Posts

Qlapa.Com, Pusatnya Produk Handmade Pilihan yang Terkurasi

Image
Selama berbisnis handmade custom order, tipe customer yang paling ngeselin adalah keluarga dan teman dekat. Dua spesies ini terkenal banget dengan aksi nawar yang Afgan dan hobi ngebypass antrian. Mau enggak dikerjain enggak enak karena keluarga dan temen dekat, dikerjain seringkali bikin makan ati deh. Salah satu spesies itu nongol di workshopku a.k.a ruang tamu yang berantakannya ngalahin kapal pecah karena kain dan printilan tersebar di mana-mana. Maria,   sahabat sejak orok datang sambil nyerocos. Begitu masuk, tanpa basa-basi langsung membongkar etalase tempat display produk. Sayangnya, enggak pernah ada ready stock di dalam situ. Maria pun gigit jari. Dengan tampang memelas, cewek itu meminta aku membuat sesuatu, yang penting ada bau-bau etniknya dan asli handmade untuk cinderamata rekanan bosnya. Masih belum cukup memaksa, dia juga menambahkan dua syarat yang bikin aku sebal. Bagus dan cepat. Aku mendelik. Mana ada produk handmade yang dibuat dengan cep...

HOOP-La!

Image
 HOOP-La! itu judul buku tentang embroidery hoops atau midangan bahasa jawanya. Saya sukaaa bikin hoopart. Buku craft impor ini dikasih sama Nana Ai...:p Saya enggak pernah beli buku craft sebenarnya. Karena pasti enggak dibaca. Saya kan tutophobia, langsung puyeng kalau baca step per step. Di buku ini enggak ada steppingnya. Cuma contoh-contoh karya. Pada dasarnya sih Hoop ini sebagai kanvas. Bisa dibikin apa aja. Enggak harus buat sulam. Bisa dibuat karya lainnya.  Bagian tepi hoop juga bisa divariasi. Ada yang dililit sama kain, sama washi-tape atau renda. Ada juga yang dirajut. Selain itu, hoop disini ternyata bisa disambung jadi satu. Dibikin kayak album foto gitu  BTW, masih belum nemu buku hoop dari crafter Indonesia. Bikin gih! Saya? hahaha..entah deh. Masih berharap penerbit bisa lebih mendukung crafter dengan menyediakan jasa foto produk dan stepping. Terus terang, setiap naskah saya selalu mentok di situ. Masak kirim foto yang dijepret pakai...

Jenis Kain Bertekstur untuk Aplikasi

Image
Sumber: Google Di kalangan pengrajin aplikasi untuk bros, kain Ceruti, Diamond Crepe, dan Bubble Crepe menjadi salah satu pilihan utama untuk membuat aplikasi bunga bakar setelah kain sifon dan Asahi yag halus. Kain Ceruti biasanya dipilih sebagai pengganti kain sifon karena lebih tebal dan lebih mudah untuk dibakar. Bahan kain Crepe adalah bahan kain yang mempunyai tekstur kasar mirip kulit jeruk. Bahan kain Crepe ini sering digunakan sebagai bahan hijab atau gamis. Crepe memiliki banyak pilihan tekstur dan jenisnya yang bervariatif. Tekstur paling kasar adalah Bubble Crepe sedangkan yang paling halus adalah Woly Crepe. Selain digunakan untuk bahan hijab dan gamis, aksesori berupa bros juga sering menggunakan kain ini. Yang menjadi favorit para crafter adalah Diamond Crepe dan Bubble Crepe. Kain Ceruti   Sumber: Google Ceruti adalah turunan dari kain sifon. Dibandingkan dengan kasin sifon, kain Ceruti lebih tebal, tidak menerawang dan teksturnya terasa j...

Menjemput Halia

Image
7 Agustus 2017. Hari itu saya nekat lagi. Pergi jauh ke tempat yang belum dikenal, menempuh 18 jam perjalanan. Misinya : Ngambil Teh Halia sama ngembaliin kaos kaki yang dipinjam setahun lalu ( sampai yang punya aja udah lupa). Hahaha... Berangkat dari Malang sekitar jam 5 sore, perkiraan sampai Bandung sekitar jam 9 pagi. Exicted? BANGET! Ga cerita banyak ya, cerita foto-foto aja yang ada. Surprise! sampai di Bandung disambut sama Mie Koclok... Ya ampun, coba kalau sendirian, udah nangis saking kangennya makan yang ini. Hari pertama saya nyaris ga tidur karena langsung persiapkan paket craft yang masih kurang untuk workshop tipis-tipis besok harinya. Cerita gimana seru dan asyik WS ntar di bagian lain deh.  Pepes Dage!!! YAY!!! Hari kedua dibikinin Bibi pepes oncom ini. Hik, baunya, pedesnya, kemanginya.....makan sama nasi panas-panas...nom..nom... Siang sampai sore kami ada di SDHT, bersenang-senang dengan guru yang asyik banget. Pulang dari WS kami sempat ...

Review : Siluet

Image
Judul      : Siluet Penulis   : Resti Dahlan Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tebal      : 208 halaman Galen direkrut Ravana untuk suatu misi rahasia, membawa seorang gadis kembali berkumpul dengan keluarganya. Terdorong keinginannya masuk kampus impian di luar negeri, Galen menerima misi tersebut. Rea, gadis yang merupakan target misi ternyata adalah teman sekolah Kaley, sang adik yang juga seorang atlet renang. Galen menjalani misi rahasia dengan frustrasi karena Rea ternyata tidak mudah ditaklukkan. Rea, gadis penerima beasiswa yang dijuluki Putri Es ternyata menyimpan banyak rahasia. Kaburnya Rea sejak umur 8 tahun ( bukan kabur juga sebenarnya ), hubungannya dengan Alda, kenapa Rea sibuk nyambi kerja sana-sini. Di sisi lain, Galen juga harus memikirkan kalau ternyata Kaley menyimpan dendam terhadap Rea. *********** Saya udah agak ga enak waktu Veve menjerit dari dalam kamar. "Laaaah, kok...

Mencuri Ilmu

Saya punya 2 akun Facebook. Satu akun utama yang separuh temannya target market untuk jualan buku, dan satu akun cadangan yang hampir seluruh temannya adalah crafter. Seminggu belakangan, TL kedua akun seperti neraka buat saya. Isi TL penuh dengan status dan  share berita panas. Bukan lagi masalah Pilkada. Di akun utama, masalah share ini membuat saya berpikir ulang tentang arti penulis. Bukan hanya dari sisi tulisan yang dihasilkan, tapi juga bagaimana pribadi seorang penulis, terutama dalam hal memanfaatkan media sosial. Yang ini biarlah, bukan urusan saya. Urusan saya hanya jualan buku. Titik. Udah tahu serial Keo&Noaki kan? serial yang booming di kalangan anak-anak pra remaja? Saya jual serinya lengkap ya, japri aja langsung ( iklan lewat ). Oke, balik lagi. Di akun cadangan, TL juga panas. Beda kasus tapi juga karena status dan share. Di akun ini, marak status tentang....ya apalagi kalau bukan harga nyungsep dan foto yang diambil buat jualan. Masalah klasik dan beru...

MENARIK NAPAS PANJANG

Setahun kemarin, saya tidak pernah benar-benar menarik napas panjang. Saya terlalu fokus pada satu titik. Dua puluh empat jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Saya  bekerja keras, mencari banyak celah, melakukan bounding, menjaga passion agar semangat tidak hilang. Saya lupa. Lupa kalau manusia itu mudah sekali berubah. Akhir tahun lalu. Tiba-tiba saja semuanya pergi satu per satu. Saya terlena karena terlalu percaya. Bisnis is bisnis. Kalau sudah tidak menguntungkan, tinggalkan. Kalau ada yang lebih baik, ambil. Saya lupa dengan prinsip itu. Saya meletakkan hubungan pertemanan lebih daripada hubungan  bisnis. Silly me. Dan it happened. Jadilah saya mulai dari awal lagi. Sulit. Tentu saja sulit. No back up. No one help. Semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Lupa kalau dulu saya juga membackup mereka kala jatuh. Fine. Mari step back. Pertebal garis batasnya. Jangan lagi melibatkan emosi sekarang. You sell they buy. Kalau mereka sudah tidak butuh, dirimu akan...