Posts

Mencuri Ilmu

Saya punya 2 akun Facebook. Satu akun utama yang separuh temannya target market untuk jualan buku, dan satu akun cadangan yang hampir seluruh temannya adalah crafter. Seminggu belakangan, TL kedua akun seperti neraka buat saya. Isi TL penuh dengan status dan  share berita panas. Bukan lagi masalah Pilkada. Di akun utama, masalah share ini membuat saya berpikir ulang tentang arti penulis. Bukan hanya dari sisi tulisan yang dihasilkan, tapi juga bagaimana pribadi seorang penulis, terutama dalam hal memanfaatkan media sosial. Yang ini biarlah, bukan urusan saya. Urusan saya hanya jualan buku. Titik. Udah tahu serial Keo&Noaki kan? serial yang booming di kalangan anak-anak pra remaja? Saya jual serinya lengkap ya, japri aja langsung ( iklan lewat ). Oke, balik lagi. Di akun cadangan, TL juga panas. Beda kasus tapi juga karena status dan share. Di akun ini, marak status tentang....ya apalagi kalau bukan harga nyungsep dan foto yang diambil buat jualan. Masalah klasik dan beru...

MENARIK NAPAS PANJANG

Setahun kemarin, saya tidak pernah benar-benar menarik napas panjang. Saya terlalu fokus pada satu titik. Dua puluh empat jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Saya  bekerja keras, mencari banyak celah, melakukan bounding, menjaga passion agar semangat tidak hilang. Saya lupa. Lupa kalau manusia itu mudah sekali berubah. Akhir tahun lalu. Tiba-tiba saja semuanya pergi satu per satu. Saya terlena karena terlalu percaya. Bisnis is bisnis. Kalau sudah tidak menguntungkan, tinggalkan. Kalau ada yang lebih baik, ambil. Saya lupa dengan prinsip itu. Saya meletakkan hubungan pertemanan lebih daripada hubungan  bisnis. Silly me. Dan it happened. Jadilah saya mulai dari awal lagi. Sulit. Tentu saja sulit. No back up. No one help. Semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Lupa kalau dulu saya juga membackup mereka kala jatuh. Fine. Mari step back. Pertebal garis batasnya. Jangan lagi melibatkan emosi sekarang. You sell they buy. Kalau mereka sudah tidak butuh, dirimu akan...

Maju Mundur Cantik

Image
Jeng...jeng..akhirnya saya nekad. Mikirnya udah lamaaaaaaa banget. Tapi seperti biasa, saya ga maju-maju. Di awal tahun 2017, untuk sementara inilah tindakan  nekad yang saya lakukan. Awalnya keinginan punya MJ cuma masuk wish list aja. Ga dipikirin serius-serius amat. Barulah di akhir 2016 tiba-tiba jadi keinginan yang menggebu-gebu. Pemicunya ya pasti karena saya gelisah. Dua tahun belakangan saya terlena. Fokus dengan yang lain dan lupa dengan upgrade skill sendiri. Saya terlalu nyaman sebagai crafter aplikasi. Customer langganan sudah rutin memasukkan orderan. Branding aplikasi saya sudah lumayan bagus. Tapi satu hal yang saya lupa atau memang sengaja dilupakan. Pesaing saya, crafter aplikasi lain sudah jauh berlari. Yang satu angkatan dengan saya sudah merambah IG dengan follower luar biasa. Di sisi lain bermunculan crafter baru, membuat aplikasi dengan kualitas yang bagus tapi menjualnya dengan harga yang mengerikan. Bisnis is bisnis. Karena terlalu sering men...

Sandal Jepit Berkelas

Image
Saya pernah menulis tentang sandal jepit, klik  disini Itu sudah 3 tahun yang lalu, permintaan yang simpel dan absurd. Hahaha. Saya cinta sandal jepit. Pakai sandal jepit itu rasanya bebas, jari-jari kaki yang lebar kaya bebek bisa bebas ga harus umpel-umpelan di dalam sandal atau sepatu yang tertutup. Sandal jepit juga ga ada hak-nya, trepes, ga bikin capek kalau harus diajak jalan ke mana-mana. Saya tidak pernah membeli sandal jepit. Maksudnya khusus untuk saya sendiri. Pakai sandal jepit punya Papi aja, atau kalau Veve dapat rejeki dibeliin sandal jepit. Ukuran kaki saya kebetulan sama kaya ukuran kaki Veve. Dulu, jaman masih jadi pengepul barang bekas, sering nemu sandal yang masih bagus, walau agak kusam, tapi kalau dicuci bersih masih bisa dipakai. Kalau lagi beruntung, kadang nemu sandal yang masih gres, mungkin cuma cuil ujungnya jadi di reject, kadang juga nemu sepatu kets yang masih bagus banget. Sandal atau sepatu yang bagus kelihatan dari solnya. Waktu jad...

MENJUAL CINTA ( Part 3 )

Image
REKAP DAN LUPAKAN Rule 1 = Jangan pernah melakukan proses produksi atau pengiriman sebelum uang ditransfer. Peraturan ini adalah harga mati buat OS. Customer membayar dulu, baru produksi dimulai atau barang dikirim. Proses transaksi OS bisa jadi panjaaaaang, seminggu ga closing-closing, atau bahkan dalam satu helaan napas, customer langsung transfer. Untuk jualan saya yang aplikasi, saya biasa memberikan jeda 2-3 hari. Jeda waktu itu untuk mikir, kalau memang cocok ya lanjut transfer, kalau enggak cocok monggo cancel. Jadi di akhir chat , setelah rekap selalu saya sertakan kalimat :  " Ditunggu transferannya sampai tanggal sekian ya kak, lewat dari tanggal sekian kalau tidak ada kabar saya anggap cancel ya" Setelah itu ya , lupakan, jangan lagi dipikirin. Cari customer lain lagi atau bikin ready stok. Seringkali customer ga mematuhi perjanjian itu, kadang tiba-tiba ada 2 minggu kemudian transfer. Yang begini ini bikin jadwal saya kacau balau. Biasanya saya ...

MENJUAL CINTA ( PART 2 )

Image
"Hai Sist, minta list harga aplikasi bunganya dong, makasih ya " "Halo juga, maaf, sista ini golongan apa? Troll? peri? atau minion? Kami cuma melayani nenek sihir berhati emas dengan rambut gelombang yang berkibar-kibar ditiup angin." Krik...krik...krik... Chat di atas mempunyai resiko tinggi dicapture dan disebarluaskan di dunia maya. BTW, ada OS yang begitu? Penasaran. Harusnya dan lazimnya, semua OS enggak memasang tanda "Hanya melayani pembeli golongan tertentu" Siapapun dia, mau Peri, mau Troll, mau Minion, Mau Alien, mau matanya satu, kulitnya ijo, mau dia rambutnya ungu , golongan kanan , kiri, atas, bawah atau whateva lah. Prinsipnya sih dikau mbayar dan kasih alamat lengkap. Kalau saya tambahin satu lagi, manut. Haha. OS ga memilih calon customernya, calon Customer lah yang memilih OS-nya. Etalase OS itu bukan hanya di lapaknya, tapi juga di wall pribadinya. Biasalah, pembeli cerdas kan stalk-stalk dulu wall pribadi. Ini lagi ngomong...

MENJUAL CINTA ( Part 1 )

Image
Jualan cinta ? Iya dong. Semua produk yang saya jual selalu ada cinta di dalamnya. Eaaaa..... Beberapa waktu yang lalu ada yang minta diajarin  jualan. Lah apanya yang mau diajarin? Mau jualan, ya jual aja. Teknik berjualan banyak di Google. Bukan pelit , saya sendiri aja masih tertatih-tatih jualan di internet. Sampai sekarang cuma bisa jualan tradisional aja , tak lain dan tak bukan karena saya OS kere, hahaha... dana untuk iklan berbayar mah masih belum masuk anggaran. Tapi kalau ditanya apa yang perlu disiapin, selain hape atau lappy atau apapun supaya bisa online ya harus cinta dengan yang dijual, dan cintanya harus cinta buta. Saya mulai berjualan craft 4 tahun yang lalu, awalnya hanya upload di wall Facebook  hasil iseng jahit sisa-sisa flanel buat mengajar dulu, bentuknya bando ada bonekanya. Jangan ditanya gimana penampakannya. Mengerikan :D Eh, kok ada yang komen dan mau pesan. Dari situlah, saya mulai menerima pesanan. Karena modalnya dengkul, alias g...