Wednesday, August 24, 2016

MENCARI IDE DI LUAR PINTEREST


Crafter yang belum pernah ke Pinterest ayo angkat tangan !
Hihi...pasti enggak ada yang belum pernah ke surga para crafter ini.
Pinterest itu sebenarnya adalah salah satu media sosial. Buat crafter, pinterest ibarat buku pintar, atau googlenya crafter. Bukan buat crafter juga sih, lainnya banyak.  Cari apapun ada deh, mau pola boneka flanel, mau pola rajutan, tutorial beading, tutorial jahit, tas, baju, apaaaaaa... aja ada.
Saya juga sering main ke pinterest, biasanya sih karena nyasar. Awalnya blogwalking, lalu klik..klik..sampailah di pinterest.
Buat yang lagi kering ide, Pinterest adalah sumber ide berlimpah ruah, mau buat craft model apa aja ada. Tapi buat saya, Pinterest adalah tempat nomer satu yang enggak boleh dikunjungi kalau lagi membuat Pururu. Sadar diri aja sih, saya mudah terbawa, walaupun saya enggak pernah bisa duplikasi, tapi kalau untuk Pururu, saya mau yang saya buat adalah pure hasil mikir sendiri (  sok Idealis ).
Bisakah? bisaaaaa.....
Ide enggak hanya datang dari Pinterest aja. Enggak juga harus googling. Ide ada di sekitar kita. Masing-masing crafter punya cara sendiri untuk menggali ide. Saya sendiri lebih suka membaca atau nonton film. Seringnya ide datang karena nonton drama korea. Ini beberapa karya  yang dibuat setelah nonton drama atau membaca buku.




 Baby Healer.
Dibuat karena enggak bisa move on dari Drakor " Healer " yang udah nonton, pasti tahu deh. Saya juga sempat bikin pururu Young Shin.


Ajeng.
As a Diehard Fan Keo-Noaki, semua tentang Keo-Noaki sudah pasti banyak yang saya bikin. Karakternya kuat dan khas. Tiap personel GKNN sudah saya buat semuanya. Stalk aja wall saya deh, tiap hari ada kayaknya ..ha..ha..ha..


 Rosaline.
Ini bukan karena nonton. Tapi karena promo drama berseliweran di Instagram. Saya suka sama artis ini. Wajahnya ayu, sweet, tapi kesannya strong. Waktu itu juga baru selesai membaca Matilda Roald Dahl. Jadilah saya membuat Pururu Rosaline. Gadis cantik gila baca. Cerita lengkap ada di sini



 Ini karena terinspirasi drama Fate to Love You. Di salah satu scene,  pakai baju orange yang simpeeeel banget.


Cutie Pinchu.
Dibuat untuk ikutan Craft Challenge di salah satu grup. Idenya muncul karena ngider di Soompi, melihat fan art gadis korea pakai hanbook yang menggendong gentong di belakang. Jadilah Si Cutie. Karya ini menang lho..setelah saya ikutan selama 3 tahun dan ga pernah menang. Cutie Punchie ini yang memecahkan telur saya.


Raphelia.
Inspirasi dari Soundtrack Gumiho
lagunya itu OST drama korea My Girlfriend is a Gumiho judulnya Fox Rain, yang main Lee seung gi sama ga tau ceweknya siapa. Karena saya ga nge-fans sama Lee Seung Gi.. saya sebenarnya ga terlalu ingat ceritanya. Cuma ingat kalau Gumiho itu siluman rubah yang beekor sembilan. Seingat saya, yang jadi gumiho itu wajahnya polos dan tanpa dosa...jadinya cantik yang sederhana, dari sinilah Raphelia lahir.
Nama Raphelia ini juga terinspirasi dari OST-nya..jadi di lirik lagunya yang terakhir, ada lirik yang simpel..tubi du bi du rafa tubi du bi du rafa tu bidu bidu tu bidu bidu tu bidu bidu rafa.... nah rafa itulah yang akhirnya jadi Raphelia...


Review Bartimeus Trilogy








 Seri 1 : The Amulet of Samarkand
Dikasih Nana bareng sama Lockwood yang seri 2. Karena in English, bacanya luamaaaaa banget. Apalagi banyak istilah baru dan catatan kaki yang sebenarnya bikin pusing.

Dikasih Mei, baru akhir Agustus kelarnya. Baca ini sehari cuma dapet 3-4 lembar, habis kalau enggak dibaca pelan-pelan enggak ngerti . Maklum Enggeris saya  level cekak bin kasta Sudra.
 
Seri 1 ceritanya tentang awal Nathaniel menjadi penyihir. Dijadikan murid dulu sama Mr. Underwood.
Suatu hari karena dipermalukan di depan umum oleh para pejabat temannya Mr. Underwood, jadilah Nathaniel ini dendam. Karena pinter, Nathaniel memanggil Jin untuk mewujudkan balas dendamnya itu. Bukan Jin ecek-ecek, yang dipanggilnya itu Bartimeus. Konon, menurut Barty, ia ( Bartimeus ) itu termasuk Jin papan atas, enggak pantas dipanggil-panggil sama pemula macam Nathaniel. Wkwkwkwk... Jin pede.

Nathaniel ini Broody, mengingatkan saya sama karakter Nathan dan Nata punya Nana. 
Dan cinta mendalam saya persembahkan untuk Bartimeus. Jin ini walau suka bersungut-sungut tapi kerasa banget kemanusiaannya. Gimana dia melindungi masternya ( Nathaniel ) atau bahkan melakukan tugas lebih dari yang dikasih kepadanya. Cerita Bartimeus ini enggak dark dan mistis. Meskipun jadi membandingkan dengan Jin-jin model Indonesia, tapi tetep aja enggak serem. Ada gambar pentakel sama rosemarry, kalau versi Indonesia mungkin kertas jimat sama dupa itu kali ya. 

Oh ya, saya cheating sebenarnya. Baru dapat separuh, saya malah baca yang seri 3 duluan. Reviewnya ada di bawah. 
Sekarang  lagi hunting yang seri 2. Agak susah karena sama OS biasanya dijual sepaket seri 1-3. Yang lepasan masih belum nemu.

Seri 3 : Gerbang Ptolemy

Jadi, ceritanya saya melanggar aturan. Nemu buku Trilogi bartimeus ketiga di rak buku diskon Gramedia, harganya selisih jauh sama yang beredar di online shop, jadi saya beli aja.
Nana bilang, jangan dulu baca yang ketiga. Baca dari awal agar  terasa perkembangan karakternya.

Buku 1 yang dibeliin Nana edisi bahasa inggris. Bahasa Inggrisnya banyak yang kromo inggil pulaaaa..belum lagi ada catatan kaki yang hampir di setiap halaman. Terus terang saya jadi pusing bacanya.

Jadi, waktu mudik, seri ketiga ini yang saya bawa, pikirannya sih enggak mungkin kebaca juga, soalnya jadwal udah penuh dengan acara kunjung sana kunjung sini. Tak tahunya body saya yang udah terbiasa bangun tengah malam, tetap menolak flesibilitas yang saya peritahkan. Tengah malam terbangun di tengah udara gerah yang enggak memungkinkan saya ngecraft, satu-satunya cara agar bisa balik tertidur adalah membaca. Sialnya pilihan ini malah membuat saya terjaga semalaman, lalu bablas.  Malam-malam berikutnya saya habiskan untuk membaca sampai pagi.
Total 3 malam saya habiskan untuk membaca buku ini.

Seperti biasanya, saya suka karakternya. Karakter Bartimeus mengingatkan saya pada Skull di lockwood 2. Suka dengan kitty jones yang enggak menyerah, yang tekun selama bertahun-tahun dan berani mengambil segala resiko.
Nathaniel, well, bunda benar. Sepertinya harus baca dari awal, terutama karena saya penasaran dengan putus sambung hubungan Nathaniel dengan Bartimeus. Sama seperti hubungan dengan sahabat, pertemannan mereka juga mengalami pasang surut. Suka saya.
Endingnya,...hmmm.. itu memang ending yang rasional sih. Walaupun Mr. Stroud harusnya bisa aja membuat nasib Barty dan Nathaniel menjadi lebih baik. Terjebak di dunia lain, pergi ke masa lalu kek atau apa aja gitu.

Sunday, August 7, 2016

AGAR KELAK KARYAMU JUGA DIHARGAI

Sedih.
Mungkin crafter di Facebook udah mulai jenuh ya, crafter-crafter lama sudah jarang beredar lagi di facebook. Saya percaya mereka tetap berkarya, namun sudah enggak seperti dulu lagi yang sering menyemangati lewat postingan di fesbuk.

Banyak crafter baru bermunculan, bagus sih. Yang bikin gerah, makin banyak juga yang rupanya hanya sekedar ingin memuaskan rasa penasaran. Craft is not really their passion.

Jadi belakangan semakin sering nemu postingan yang ngambil foto orang lain, postingan yang ngecrop foto di situs  craft lalu diakui karyanya, postingan yang mengupload hasil paket belajar, tapi tidak menyebutkan sama sekali, siapa crafter penjualnya.

Oke, fine. Kategori plagiat untuk karya craft memang enggak ada. Desain sama, komposisi sama, warna? ( bisakah warna disamakan dalam satu pandangan mata dengan mata lainnya?), bagaimana dengan presisi?
Enggak mungkin suatu karya dibuat sama persis presisi. Makanya enggak bisa disebut plagiat. Paling pol dinyatakan sebagai karya ATM ( Amati Tiru Modifikasi ).

Saya tidak keberatan dengan ATM, yang membuat saya gerah adalah, kalau crafter yang melakukan ATM secara sadar mengakui ide karyanya itu adalah pure dari kepalanya sendiri. How come?

Crafter dengan passion, terlihat sangat jelas dari karyanya. Selalu ada "sidik jari" yang ditinggalkan. Bahkan crafter yang menjual paket belajar. Karena dengan menjual paket belajar, crafter itu mengikutkan stylenya.
Salahkah pembeli paket belajar mengakui kalau hasil paket belajar itu adalah karyanya? TIDAK.
Yang tidak benar adalah mengakui dan mengambil semua pujian itu untuknya. Jujurlah, katakan kalau itu hasil paket belajar, desain bukan punyamu, enggak perlu menyebutkan nama crafternya.

Lain hari, saya terpaksa meng-unfriend seorang crafter yang saya kenal lama. Crafter ini brandingnya melekat sangat kuat. Karyanya simpel , sederhana dan benar-benar handmade, alias enggak perfect. Saya suka. Suatu hari, tiba-tiba saja dia mengupload foto di sebuah grup dan mengakui kalau itu adalah karyanya. Dalam seklai lihat, saya sudah tahu kalau dia berbohong. Style foto yang diupload bukan stylenya, karyanya juga terlalu rumit untuk dia yang cinta sederhana. Benar saja, foto yang diupload diambil dari suatu situs berbahasa Mandarin. Saya sangat sedih. Tidak ingin melanjutkan polemik ( karena ternyata ada crafter lain yang sempat bertanya-tanya ), unfriend saja.

Untuk apa melakukan itu? mengharapkan pengakuan, mengumpulkan pujian. Oh come on, untuk apa mencari saksi dunia dengan perbuatan yang membohongi diri sendiri.
Craftmu itu kamu. Lihat lagi ke dalam dirimu deh, sungguhkah craft itu passionmu?
Kalau iya, mengerjakannya bukan karena ingin diakui, kamu melakukannya karena kamu mencintainya. Mencintainya sampai ke tulang-tulangmu. Dipuji atau tidak, seharusnya kamu enggak peduli.

Proses pertama belajar adalah meniru. Saya pun demikian. Tidak masalah. Asal jangan keterusan jadi mengakui setiap desain adalah pure milikmu.
Please, hargai karya orang lain, agar kelak karyamu juga dihargai. Kalau craft memang passionmu.

Curhat sedih.
No hard feeling.