Posts

( bukan ) Tutorial Bloomy

Image
 Warning Alert! Enggak ada tutorial di sini ya, jadi yang ngarepin tuto model 1,2,3...silahkan balik kucing. Saya akhirnya belajar serius juga bikin ini. Kali ini bukan karena matre. Tapi karena jengkel diinbox melulu minta tutorial bloomy. Lha saya kan belum bisaaaaaaa... Yang inbox biasanya habis nyasar di postingan Gardenia dan Bloomy. Memang kalau googling yang ke detect ya itu. Hihihi... Baiklah, ayo deh, belajar. 2 jam tiap hari ( prakteknya sih enggak sampai 2 jam, karena banyak iklannya ). Cerita aja ya, sama seperti waktu belajar roseburn dulu. Jurus mautnya juga sama, pakai ilmu memandang. Yang baru kenal saya, saya tutophobia, jadi kalau lihat tutorial, mata langsung berkunang-kunang. :p Yang mau sekalian belajar, boleh sambil memandang tutorial yang banyak beredar, biar makin ngerti maksudnya. Karena saya matre dan kerehore, saya beli perca sifon kiloan, sekilo 15 ribu. Tujuannya sih biar dapat macam-macam sifon dan warna, enggak satu jenis aja. Dapat ...

Berduka

Berduka. Sepanjang siang sampai dini hari tanggal 3 Mei, wall di FB masih di dominasi dengan ucapan berduka atas perginya Mb. Budi IIn Indriyani. Saya tidak kenal dekat dengan mb. Iin. Hanya duluuuuu...sewaktu grup crafter masih  beberapa yang mendominasi dan bros masih belum booming, waktu itu sesama crafter masih dalam suasana saling menyemangati, saya dan teman-teman seangkatan masih sering berinteraksi dengan beliau lewat postingan di grup. Saya paling ingat bagaimana mb. IIn membranding Keimosh. Selalu disertakan keterangan kalau Keimosh full jahit, setiap kali share, beliau selalu mengingatkan untuk mengeksplorasi kelebihan karya masing-masing. Saya juga ingat, bagaiman mb. Iin dengan rendah hati mengatakan, bahwa memang tidak mungkin suatu karya adalah pure pemikiran sendiri, selalu ada inspirasi dari sana-sini, lalu bagaimana beliau mengatakan bahwa tiap crafter punya kelebihan dan ciri khas masing-masing, ada yang bermain di warna, ada yang bermain di komposisi, ada ...

Menginap di Hotel

Image
Ini koleksi Veve. Tanda peserta dari berbagai macam lomba yang sudah diikutinya sepanjang tahun ini. Beberapa kalah , beberapa menang. Sebulan terakhir, Veve jarang sekali mengikuti pelajaran di sekolah, jadwal kegiatannya adalah mengikuti lomba. Mulai dari penyisihan tingkat kecamatan sampai tingkat kota. Lomba yang diikutinya juga bermacam-macam, mulai dari lomba mendongeng sampai lomba pramuka. Anaknya sangat menikmati. Saya sendiri yang kadang uring-uringan. Maklum sebagian besar lomba baru diinformasikan beberapa hari sebelum pelaksanaan. Saya enggak suka berlomba tanpa persiapan, tapi Veve memang ajaib. Kadangkala hanya dengan 3 hari persiapan, Veve sudah pe-de ikut lomba, walau hasilnya tentu saja tidak sama dengan yang berlomba dengan persiapan yang matang, tapi lumayanlah pulang membawa piala.  Dulu, Veve dikenal dengan spesialis juara harapan. Awal-awal mengikuti lomba, di sebagian besar lomba, Veve hanya membawa piala juara harapan. Juara Harapan 1, 2, ata...

KARENA GAGAL BERKREASI

 Setahun belakangan banyak crafter baru yang muncul di medsos . Pertanda baik, katanya berkesenian itu dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan sehingga niat berbuat jahat itu bisa disingkirkan. Haha... Makin banyak kreasi yang dihasilkan, yang jualan juga makin banyak. Bros yang booming sudah hampir 3 tahun ini tetap menjadi idola sebagai item yang paling sering dipromokan. Sayangnya, harga nyungsep juga  ikut menjadi trend. Belum lagi semakin banyak foto-foto yang dicuri dan digunakan untuk promo. Semakin ke sini saya semakin bertanya-tanya. Yang berjualan dengan harga nyungsep itu, benar enggak sih craft itu adalah passionnya? kalau berdagang adalah passionnya, sudah pasti enggak akan membanting harga dengan ngawur seperti itu. Kalau craft adalah passionnya, tidakah ia menghargai buah karya tangan dan jiwanya sendiri? Atau jangan -jangan dia hanya senang dengan hal-hal baru, yang ujung - ujungnya membuat jenuh, bosan lalu gagal berkreatifitas kemudian bal...

Review Undakan Menjerit Lockwood & Co.

Image
Denger Lockwood pertama kali di obrolan grup WA. Pecinta Harpot waktu itu lagi ngobrolin filmnya, entah kenapa obrolan bergeser ke Lockwood. Enggak penasaran juga sih, baru waktu ada IBF di Malang, setelah kecewa sama stand IBF yang enggak oke. Kami ( saya, Veve dan Jevon ) akhirnya ngider deh ke tobuk-tobuk yang dilewati sepanjang perjalanan pulang. Di tobuk terakhirlah, buku ini berjodoh sama saya. Bukunya ada di deretan buku diskon. Harganya jadi sangat lumayan. Sebenarnya yag dijual online ada yang lebih murah. Tapi kalau dihitung sama ongkir ya sama ajalah jatuhnya. Enggak langsung beli, karena memang enggak ada budget buat beli buku. Alias bokek. hehehe. Simpan dulu buat anggaran bulan depan, sekalian beli buku buat ultah Veve. Sampai di rumah, browsing-browsing review, enggak baca banyak-banyak, takut spoiler. Kesan dari browsing sih, Lucy salah satu karakter di buku ini agak mirip-mirip Ella di Ghost Knight . Karakter : Lucy ( POV Lucy ) seorang cenayang, meninggalk...

FAN FICT ( LADY-TOBY )

Lady memainkan ujung kerudungnya dengan gelisah, berkali-kali menarik nafas panjang , sengaja untuk memancing reaksi Toby. Toby menunggu. Tahu kalau Lady tidak akan membuang waktu. " Look, Toby. Aku senang akhirnya kali ini bukan sekumpulan cewek histeris yang mengejarmu. Aku sangat senang kalau kali ini kamulah yang mengejar seorang gadis. Tapi Vivianne? sebaiknya jangan dia" sembur Lady. Toby tertawa kecil, fokus menyetir. " Iya, Aku tahu Vivianne baik, dia juga cantik. Tapi dia itu magnet segala masalah. Dan..." " Emmm Lady, kita bicara lagi nanti.  ikat tali sepatumu, ikat juga ujung kerudungmu ke belakang. Arah jam 9, wartawan sudah menunggumu" potong Toby. Mobil masuk ke halaman Kejaksaan. Ada selusin wartawan yang duduk di teras dan memperhatikan setiap mobil yang masuk. Toby menutup semua jendela. "Haaaishh...dengar ya, aku belum selesai. Stay away from her . OK!" Lady memeriksa lagi tali sepatunya, mengikat ujung kerudung ke bela...

Karena MIKA

Image
Seorang sahabat meminta bantuan saya untuk membelikan mika khusus box. Saya dengan senang hati meng-iyakannya.Toko yang menjual mika ini enggak jauh, hanya 10 menit dari rumah. Jadi saya oke aja. Awalnya saya kira ini mika ukuran panjangnya enggak lebih dari semeter. Tapi ketika cek lagi ke toko, huwaaa.. ternyata panjangnya hampir 1,5 meter. Keriuhan sudah dimulai sejak di toko. Karena beliau nitip 4 meter, mau enggak mau itu mika harus dibeber dulu, soalnya berat, gulungannya baru dibuka dan yang jaga toko itu semua embak-embak. Alhasil, karena tokonya sempit. Kami bawa gulungan mika itu ke teras toko, lantai disapu dulu supaya bersih, barulah mikanya dibeber, hahaha... jadi perhatian orang sepasar deh. ( Toko ATKnya ada di pasar ). Setelah berhasil dipotong, saya bingung gimana cara bawanya? naik motor dengan tuan muda lagi. Mbak penjaga membuatkan tali cangklongan dari rafia supaya bisa saya bawa seperti tas. Smart !, masalahnya itu mika panjaaaaaang....jadi ketika saya ca...