Monday, September 19, 2016

KEO NOAKI #6 : Layang-layang Hati



Kemping = Keseruan.
Tapi apa jadinya kalau ditambah insiden misterius seperti pencurian, sabotase dan kejailan?
Apa jadinya kalau Noaki jadi target si pelaku yang mungkin mendendam?

Tunggu itu belum semua. Formasi 8 bersitegang dengan Triple A. Surat-surat pribadi Formasi 8 yang dikubur secara rahasia telah dibongkar dan dicuripula. Keo dan Toby jadi sering berselisih. Ajeng dan Lady disibukkan dengan urusan cewek. Si Kembar khawatir perkemahan jadi kacau. Dan Sebastien merasa menjadi detektif gagal.

Di tengah semua itu, Noaki harus memberikan tanggapan kepada Keo. Lewat puisinya, Keo telah membuat Noaki super galau. Bagaimana Noaki keluar dari semua kerumitan itu ? Apakah Formasi 8 mampu membuktikan kekuatan persahabatan dan menemukan si pelaku ?


Seri ke-6 Keo&Noaki hanya dijual online dan dicetak terbatas.
Untuk pemesanan silakan hubungi kontak :
pin bb d1215802 / wa 0896 3741 2741





Saturday, September 10, 2016

Berhenti Sebentar

7 September 2016.

Sedang di chat dengan 2  sahabat , dua chat.
Saya tanpa sengaja menyakiti salah satunya.
Tanpa menunggu lama, karma datang menampar saya.
Tepat sasaran.
Mengembalikan saya ke tempat saya seharusnya berada.
So true.
Saya tidak akan pernah bisa menginjak 2 perahu. Salah satunya akan tenggelam, cepat atau lambat.
Atau malah dua-duanya akan menyeret saya masuk ke dalam air.
Enggak usah menulis, jualan saja.
Deg.
Seketika itu perahu saya tenggelam.
I'm quit.
Kacau seketika.
Beberapa teman di BB bertanya, tidak saya jawab. Ada yang sampai mengejar ke WA dan fesbuk.
Terima kasih, I'm fine.
Sepertinya akan berhenti menulis.
Tahu. Mengerti.
Mengapa mendengarkan kata orang lain?
Mengapa percaya kalau kamu enggak bisa.
Ya. Tahu.
Tapi tidak semudah itu. I need time.
Berpikir dan membuat prioritas.
Mana yang harus diutamakan.
Bagaimana kalau saya hanya jalan di tempat?
Bagaimana dengan kewajiban yang lainnya.
Iya. Tahu.
Bisa diatur. Jangan terprovokasi.
Iya. Mengerti.
Bisakah saya diam sebentar? membeku?
Terima kasih, buat yang sudah mendukung.
Silent reader blog yang tiba- tiba muncul menyapa
Menagih postingan baru.
I'm fine.
Tunggu ya
Sebentar
Menata hati dulu
Biar layak dan pantas.

11 September 2016

1 : 42 pm.

Secangkir kopi
6 lusin deadline
Ga elpiji habis
Setumpuk piring kotor

Masih bernapas
Enggak ada yang sakit
Masih ada list yang harus dikerjakan
Masih banyak buku yang harus dijual
Masih besar mimpi yang ingin dikejar

Blessed.


Thursday, September 8, 2016

Project I-1109


 #Fanfict
#Ditulis mulai tanggal 7 September


Seb berlari mendahului Ibby.  Bukit kecil itu sudah di depan mata. Tahun lalu Keo membawa Seb dan Noaki ke sini. Formasi 8 sudah memutuskan kalau bukit ini akan menjadi hadiah yang sempurna  untuk Ibby. Seb tersenyum lebar, mata hijaunya berkelip penuh semangat  membayangkan reaksi Ibby ketika mereka sampai di atas bukit.

"Seb, tunggu!" 

"Ayolah Ib, kakimu panjang, masa tidak  bisa menyusulku, nanti keburu gelap dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa." Seb berhenti, menunggu Ibby mendekat, lalu secepat kilat berlari lagi.
Kemarin, formasi 8 membuat rencana. Ibby pasti tidak  nyaman kalau ulang tahunnya dirayakan dengan banyak orang yang mengelilinginya. Jadi mereka memutuskan Seb saja  yang akan menyelesaikan misi ini.
Sambil berlari, Seb meraba tas ranselnya, titik yang ditandai Keo ada di depan. Seb mengeluarkan kantong kecil dari saku depan ransel, berhenti sebentar lalu menuang isinya ke tanah, menginjak-injaknya lalu membuang ponsel  di dekat situ. Ponsel Seb berwarna merah  menyala, Ibby pasti akan melihatnya.

Seb, menunggu sampai Ibby melihat dia, lalu berlari lagi.

Beberapa meter dari tempatnya berhenti tadi, Seb bersembunyi, mengawasi Ibby yang berjongkok memungut ponselnya, lalu mengorek-ngorek tanah memungut sesuatu. Berhasil! sorak Seb dalam hati.

Next!

"Ibby! ayooooooo!" teriak Seb.

Kali ini ia tidak berlari, menunggu sampai Ibby menyusulnya.

"Ponselmu," Ibby menjitak kepala Seb.

"Kita mau kemana? ini sudah jauh dari gerbang villa," Ibby memandang sekeliling, mengangkat kamera lalu mengambil beberapa gambar.

Seb tersenyum lebar.
"Ikut saja"
Mereka mendaki bukit kecil itu. Matahari sudah condong ke barat, semburat jingga mulai membungkus langit.
Sampai di atas, Seb menahan nafas, menunggu reaksi Ibby.
Seperti yang sudah diduga. Ibby langsung mengangkat kameranya, bunyi halus bidikan kamera yang ditekan berkali-kali sudah mewakili apa yang dirasakan Ibby. Seb mundur, membiarkan Ibby menikmati momen ini. Sama seperti apa yang dirasakan Seb dulu, Ibby pasti terpukau. Langit jingga dengan hamparan karpet bunga tersaji di depan mereka.

"Satu lagi Ib, you're gonna love this. Tunggu di sini," bisik Seb.

Seb berlari ke lembah, menuju salah satu pohon besar di sana. Belajar dari pengalamannya dulu, kali ini Seb memakai topi, ia tidak akan pulang dengan rambut penuh dengan kotoran burung.

Tidak perlu berteriak, suara derap kaki Seb sudah membuat ratusan burung yang hinggap di pohon itu berhamburan. Seketika langit dipenuhi ratusan burung yang beterbangan. Seb memandang ke atas bukit sambil tersenyum lebar. Take that Ib!

Ketika kembali ke atas bukit. Ibby yang masih sibuk dengan kameranya, tidak menyadari kehadiran Seb, membidik apapun yang muncul di depan,  hidup di dunianya .

Seb duduk di atas hamparan rumput tebal, mengeluarkan isi ransel. Sekotak penuh kue dari Lady, tak perlu dilihat, isinya pasti ketan sarikaya. Kartu ukuran besar berisi ucapan selamat yang ditulis tangan oleh semua anggota formasi 8 dan sebuah kotak kayu yang sudah disegel dengan lilin dari Mami. 
Hadiah dari Keo sudah ada di tangan Ibby, mesin jam tangan mekanik yang dibongkar Keo ketika berumur 5 tahun. Ibby pasti suka. Bagian-bagian kecil mesin jam itu akan melengkapi koleksinya.

"Ambil saja, masih banyak yang di simpan Bu Sarti. Dulu aku penasaran bagaimana jam ini bisa bergerak hanya dengan digoyang-goyangkan. Begitu dibongkar,  tidak bisa aku kembalikan. Sebagian nanti aku tebarkan di titik yang sudah aku tandai, bawalah sebagian juga untuk berjaga-jaga."

Seb tiduran menikmati senja, menunggu Ibby selesai dengan kameranya. Suara bidikan kamera masih berbunyi, langit mulai gelap. Hening.  Hanya terdengar gerakan Ibby, suara bidikan kamera , suara kepakan sayap burung yang semakin samar dan desah napasnya sendiri. Beberapa saat kemudian, tidak ada suara lagi. Ibby sudah berhenti.

" Seb! aku sampai lupa apa  yang mau difoto untuk tugasmu." Ibby duduk , memukul kaki Seb.
Seb tidak menjawab. Mission Accomplished.
"Nikmati saja senja ini Ib. Itu ketan sarikaya, termos berisi teh hangat dan hadiah-hadiah dari semua orang yang menyayangimu" 
Seb balas menendang kaki Ibby lalu menunjukkan tumpukan barang yang dikeluarkan dari tas ranselnya.
Ibby meraih kartu, membacanya sekilas. Senyumnya mengembang. Sadar apa yang sudah dilakukan adiknya, mendadak Ibby menerjang Seb dan memeluknya erat-erat. 
"Terima kasih, terima kasih, ini indah sekali," bisiknya.

 joyeux anniversaire Ibby. Je t'aime


#Early Birthday present, karena mungkin tanggal 11-12 enggak bisa full online
#I love you my prince






Saturday, September 3, 2016

Saya Menjiplak atau Terinspirasi ?

Isu yang enggak akan ada matinya.
Mana yang menjiplak? mana yang terinspirasi?
Ada batasannya?
Kalau dalam tulisan, alur, plot, kalimat sama persis, meskipun nama tokoh diganti, jelas sudah bisa disebut plagiat.
Kalau dalam musik, ada 8 bar yang sama dalam suatu lagu, sudah bisa disebut plagiat.
Kalau craft?
Bentuk sama, warna sama, teknik sama, ukuran sama, bahan beda, plagiat?
Bentuk sama, bahan sama, teknik sama, ukuran sama, warna beda, plagiat?
Enggak ada aturan bakunya, enggak ada batasnya.

Crafter belajar dari meniru. Saya juga meniru. Semua orang yang belajar, belajar apapun semua pasti melewati proses meniru.
Awal membuat sesuatu pasti dimulai dari melihat sesuatu.
Hayo ngaku...adakah yang enggak pernah main ke pinterest? adakah yang enggak pernah menyimpan foto karya orang lain? tutorial dari internet?
Tapi kan enggak plek ketiplek, jadi bukan menjiplak. Terinspirasi. Jadi bukan milikmu sendiri kan?
Oke, fine.
Kalau terinspirasi, bolehkah mengakui kalau itu murni miliknya? lalu marah kalau ada yang langsung menjiplaknya ketika sudah dishare?
Buat penjual online, apalagi kalau ternyata hasil karya itu langsung booming. Ini adalah ladang mencari untung.
Langsung diduplikasi seketika itu juga. Mau marah? lah , marah bagaimanapun, karyanya tetap diproduksi, lha wong laku dan jadi duit. Itu hukum alam.

Di dunia ini, enggak ada craft yang benar-benar murni dari karya sendiri.
Nothing new under the sun.
Contoh saja kucing. Seorang crafter membuat bros bentuk kucing. Kucingnya belang pelangi. Matanya besar, ekornya 2. Apakah murni ciptaan dia sendiri? Enggak,  bukan. Pemilik ide Orisinal adalah  Pemilik Hidup. Crafter hanya terinspirasi oleh ciptaanNya. 

Jadi enggak usah membuang-buang energi untuk merasa kesal terus menerus kalau memang ada yang menduplikasi karyamu. Tetap membuat karya baru. Saya percaya pada titik tertentu. Seseorang yang benar-benar menjadikan craft sebagai passionnya akan merasa lelah membuat karya yang mirip orang lain. Ada masanya ingin sekali membuat sesuatu yang benar-benar mewakili dirinya. 
Itu pun saya alami.

Yang bisa dituntut tanggungjawabnya adalah kalau ada yang mengambil foto hasil karya orang lain, lalu diakui itu adalah karyanya, apalagi untuk berjualan.
Enggak ada habisnya kalau merasa kesal. Kesal, yang kesal aja. Enggak usah lama-lama. Mending energinya dibuat untuk membuat karya baru. Jadilah seperti rumput. Dicabut hari ini, tumbuh lagi besok pagi.
Jangan kuatir, follower itu letaknya di belakang. Mereka enggak akan bertahan. Kalau sudah yakin dengan kemampuan sendiri, mending fokus membuat karya baru.

Sekarang soal nama. Saya geli sebenarnya. Oke, sue me. 
Artikel ini saya tulis bulan oktober 2014  klik sini
Awalnya karena bingung aja, kalau lagi promo. Mau dikasih nomer bunga 1,2, dst dari segi bisnis kok tidak ear catching, enggak istimewa, susah kalau branding. Makanya saya kasih nama. Dan itu ngawur saja.
Sebelumnya udah coba digoogling dengan nama macam aplikasi itu. Hasilnya keluar macam-macam mawar dalam segala bentuk. Jadi kesimpulan saya waktu itu, enggak ada yang memberi nama secara spesifik.
Jadi, IMHO, suatu nama apalagi kalau sudah umum dan belum didaftarkan sebagai suatu brand, bukanlah milik seseorang.

Kalau memang ingin melindungi karyamu atau nama karyamu , supaya enggak ada yang niru meski udah diupload di internet ( walau enggak mungkin enggak ditiru ), daftarkan HAKI-nya. Sebelumnya tanyakan pada diri sendiri dulu, bener ini murni "tring" dari otak saya? serius bukan karena melihat atau membaca karya lain ? apa untungnya ngurusin beginian?supaya berhenti ditiru? lalu mau menuntut yang meniru?
Kalau saya daripada membuang energi untuk hal begituan, mending bikin karya baru deh.
Branding tiap hari, biar pada tahu karya dan kualitas kita. 

Saya tidak mendukung plagiat, plagiat itu tidak baik, dan salah. Hanya saja ketika menyikapi hal seperti ini, lebih baik diam dulu, berpikir dulu, konfirmasi dulu, jangan langsung marah dan kesal, bertanya kepada diri sendiri lebih dahulu. Berpikir jernih dan bersikap bijak.
No hard feeling ya guys.
Craft on!

Friday, September 2, 2016

Project WT-2904

 
 
 
Because I miss U ..both of you
#Project WT-2904
 
Mesin cuci itu berputar pelan, gulungan kertas, crayon, gunting , bola, dan beberapa benda yang tak jelas tampak di dalamnya. 
 
Keo memandang Tuan Handy dengan heran. “Apa yang harus kami lakukan sekarang?” “Mami tidak memberitahu kalian?” Tuan Handy balik bertanya. 
 
“Kata Mami, nanti Tuan Handy yang akan mengurus semuanya” jawab Keo. 
 
“Crazy crafter...” gerutu Tuan Handy.
 
“Masukkan semua benda yang kalian bawa untuk ulang tahun sahabat kalian itu ke dalam sini” perintahnya.
Keo, Noaki, Toby, Ajeng, Lady dan Seb maju mengelilingi mesin cuci, masing-masing memasukkan hadiah yang sudah mereka persiapkan untuk ulang tahun Wamena-Timika. 
 
Kaos kaki baru dari Keo , frame scrapbook kecil bergambar formasi delapan dari Noaki , pita biru dari Ajeng untuk Timika, tali sepatu berwarna hijau cerah hadiah dari Toby , poster pemain sepak bola idola Wamena dari Lady , lalu flash disk dari Seb. 
 
Mula-mula mesin cuci berputar perlahan, lama-lama semakin cepat, berderit menjerit-jerit, mengeluarkan bunyi seperti papan tulis yang dicakar-cakar. Keo dan lainnya menutup telinga, tak tahan dengan bunyinya. Beberapa detik kemudian, mesin itu mendadak berhenti . Keo melongok ke dalam, lalu memandang Tuan Handy dengan pandangan bertanya. Di dalam mesin cuci tidak ada yang aneh, semua benda tadi memang hancur berkeping-keping, tapi itu tidak aneh karena mesinnya tadi berputar sangat kencang.
 
“Sudah kuduga, mesinnya sudah rusak. ayo ikut aku.” Tanpa melihat isi mesin cuci, Tuan Handy membuka pintu lain.
Keo, Toby, Noaki, Lady dan Ajeng mengikuti. Seb menyusul sambil mengomel, kesal karena flash disknya hancur sia-sia.
 
Mereka masuk ke sebuah ruangan penuh dengan labu kaca. 
 
“Seperti alat destilasi” bisik Seb. “Kalian lihat tetesan air yang hampir jatuh itu?” Tuan Handy menunjuk rangkaian labu dengan pipa yang berbelit-belit. Di ujung rangkaian itu ada pipa dengan tetesan air yang makin lama makin besar, di bawahnya ada Labu kaca berisi cairan ungu keperakan yang menggelegak, asap putih tipis keluar dari dalamnya. 
 
“Begitu tetesan itu jatuh ke dalam labu, kalian punya waktu sepuluh detik untuk memberikan hadiah untuk sahabat kalian.  Letakkan asaja di pinggir Labunya. Ingat ya, sepuluh detik, lewat dari sepuluh detik, kalian pulang dengan tangan hampa.”
Keo dan lainnya berpandangan, “Hadiahnya sudah hancur tadi! Apa yang harus kami berikan sekarang” seru Seb. 
 
Tuan Handy mengangkat bahu lalu berbalik pergi. 
 
“Ayo cepatlah berpikir teman-teman, tetesannya semakin besar, sebentar lagi jatuh “ kata Ajeng panik.
“Berikan apa saja yang kita bawa sekarang, ikat rambut, peniti, pensil atau apa saja deh” usul Lady. 
 
“Tunggu! Tuan Handy tidak mengatakan tentang suatu benda, mungkin ada mantra yang harus diucapkan” Toby berjalan mondar-mandir, berulang kali melirik tetesan air di ujung pipa. 
 
“ Errr...Sim salabim?” sahut Seb. 
 
“Tidak lucu Seb!” kata Noaki jengkel. 
 
“ Aku tidak mau pulang dengan tangan hampa. Ayo berpikir...berpikir... hadiah untuk Wamena-Timika, apa yang bisa kita berikan untuk Wamena- Timika...tidak harus suatu BENDA “ Keo tersenyum lebar.
Tepat pada saat itu, tetesannya jatuh ke dalam labu.
 
1 detik, 2 detik..
 
“Hadiah kami untuk Wamena- Timika adalah kehadiran kami...” Keo Hadi Wibawanto memulai.
“disaat mereka membutuhkan...”lanjut Noaki Neomarica 
 
5 detik...
“Telinga kami, disaat mereka ingin didengarkan...” ujar Lovelie Ladie
 
“dukungan ketika mereka sedang bersedih.” Ajeng berbisik lirih
 
“saling menjaga...” kata Toby.
 
“satu dengan yang lain.” Seb mengakhiri. 
 
10 detik... 
 
Cairan di dalam labu berdesis, asap tebal muncul dari dalamnya bergulung-gulung memenuhi ruangan, membutakan mata Keo dan sahabat-sahabatnya. Beberapa menit kemudian angin berhembus pelan, membersihkan asap dari pandangan mereka. Tidak ada yang berubah dengan semua labu di dalam ruangan. Labu berisi cairan ungu keperakan sudah hilang. Sebagai gantinya, 2 buah charm perak berbentuk siluet anak kembar laki-laki dan perempuan tergeletak di meja. 
 
Keo mengambil dan mengamatinya. “Lihat, ini” Keo membalik charm itu dan menunjukkan tulisan F-8 yang diukir dengan sangat halus. 
 
“ Ayo pulang! Masih ada waktu untuk membersihkan diri dan membungkus kado ini sebelum tanggal 29 berakhir” ajak Toby. 
 
“Pergilah! Jangan lupa tutup pintunya!” Tuan Handy berteriak, entah dari mana. 
 
“Terima kasih Tuan Handy!” balas Keo sambil berlari keluar diikuti dengan yang lain. Menjelang gelap, Formasi 8 sudah berkumpul di rumah Wamena-Timika, merayakan ulang tahun mereka dengan acara sederhana.
 “Terima kasih teman-teman, hadiahnya indah sekali, sekarang ceritakan apa yang kalian lakukan sepanjang hari. Kami tidak bisa menemukan kalian di mana-mana.” kata Wamena.
 
 Lalu semuanya sama-sama membuka mulut, bercerita bersahutan satu dengan yang lain.
 
 “Seb, aku penasaran, apa isi flash disk yang kau masukkan dalam mesin cuci?” tanya Timika. 
 
 “ Errr... tidak ada isinya, itu flash disk rusak”. Mendengar jawaban Seb, sontak semuanya diam, memandang Seb tak percaya.
 
“Hey! tidak ada yang memberitahuku kalau aku harus membawa sesuatu untuk dimasukkan dalam mesin cuci Tuan Handy. Jadi apa yang ada di sakuku, itu yang aku masukkan” protes Seb. 
 
Lady langsung menghujani Seb dengan cubitan, disusul dengan Timika, Noaki dan Ajeng. Toby tersenyum meraih gitar dan memetiknya pelan. Keo spontan bersenandung. Malam itu perayaan ulang tahun Wamena- Timika ditutup dengan lagu ciptaan Toby yang dinyanyikan Keo dengan merdu. 
 
"Love each other, take care each other, protect each other"
Happy Birthday Wamena-Timika. Wish U All The Best.

Wednesday, August 24, 2016

MENCARI IDE DI LUAR PINTEREST


Crafter yang belum pernah ke Pinterest ayo angkat tangan !
Hihi...pasti enggak ada yang belum pernah ke surga para crafter ini.
Pinterest itu sebenarnya adalah salah satu media sosial. Buat crafter, pinterest ibarat buku pintar, atau googlenya crafter. Bukan buat crafter juga sih, lainnya banyak.  Cari apapun ada deh, mau pola boneka flanel, mau pola rajutan, tutorial beading, tutorial jahit, tas, baju, apaaaaaa... aja ada.
Saya juga sering main ke pinterest, biasanya sih karena nyasar. Awalnya blogwalking, lalu klik..klik..sampailah di pinterest.
Buat yang lagi kering ide, Pinterest adalah sumber ide berlimpah ruah, mau buat craft model apa aja ada. Tapi buat saya, Pinterest adalah tempat nomer satu yang enggak boleh dikunjungi kalau lagi membuat Pururu. Sadar diri aja sih, saya mudah terbawa, walaupun saya enggak pernah bisa duplikasi, tapi kalau untuk Pururu, saya mau yang saya buat adalah pure hasil mikir sendiri (  sok Idealis ).
Bisakah? bisaaaaa.....
Ide enggak hanya datang dari Pinterest aja. Enggak juga harus googling. Ide ada di sekitar kita. Masing-masing crafter punya cara sendiri untuk menggali ide. Saya sendiri lebih suka membaca atau nonton film. Seringnya ide datang karena nonton drama korea. Ini beberapa karya  yang dibuat setelah nonton drama atau membaca buku.




 Baby Healer.
Dibuat karena enggak bisa move on dari Drakor " Healer " yang udah nonton, pasti tahu deh. Saya juga sempat bikin pururu Young Shin.


Ajeng.
As a Diehard Fan Keo-Noaki, semua tentang Keo-Noaki sudah pasti banyak yang saya bikin. Karakternya kuat dan khas. Tiap personel GKNN sudah saya buat semuanya. Stalk aja wall saya deh, tiap hari ada kayaknya ..ha..ha..ha..


 Rosaline.
Ini bukan karena nonton. Tapi karena promo drama berseliweran di Instagram. Saya suka sama artis ini. Wajahnya ayu, sweet, tapi kesannya strong. Waktu itu juga baru selesai membaca Matilda Roald Dahl. Jadilah saya membuat Pururu Rosaline. Gadis cantik gila baca. Cerita lengkap ada di sini



 Ini karena terinspirasi drama Fate to Love You. Di salah satu scene,  pakai baju orange yang simpeeeel banget.


Cutie Pinchu.
Dibuat untuk ikutan Craft Challenge di salah satu grup. Idenya muncul karena ngider di Soompi, melihat fan art gadis korea pakai hanbook yang menggendong gentong di belakang. Jadilah Si Cutie. Karya ini menang lho..setelah saya ikutan selama 3 tahun dan ga pernah menang. Cutie Punchie ini yang memecahkan telur saya.


Raphelia.
Inspirasi dari Soundtrack Gumiho
lagunya itu OST drama korea My Girlfriend is a Gumiho judulnya Fox Rain, yang main Lee seung gi sama ga tau ceweknya siapa. Karena saya ga nge-fans sama Lee Seung Gi.. saya sebenarnya ga terlalu ingat ceritanya. Cuma ingat kalau Gumiho itu siluman rubah yang beekor sembilan. Seingat saya, yang jadi gumiho itu wajahnya polos dan tanpa dosa...jadinya cantik yang sederhana, dari sinilah Raphelia lahir.
Nama Raphelia ini juga terinspirasi dari OST-nya..jadi di lirik lagunya yang terakhir, ada lirik yang simpel..tubi du bi du rafa tubi du bi du rafa tu bidu bidu tu bidu bidu tu bidu bidu rafa.... nah rafa itulah yang akhirnya jadi Raphelia...


Review Bartimeus Trilogy








 Seri 1 : The Amulet of Samarkand
Dikasih Nana bareng sama Lockwood yang seri 2. Karena in English, bacanya luamaaaaa banget. Apalagi banyak istilah baru dan catatan kaki yang sebenarnya bikin pusing.

Dikasih Mei, baru akhir Agustus kelarnya. Baca ini sehari cuma dapet 3-4 lembar, habis kalau enggak dibaca pelan-pelan enggak ngerti . Maklum Enggeris saya  level cekak bin kasta Sudra.
 
Seri 1 ceritanya tentang awal Nathaniel menjadi penyihir. Dijadikan murid dulu sama Mr. Underwood.
Suatu hari karena dipermalukan di depan umum oleh para pejabat temannya Mr. Underwood, jadilah Nathaniel ini dendam. Karena pinter, Nathaniel memanggil Jin untuk mewujudkan balas dendamnya itu. Bukan Jin ecek-ecek, yang dipanggilnya itu Bartimeus. Konon, menurut Barty, ia ( Bartimeus ) itu termasuk Jin papan atas, enggak pantas dipanggil-panggil sama pemula macam Nathaniel. Wkwkwkwk... Jin pede.

Nathaniel ini Broody, mengingatkan saya sama karakter Nathan dan Nata punya Nana. 
Dan cinta mendalam saya persembahkan untuk Bartimeus. Jin ini walau suka bersungut-sungut tapi kerasa banget kemanusiaannya. Gimana dia melindungi masternya ( Nathaniel ) atau bahkan melakukan tugas lebih dari yang dikasih kepadanya. Cerita Bartimeus ini enggak dark dan mistis. Meskipun jadi membandingkan dengan Jin-jin model Indonesia, tapi tetep aja enggak serem. Ada gambar pentakel sama rosemarry, kalau versi Indonesia mungkin kertas jimat sama dupa itu kali ya. 

Oh ya, saya cheating sebenarnya. Baru dapat separuh, saya malah baca yang seri 3 duluan. Reviewnya ada di bawah. 
Sekarang  lagi hunting yang seri 2. Agak susah karena sama OS biasanya dijual sepaket seri 1-3. Yang lepasan masih belum nemu.

Seri 3 : Gerbang Ptolemy

Jadi, ceritanya saya melanggar aturan. Nemu buku Trilogi bartimeus ketiga di rak buku diskon Gramedia, harganya selisih jauh sama yang beredar di online shop, jadi saya beli aja.
Nana bilang, jangan dulu baca yang ketiga. Baca dari awal agar  terasa perkembangan karakternya.

Buku 1 yang dibeliin Nana edisi bahasa inggris. Bahasa Inggrisnya banyak yang kromo inggil pulaaaa..belum lagi ada catatan kaki yang hampir di setiap halaman. Terus terang saya jadi pusing bacanya.

Jadi, waktu mudik, seri ketiga ini yang saya bawa, pikirannya sih enggak mungkin kebaca juga, soalnya jadwal udah penuh dengan acara kunjung sana kunjung sini. Tak tahunya body saya yang udah terbiasa bangun tengah malam, tetap menolak flesibilitas yang saya peritahkan. Tengah malam terbangun di tengah udara gerah yang enggak memungkinkan saya ngecraft, satu-satunya cara agar bisa balik tertidur adalah membaca. Sialnya pilihan ini malah membuat saya terjaga semalaman, lalu bablas.  Malam-malam berikutnya saya habiskan untuk membaca sampai pagi.
Total 3 malam saya habiskan untuk membaca buku ini.

Seperti biasanya, saya suka karakternya. Karakter Bartimeus mengingatkan saya pada Skull di lockwood 2. Suka dengan kitty jones yang enggak menyerah, yang tekun selama bertahun-tahun dan berani mengambil segala resiko.
Nathaniel, well, bunda benar. Sepertinya harus baca dari awal, terutama karena saya penasaran dengan putus sambung hubungan Nathaniel dengan Bartimeus. Sama seperti hubungan dengan sahabat, pertemannan mereka juga mengalami pasang surut. Suka saya.
Endingnya,...hmmm.. itu memang ending yang rasional sih. Walaupun Mr. Stroud harusnya bisa aja membuat nasib Barty dan Nathaniel menjadi lebih baik. Terjebak di dunia lain, pergi ke masa lalu kek atau apa aja gitu.

Sunday, August 7, 2016

AGAR KELAK KARYAMU JUGA DIHARGAI

Sedih.
Mungkin crafter di Facebook udah mulai jenuh ya, crafter-crafter lama sudah jarang beredar lagi di facebook. Saya percaya mereka tetap berkarya, namun sudah enggak seperti dulu lagi yang sering menyemangati lewat postingan di fesbuk.

Banyak crafter baru bermunculan, bagus sih. Yang bikin gerah, makin banyak juga yang rupanya hanya sekedar ingin memuaskan rasa penasaran. Craft is not really their passion.

Jadi belakangan semakin sering nemu postingan yang ngambil foto orang lain, postingan yang ngecrop foto di situs  craft lalu diakui karyanya, postingan yang mengupload hasil paket belajar, tapi tidak menyebutkan sama sekali, siapa crafter penjualnya.

Oke, fine. Kategori plagiat untuk karya craft memang enggak ada. Desain sama, komposisi sama, warna? ( bisakah warna disamakan dalam satu pandangan mata dengan mata lainnya?), bagaimana dengan presisi?
Enggak mungkin suatu karya dibuat sama persis presisi. Makanya enggak bisa disebut plagiat. Paling pol dinyatakan sebagai karya ATM ( Amati Tiru Modifikasi ).

Saya tidak keberatan dengan ATM, yang membuat saya gerah adalah, kalau crafter yang melakukan ATM secara sadar mengakui ide karyanya itu adalah pure dari kepalanya sendiri. How come?

Crafter dengan passion, terlihat sangat jelas dari karyanya. Selalu ada "sidik jari" yang ditinggalkan. Bahkan crafter yang menjual paket belajar. Karena dengan menjual paket belajar, crafter itu mengikutkan stylenya.
Salahkah pembeli paket belajar mengakui kalau hasil paket belajar itu adalah karyanya? TIDAK.
Yang tidak benar adalah mengakui dan mengambil semua pujian itu untuknya. Jujurlah, katakan kalau itu hasil paket belajar, desain bukan punyamu, enggak perlu menyebutkan nama crafternya.

Lain hari, saya terpaksa meng-unfriend seorang crafter yang saya kenal lama. Crafter ini brandingnya melekat sangat kuat. Karyanya simpel , sederhana dan benar-benar handmade, alias enggak perfect. Saya suka. Suatu hari, tiba-tiba saja dia mengupload foto di sebuah grup dan mengakui kalau itu adalah karyanya. Dalam seklai lihat, saya sudah tahu kalau dia berbohong. Style foto yang diupload bukan stylenya, karyanya juga terlalu rumit untuk dia yang cinta sederhana. Benar saja, foto yang diupload diambil dari suatu situs berbahasa Mandarin. Saya sangat sedih. Tidak ingin melanjutkan polemik ( karena ternyata ada crafter lain yang sempat bertanya-tanya ), unfriend saja.

Untuk apa melakukan itu? mengharapkan pengakuan, mengumpulkan pujian. Oh come on, untuk apa mencari saksi dunia dengan perbuatan yang membohongi diri sendiri.
Craftmu itu kamu. Lihat lagi ke dalam dirimu deh, sungguhkah craft itu passionmu?
Kalau iya, mengerjakannya bukan karena ingin diakui, kamu melakukannya karena kamu mencintainya. Mencintainya sampai ke tulang-tulangmu. Dipuji atau tidak, seharusnya kamu enggak peduli.

Proses pertama belajar adalah meniru. Saya pun demikian. Tidak masalah. Asal jangan keterusan jadi mengakui setiap desain adalah pure milikmu.
Please, hargai karya orang lain, agar kelak karyamu juga dihargai. Kalau craft memang passionmu.

Curhat sedih.
No hard feeling.

Saturday, July 23, 2016

INBOX, PLEASE....

Jualan di Fesbuk banyak seninya. Karena enggak berhadapan langsung dengan customer, waktunya suka-suka, belum lagi kucing-kucingan dengan satpol pp Fesbuk ( kalau jualan di wall pribadi di fesbuk ). Haha...

Beberapa hari yang lalu, ada status yang nongol terus di timeline saya. Temanya : Inbox, please...
Tema ini jadi perdebatan panjang setiap waktu, berulang-ulang. Gosipnya sama aja ya tiap-tiap tahun.
Well, IMHO dalam berjualan,  apalagi di medsos, tiap penjual punya rules sendiri-sendiri. Punya alasan sendiri ketika melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan tokonya. Termasuk dalam hal menyantumkan harga.

Ada banyak OS yang  memang  memilih enggak menyantumkan harga ketika sedang promo. Beberapa alasan mereka : Ingin lebih dekat dengan customer ( hehe.. ini alasan yang agak aneh sih ), menjaga perasaan OS lainnya ( hmm...mungkin karena selisih harga  ). Alasan yang menurut saya paling masuk akal adalah,  biar postingannya up dan menarik perhatian. Biasalah, yang penuh rahasia biasanya jadi gula untuk para kepoers.

Tidak mencantumkan harga juga ada resikonya. Resiko paling nyebelin adalah, banyak yang cuma nanya doang, cek dan membandingkan  harga aja karena kepo, bukan karena niat beli.
Buat OS yang punya team. Cara seperti ini ampuh untuk menarik perhatian, apalagi kalau posting di grup yang trafficnya rame. Postingan promonya naik terus karena komen : "Inbox harga", "sudah diinbox", :"cek pesan terfilter", etc..etc...

Salah ? enggak dong. Silahkan aja. Kalau ada yang rese, ya wajar, namanya juga jualan ke orang banyak. Ada yang suka ada yang enggak.
Saya sendiri lebih memilih memberitahukan harga detail, karena saya bukan gadis ( eh..emak ) berkalung hape yang on terus, yang harus stand by buat meng- inbox yang nanya harga.
Selain itu, sebagai customer, kadang males juga kalau harus nunggu inbox lagi dari yang jualan, apalagi kalau slow respon.

Pengalaman saya, kalau promo dengan jelas harga dan detail barang, transaksi biasanya lebih cepat dan potensi closing lebih besar, karena yang menghubungi kita biasanya emang niat beli, enggak ribet dan customer seperti ini biasanya menjadi customer setia.

Mau blind promote atau vulgar promote, pilih sendiri.