Friday, January 29, 2016

I 'm proud that I don't abuse my body...



 * List crafter ini menampar saya , banget *
Saya sakit ( lagi ), doyan bener pamer sakit. Hihi..
Kali ini sakit saya membawa pencerahan. Sayang ya, harus sakit dulu supaya mendapat pencerahan.
Sejak akhir Desember sampai awal Januari, saya rasanya tidak pernah benar-benar tidur. Maksudnya, tidak pernah tidur nyenyak yang tidak bermimpi apa-apa. Selalu terbangun karena mengingat ini itu.

Tumbang karena maag yang meremas perut dan sakit yang mencengkram bagian belakang kepala. Saya tahu saya harus berhenti. Jadi sekali lagi saya cancel  semua orderan . Februari saya kosongkan.
Tidak pergi ke dokter karena tahu ntar yang dilakukan dokter juga pasti pemeriksaan awal. Jadi saya sok pede aja menganalisa apa yang sedang terjadi pada tubuh saya. Saya hanya minta diukur tekanan darah sama Kak Maria sekalian minta obat maag.

" Normal kok , kamu itu kurang gerak Bet " gitu kata Kak Maria setelah selesai memeriksa saya.
WHAT ? kurang gerak ? saya sesak mendengarnya. Perasaan saya tidak berhenti bergerak sejak mata terbuka. Mengerjakan ini itu di sambi ini itu. Ke sana-sini, nyaris tidak pernah makan sambil duduk diam.

Tapi ketika diingat-ingat lagi, Kak Maria ada benarnya juga. Saya hanya bergerak dini hari sampai jam 10. Itu pun hanya jalan ke sana- sini. Kemana-mana saya naik sepeda motor. Jadi ga bergerak juga sebenarnya. Dan rumah saya itu tipe yang 3 langkah sampai. Mau ke kamar mandi 3 langkah, ke dapur 3 langkah, ke depan TV juga hanya 3 langkah. Setelah lepas jam buru-buru, saya biasanya memang hanya duduk mengerjakan orderan atau bahkan ketiduran, jadi memang benar. Saya kurang bergerak.

Selama sakit, saya sadar betapa saya hidup seperti diburu. Saya menentukan target setiap hari yang harus saya capai. Saya mematok batas orderan yang harus saya raih. Bagaimanapun, saya butuh uang. Setiap hari, saya rasanya seperti dikejar deadline. Target yang kadang meleset, ketika numpuk untuk hari berikutnya, saya paksakan kelar. Bergadang ? ya udah setiap hari. Saya tahu, saya menyiksa tubuh saya sendiri.
Sampai di titik ini, saya sadar, betapa lemahnya iman saya. Ini hal lain ya. Begitu takutnya saya kalau Dia tidak akan mencukupkan kebutuhan saya. Betapa sombongnya saya , sehingga tidak percaya akan Kuasa Pemeliharaan-Nya. Banyak yang diberikan-Nya setiap hari. Tidak harus full order untuk merasa bahagia , bersyukur dan merasa terjamin. Saya merasa ditampar. Benar, saya nyaris tidak pernah lagi berjalan-jalan dengan tuan muda ( tugas ini diambil alih oleh veve ), tidak pernah lagi mengorak-ngorek tanah bersama papi, sudah jarang minum kopi secangkir berdua di sore hari. Saya hidup dikejar deadline. Saya kurang bersyukur. So true....

Jadi sejak hari itu, saya lepaskan semua pergumulan , ketakutan, kekuatiran dan meletakkan semua itu di Tangan-Nya. Up to you GOD. Dia yang empunya hidup, kalau saya diijinkan mempunyai banyak kewajiban ( baca = utang ) dalam hidup saya, berati Dia akan memampukan dan membukan jalan bagi saya untuk melunasi semua kewajiban itu. Pasti.
Saya tidak akan menyiksa tubuh saya lagi. Belajar melepaskan kekuatiran dan menjalani hidup dengan bersyukur. Mindset positif setiap pagi, dan bergerak.
Selama sakit, saya menjadi sangat pucat, kuku tangan dan kaki saya ikut menjadi pucat, saya menjadi zombie sungguhan. ha..ha..ha.
Jadi sekarang, setiap pagi, setelah semua urusan domestik selesai, sebelum memandikan tuan muda, saya jogging, keliling gudang selama  satu jam. Lumayan, kalau diukur-ukur kurleb 1 km pp joggingnya.
Saya mulai menetapkan jam tidur yang baru. Selepas magrib, gadget off, tidur jam 8 malam- 1 pagi, lanjut mengerjakan orderan  sampai jam 4 lalu tidur lagi sampai jam setengah enam. Siang saya paksakan tidur dan puasa kopi dulu sampai perut membaik. Hik.

Karena Februari kosong. Saya promo di depan dan mematok customer hanya beberapa. Tidak ingin lagi berkejaran dengan deadline yang mepet-mepet. Selanjutnya ingin bekerja secara cerdas, meski main di pasar grosiran, saya  tetap  mau branding yang lain. Semoga lancar dan dibukakan jalan. Amiin.
Biarlah saya tidak full orderan, asalkan sehat, orderan  cukup untuk melunasi hutang, modal untuk membeli bahan dan ada sedikit untuk menabung, saya bahagia.



Wednesday, January 20, 2016

VIVIANNE DAN TOBY






Tiap Selasa-Rabu sore, ketika saya mengantar anak-anak PPA. Ada seorang cowok yang mirip banget dengan Toby Chen versi SMA. Miriiiiip banget mulai rambut jigraknya sampai mata sipitnya.
Dia selalu duduk di depan pintu utama di Gracia School, mungkin nunggu jemputan. Pengiiiiiin  ambil fotonya, tapi keder..gimana mintanya coba.
Masa tiba-tiba " Hai, boleh minta fotonya? kamu mirip banget sama Toby Chen " langsung dikeplak sama Satpamnya nanti. wkwkwkwk..
Pengin bikin Toby versi dewasa juga, biar bisa disandingkan sama Vivianne. Menunggu si empunya karakter menulis sedikit cerita tentang Toby versi dewasa, jadi baru bisa didapat feelnya.


Melihat dia ( someone yang sedang duduk di Gracia School ), Toby versi gede, saya jadi ingat Vivianne. Pururu yang saya buat yang konek sama Toby.
Awalnya saya hanya in trance karena membuat Vivianne. Lama-lama kok jadi terbayang cerita mereka. Sue me.. saya kan gila. hahaha..


 Vivianne seorang polisi. Dia cenayang. Tinggal di panti asuhan, bukan karena yatim piatu, tapi karena sengaja ditinggalkan. Di malam natal, Vivianne bertemu dengan mimpi buruknya Toby Chen..
Toby adalah teman masa kecilnya yang tidak pernah benar-benar di kenalnya, Toby jugalah yang dulu melindunginya ketika Vivianne hendak diculik.
Vivianne hanya bisa melihat kenangan-kenangan dari orang yang sudah meninggal, ketika bertemu dengan Toby, dia mulai melihat kenangan di masa kecilnya yang  sudah tidak bisa diingatnya lagi.
Kenangan bersama ibunya, kenangan traumatis tentang penculiknya. Malam-malam di mana dia ditinggalkan. Itulah sebabnya mengapa Toby menjadi mimpi buruknya.

Jadinya genre Thriller ini, selain Vivianne, saya juga membuat karakter lain . Ada Andini yang sahabat Vivianne, teman sekamar sewaktu masih tinggal di Panti Asuhan dulu.   Pecinta bunga. Dokter kulit yang baru saja merintis klinik kecantikan. Baginya obat supaya cantik hanya satu. Bersyukur..  Lalu ada  Sunny anak panti asuhan yang fan berat sama Toby.

Dan ini satu dua paragraft yang menjadi status facebook. Saya kumpulkan. Siapa tahu someday bisa bikin full ceritanya. Mudah-mudahan :p

Toby menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Luka di pelipis kirinya mulai terasa nyeri. Tidak usah dijahit kata Andini tadi, minum saja pain killer ini kalau nyerinya membuatmu tidak nyaman. Toby meringis, perutnya mulas dan mengejang mengingat kejadian tadi.
Luka di lengan Vivianne masih membuatnya bergidik ngeri, luka sabetan parang yang membuat lengan kurus itu belumuran darah.

Ponselnya  menjerit-jerit lagi. Bunyi notifikasi masuk bertubi-tubi. Toby berguling, meraih ponselnya.
10 panggilan tak terjawab. 13 sms masuk. Cecilia, Cecilia, Mama, Mama, Wamena, Wamena, Wamena, Wamena.

" Are you out of your mind? meninggalkan acara sepenting ini untuk mengejar seorang gadis yang bahkan kamu enggak tahu namanya ? Balas ! " Wamena.
" I'm going to kill you ! pick up your phone !! " Cecilia.
" Toby, angkat telponnya. Penting " Mama.
" TOBY !!!!! angkat telfonnya !! " Wamena.

Toby menarik nafas panjang. Wamena benar, dia memang sudah gila.  Meninggalkan upacara pernikahan Cecilia hanya untuk mengejar Vivianne yang baru sekali dilihatnya.

Ponselnya berbunyi lagi. Toby menunggu. Hanya 1 sms masuk. Dari Wamena.
" Oke. Fine. 12.01 WIB. 12 Maret 2026. Happy Brithday. Wish U All The Best. We love you. Jangan kabur dan menghilang. Yang suka menghilang itu Seb ". Mau tidak mau Toby tersenyum. Terima kasih, bisiknya lirih.

Dua notifikasi masuk menyusul. Timika dan Lady. Video ?

Timika  seperti ada di sebuah aula, ada beberapa manekin berkalung di kanan-kiri. Timika sedang ada di sebuah pameran perhiasan.
" Toby ! Selamat Ulang Tahun, nyolong waktu nih, Wamena tadi menelfonku, katanya kamu kabur mengejar seorang gadis berkulit pucat. Bawa dia dan kenalkan waktu kita ketemuan di butik Ajeng minggu depan. Kulit pucat bagus pakai warna merah. Kubawakan cabochon berwarna merah untuknya nanti. Oh, hadiahmu! nanti saja kalau ketemuan. Bye Toby, Ibu Mentri sudah datang " . Cepat sekali gosip menyebar , Toby menghembuskan nafas dengan kesal.

Satu lagi video dari Lady. Lady ada di dalam Lift ? Toby mengernyitkan dahi, memicingkan mata , mencoba melihat lebih jelas.
" Hai Toby, seharusnya aku sudah ada di tepi pantai ...., Huhuhu... para wartawan ini mengejarku dan tidak mau melepaskanku sebelum mereka berhasil mewawancaraiku.
Anyway, Selamat Ulang Tahun. Apapun yang kamu lakukan sekarang. Keep up your spirit. Semangat !!! sampai jumpa di tempat Ajeng minggu depan ya. Bawa juga gitarmu, kangen mendengar duet Keo-Toby yang fenomenal itu " Video berakhir . Kali ini siapa yang sedang dibela Lady. Anak itu benar-benar berani melawan arus.

12.11
Notifikasi masuk lagi. Seb.
" Toby, kami mengirim email. Buka sekarang "
Toby beranjak dari tempat tidur, lalu menyalakan laptop.
Seb mengirimkan video.

Keo yang muncul pertama kali .
" Hai buddy, Selamat Ulang Tahun ! mmmm..tadinya aku mau menyanyi untukmu, tapi Seb bilang simpan suara untuk minggu depan di tempat Ajeng. Jadi hadiahnya minggu depan ya. Dan tahu tidak ternyata di sini..."
" Keo ! jangan lama-lama, gantian! " Suara Seb menyela, Keo ditarik mundur. Seb sepertinya bertambah jangkung, jauh melebihi Keo yang dulu paling tinggi diantara Formasi 8. Rambutnya merahnya sudah panjang,  waktunya dipangkas.

" Toby,  Bon anniversaire, en ce jour heureux, beaucoup de bonheur et une longue vie! Aku enggak punya hadiah untukmu nanti ya. Jadi jangan berharap yang macam-macam. Kepulanganku ke Indonesia sudah menjadi hadiah paling mahal untuk kalian  " Katanya. Toby tertawa. Seb masih seperti Seb yang dulu.

" Mundur !" itu suara Noaki. Noaki muncul, cantik dengan kerudung ungu, tersenyum lepas sampai kedua lesung pipitnya terlihat jelas. Hati Toby berdesir. Noaki tampak sangat bahagia.
" Toby, Selamat Ulang Tahun, semoga semua kebahagiaan datang untukmu sepanjang tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Aku sempat membuat ini tadi, bosan mendengar pembicaraan mereka berdua. Kau tahu kelakuan Keo-Seb tetap tidak berubah, sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Noaki berbisik, lalu memperlihatkan sketsa yang dia buat. Sketsa mereka berdelapan, 10 tahun yang lalu, di saung di dekat sekolah.

Hati Toby menghangat, betapa rindunya dia akan masa-masa itu. Bersepeda ke sana-sini, bertukar sandi dengan Noaki di malam hari, berduet dengan Keo tiap kali berlatih memainkan gitar. Dia bahkan rindu masa-masa bertengkar dengan para sahabatnya itu.

" Kami harus pergi, sampai jumpa minggu depan Sahabat !" Suara Keo membuyarkan lamunannya. Seb, Noaki dan Keo berjejalan di layar monitor sambil melambaikan tangan. Video berakhir.

Toby mengambil gitarnya. Memetik dawainya pelan-pelan. Ada sms masuk. Ajeng.
" Selamat Ulang Tahun Toby. Minggu depan pukul 10, aku tunggu ya. Jangan bawa fansmu ke sini, private party." Toby meringis, Ajeng masih kesal karena kejadian bulan lalu.

Sudah hampir pukul 1 dini hari. Luka di pelipisnya bertambah nyeri. Toby merogoh saku jas, mengeluarkan  pain killer yang dibawakan Andini, lalu meminumnya.
Sambil berbaring, dia memetik gitar, memainkan lagu ciptaanya 10 tahun yang lalu. Lagu itu  membawa kenangan manis , Toby tersenyum, bahagia membuncah di dalam hatinya. Saat ini semua bagian di dalam dirinya bergejolak, dan dunia luar sedang berguncang, tapi Toby tahu, apapun yang terjadi , selalu ada sahabat yang akan mendukung dan menolongnya.

Hik...
Kok jadi baperrr...







" Itu dia di sana. Selalu pucat seperti biasa. Bersandar di pintu mobil, terpekur memandangi ponsel di tangan. Toby berhenti sejenak, mengumpulkan kekuatan. Kepalanya pusing dan pandangannya mulai kabur. Sedikit lagi , maaf aku terlambat, maaf membuatmu menunggu, maaf membuatmu kuatir. Maaf Vivianne...maaf . . ._ Toby

 "Meskipun kehadiranmu membuatku mengingat kenangan buruk masa lalu, tapi itu seribu kali lebih baik daripada harus bermimpi buruk karena kehilanganmu "._ Vivianne

 "...dan tanpamu, aku tercekik karena cinta. " Vivianne

 "...seperti angin, aku akan pergi."_ Toby

 "Kali ini denting gitar Toby membuatnya tenang, tidak lagi membawanya tersesat ke dalam kenangan menyakitkan seperti sebelumnya. Vivianne duduk bersandar, memejamkan mata, membiarkan dirinya terhanyut. Tidak melawan rasa kantuk yang datang. Obat biusnya sudah bekerja. Terdengar suara Andini memanggil Toby. Sesaat kemudian tubuhnya menjadi hangat, seseorang membungkusnya dengan selimut tebal, lalu memindahkannya ke atas ranjang. Vivianne bergelung , mencari posisi nyaman lalu tertidur lelap. "

Tuesday, January 12, 2016

Jes du it !




Seumur hidup, saya percaya kalau saya ini ga bisa gambar. Menarik garis aja pasti ga lurusnya, apalagi kalau harus menggambar suatu obyek sedetail-detailnya.
Tapi belakangan, Fan Arts buatan diehard fans sukses memancing saya untuk mengambil pensil dan mulai coret-coret. Fan Arts mereka tentu saja bukan gambaran profesional, tapi tetap istimewa karena dibuat dengan penuh cinta. Klik di sini untuk lihat karya mereka.

Fan arts saya yang pertama adalah ini :
Langsung di protes Veve kaya sekumpulan alien. Apalagi Keo yang mata dan kupingnya lancip. Hiks..
Whateva lah, tapi saya enjoy ketika membuatnya dan senang dengan hasil akhirnya. Lalu fan art lain mulai bermunculan. Ngasal aja sih. Prinsip saya, bikin versi yang sama sekali lain dari ilustrasi kak Dyo biar ga dibandingkan ( Ya iyalah, kalau ada yang membandingkan antara yang amatir sangat dengan  original artist, itu  namanya keterlaluan banget ) .




Ini yang kedua, dibuat karena terinspirasi fan art Hinata-Naruto yang unyu banget.
Ceritanya Keo mau ngasih bunga ke Noaki ( ehem ), tapi Keo-nya malu jadi ngumpet dulu. Hihihi.. Ekspresi Keo di strip terakhir.. hihihi sukak ( memuji karya sendiri )





 


   


 Yang ini, lagi kurang piknik aja sih. Pengin ada yang muji-muji // plak.
 

 


 

  Yang ini lagi mellow-galau....
 


Setelah itu, menggambar jadi terapi yang menyenagkan. Saya akhirnya membuat jurnal craft saya dengan menggambar. Dan itu gambar diri saya, oke juga buat ikon. Wkwkwkwk...
 So, What I'm trying to say is ( Ahmad Dhani mode.on ) jangan takut memulai sesuatu yang baru, apalagi takut dengan batasan dan komentar orang lain. As long as make you happy dan ga ngeganggu orang lain. Just do it !

Saturday, January 9, 2016

Leafie, Lottie dan Jurnal Mami



Saya tepar. Sejak tanggal 20 Desember 2015 sampai awal Januari 2016 sepertinya saya tidak pernah menjamah tempat tidur dengan benar. Haha sok sibuk.
Akibatnya setelah tanggal 1 Januari 2016, badan saya mulai protes. Asam lambung naik, melilit , perihnya ampun.
Mau tidak mau saya harus slow down. Beberapa orderan saya cancel, beberapa saya pending. Memberi waktu mengistirahatkan tubuh. Postingan di Fb  dan Fp tetap saya hidupkan lewat Hootsuite ( tetap mikirin jualan haha ) . Menjauh sementara dari kotak menjahit. Saya berusaha menikmati hari.
Saya tidur agak sorean, walau tengah malam  tetap terbangun. Berusaha makan sambil duduk diam. Biasanya saya makan sambil ngecek ulang alamat, sambil nyapu rumah, sambil balas bb atau inbox. Seperti itulah, mengerjakan satu hal disambi dengan hal lain.
Karena tepar, saya jadi punya banyak waktu untuk membaca, menyelesaikan beberapa buku yang rasanya dibaca berhari-hari kok ga kelar-kelar ya.
Jadi inilah buku yang saya baca selama 2 hari terkapar itu :

Leafie
Buku ini saya beli ketika ngecek stok GKNN akhir Desember. Tertarik karena diskon. Hi..hi..hi..
Ceritanya tentang seekor ayam petelur yang terkurung di dalam kandang sempit dengan sejumlah harapan yang sepertinya mustahil untuk diwujudkan. Tapi suatu hari , ketika dia hampir mati karena putus asa, kesempatan itu datang bersamaan dengan ancaman lain untuk hidupnya. Lepas dari kandang dan pemangsa yang mengincar dirinya, Leafie mulai mengejar mimpi. Menjadi bagian dari keluarga di halaman dan mengerami sebuah telur sampai menetas. Berhasilkah Leafie ?
Saya membaca buku ini dalam sekali berbaring. Bahasanya  sederhana, tapi konflik dan karakternya kuat. Pesannya jelas. Bagian favorit saya adalah ketika Leafie melepas anaknya untuk bergabung dengan bebek yang lain, bagaimana Leafie menjaganya dan mengkhawatirkannya dari jauh, touching. Seperti itulah cinta  seorang ibu terhadap anaknya. 
Dare to dream? Dream and make it happen !


 Buku kedua yang saya selesaikan adalah buku hadiah Nana Ai ( Hai Nana...kalau sempat mampir di sini  :p )
Saya ketinggalan jauh dengan Veve yang sudah mulai membaca ulang beberapa buku kiriman Nana Ai. The Lottie Project ini sudah saya baca sejak awal Desember, Ga selesai-selesai. 
Ceritanya tentang Charlie, Oh I love this character. Charlie yang pe-de cenderung sombong, yang berani, dan tahu benar apa yang diinginkannya. Charlie tinggal hanya berdua dengan Jo. Ibunya.
Konfliknya khas anak sekolah, apalagi kalau bukan tentang guru yang jutek dan teman-teman sekelas yang ini-itu, dibumbui dengan konflik Charlie Vs Jo yang adalah single parent.
Saya suka bagian ketika Charlie yang mengkhawatirkan Robin, Charlie yang merasa bersalah, lalu bagaimana Jo membela Charlie dan menguatkannya. Suka juga scene Charlie yang menangis di sekolah.
Bagaimana Charlie yang akhirnya meminta maaf, lalu apa yang dilakukan untuk menebus rasa bersalahnya. I love it.
Karakter Charlie yang sangat kuat , jelas. Saya suka. Ah baca aja deh. :p 




 Setelah dua hari cuma makan , tidur, dan bernafas dengan normal, mau ga mau harus kembali ke kerjaan. Saya rileks kalau sedang nge-craft, yang membuat tidak rileks  seringkali adalah deadline dan setumpuk hal yang kadang datang tiba-tiba. Stres memang mustahil saya hindari. Jadinya harus ada beberapa menit dalam sehari untuk meredakannnya. Belakangan saya sering menggambar,  membuat fan art, lalu tiba-tiba mulai mencoret-coret apa yang saya kerjakan sepanjang hari. And there you go, jadilah
Jurnal Mami
Mengingatkan saya jaman kuliah dulu ketika membuat Jurnal untuk praktik. Menggambar dan menambahkan keterangan warna-warni. Saya membeli buku sketsa dan mulai menulis project apa yang sudah saya buat. Jurnal jaman kuliah dibuat sebelum praktik. Jurnal saya ini ditulis setelah nge-craft. Kalau dibuat sebelum alias direncanakan apa yang akan dikerjakan, pasti deh hasilnya bakal melenceng jauh. Kebiasaan :p

BUSY BEE
Selama ini, hanya Devi yang memanggil saya Be. Kemarin ada yang memanggil saya Bee. Kik.kik..kik.. ada benarnya sih, kadang saya ngider terus ( Sok ) sibuk , tagging dan nagging..haha Thanks Nana, panggilan sayang yang special, atau saya Ge-er karena Typo? halah...
Anyway, ini saya buat karena merasa merana kalau mengerjakan orderan  bakar-bakar. Mengerjakannya harus fokus. Yang dilihat hanya nyala api, ga bisa disambi yang lain. Jadilah Jurnal tentang CL keeper with No-No
  
OWL PINCHUSION

Ada beberapa tutorial tentang Owl yang lewat di wall FB. Saya sih sudah pasti cuma melihat saja. Sore menjelang waktu bersih-bersih, baru mulai membuat ini. Harus mengulang 2x karena ukurannya ngawur, jadinya ga simetris. Pada dipercobaan ketiga saya  pakai ukuran, baru deh jadi  Si Owl . Ga besar kok, bagus juga sebenarnya untuk gantungan kunci, tapi karena kepalanya model dilipat, kemarin itu bingung mau pasang ring-nya bagaimana.


 Yang ini saya buat malam-malam, karena ada lagi yang bertanya tentang perbedaan kain sifon. BTW, gambar diri saya unik juga kalau dijadikan ikon. Hahaha..
 Jurnal ini akan terus bertambah tiap hari, karena terbukti membuat saya rileks setelah hanya duduk dan mengerjakan orderan. Berharap ada buku craft yang model begini. Bukan model buku craft yang konvensional yang model tutorial itu. Kalau model begini, kelihatan lebih menyenangkan ya..lalu ada yang inbox dan nyeletuk, bikin buku aja Mami.. Mmmmmm.. kayanya masih jauh banget deh. Doakan aja.