Saturday, December 26, 2015

2015 : BERTAHAN DAN BELAJAR


Sebenarnya mau menulis tentang Craftainment 2015, tapi gosipnya ternyata sama aja tiap tahun. Masalah harga, jiplak menjiplak, masalah etika., gitu-gitu aja sih. Jadi saya review  kerjaan saya aja tahun ini. Sebagai pengingat , biar tahun depan apa yang harusnya diselesaikan tahun ini bisa segera dilunasi. I hope.. :p

2015 adalah tahun saya bertahan dan belajar. Bertahan sebagai crafter dan belajar tentang banyak hal.

BERTAHAN dan BELAJAR sebagai seorang crafter.
Tahun 2015, saya masih bertahan sebagai crafter aplikasi. Nyaris tidak berhenti ngeroll pita. Bersyukur tetap diberi kepercayaan oleh customer langganan yang rela antri berbulan-bulan. Thanks guys... you're awesome.
Tahun ini juga saya baru belajar membuat Roseburn, baik dari satin maupun dari sifon.
Telat karena trend sudah lari jauh. Tapi selama masih ada broker, semua aplikasi saya rasa tidak akan matinya.


Saya memenangkan satu atau dua ya? lomba craft tahun ini, demi ingin menjajal tantangan. Bagaimanapun perlu juga untuk mengukur kualitas, agar bisa memperbaiki diri ke depannya.

Penjualan lewat medsos rupanya sudah mulai bergeser ke dunia lain. Tahun 2014, Fb dan Fp masih marak dengan crafter yang berjualan. Tahun 2015, para crafter mulai pindah ke instagram, Google + atau line.

Saya masih belum bisa konsisten merawat Fp. Akun instagram ada, tapi ga sempat juga ikutan grup demi LFL, SFS, atau ikut kerokan. Tahun ini praktis saya tidak pernah open PO lama-lama, paling lama 2 hari. Bukan banjir order ya, tapi ga cukup waktu dan tenaga untuk mengerjakan list yang sudah masuk.
I know, saya memang butuh asisten. Jadi wahai asisten yang berjodoh dengan saya..jangan lama-lama mencari jodohmu...

Tahun ini, Saya pertama kali membuat Pururu duplikasi . Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan akan saya lakukan. Tapi GKNN menyihir saya. Keo dan teman-teman membuat saya begitu emosional. Call me crazy, I am crazy.
Dimulai dari bulan April, kali pertama saya berkenalan dengan GKNN, dan bulan-bulan selanjutnya, setidaknya dalam 1 bulan ada 1 yang saya buat. Entah itu dalam bentuk aplikasi atau fan art.
Yang tidak bisa saya lakukan adalah menduplikasi yang sudah dibuat. Jadi hanya hanya 1 seri GKNN. Jangan direquest lagi ya...
Tahun ini saya juga belajar membuat boneka adat. I know, dulu saya bilang tidak akan bisa membuat boneka adat. Tapi customer saya ini sudah menunggu setahun. Sungguh tak elok kalau saya sampai hati menolaknya. Mengerjakan boneka adat memang membuat stress, karena saya tidak terbiasa membuat yang rumit-rumit. Mau diimprovisasi , jelas tidak bisa sembarangan. Tapi ga apa-apa, saya jadi belajar tentang macam-macam renda dan bagaimana membuat hiasan kepala atau hiasan di baju adat .

BELAJAR dan ( MENCOBA ) BERTAHAN sebagai Writer wanna be.
Tahun ini beberapa tulisan saya dimuat di media. Bukan hasil yang membanggakan, karena masih hitungan jari.
Tulisan yang dimuat adalah tulisan saya hampir setahun yang lalu , ada 2 tulisan yang dimuat di BOBO , 1 tulisan di Nusantara Bertutur dan 1 resensi di koran KOMPAS.
Tulisan saya yang lolos untuk web Cerita Rakyat  tayang di tahun ini, juga cerita tentang Unduh-unduh untuk buku antologi yang rencananya akan segera terbit.
Tahun ini  Saya praktis tidak sempat menulis lagi, karena habis waktu untuk loncat ke sana-sini, alasan :p
Ada beberapa tulisan yang dibuat, tapi semuanya mandeg hanya satu-dua paragraf. Lalu hilang mood atau jadi malah tersesat.
Naskah buku kedua saya selesai di bulan Agustus. Sekarang sedang mempertimbangkan apakah harus maju atau lebih baik menjadi penghuni file draft saya. Next time aja ceritanya ya....
Tahun yang tidak produktif sebagai writer wanna be.. hahaha

BELAJAR dari Anak-anak.
Perkenalan saya dengan buku GKNN merubah banyak hal dalam hidup membosankan saya.
Saya akhirnya keluar dari zona nyaman. Berjualan buku tidak sama dengan berjualan barang handmade.

Yang paling membuat stress adalah friendlist saya yang tidak mendukung sebagai pangsa pasar yang sesuai dengan GKNN. Crafter mengikuti saya kemana-mana, bahkan di instagram pun follower masih didominasi oleh crafter. Tahun depan saya ingin melepaskan paling tidak separuh teman crafter saya yang tidak aktif dan menggantinya dengan pangsa pasar yang tepat untuk GKNN .

Berkenalan dengan GKNN membuat saya belajar lagi. Belajar bagaimana sistem penjualan, belajar menghandle promo buku, belajar juga melayani customer yang baru. Anak-anak ini luar biasa, mereka membuat saya kesal, takjub dan bahagia meluap-luap dalam waktu yang bersamaan. Masuk ke dunia mereka membuat saya bersemangat walau tak jarang juga membuat saya kelelahan. Maklum faktor U juga berpengaruh kali ya.. hahaha.
Saya tidak tahu apakah jodoh saya dengan GKNN  masih panjang atau pendek. Yang saya 
tahu hanya saya berusaha semampunya, sekuatnya, belajar apa pun yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran buku ini ke depan. Kalau ditanya kenapa ? bisakah jawabannya hanya karena cinta? lainnya sepertinya tidak penting.

Tahun depan, tahun 2016 harapan saya sederhana : Rekening sehat dan kalau boleh menjadi gendut, tidur lebih dari 4 jam sehari , makan sambil duduk diam, menikmati pagi sambil nyeruput kopi pelan-pelan . Menulis dan membaca lebih banyak, lebih serius  bersama team menghandle promo GKNN,  menemukan asisten yang berjodoh, memantapkan tekad untuk fokus membuat lebih banyak hoopart dan pururu dalam frame ( ga sederhana juga ya.. hahaha )
I wish.




Wednesday, December 23, 2015

Cerita Buku


Sudah  2 tahun lebih buku ini terbit. Saya belum pernah sekalipun  menulis tentang proses kreatifnya.
Sebelum menutup tahun, sebelum sungguhan lupa gimana proses membuatnya, saya ingin menulisnya, paling tidak ada yang bisa saya tinggalkan untuk diingat . Selain ingin menyemangati diri sendiri, mudah-mudahan juga menginspirasi crafter lain yang ingin menerbitkan buku.

Saya lupa kapan buku ini terbit. Sekitar bulan Juni kayanya. See... sue me,
Saya tahu buku ini sudah rilis karena tidak sengaja nemu postingan mb. Ola di grup yang promo buku saya.
Ternyata buku saya sudah terbit 3 hari. Saya sama sekali tidak tahu, tidak ngeh dan tidak ada pula yang mengingatkan saya ( dulu, saya jarang banget buka email ).

Oke, skip bagian lupa-lupa ini...

Berawal dari  Grup H2C yang mengadakan lomba . Saya ikut lomba tutorial. Ga menang, tapi dapat hadiah karena posting paling duluan (rajin :) ). Hadiah lomba untuk pemenang yang paling membuat ngiler adalah pelatihan menulis buku oleh mb. Qiqi sulistyani ( Lisa Tiyani ) . Huhu..siapa yang ga mau coba.
Waktu itu saya hanya berharap mb,. Qiqi mau men-share tentang proses menulis buku secara terbuka.

Beberapa minggu setelah pelatihan menulis buku untuk para pemenang lomba diberikan. Mb. Qiqi men-sharenya secara terbuka di grup... Huhuiiiiiiii..
Ga banyak yang menyambutnya secara antusias. Hanya saya aja kali ya.. hahaha..
Tiap tahap saya ikuti, tiap ada tugas membuat contoh saya kerjakan dengan penuh semangat. 
Mb. Qiqi pulalah yang pada akhirnya mendorong saya untuk mengajukan naskah.
Waktu itu, saya punya jurnal mengajar yang isinya tutorial membuat prakarya untuk anak-anak. Bukan jurnal yang rapi. Hanya ide dan beberapa catatan.
Modal nekad dan dorongan mb. Qiqi, saya maju mengirimkan sinopsis.

Tanggal 14 Agustus. ( hanya tanggal ini yang saya ingat ) Saya ditelpon oleh Mb. Fransiska Arie ( baru sadar semua yang berhubungan dengan urusan tulis menulis  semuanya " Arie "  ( Fransiska Arie, Ayu KhArie, Ary Nilandari , hahaha....* Peace Bunda ..kalau baca ) .
Sinopsis saya di acc, saya katakan kalau saya masih newbie, belum tahu apa dan bagaimana cara menulis buku craft.
Mbak Arie dengan sangat sabar membimbing saya. 
Dimulai  dengan membuat kurang lebih 30 karya yang nantinya akan dipilih.
Lalu lanjut dengan membuat naskah tulisannya , stepping,  pola dan lainnya.
Bagian paling berat adalah ketika harus mempersiapkan  yang akan difoto.
Kalau 1 kreasi ada 6 bagian. berarti untuk 25 karya ada 150 bagian yang harus saya buat.
Kalau ditanya gimana rasanya ? saya lupa.. hahaha..
Yang saya ingat adalah, waktu itu saya hanya tidur 2 jam sehari. Karena Jevon masih setahunan, aktif banget dan saya juga terus menerima orderan.
Begitu semua step sudah dibuat, saya sempat ketir-ketir mengirimnya karena waktu itu Jakarta banjir. Untung saja paket tiba dengan selamat. Setelah itu proses berjalan lancar. Sambil berjalan, saya mengikuti semua  proses yang didiskusikan mb. Arie dengan saya.

Bagian menegangkan juga terjadi ketika harus setor foto. Yang sudah lihat buku saya, pasti tertawa melihat foto profil yang mirip dengan foto KTP dengan bakground bling-bing pula.. *tutup muka *

Jadi ceritanya, saya paling ga nyaman kalau harus foto. Foto baru saya setorkan di hari terakhir deadline. Awalnya pengin foto studio biar keren dikit. Baju sudah disiapkan, tinggal berangkat.
Olala, ternyata hujan turun sangat derass ketika menuju studio. Saya kehujanan sampai basah. Berteduh sebentar, basah kuyup.
Bagaimanapun, foto harus disetor malam itu juga. Tidak ada pilihan lain , harus foto . Tidak mungkin lagi jauh-jauh menembus hujan, jadi kami ( Saya, papi, veve, Jevon masih digendong ) pergi ke studio terdekat. Fine, foto biasa aja dengan bacground putih. pikir saya waktu itu.
Ganti baju dengan baju batik, bye..bye baju cantik...
Waktu tanya ada ga background yang netral. Mas fotografer menunjuk beberapa backgroud. Merah, biru, wisuda, sungai mengalir berhias pohon-pohon di selilingnya, daaaan...hitam dengan bling-bling. Putihnya ga punya mba. Jawab Si Mas.
Okeee...apalah arti sebuah foto. Dari sekian banyak pilihan itu, mau ga mau saya pilih yang bling-bling. Daripada merah,biru, wisuda, dan alam hijau itu .. T_T
Jeng,,jeng.. jadilah foto saya foto model KTP dengan latar bling-bling.
Ga publish di sini, udah ga ada lagi file-nya..entah di mana..
Bagaimana rasanya ketika tahu buku rilis?
Senang pasti, bangga iya. apalagi kalau lihat buku di display di rak Gramedia..

 Berhenti sampai di sini? 
Iya, kala itu saya langsung sibuk mengerjakan orderan. Saya memang payah kalau  disuruh promosikan buku sendiri. Jadi setiap yang nanya selalu saya arahkan ke Mb.Ola yang saya tahu menjual secara online. 
Buku terbit bulan Juni tahun berikutnya.  Hampir setahun prosesnya. Beberapa bulan kemudian baru saya lanjut dengan naskah buku kedua . Cerita tentang naskah buku kedua yang masih struggle ini  menjadi panjang dan lebar, tinggi dan dalam..
Next time ya..

Buat saya , hiruk pikuk menulis buku craft itu menyenangkan . Stress-nya saya nikmati, mulai dari pemilihan karya sampai membuat pola dan stepping, bergadang,  mual dan muntah karena asam lambung naik,  saya suka.
Ketika buku terbit, yang paling saya ingat adalah kata-kata mb. Arie 
" Semoga bukunya bermanfaat untuk anak-anak ya Mba "
Dalem.Itulah tujuan utama menerbitkan buku. Isinya bermanfaat untuk orang lain.

Tantangan menulis buku craft untuk crafter matre seperti saya adalah bagaimana caranya untuk fokus. 
Sejujurnya, uang yang didapatkan dari mengerjakan orderan jauh lebih banyak daripada royalti yang di dapat dari penjualan buku.
Ini sungguhan, crafter yang juga menulis buku pasti tahu. 
Prosesnya juga ga bisa cepat. Harus satu-satu dan memakan waktu. Saya terus terang tertatih-tatih ketika mengerjakan naskah buku kedua.
Kapan terbitnya ? Doakan saja ya. Sedang mengumpulkan kembali semangat dan tekad.
Semangat !




Monday, December 14, 2015

LOVE BOOK : BEHIND THE SCENE



Huhuiiii..setelah Pururu terakhir saya kirim September lalu, rasanya kok hiatus sudah bertahun-tahun ya.. haha lebay.
Ini adalah request seseorang kakak yang dengan semangat meminta saya terus-menerus untuk membuatkan model Pururu dalam frame. Awalnya yang diminta adalah seri GKNN, mana bisa saya membuat lagi. Jadilah si kakak yang sabar menunggu ini pasrah dengan apapun yang mau saya bikin. Rules pertama tentu saja, semuanya suka-suka saya..hahaha..OS egois hihihi..


 Inilah yang pertama saya buat. Ide awalnya adalah membuat seri dapur. Jadi maunya nanti ada 3 pururu yang sedang masak, masing - masing pegang sesuatu. Ini yang jadi pertama. Megang buah-buahan dan sayuran.

 Tapiiiii..oh tapiiii, setelah di setorkan foto teasernya, si kakak yang pesan mendadak request yang sedang membaca buku atau something like that.
Hmmmm...jadinya ga nyambunglah, kalau satunya masak, satunya baca. 
So, temanya ganti deh. Baca buku.
Karakter kedua yang saya buat adalah Nana Ai, :p
Ya yang pertama terlintas di benak saya tentang buku dan sebagainya siapa lagi kalau bukan Si Nana ini.. hihihi..
Bikinnya tengah malam, hasilnya sukaaaaa banget. Nana Ai kelihatan smart, lembut. Aslinya gitu kali ya..
Jadinya seperti Ajeng yang sangat sedap dipandang lama-lama.
Cuma ini karakter yang saya kasih nama. Lainnya ga, soalnya kalau di kasih nama nanti susah melepasnya, ada semacam perasaan ga rela gitu. ( kan udah dikasih tahu kalau saya ini crafter gila ) 


 Karakter ketiga adalah Si Curly. Sejak awal saya sudah bertekad mau bikin curly yang kulitnya gelap. Jadinya ini. Ga maksimal karena kepala kelihatan gede banget. Kata Veve kaya kena Hydrocephallus. Hik.


 Oke, mari direvisi.
Daaannnn...feelnya ga dapet -dapet. Seharian membuat kepala curly berganti-ganti model rambut. Persis seperti ketika membuat Noaki dulu. Yang ini sekitar 6 atau 7-an baru dapet feelnya.


 


 Trio lengkap, apron si kuning dilepas, dan si curly sudah lebih imut dan cute




Lanjut ke property. Rak buku. Ini dibuat dari kotak plastik wadah kartu nama. Main lem aja sama kain katun dan felt. Nanti waktu finishing baru di jahit pinggir-pinggirnya. Setelah itu puyeng ngisi raknya. Bukunya harus dijahit satu-satu. Ga sabaran sebenarnya. Tapi apa kata dunia kalau rak buku enggak diisi buku ?

 

 Property dah siap. Si kuning, Nana Ai, dan si Curly udah pegang property masing-masing. 
Selanjutnya adalah meninggalkan jejak. 
Setiap membuat Pururu, saya selalu meninggalkan jejak saya, entah dari segi konsep atau frame atau warna kesukaan saya.
Kali ini, karena temanya buku, jejak pertama tentu saja kopi. Hahaha..
Baca buku , pegang laptop sambil ngupi ? hmmm asiik kan.



 Jejak kedua adalah buku. Sebagai diehard Fan, meninggalkan jejak cinta tentu wajib. Jadi di buku yang terbuka, saya sulam inisial K dan N. Keo dan Noaki. Maunya sih M dan T. Mami dan Toby. wkwkwkwk..
Tapi mana ada buku yang ceritanya Mami dan Toby ( kelihatan maksa banget sih // plak )




Nah, tuh dah komplit. Laptop, kopi dan buku. Done.
Fiuuuh..lanjutnya adalah bikin tulisan. Maunya bikin sendiri aja, tapi waktunya mepet berkejaran dengan deadline lainnya. Jadilah saya beli aja sticker 3D dan langsung menyesal. Karena..karena..karena.. jadi kalap, beli banyaaaaaak... 
Judul harusnya juga LOVE BOOKS , tapi huruf "S" ternyata ga ada... ya udah deh..BOOK aja..




Hasil akhir sebelum kunci frame., eh sebelum finishing tulisan yang masih menceng-menceng. Hasil akhirnya ga bagus fotonya karena  udah silau kena pantulan mika tutup framenya. Bye sayang-sayangku.