Thursday, July 13, 2017

Ngapain saya di Wattpad



Awalnya adalah kepo.
Selanjutnya sakit perut dan frustrasi, semakin ke sini semakin mengerti.
 
Wattpad adalah aplikasi untuk menulis atau hanya untuk membaca. Kurang lebih sama dengan blog.
Awalnya saya beneran kepo dengan apa yang ada di wattpad. Akun pertama saya buat ternyata tahun 2015. Digunakan untuk ngintip. Entah ngintip apa. Sudah lupa :p
Sama juga seperti blog. Semua bebas menulis apa saja. Hanya saja di wattpad ada penggolongan genre.
Wattpad bisa diakses siapa saja tanpa batasan umur. Makanya saya pribadi tidak menyarankan anak-anak, terutama yang dibawah 13 tahun untuk berkeliaran di Wattpad, karena ada banyak cover buku juga tulisan tanpa filter yang bisa diakses tanpa batas. Cerita yang ditulis juga beraneka macam, hal ini bisa dimaklumi karena penulis wattpad bisa jadi adalah seorang yang baru belajar menulis yang membaca tulisan yang tidak berkualitas sehingga tulisannya pun ikutan kacau.

Tidak semua cerita di wattpad kacau dan ngawur. Banyak cerita bagus bahkan lebih bagus dari yang dari yang diterbitkan penerbit mayor, tetapi cerita-cerita ini tenggelam dengan cerita yang populer dengan kualitas yang bleh.
 

Anyway, dari sisi promo dan popularitas, Wattpad bisa menjadi media yang mendekatkan penulis dengan pembacanya. Wattpad juga adalah kolam dengan ikan yang sudah tertarget. Kalau saya memandang dari sisi matre, Wattpad adalah pangsa pasar yang empuk. Makanya sekarang banyak novel terbit berdasarkan cerita yang dipublish di wattpad. Keterkaitan emosi dengan karakter, interaksi penulis dengan pembaca, juga fans yang saling fangirlingan sudah menjadi modal untuk industri buku. Tak heran, beberapa novel wattpad mulai siap-siap difilmkan.
 
Untuk saya pribadi, wattpad adalah tempat berlatih menulis. Pembaca yang serius membaca kadang memberi masukan yang bagus. Bukan hanya dari segi EYD dan EBI tapi juga bagian-bagian dari cerita. 
Dari sisi orang tua. Saya tidak akan mengijinkan anak saya ngider di wattpad tanpa pengawasan. 
Sebenarnya tergantung anaknya masing-masing sih, tapi anak saya cenderung tenggelam kalau tidak diawasi. Makanya dibanding tenggelam dengan smartphone, saya lebih suka dia tenggelam dalam buku bacaan.
 
Pengguna Wattpad masih didominasi remaja yang berumur 13-18 tahun. Tapi saya pernah nemu ada anak yang masih kelas 4 SD menjadi pembaca di situ. Sigh.
Miris setelah tahu alasannya karena ortu lebih suka membelikan kuota daripada membelikan buku.
Alasannya karena kuota bisa digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah, dan anak yang tanpa pengawasan tentu saja jadi bebas keluyuran di dunia maya.
Jadi plis ortu, belikanlah putra-putrimu itu buku. Tidak ada anak yang tidak suka membaca. Asal disediakan dan dipermudah, mereka akan jatuh cinta kok.
 
Saya juga kesal kalau ada penulis yang nyinyirin penulis wattpad. Enggak nunggu jadi penulis wattpad deh kalau mau nulis yang ngawur-ngawur.
Lagian, daripada nyinyir, nyemplunglah ke sana. Kalau kamu merasa tulisanmu sudah suangat buagus. Berikanlah contoh tulisan buagusmu itu. Biar penulis wattpad punya referensi.  Berbagi ilmu toh ga akan membuatmu rugi. Ga usah ribut nyinyir, bergeraklah ikut memperbaiki.

Buat yang pengin tahu seperti apa dan ada apa saja di wattpad. Ngidernya di akun ini aja ya AryNilandari
Jangan ke tempat lain. Di Akun Bunda saja udah buanyak tulisan bagus.
Project terbaru selain Hexotic Cafe dan Write Me His Story, ada Twisted Indonesian Folktale Series
yang isinya cerita dongeng/legenda khas Indonesia yang di-twist.
 
Pandang sesuati dari segala sisi. Kalau ada yang bisa diperbaiki, langsung perbaiki. Ga usah ribut nyinyir dan menyalahkan. Oke! Yes!