untuk Tuan Muda, semuanya saya kerjakan lebih dahulu, agar iklan enggak terlalu banyak  ketika sudah mulai bekerja. Saya juga berhenti mengerjakan orderan ketika Papi sudah pulang kerja. Jadi sore sampai malam jam 10, waktu full untuk keluarga. Meladeni Tuan muda membaca, menemani Veve mengerjakan Pe-er, atau ngobrol sama Papi. Makanya dari magrib sampai tengah malam saya off gadget.

3. Lakukan persiapan.
Sebelum maju ke list orderan berikutnya, biasanya saya nyolong waktu barang 15-30 menit untuk menyiapkan list berikutnya.
Misalnya saat ini saya sedang mengerjakan gardenia, list berikutnya adalah rolled rose. Jadi saya break 15 menit bakar-bakar, ganti menggunting pita untuk list berikutnya.

4. Gunakan sosmed sebijak mungkin.
Ini yang susah. Sekali membuka sosmed, paling tidak 1 jam saya habiskan, lebih-lebih kalau ada urusan dengan jualan buku saya.
Selama ini bisa disiasati dengan mengupdate semua sosmed pagi hari. Saya upload perkembangan orderan, mengatur jadwal tayang di Fp, update di instagram, lalu saya tinggal menyapu, menyuap tuan muda, memandikan dia disambi cek ulang paket yang akan dikirim.
Hape tetap on ketika saya mengerjakan orderan. Tapi saya selalu menahan diri untuk tidak membuka sosmed. Yang saya cek hanya BB dan WA. Makanya orderan saya selalu via BBM dan Wa, itu salah satu cara supaya saya enggak tergoda ngintip Fesbuk.

Berhasilkan tips ini diterapkan? enggak....hahaha.. Enggak 100% berhasil, terutama bagian urusan domestik dan sosmed. Memang fleksibel aja sih, asal target diselesaikan dalam satu hari. Kadangkala target saya 4 lusin enggak tercapai di pagi-sore, jadi mau tidak mau malam saya lembur. Atau kadang malah saya gas poll, target terlampaui sebelum hari berakhir. Jadi di sesuaikan saja, makanya ada lebihan 1-2 hari untuk jadwal yang ditentukan bersama customer, jadi enggak terlalu diburu-buru.
Baiklah single crafter, selamat berjuang. Semangat !!!