Saturday, September 3, 2016

Saya Menjiplak atau Terinspirasi ?

Isu yang enggak akan ada matinya.
Mana yang menjiplak? mana yang terinspirasi?
Ada batasannya?
Kalau dalam tulisan, alur, plot, kalimat sama persis, meskipun nama tokoh diganti, jelas sudah bisa disebut plagiat.
Kalau dalam musik, ada 8 bar yang sama dalam suatu lagu, sudah bisa disebut plagiat.
Kalau craft?
Bentuk sama, warna sama, teknik sama, ukuran sama, bahan beda, plagiat?
Bentuk sama, bahan sama, teknik sama, ukuran sama, warna beda, plagiat?
Enggak ada aturan bakunya, enggak ada batasnya.

Crafter belajar dari meniru. Saya juga meniru. Semua orang yang belajar, belajar apapun semua pasti melewati proses meniru.
Awal membuat sesuatu pasti dimulai dari melihat sesuatu.
Hayo ngaku...adakah yang enggak pernah main ke pinterest? adakah yang enggak pernah menyimpan foto karya orang lain? tutorial dari internet?
Tapi kan enggak plek ketiplek, jadi bukan menjiplak. Terinspirasi. Jadi bukan milikmu sendiri kan?
Oke, fine.
Kalau terinspirasi, bolehkah mengakui kalau itu murni miliknya? lalu marah kalau ada yang langsung menjiplaknya ketika sudah dishare?
Buat penjual online, apalagi kalau ternyata hasil karya itu langsung booming. Ini adalah ladang mencari untung.
Langsung diduplikasi seketika itu juga. Mau marah? lah , marah bagaimanapun, karyanya tetap diproduksi, lha wong laku dan jadi duit. Itu hukum alam.

Di dunia ini, enggak ada craft yang benar-benar murni dari karya sendiri.
Nothing new under the sun.
Contoh saja kucing. Seorang crafter membuat bros bentuk kucing. Kucingnya belang pelangi. Matanya besar, ekornya 2. Apakah murni ciptaan dia sendiri? Enggak,  bukan. Pemilik ide Orisinal adalah  Pemilik Hidup. Crafter hanya terinspirasi oleh ciptaanNya. 

Jadi enggak usah membuang-buang energi untuk merasa kesal terus menerus kalau memang ada yang menduplikasi karyamu. Tetap membuat karya baru. Saya percaya pada titik tertentu. Seseorang yang benar-benar menjadikan craft sebagai passionnya akan merasa lelah membuat karya yang mirip orang lain. Ada masanya ingin sekali membuat sesuatu yang benar-benar mewakili dirinya. 
Itu pun saya alami.

Yang bisa dituntut tanggungjawabnya adalah kalau ada yang mengambil foto hasil karya orang lain, lalu diakui itu adalah karyanya, apalagi untuk berjualan.
Enggak ada habisnya kalau merasa kesal. Kesal, yang kesal aja. Enggak usah lama-lama. Mending energinya dibuat untuk membuat karya baru. Jadilah seperti rumput. Dicabut hari ini, tumbuh lagi besok pagi.
Jangan kuatir, follower itu letaknya di belakang. Mereka enggak akan bertahan. Kalau sudah yakin dengan kemampuan sendiri, mending fokus membuat karya baru.

Sekarang soal nama. Saya geli sebenarnya. Oke, sue me. 
Artikel ini saya tulis bulan oktober 2014  klik sini
Awalnya karena bingung aja, kalau lagi promo. Mau dikasih nomer bunga 1,2, dst dari segi bisnis kok tidak ear catching, enggak istimewa, susah kalau branding. Makanya saya kasih nama. Dan itu ngawur saja.
Sebelumnya udah coba digoogling dengan nama macam aplikasi itu. Hasilnya keluar macam-macam mawar dalam segala bentuk. Jadi kesimpulan saya waktu itu, enggak ada yang memberi nama secara spesifik.
Jadi, IMHO, suatu nama apalagi kalau sudah umum dan belum didaftarkan sebagai suatu brand, bukanlah milik seseorang.

Kalau memang ingin melindungi karyamu atau nama karyamu , supaya enggak ada yang niru meski udah diupload di internet ( walau enggak mungkin enggak ditiru ), daftarkan HAKI-nya. Sebelumnya tanyakan pada diri sendiri dulu, bener ini murni "tring" dari otak saya? serius bukan karena melihat atau membaca karya lain ? apa untungnya ngurusin beginian?supaya berhenti ditiru? lalu mau menuntut yang meniru?
Kalau saya daripada membuang energi untuk hal begituan, mending bikin karya baru deh.
Branding tiap hari, biar pada tahu karya dan kualitas kita. 

Saya tidak mendukung plagiat, plagiat itu tidak baik, dan salah. Hanya saja ketika menyikapi hal seperti ini, lebih baik diam dulu, berpikir dulu, konfirmasi dulu, jangan langsung marah dan kesal, bertanya kepada diri sendiri lebih dahulu. Berpikir jernih dan bersikap bijak.
No hard feeling ya guys.
Craft on!