Saturday, July 23, 2016

INBOX, PLEASE....

Jualan di Fesbuk banyak seninya. Karena enggak berhadapan langsung dengan customer, waktunya suka-suka, belum lagi kucing-kucingan dengan satpol pp Fesbuk ( kalau jualan di wall pribadi di fesbuk ). Haha...

Beberapa hari yang lalu, ada status yang nongol terus di timeline saya. Temanya : Inbox, please...
Tema ini jadi perdebatan panjang setiap waktu, berulang-ulang. Gosipnya sama aja ya tiap-tiap tahun.
Well, IMHO dalam berjualan,  apalagi di medsos, tiap penjual punya rules sendiri-sendiri. Punya alasan sendiri ketika melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan tokonya. Termasuk dalam hal menyantumkan harga.

Ada banyak OS yang  memang  memilih enggak menyantumkan harga ketika sedang promo. Beberapa alasan mereka : Ingin lebih dekat dengan customer ( hehe.. ini alasan yang agak aneh sih ), menjaga perasaan OS lainnya ( hmm...mungkin karena selisih harga  ). Alasan yang menurut saya paling masuk akal adalah,  biar postingannya up dan menarik perhatian. Biasalah, yang penuh rahasia biasanya jadi gula untuk para kepoers.

Tidak mencantumkan harga juga ada resikonya. Resiko paling nyebelin adalah, banyak yang cuma nanya doang, cek dan membandingkan  harga aja karena kepo, bukan karena niat beli.
Buat OS yang punya team. Cara seperti ini ampuh untuk menarik perhatian, apalagi kalau posting di grup yang trafficnya rame. Postingan promonya naik terus karena komen : "Inbox harga", "sudah diinbox", :"cek pesan terfilter", etc..etc...

Salah ? enggak dong. Silahkan aja. Kalau ada yang rese, ya wajar, namanya juga jualan ke orang banyak. Ada yang suka ada yang enggak.
Saya sendiri lebih memilih memberitahukan harga detail, karena saya bukan gadis ( eh..emak ) berkalung hape yang on terus, yang harus stand by buat meng- inbox yang nanya harga.
Selain itu, sebagai customer, kadang males juga kalau harus nunggu inbox lagi dari yang jualan, apalagi kalau slow respon.

Pengalaman saya, kalau promo dengan jelas harga dan detail barang, transaksi biasanya lebih cepat dan potensi closing lebih besar, karena yang menghubungi kita biasanya emang niat beli, enggak ribet dan customer seperti ini biasanya menjadi customer setia.

Mau blind promote atau vulgar promote, pilih sendiri.