Sunday, December 4, 2016

Sandal Jepit Berkelas


Saya pernah menulis tentang sandal jepit, klik disini

Itu sudah 3 tahun yang lalu, permintaan yang simpel dan absurd. Hahaha.
Saya cinta sandal jepit.
Pakai sandal jepit itu rasanya bebas, jari-jari kaki yang lebar kaya bebek bisa bebas ga harus umpel-umpelan di dalam sandal atau sepatu yang tertutup.
Sandal jepit juga ga ada hak-nya, trepes, ga bikin capek kalau harus diajak jalan ke mana-mana.

Saya tidak pernah membeli sandal jepit. Maksudnya khusus untuk saya sendiri. Pakai sandal jepit punya Papi aja, atau kalau Veve dapat rejeki dibeliin sandal jepit. Ukuran kaki saya kebetulan sama kaya ukuran kaki Veve.

Dulu, jaman masih jadi pengepul barang bekas, sering nemu sandal yang masih bagus, walau agak kusam, tapi kalau dicuci bersih masih bisa dipakai.
Kalau lagi beruntung, kadang nemu sandal yang masih gres, mungkin cuma cuil ujungnya jadi di reject, kadang juga nemu sepatu kets yang masih bagus banget.
Sandal atau sepatu yang bagus kelihatan dari solnya. Waktu jadi tukang rosok, sol-sol sepatu atau sandal dipisah dan dikelompokan berdasarkan jenisnya.
Jadi sepatu dan sandal yang mahal, biasanya solnya empuk, ditekuk-tekuk mendal, kalau diiris pori-porinya kelihatan rapat. Sandal atau sepatu bermerk susah melepaskan sol dari bagian atasnya, lemnya sangat kuat, kadang kalau males, saya gunting aja, satu dua biji hihihi.... nanti kalau ga lolos QC, paling juga dikembalikan lagi.

Sol untuk sandal/ sepatu yang ga awet, biasanya keras, kalau dikupas, ada lubang-lubang besar, kalau ditekuk ga bisa mendal, kalau dijual lagi harganya juga murah.
Sandal atau sepatu dari plastik bening harganya kalau dijual lagi solnya lebih mahal daripada sol yang keras, karena bisa didaur ulang untuk macam-macam produk plastik.
Veve dulu girang bukan kepalang kalau nemu sandal-sandal plastik yang lucu-lucu dan berwarna-warni.

Kembali ke sandal jepit berkelas

Sandal ini dibeliin Nana sewaktu ke Jerman.
Sebelum berangkat. Saya udah ribut nitip ini-itu hihihi..
Nitipnya enggak susah-susah amat kok, cuma minta difotoin daun-daun yang gugur sama rumah-rumah tua gaya Victorian, plus nitip sandal jepit yang berkelas , yang masih ada hang tagnya dan ada struknya ( gini kok dibilang ga susah // plak), dan nitipnya juga enggak serius kok, becanda aja, ga tahunya nemu sungguhan haha..

Begitu sandalnya sampai, langsung diklaim sama Veve karena nempel banget di kakinya, kaya lengket dan pas, buat saya malah kegedean dikit. Ya sudahlah, ntar dipakainya gantian.

Tapi sampai sekarang masih disayang-sayang. Mau dipakai kemana-mana kok eman. Sandalnya ringan, enggak ada sambungannya, ciri-ciri sandal mahal. Ya iyalah belinya aja dimana :D
Menunggu momen pas aja kali. Mungkin waktu premier film KeoNoaki, atau pembukaan Kafe atau Distro atau Galeri, atau KeoNoaki'S Shop atau...atau...

Harganya? jangan nanya. Sampai sekarang saya enggak berani mengkonversikan harganya ke mata uang rupiah, takut shock.




Friday, December 2, 2016

MENJUAL CINTA ( Part 3 )



REKAP DAN LUPAKAN

Rule 1 = Jangan pernah melakukan proses produksi atau pengiriman sebelum uang ditransfer.

Peraturan ini adalah harga mati buat OS.
Customer membayar dulu, baru produksi dimulai atau barang dikirim.

Proses transaksi OS bisa jadi panjaaaaang, seminggu ga closing-closing, atau bahkan dalam satu helaan napas, customer langsung transfer.
Untuk jualan saya yang aplikasi, saya biasa memberikan jeda 2-3 hari. Jeda waktu itu untuk mikir, kalau memang cocok ya lanjut transfer, kalau enggak cocok monggo cancel.

Jadi di akhir chat , setelah rekap selalu saya sertakan kalimat :

 " Ditunggu transferannya sampai tanggal sekian ya kak, lewat dari tanggal sekian kalau tidak ada kabar saya anggap cancel ya"

Setelah itu ya , lupakan, jangan lagi dipikirin. Cari customer lain lagi atau bikin ready stok.
Seringkali customer ga mematuhi perjanjian itu, kadang tiba-tiba ada 2 minggu kemudian transfer. Yang begini ini bikin jadwal saya kacau balau. Biasanya saya bilang kalau baru bisa dikerjakan tanggal sekian karena ada yang lagi dikerjain. Kalau mau lanjut, kalau enggak monggo di refund.

Saya sering nyolong start, kerjain dulu orderannya , padahal belum closing.
Nothing to lose karena kalau akhirnya cancel anggap saja ready stok.
Saya juga sering melanggar rule ini, terutama untuk customer yang langganan. Tapi tetap dengan niat bikin ready stok ya, walaupun akhirnya nanti kalau udah selesai, tiba-tiba customer cancel, jangan nelangsa, jangan juga menumpahkan kekesalan ke produknya.

Saya anti melabeli jualan saya dengan produk hit n run.

Korban Hit n Run itu kan pasti imagenya jelek, ngapain memberikan aura negatif ke produk yang kita jual dan dibikin dengan penuh Tjinta dan kasih sayang.
Difoto yang bagus dan jadikan ready stok. Promo terus. Tiap produk ada jodohnya, itu saya percaya.

Kalau buku, karena ga ada proses produksi, saya hanya prioritaskan jam transfer.
Jadi kalau transfer sebelum jam 2 masih bisa milih-milih ekspedisi yang berangkat hari itu.
Bersyukur rumah saya relatif dekat dengan macam-macam ekspedisi, jadi respon untuk buku plus pengiriman tidak pernah lebih dari 2 hari.

lanjut lagi besok....

Wednesday, November 23, 2016

MENJUAL CINTA ( PART 2 )


"Hai Sist, minta list harga aplikasi bunganya dong, makasih ya "
"Halo juga, maaf, sista ini golongan apa? Troll? peri? atau minion? Kami cuma melayani nenek sihir berhati emas dengan rambut gelombang yang berkibar-kibar ditiup angin."
Krik...krik...krik...

Chat di atas mempunyai resiko tinggi dicapture dan disebarluaskan di dunia maya. BTW, ada OS yang begitu? Penasaran.

Harusnya dan lazimnya, semua OS enggak memasang tanda "Hanya melayani pembeli golongan tertentu"
Siapapun dia, mau Peri, mau Troll, mau Minion, Mau Alien, mau matanya satu, kulitnya ijo, mau dia rambutnya ungu , golongan kanan , kiri, atas, bawah atau whateva lah. Prinsipnya sih dikau mbayar dan kasih alamat lengkap. Kalau saya tambahin satu lagi, manut. Haha.

OS ga memilih calon customernya, calon Customer lah yang memilih OS-nya. Etalase OS itu bukan hanya di lapaknya, tapi juga di wall pribadinya.
Biasalah, pembeli cerdas kan stalk-stalk dulu wall pribadi. Ini lagi ngomongin Facebook ya.
Jadi buat para pelapak, statusmu itu jualanmu.
Saya ogah   menulis status yang "menguntungkan" orang lain ( mis : gosip-gosip mencela atau membuat kepentingan orang lain jadi viral), share berita -berita hoax dari Fp yang minta like, share dan komen, atau status yang ngomongin kelakukan calon customer atau customer di wall pribadi ( rules number 3 ).

Saya selalu menarik garis tegas dengan calon customer dan yang nantinya menjadi customer.
Situ beli, saya jual. Situ berhak bertanya sedetail-detailnya, saya wajib menjelaskan sedetail-detailnya.
Mau jenis customer apa aja deh, saya udah pernah dapetin. Mulai dari yang cuma nanya doang, dari yang basa-basi dulu, yang transaksi nanya jawab sampai seminggu ga closing-closing sampai yang ga pake nanya langsung minta no rekening ( udah direkap sendiri plus ongkir dicek sendiri ) di menit itu juga langsung transfer. Kanjeng Dimas, bisa enggak customer yang terakhir ini digandakan?

Kalau ada yang aneh-aneh, ga mungkin saya ga bete atau baper, saya pan manusia juga, emak-emak lagi yang kadang , eh sering sih baper dan sensi. Kalau udah nemu yang aneh-aneh, rasanya pengen cakar-cakar tembok.
Untungnya ini jualan online, jadi bisa ditinggal dulu, ngapain kek sambil mikirin balasan chat yang tajam setajam silet tapi tetap sopan. Huwahahaha.
Chat saya dengan semua customer ga pernah menyimpang dari topik produk saya yang dibeli. Tapi, kadang kala ada juga customer yang menuntut service after sale. Biasanya ini yang beli karena pengin belajar. Saya ga keberatan. Pertanyaan susulan biasanya teknik membuat dan minta dikomenin hasil akhir yang dia buat setelah membongkar barang yang dia beli. Boleh, ayo sini.

Garis tegas itu enggak berlaku untuk pembeli buku.
Sekeras apapun saya step back, selalu balik ke situ-situ lagi.
Saya kerap terlibat emosional kalau lagi jualan buku.
Sapa yang enggak jadi terharu? kalau pembeli buku itu adalah anak-anak, yang harus jual buku koleksinya dulu demi membeli KeoNoaki's Series, yang patungan dulu sama teman-temannya, yang bolak - balik inbox ingentin supaya buku punya dia disimpan karena duit belum cukup.
Belum lagi kalau giliran cek ongkir, dan alamat dia jauuuuuuuh di pedalaman, harga ongkir lebih mahal dari harga bukunya. Sapa coba yang enggak terpengaruh? hik.
Pokoknya kalau urusan buku, saya selalu lemah hati deh.

Bersambung besok lagi yak.


Tuesday, November 22, 2016

MENJUAL CINTA ( Part 1 )



Jualan cinta ?
Iya dong. Semua produk yang saya jual selalu ada cinta di dalamnya.
Eaaaa.....
Beberapa waktu yang lalu ada yang minta diajarin  jualan. Lah apanya yang mau diajarin?
Mau jualan, ya jual aja. Teknik berjualan banyak di Google.
Bukan pelit , saya sendiri aja masih tertatih-tatih jualan di internet. Sampai sekarang cuma bisa jualan tradisional aja , tak lain dan tak bukan karena saya OS kere, hahaha... dana untuk iklan berbayar mah masih belum masuk anggaran.
Tapi kalau ditanya apa yang perlu disiapin, selain hape atau lappy atau apapun supaya bisa online ya harus cinta dengan yang dijual, dan cintanya harus cinta buta.

Saya mulai berjualan craft 4 tahun yang lalu, awalnya hanya upload di wall Facebook  hasil iseng jahit sisa-sisa flanel buat mengajar dulu, bentuknya bando ada bonekanya. Jangan ditanya gimana penampakannya. Mengerikan :D

Eh, kok ada yang komen dan mau pesan. Dari situlah, saya mulai menerima pesanan.
Karena modalnya dengkul, alias ga pernah nyetok bahan baku, jadi saya tidak pernah punya stok. Kalau transfer ya dikerjain, kalau enggak yang udah ( rules number 1 ).

Seiring berjalannya waktu,  friendlist mulai terisi dengan teman-teman crafter. Facebook sangat membantu karena kalau sudah berteman dengan satu orang crafter, Om Mark dengan sangat bersemangat merekomendasikan teman-teman crafter lain yang bisa di-add.
Setelah teman bertambah banyak, saya mulai mencari grup. Grup crafter tentu saja.
Dulu grup crafter tidak fokus untuk jualan, ngumpul aja saling curhat dan saling ngajarin. Jualan ada sih, tapi enggak seru-seru amat jualannya.
Waktu itu flanel masih berjaya, semua produk craft masih dikuasai sama kain satu ini. Jualan saya yang jadi best seller waktu itu bros hijab. Pangsa pasar saya reseller, jadi jualan di grup atau di wall sama-sama punya peluang yang bagus.
Setelah itu lanjut membuat Fp, awalnya sering dianggurin, lama-lama kami di grup saling support mengelola Fp, rajin sebentar, trus males lagi karena udah dikejar deadline melulu.
Selama hampir 2 tahun, saya enggak pernah berhenti menerima pesanan. Pangsa pasar tepat, saya nyemplung di komunitas yang tepat untuk jualan saya.

Setahun yang lalu saya mulai berjualan buku. Cuma 1 judul, tapi saya cinta mati. Cinta mati dan cinta buta. hahaha....
Jualannya juga karena enggak sengaja, just like that.
Dan jualan buku ini sama sekali enggak mudah. Dua puluh eksemplar pertama saya jual dalam waktu seminggu, dengan stres yang luar biasa.
Bukan salah bukunya. Saya frustrasi karena friendlist saya bukanlah pangsa pasar yang cocok untuk bukunya ( Rules number 2 : Jual di pangsa pasar yang tepat ).
Pangsa pasar bukunya sebenarnya  adalah anak-anak usia mulai 9 tahun ke atas, juga semua yang suka baca sih.
Karena friendlist saya sebagian besar adalah crafter, yang lebih tertarik menimbun kain dan sebangsanya, sudah pasti buku ini  paling cuma dilihat sekilas lalu  di scroll aja deh. Hik....
Putus asa? enggak dong.
Bukunya bagus, ceritanya oke. Penulisnya keren. Produknya udah mengkilap, sekarang gimana caranya supaya friendlist saya mulai melirik, paling tidak nanya atau komen kek biar postingannya naik.
Saya mulai meremove teman yang tidak aktif, yang ga ada foto profilnya, OS elektronik, anak-anak alay. Ga bisa sekaligus, pelan-pelan.
Selanjutnya, karena cinta, saya membuat boneka Pururu tiap karakter di dalamnya. Hasilnya? banyak yang inbox, kirain yang saya jual itu buku tutorial bikin boneka. Halaaaah....
Ga pa-pa, paling enggak udah salaman dan udah kenalan, jadi tahu kalau yang saya jual itu Novel, alias buku yang banyak tulisannya, ada ceritanya, bukan buku craft.
Sangat terbantu karena KeoNoaki punya FanPage yang isinya juga oke. Saya yang lebih suka cara tradisional meng-up Fanpage lebih suka likers diraih karena para likers ini benar-benar cinta dan nantinya akan jadi stalker, jadi likers bertambah pelan-pelan itu tidak masalah.
Penjualan langsung naik? Enggak. Hahaha....
Frustrasi? sangat.
Strategi selanjutnya adalah meng-add teman-teman Bunda Ary. Bagian ini bikin saya keder, karena teman-teman Bunda itu kebanyakan adalah penulis, dan Bunda sendiri adalah dewa eh Penulis tingkat dewa, lah siapa saya?
Beneran aja, saya diignore berbulan-bulan, kirain ini OS suka nyepam kali.
Oke, fine gpp. Terus saja promo, branding, pasti nanti ada jalannya.
Jalan mulai terbuka ketika Dhiya, salah satu diehard fans mula-mula mulai komen dan langsung membuat saya terhubung dengan teman-teman Dhiya. Add, add, remove, remove....
Lalu postingan FanPage juga mulai menjadi viral. Saya share ke mana aja, mulai dari grup craft sampai grup jual beli dan grup alumni. Di kick? sering...huwahahaha...
Sangat terbantu karena Bunda sendiri sering melimpahkan pesanan buku kepada saya.
Selanjutnya, sedikit-sedikit KeoNoaki mulai  dikenal, pembaca mulai banyak. Bunda Ary sendiri sangat layak "dijual" . Eh, maksudnya Bunda kan oke banget, di kalangan penulis udah ga ada tandingannya deh, sekarang keluarin aja semua prestasinya. Karena jualan buku enggak sama dengan jualan craft yang mengandalkan bentuk fisik menarik pembeli.
Kan enggak mungkin promoin isi bukunya, spoiler dong. Jadi yang dipromokan karakternya, sekilas ceritanya dan yang penting penulisnya. 

Gimana dengan jualan craft? enggak berpengaruh sih, karena customer sudah menjadi langganan, dan Facebook sejak 2 tahun terakhir bukan lagi pangsa pasar yang tepat buat jualan craft saya. Di facebook kebanyakan yang tertarik cuma cek harga dan nanya tutorial doang. Aplikasi craft seringkali closing dengan customer yang dari instagram dan yang nyasar di blog saya. :D

Lanjut nanti lagi yaa......
Selanjutnya tentang Customer dan Ekspedisi.



Friday, October 14, 2016

Keo&Noaki #6 : Kalau Veve layang-layang, Mami adalah Anginnya


Veve histeris begitu tahu seri 6 datang. Tanpa membuka seragam, masih berkaos kaki, tanpa ijin langsung nyomot 1, masuk kamar.
Baru 10 menit, dia keluar kamar, duduk di dekat saya yang rempong packing. Dengan sengaja ber-uh-ah, berkyaaaa-kyaaaa..., ngikik-ngikik sambil tutup muka dengan buku. Sebel!
Malam itu, tidak ada hal serius yang kami bahas sambil gegulingan di kasur. Kami sibuk bersquee-squee, berkyaa-kyaaa, sambil membahas scene-scene favorit dia ( Akhirnya jadi spoiler buat saya , aaaack....).
Besoknya, saya niatkan membaca sampai ending.
Baru halaman 5, saya sudah mengalami mixed feeling. Seri KeoNoaki, terutama seri genap sering sekali membuat saya " jleb " dengan pemikiran Noaki tentang orang tua. Di seri 6 ini, saya "jleb" berkali-kali. Ketika membaca KeoNoaki series, biasanya saya larut. Ikut menjadi Keo atau Noaki. Ikut merasakan apa yang mereka rasakan. 
Tapi di seri 6 ini, saya mendua. Di satu sisi saya sangat mengerti apa yang dirasakan Noaki. Di sisi yang lain, saya merasa sering, sering banget melakukan apa yang dilakukan Ibu kepada Noaki. Sisi orang tua saya seolah diingatkan tentang apa yang saya rasakan dulu, sisi anak-anak saya seolah ingin mengingatkan agar level kesabaran dan pengertian saya kepada putri ABG saya dinaikkan. 
Ada banyak bab yang membuat terharu. Kuatnya persahabatan Formasi 8 terlihat dari penyelesaian setiap insiden yang menimpa Noaki. Tidak ada karakter yang tidak hidup atau sekedar lewat. Baik itu Formasi 8 atau kakak-kakak yang muncul, baik itu para pembina di camp atau karakter Triple A. Semuanya hidup dan mix blend dalam cerita. 
Ketika saya sudah selesai membaca, Veve masih belum lepas dari seri 6, membacanya ulang. Bukunya masih nempel sama dia. Dibaca sambil ganti baju, sambil makan, sambil nata buku pelajaran , sambil lipat baju, sambil..sambil lainnya.
Malam harinya barulah keluar pertanyaan serius dari dia.
“Mami, kenapa Noaki begini?”
Oh, I love this.
Cerita dalam setiap seri Keo&Noaki selalu menjadi kran yang membuka diskusi serius saya dengan dia. Seri 1-4 menjadi pembuka diskusi kami tentang persahabatan, tentang orang tua, tentang gadget, tentang pilihan-pilihan yang diambil tiap karakter. Seri 5 menjadi pembuka diskusi kami tentang perubahan fisik dan hormon, tentang pubertas, tentang Emisi Malam yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya bahas dengan anak 11 tahun. Anak cewek pula!
Komen serius pertama yang meluncur dari mulut Veve adalah dia merasa LEGA. Lega karena kalau Bunda Ary bisa menuliskan buku yang “dia banget”, berarti ada banyak anak perempuan lain yang mengalami apa yang dia rasakan. Buku ini mewakili perasaan dan kegelisahan dia. 
Ketika dia bertanya kenapa Noaki seperti itu ? , saya tidak menjawabnya. Saya bertanya balik, menurut dia sebaiknya Noaki harus bagaimana.
Saya bertanya, kalau dia sedang mengalami crush pada seseorang, apa yang kamu rasakan? apa yang kamu lakukan?
Kalau sudah mengambil tindakan itu, apa manfaatnya? apa keuntungannya untukmu?
Lalu saya tunjuk deretan piala di atas meja belajarnya. Yang kamu raih itu karena apa? apakah perasaan crush itu membuatmu meraih semua itu? 
Dia diam, Veve mengakui bahwa suka dengan lawan jenis memang bisa menjadi candu, membuat ingin terus melihatnya, menariknya untuk terus berdekatan dengannya ( Veve langsung menunjuk di bab terakhir, bagian Noaki dan magnet ). Saya jawab kalau itu normal, tapi tubuhmu dan perasaanmu bisa kamu kendalikan. Veve mengerti, dia bilang ada jawabannya di penjelasan Tante dokter. Good.
Diskusi kami berlanjut dengan membahas banyak bagian dalam buku . Tentang perasaan suka, tentang pacaran , tentang masa depan, tentang Noaki - Keo.
Hasilnya kami sepakat. Noaki masih 12 tahun, Veve masih 11,5 tahun. Mereka berdua sama-sama masih punya mimpi, masih ingin bersahabat dengan banyak teman yang lain, masih ingin melihat dunia, masih banyak cita-cita yang pasti ingin mereka raih. Veve masih ingin menginap di hotel hasil jerih payahnya sendiri ( haha...), masih ingin menulis buku, masih ini dan itu.
“Tapi aku bisa bilang, sekarang persahabatanku dengan Keo sudah istimewa. Enggak perlu dibuat lebih istimewa lagi karena jadi enggak wajar, apalagi belum waktunya.” ( Noaki, Keo&Noaki#6).
Saya bilang, bertemanlah dengan siapa saja, bersahabatlah dengan siapa saja, jangan menjadi eksklusif hanya untuk satu orang, akan ada waktunya nanti, dan itu masih jauuuuuuuh. Punya perasaan suka dengan lawan jenis itu wajar. Tapi sukamu tidak harus kamu perturutkan sampai menjadi serius karena belum waktunya. Bisa jadi suka itu hanya sementara, ( dia langsung menyahut seperti Ajeng dan Lady ).
Sebagai orang tua, jujur saya takut dan khawatir, dan akan terus menjadi khawatir. Saya tidak selamanya bisa menjaganya secara fisik. Saya juga sudah pasti tidak bisa mengendalikan perasaannya. Jadi Veve harus punya pemahaman, dan pemahaman itu harus timbul dari dalam dirinya. Di akhir diskusi kami, dalam hati saya berdoa semoga pembicaraan kami membuat pemahaman itu tumbuh , membuat Veve mengerti dan bisa mengambil tindakan yang benar untuk kebaikan dirinya. Saya juga ingin dia kuat, percaya dengan kemampuannya sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Kalau Veve adalah layang-layang, saat ini saya , orang-orang yang mengasihinya, juga sahabat dan teman-temannya yang akan menjadi anginnya. ( Supaya ngerti apa maksudnya ini, baca seri 6 yaaaa....). Hik, jadi mellow....
“..., tapi kamu tetap bisa menjelajahi langit dengan banyak cara lain dengan kekuatanmu sendiri. Bahkan di malam hari, saat hujan badai, atau di musim aduan....” ( Keo&Noaki#6 ).
Sekali lagi,dan lagi. KeoNoaki series menjadi jalan pembuka diskusi saya dengan Veve. Tidak ada ceramah yang menghakimi, tidak ada penjelasan yang tidak masuk akal. Pas. Perfect.
Pertanyaan terakhir Veve adalah : Nanti gimana Noaki sama Keo? apa nanti ada yang lain? seperti awalnya Ajeng sama Keo, terus Ajeng - Nata, enggak kan?
Jawaban saya : Ya enggak tahu, bukan mami yang nulissssss.....
Highly Recommended buat orang tua deh pokoknya.
#Diam-diam saya jadi mikir, kalau dulu saya 12 tahun, Bunda sudah 22 tahun. Kok ga nulis buku kaya gini sih? Kalau sudah ada KeoNoaki series, setidaknya ada buku yang mewakili saya ketika berumur 12 tahun, sehingga ketika jungkir balik kala itu serasa ada yang menemani. Haha.

Thursday, September 29, 2016

Titik Jenuh



Kalau sedang titrasi, titik jenuh itu kalau semua molekul di larutan yang dititrasi udah bergandengan semua dengan larutan titran. Larutannya jadi jenuh, jika satu tetes larutan titran yang jatuh akan bergandengan dengan indikator dan merubah warna larutan . Bingung ya... hehe..

Jenuh itu eneg, rasanya kekenyangan. Setiap crafter pasti pernah merasakan ini. Apalagi crafter penjual yang menjual produk grosiran. Duitnya oke, karena cash flow cepat, tapi moodnya harus dijaga, karena yang dikerjakan ya itu-itu aja.

Saya seringgg sekali jenuh. Membakar ribuan kelopak, ngeroll berpuluh-puluh meter tiap hari ya pasti ada satu titik yang membuat saya jenuh. Udah 3 tahun lebih. Bukan karena enggak suka, suka dong. kan ada duitnya ( tetep matre ). Tapi di satu sisi pengen sekali bikin yang really me.

Saya masih suka nyolong-nyolong membuat hoopart. Tapi mengerjakannya barengan dengan list orderan aplikasi itu bikin stres tingkat dewa. Meski perjanjian awal selalu saya tekankan kalau saya ga bisa custom order yang saklek, tetep aja prosesnya enggak segampang yang dilihat dan dipikirkan . Bolak-balik konsultasi biar yang pesan juga sreg.

Semakin ke sini, semakin kuat keinginan saya fokus pada handmade yang saya banget. Penginnya jalan dua-dua. Aplikasi sebagai mesin uang dan hoopart sebagai identitas saya.
Sangat mengerti dengan teman-teman crafter yang frustrasi, masih bergelut dengan orderan itu-itu aja padahal ingin banget mengerjakan yang lain. Yang pengen mengerjakan craft yang free, yang tidak memikirkan pangsa pasar, yang tidak memikirkan keuntungan.

Buat yang sedang jenuh dan yang sedang mikir, " Saya ini crafter apaan ya? craft model apa yang benar-benar saya? yang sedang merasa berjalan di tempat dan merasa hanya bisa itu-itu aja.
I feel you.  Memang harus berani ngambil langkah awal, dan itu susah banget. Saya selalu tidak berani di bagian itu, padahal keinginan hati udah kuat banget. Nikmati saja, akan ada waktunya. Itu saya percaya.

So, keep happy, keep crafting.

The Host, Cinta Agape




Referensi dari Nana.
Beli online, tebel banget.
Pertamanya agak-agak gimana gitu, karena romans is really not me.
Tapi kata Nana ini bukan genre romans kok. Ya dah oke. Dicoba.
Membacanya cuma 30 menit tiap hari, Di sekolah, pagi 15 menit sambil nungguin tuan muda masuk, siang 15 menit sambil nungguin tuan muda pulang. 

Bab-bab pertama udah kerasa lelahnya. Alurnya lambat. Udah mau nyerah aja. Saya sih tidak pernah keberatan dengan penggalian latar belakang tiap karakter, tapi ini rasanya kok lambat banget.
Baru kecantol di halaman 100 lebih, ketika Wanda/Melanie tertangkap dan bergabung dengan Jeb dan yang lain.
Di pertengahan mulai bosan lagi. Mulai muncul pertanyaan " ini kenapa Wanda ga keras sekali-kali ya?"
Oke, karakter Wanda sebagai jiwa memang tidak mengijinkan unsur keras itu dalam dirinya. Tapi dia terlalu perfect. Paling tidak penulis bisa jadikan dia frustrasi gitu sedikit. He..he.. mulai deh. :p
Baru di bab-bab terakhir ga bisa berhenti baca, karena konfliknya udah mulai kelihatan dan alurnya mulai cepat.
Ide ceritanya sih oke banget. It's about love. Cinta Agape. Cinta tanpa syarat, cinta penuh pengorbanan.

Saya selalu suka Siblings love. Cerita yang paling kuat yang saya rasakan yang tentang perasaan Wanda kepada Jamie. 
Suka juga dengan bagaimana Stephanie menulis bagaimana cinta Jared-Wanda/Melanie dan cinta Ian-Wanda.
Cinta-cinta mereka mengingatkan saya sama cinta lainnya. Hahaha.. langsung baper mode on.
Cinta Ian-Wanda : Indah dalam, bergerak lambat tapi menenangkan dan menyenangkan. 
Cinta Ibby untuk someone akan menjadi cinta yang indah, yang sederhana, cinta dalam diam yang penuh makna.
 Cinta Toby untuk someone akan menjadi cinta yang menyembuhkan, cinta yang mengisi lubang-lubang di hatinya, cinta penuh kehangatan. 
Cinta Jared untuk Melanie , jadi ingat Cinta Keo untuk Noaki.
Cinta Keo untuk Noaki  seperti nyala api yang bergerak liar, seperti air mendidih  yang menggelegak, meluap-luap penuh semangat. 
Cinta Keo untuk Noaki seperti kembang api, satu cahaya meledak menjadi ribuan warna.

Siapa Ibby, Toby, Keo-Noaki? scroll isi blog deh :p

Novelnya penuh deskripsi yang detail. Bacaan yang bagus buat yang belajar menulis Show don't tell.


Monday, September 19, 2016

KEO NOAKI #6 : Layang-layang Hati



Kemping = Keseruan.
Tapi apa jadinya kalau ditambah insiden misterius seperti pencurian, sabotase dan kejailan?
Apa jadinya kalau Noaki jadi target si pelaku yang mungkin mendendam?

Tunggu itu belum semua. Formasi 8 bersitegang dengan Triple A. Surat-surat pribadi Formasi 8 yang dikubur secara rahasia telah dibongkar dan dicuripula. Keo dan Toby jadi sering berselisih. Ajeng dan Lady disibukkan dengan urusan cewek. Si Kembar khawatir perkemahan jadi kacau. Dan Sebastien merasa menjadi detektif gagal.

Di tengah semua itu, Noaki harus memberikan tanggapan kepada Keo. Lewat puisinya, Keo telah membuat Noaki super galau. Bagaimana Noaki keluar dari semua kerumitan itu ? Apakah Formasi 8 mampu membuktikan kekuatan persahabatan dan menemukan si pelaku ?


Seri ke-6 Keo&Noaki hanya dijual online dan dicetak terbatas.
Untuk pemesanan silakan hubungi kontak :
pin bb d1215802 / wa 0896 3741 2741





Saturday, September 10, 2016

Berhenti Sebentar

7 September 2016.

Sedang di chat dengan 2  sahabat , dua chat.
Saya tanpa sengaja menyakiti salah satunya.
Tanpa menunggu lama, karma datang menampar saya.
Tepat sasaran.
Mengembalikan saya ke tempat saya seharusnya berada.
So true.
Saya tidak akan pernah bisa menginjak 2 perahu. Salah satunya akan tenggelam, cepat atau lambat.
Atau malah dua-duanya akan menyeret saya masuk ke dalam air.
Enggak usah menulis, jualan saja.
Deg.
Seketika itu perahu saya tenggelam.
I'm quit.
Kacau seketika.
Beberapa teman di BB bertanya, tidak saya jawab. Ada yang sampai mengejar ke WA dan fesbuk.
Terima kasih, I'm fine.
Sepertinya akan berhenti menulis.
Tahu. Mengerti.
Mengapa mendengarkan kata orang lain?
Mengapa percaya kalau kamu enggak bisa.
Ya. Tahu.
Tapi tidak semudah itu. I need time.
Berpikir dan membuat prioritas.
Mana yang harus diutamakan.
Bagaimana kalau saya hanya jalan di tempat?
Bagaimana dengan kewajiban yang lainnya.
Iya. Tahu.
Bisa diatur. Jangan terprovokasi.
Iya. Mengerti.
Bisakah saya diam sebentar? membeku?
Terima kasih, buat yang sudah mendukung.
Silent reader blog yang tiba- tiba muncul menyapa
Menagih postingan baru.
I'm fine.
Tunggu ya
Sebentar
Menata hati dulu
Biar layak dan pantas.

11 September 2016

1 : 42 pm.

Secangkir kopi
6 lusin deadline
Ga elpiji habis
Setumpuk piring kotor

Masih bernapas
Enggak ada yang sakit
Masih ada list yang harus dikerjakan
Masih banyak buku yang harus dijual
Masih besar mimpi yang ingin dikejar

Blessed.


Thursday, September 8, 2016

Project I-1109


 #Fanfict
#Ditulis mulai tanggal 7 September


Seb berlari mendahului Ibby.  Bukit kecil itu sudah di depan mata. Tahun lalu Keo membawa Seb dan Noaki ke sini. Formasi 8 sudah memutuskan kalau bukit ini akan menjadi hadiah yang sempurna  untuk Ibby. Seb tersenyum lebar, mata hijaunya berkelip penuh semangat  membayangkan reaksi Ibby ketika mereka sampai di atas bukit.

"Seb, tunggu!" 

"Ayolah Ib, kakimu panjang, masa tidak  bisa menyusulku, nanti keburu gelap dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa." Seb berhenti, menunggu Ibby mendekat, lalu secepat kilat berlari lagi.
Kemarin, formasi 8 membuat rencana. Ibby pasti tidak  nyaman kalau ulang tahunnya dirayakan dengan banyak orang yang mengelilinginya. Jadi mereka memutuskan Seb saja  yang akan menyelesaikan misi ini.
Sambil berlari, Seb meraba tas ranselnya, titik yang ditandai Keo ada di depan. Seb mengeluarkan kantong kecil dari saku depan ransel, berhenti sebentar lalu menuang isinya ke tanah, menginjak-injaknya lalu membuang ponsel  di dekat situ. Ponsel Seb berwarna merah  menyala, Ibby pasti akan melihatnya.

Seb, menunggu sampai Ibby melihat dia, lalu berlari lagi.

Beberapa meter dari tempatnya berhenti tadi, Seb bersembunyi, mengawasi Ibby yang berjongkok memungut ponselnya, lalu mengorek-ngorek tanah memungut sesuatu. Berhasil! sorak Seb dalam hati.

Next!

"Ibby! ayooooooo!" teriak Seb.

Kali ini ia tidak berlari, menunggu sampai Ibby menyusulnya.

"Ponselmu," Ibby menjitak kepala Seb.

"Kita mau kemana? ini sudah jauh dari gerbang villa," Ibby memandang sekeliling, mengangkat kamera lalu mengambil beberapa gambar.

Seb tersenyum lebar.
"Ikut saja"
Mereka mendaki bukit kecil itu. Matahari sudah condong ke barat, semburat jingga mulai membungkus langit.
Sampai di atas, Seb menahan nafas, menunggu reaksi Ibby.
Seperti yang sudah diduga. Ibby langsung mengangkat kameranya, bunyi halus bidikan kamera yang ditekan berkali-kali sudah mewakili apa yang dirasakan Ibby. Seb mundur, membiarkan Ibby menikmati momen ini. Sama seperti apa yang dirasakan Seb dulu, Ibby pasti terpukau. Langit jingga dengan hamparan karpet bunga tersaji di depan mereka.

"Satu lagi Ib, you're gonna love this. Tunggu di sini," bisik Seb.

Seb berlari ke lembah, menuju salah satu pohon besar di sana. Belajar dari pengalamannya dulu, kali ini Seb memakai topi, ia tidak akan pulang dengan rambut penuh dengan kotoran burung.

Tidak perlu berteriak, suara derap kaki Seb sudah membuat ratusan burung yang hinggap di pohon itu berhamburan. Seketika langit dipenuhi ratusan burung yang beterbangan. Seb memandang ke atas bukit sambil tersenyum lebar. Take that Ib!

Ketika kembali ke atas bukit. Ibby yang masih sibuk dengan kameranya, tidak menyadari kehadiran Seb, membidik apapun yang muncul di depan,  hidup di dunianya .

Seb duduk di atas hamparan rumput tebal, mengeluarkan isi ransel. Sekotak penuh kue dari Lady, tak perlu dilihat, isinya pasti ketan sarikaya. Kartu ukuran besar berisi ucapan selamat yang ditulis tangan oleh semua anggota formasi 8 dan sebuah kotak kayu yang sudah disegel dengan lilin dari Mami. 
Hadiah dari Keo sudah ada di tangan Ibby, mesin jam tangan mekanik yang dibongkar Keo ketika berumur 5 tahun. Ibby pasti suka. Bagian-bagian kecil mesin jam itu akan melengkapi koleksinya.

"Ambil saja, masih banyak yang di simpan Bu Sarti. Dulu aku penasaran bagaimana jam ini bisa bergerak hanya dengan digoyang-goyangkan. Begitu dibongkar,  tidak bisa aku kembalikan. Sebagian nanti aku tebarkan di titik yang sudah aku tandai, bawalah sebagian juga untuk berjaga-jaga."

Seb tiduran menikmati senja, menunggu Ibby selesai dengan kameranya. Suara bidikan kamera masih berbunyi, langit mulai gelap. Hening.  Hanya terdengar gerakan Ibby, suara bidikan kamera , suara kepakan sayap burung yang semakin samar dan desah napasnya sendiri. Beberapa saat kemudian, tidak ada suara lagi. Ibby sudah berhenti.

" Seb! aku sampai lupa apa  yang mau difoto untuk tugasmu." Ibby duduk , memukul kaki Seb.
Seb tidak menjawab. Mission Accomplished.
"Nikmati saja senja ini Ib. Itu ketan sarikaya, termos berisi teh hangat dan hadiah-hadiah dari semua orang yang menyayangimu" 
Seb balas menendang kaki Ibby lalu menunjukkan tumpukan barang yang dikeluarkan dari tas ranselnya.
Ibby meraih kartu, membacanya sekilas. Senyumnya mengembang. Sadar apa yang sudah dilakukan adiknya, mendadak Ibby menerjang Seb dan memeluknya erat-erat. 
"Terima kasih, terima kasih, ini indah sekali," bisiknya.

 joyeux anniversaire Ibby. Je t'aime


#Early Birthday present, karena mungkin tanggal 11-12 enggak bisa full online
#I love you my prince






Saturday, September 3, 2016

Saya Menjiplak atau Terinspirasi ?

Isu yang enggak akan ada matinya.
Mana yang menjiplak? mana yang terinspirasi?
Ada batasannya?
Kalau dalam tulisan, alur, plot, kalimat sama persis, meskipun nama tokoh diganti, jelas sudah bisa disebut plagiat.
Kalau dalam musik, ada 8 bar yang sama dalam suatu lagu, sudah bisa disebut plagiat.
Kalau craft?
Bentuk sama, warna sama, teknik sama, ukuran sama, bahan beda, plagiat?
Bentuk sama, bahan sama, teknik sama, ukuran sama, warna beda, plagiat?
Enggak ada aturan bakunya, enggak ada batasnya.

Crafter belajar dari meniru. Saya juga meniru. Semua orang yang belajar, belajar apapun semua pasti melewati proses meniru.
Awal membuat sesuatu pasti dimulai dari melihat sesuatu.
Hayo ngaku...adakah yang enggak pernah main ke pinterest? adakah yang enggak pernah menyimpan foto karya orang lain? tutorial dari internet?
Tapi kan enggak plek ketiplek, jadi bukan menjiplak. Terinspirasi. Jadi bukan milikmu sendiri kan?
Oke, fine.
Kalau terinspirasi, bolehkah mengakui kalau itu murni miliknya? lalu marah kalau ada yang langsung menjiplaknya ketika sudah dishare?
Buat penjual online, apalagi kalau ternyata hasil karya itu langsung booming. Ini adalah ladang mencari untung.
Langsung diduplikasi seketika itu juga. Mau marah? lah , marah bagaimanapun, karyanya tetap diproduksi, lha wong laku dan jadi duit. Itu hukum alam.

Di dunia ini, enggak ada craft yang benar-benar murni dari karya sendiri.
Nothing new under the sun.
Contoh saja kucing. Seorang crafter membuat bros bentuk kucing. Kucingnya belang pelangi. Matanya besar, ekornya 2. Apakah murni ciptaan dia sendiri? Enggak,  bukan. Pemilik ide Orisinal adalah  Pemilik Hidup. Crafter hanya terinspirasi oleh ciptaanNya. 

Jadi enggak usah membuang-buang energi untuk merasa kesal terus menerus kalau memang ada yang menduplikasi karyamu. Tetap membuat karya baru. Saya percaya pada titik tertentu. Seseorang yang benar-benar menjadikan craft sebagai passionnya akan merasa lelah membuat karya yang mirip orang lain. Ada masanya ingin sekali membuat sesuatu yang benar-benar mewakili dirinya. 
Itu pun saya alami.

Yang bisa dituntut tanggungjawabnya adalah kalau ada yang mengambil foto hasil karya orang lain, lalu diakui itu adalah karyanya, apalagi untuk berjualan.
Enggak ada habisnya kalau merasa kesal. Kesal, yang kesal aja. Enggak usah lama-lama. Mending energinya dibuat untuk membuat karya baru. Jadilah seperti rumput. Dicabut hari ini, tumbuh lagi besok pagi.
Jangan kuatir, follower itu letaknya di belakang. Mereka enggak akan bertahan. Kalau sudah yakin dengan kemampuan sendiri, mending fokus membuat karya baru.

Sekarang soal nama. Saya geli sebenarnya. Oke, sue me. 
Artikel ini saya tulis bulan oktober 2014  klik sini
Awalnya karena bingung aja, kalau lagi promo. Mau dikasih nomer bunga 1,2, dst dari segi bisnis kok tidak ear catching, enggak istimewa, susah kalau branding. Makanya saya kasih nama. Dan itu ngawur saja.
Sebelumnya udah coba digoogling dengan nama macam aplikasi itu. Hasilnya keluar macam-macam mawar dalam segala bentuk. Jadi kesimpulan saya waktu itu, enggak ada yang memberi nama secara spesifik.
Jadi, IMHO, suatu nama apalagi kalau sudah umum dan belum didaftarkan sebagai suatu brand, bukanlah milik seseorang.

Kalau memang ingin melindungi karyamu atau nama karyamu , supaya enggak ada yang niru meski udah diupload di internet ( walau enggak mungkin enggak ditiru ), daftarkan HAKI-nya. Sebelumnya tanyakan pada diri sendiri dulu, bener ini murni "tring" dari otak saya? serius bukan karena melihat atau membaca karya lain ? apa untungnya ngurusin beginian?supaya berhenti ditiru? lalu mau menuntut yang meniru?
Kalau saya daripada membuang energi untuk hal begituan, mending bikin karya baru deh.
Branding tiap hari, biar pada tahu karya dan kualitas kita. 

Saya tidak mendukung plagiat, plagiat itu tidak baik, dan salah. Hanya saja ketika menyikapi hal seperti ini, lebih baik diam dulu, berpikir dulu, konfirmasi dulu, jangan langsung marah dan kesal, bertanya kepada diri sendiri lebih dahulu. Berpikir jernih dan bersikap bijak.
No hard feeling ya guys.
Craft on!

Friday, September 2, 2016

Project WT-2904

 
 
 
Because I miss U ..both of you
#Project WT-2904
 
Mesin cuci itu berputar pelan, gulungan kertas, crayon, gunting , bola, dan beberapa benda yang tak jelas tampak di dalamnya. 
 
Keo memandang Tuan Handy dengan heran. “Apa yang harus kami lakukan sekarang?” “Mami tidak memberitahu kalian?” Tuan Handy balik bertanya. 
 
“Kata Mami, nanti Tuan Handy yang akan mengurus semuanya” jawab Keo. 
 
“Crazy crafter...” gerutu Tuan Handy.
 
“Masukkan semua benda yang kalian bawa untuk ulang tahun sahabat kalian itu ke dalam sini” perintahnya.
Keo, Noaki, Toby, Ajeng, Lady dan Seb maju mengelilingi mesin cuci, masing-masing memasukkan hadiah yang sudah mereka persiapkan untuk ulang tahun Wamena-Timika. 
 
Kaos kaki baru dari Keo , frame scrapbook kecil bergambar formasi delapan dari Noaki , pita biru dari Ajeng untuk Timika, tali sepatu berwarna hijau cerah hadiah dari Toby , poster pemain sepak bola idola Wamena dari Lady , lalu flash disk dari Seb. 
 
Mula-mula mesin cuci berputar perlahan, lama-lama semakin cepat, berderit menjerit-jerit, mengeluarkan bunyi seperti papan tulis yang dicakar-cakar. Keo dan lainnya menutup telinga, tak tahan dengan bunyinya. Beberapa detik kemudian, mesin itu mendadak berhenti . Keo melongok ke dalam, lalu memandang Tuan Handy dengan pandangan bertanya. Di dalam mesin cuci tidak ada yang aneh, semua benda tadi memang hancur berkeping-keping, tapi itu tidak aneh karena mesinnya tadi berputar sangat kencang.
 
“Sudah kuduga, mesinnya sudah rusak. ayo ikut aku.” Tanpa melihat isi mesin cuci, Tuan Handy membuka pintu lain.
Keo, Toby, Noaki, Lady dan Ajeng mengikuti. Seb menyusul sambil mengomel, kesal karena flash disknya hancur sia-sia.
 
Mereka masuk ke sebuah ruangan penuh dengan labu kaca. 
 
“Seperti alat destilasi” bisik Seb. “Kalian lihat tetesan air yang hampir jatuh itu?” Tuan Handy menunjuk rangkaian labu dengan pipa yang berbelit-belit. Di ujung rangkaian itu ada pipa dengan tetesan air yang makin lama makin besar, di bawahnya ada Labu kaca berisi cairan ungu keperakan yang menggelegak, asap putih tipis keluar dari dalamnya. 
 
“Begitu tetesan itu jatuh ke dalam labu, kalian punya waktu sepuluh detik untuk memberikan hadiah untuk sahabat kalian.  Letakkan asaja di pinggir Labunya. Ingat ya, sepuluh detik, lewat dari sepuluh detik, kalian pulang dengan tangan hampa.”
Keo dan lainnya berpandangan, “Hadiahnya sudah hancur tadi! Apa yang harus kami berikan sekarang” seru Seb. 
 
Tuan Handy mengangkat bahu lalu berbalik pergi. 
 
“Ayo cepatlah berpikir teman-teman, tetesannya semakin besar, sebentar lagi jatuh “ kata Ajeng panik.
“Berikan apa saja yang kita bawa sekarang, ikat rambut, peniti, pensil atau apa saja deh” usul Lady. 
 
“Tunggu! Tuan Handy tidak mengatakan tentang suatu benda, mungkin ada mantra yang harus diucapkan” Toby berjalan mondar-mandir, berulang kali melirik tetesan air di ujung pipa. 
 
“ Errr...Sim salabim?” sahut Seb. 
 
“Tidak lucu Seb!” kata Noaki jengkel. 
 
“ Aku tidak mau pulang dengan tangan hampa. Ayo berpikir...berpikir... hadiah untuk Wamena-Timika, apa yang bisa kita berikan untuk Wamena- Timika...tidak harus suatu BENDA “ Keo tersenyum lebar.
Tepat pada saat itu, tetesannya jatuh ke dalam labu.
 
1 detik, 2 detik..
 
“Hadiah kami untuk Wamena- Timika adalah kehadiran kami...” Keo Hadi Wibawanto memulai.
“disaat mereka membutuhkan...”lanjut Noaki Neomarica 
 
5 detik...
“Telinga kami, disaat mereka ingin didengarkan...” ujar Lovelie Ladie
 
“dukungan ketika mereka sedang bersedih.” Ajeng berbisik lirih
 
“saling menjaga...” kata Toby.
 
“satu dengan yang lain.” Seb mengakhiri. 
 
10 detik... 
 
Cairan di dalam labu berdesis, asap tebal muncul dari dalamnya bergulung-gulung memenuhi ruangan, membutakan mata Keo dan sahabat-sahabatnya. Beberapa menit kemudian angin berhembus pelan, membersihkan asap dari pandangan mereka. Tidak ada yang berubah dengan semua labu di dalam ruangan. Labu berisi cairan ungu keperakan sudah hilang. Sebagai gantinya, 2 buah charm perak berbentuk siluet anak kembar laki-laki dan perempuan tergeletak di meja. 
 
Keo mengambil dan mengamatinya. “Lihat, ini” Keo membalik charm itu dan menunjukkan tulisan F-8 yang diukir dengan sangat halus. 
 
“ Ayo pulang! Masih ada waktu untuk membersihkan diri dan membungkus kado ini sebelum tanggal 29 berakhir” ajak Toby. 
 
“Pergilah! Jangan lupa tutup pintunya!” Tuan Handy berteriak, entah dari mana. 
 
“Terima kasih Tuan Handy!” balas Keo sambil berlari keluar diikuti dengan yang lain. Menjelang gelap, Formasi 8 sudah berkumpul di rumah Wamena-Timika, merayakan ulang tahun mereka dengan acara sederhana.
 “Terima kasih teman-teman, hadiahnya indah sekali, sekarang ceritakan apa yang kalian lakukan sepanjang hari. Kami tidak bisa menemukan kalian di mana-mana.” kata Wamena.
 
 Lalu semuanya sama-sama membuka mulut, bercerita bersahutan satu dengan yang lain.
 
 “Seb, aku penasaran, apa isi flash disk yang kau masukkan dalam mesin cuci?” tanya Timika. 
 
 “ Errr... tidak ada isinya, itu flash disk rusak”. Mendengar jawaban Seb, sontak semuanya diam, memandang Seb tak percaya.
 
“Hey! tidak ada yang memberitahuku kalau aku harus membawa sesuatu untuk dimasukkan dalam mesin cuci Tuan Handy. Jadi apa yang ada di sakuku, itu yang aku masukkan” protes Seb. 
 
Lady langsung menghujani Seb dengan cubitan, disusul dengan Timika, Noaki dan Ajeng. Toby tersenyum meraih gitar dan memetiknya pelan. Keo spontan bersenandung. Malam itu perayaan ulang tahun Wamena- Timika ditutup dengan lagu ciptaan Toby yang dinyanyikan Keo dengan merdu. 
 
"Love each other, take care each other, protect each other"
Happy Birthday Wamena-Timika. Wish U All The Best.

Wednesday, August 24, 2016

MENCARI IDE DI LUAR PINTEREST


Crafter yang belum pernah ke Pinterest ayo angkat tangan !
Hihi...pasti enggak ada yang belum pernah ke surga para crafter ini.
Pinterest itu sebenarnya adalah salah satu media sosial. Buat crafter, pinterest ibarat buku pintar, atau googlenya crafter. Bukan buat crafter juga sih, lainnya banyak.  Cari apapun ada deh, mau pola boneka flanel, mau pola rajutan, tutorial beading, tutorial jahit, tas, baju, apaaaaaa... aja ada.
Saya juga sering main ke pinterest, biasanya sih karena nyasar. Awalnya blogwalking, lalu klik..klik..sampailah di pinterest.
Buat yang lagi kering ide, Pinterest adalah sumber ide berlimpah ruah, mau buat craft model apa aja ada. Tapi buat saya, Pinterest adalah tempat nomer satu yang enggak boleh dikunjungi kalau lagi membuat Pururu. Sadar diri aja sih, saya mudah terbawa, walaupun saya enggak pernah bisa duplikasi, tapi kalau untuk Pururu, saya mau yang saya buat adalah pure hasil mikir sendiri (  sok Idealis ).
Bisakah? bisaaaaa.....
Ide enggak hanya datang dari Pinterest aja. Enggak juga harus googling. Ide ada di sekitar kita. Masing-masing crafter punya cara sendiri untuk menggali ide. Saya sendiri lebih suka membaca atau nonton film. Seringnya ide datang karena nonton drama korea. Ini beberapa karya  yang dibuat setelah nonton drama atau membaca buku.




 Baby Healer.
Dibuat karena enggak bisa move on dari Drakor " Healer " yang udah nonton, pasti tahu deh. Saya juga sempat bikin pururu Young Shin.


Ajeng.
As a Diehard Fan Keo-Noaki, semua tentang Keo-Noaki sudah pasti banyak yang saya bikin. Karakternya kuat dan khas. Tiap personel GKNN sudah saya buat semuanya. Stalk aja wall saya deh, tiap hari ada kayaknya ..ha..ha..ha..


 Rosaline.
Ini bukan karena nonton. Tapi karena promo drama berseliweran di Instagram. Saya suka sama artis ini. Wajahnya ayu, sweet, tapi kesannya strong. Waktu itu juga baru selesai membaca Matilda Roald Dahl. Jadilah saya membuat Pururu Rosaline. Gadis cantik gila baca. Cerita lengkap ada di sini



 Ini karena terinspirasi drama Fate to Love You. Di salah satu scene,  pakai baju orange yang simpeeeel banget.


Cutie Pinchu.
Dibuat untuk ikutan Craft Challenge di salah satu grup. Idenya muncul karena ngider di Soompi, melihat fan art gadis korea pakai hanbook yang menggendong gentong di belakang. Jadilah Si Cutie. Karya ini menang lho..setelah saya ikutan selama 3 tahun dan ga pernah menang. Cutie Punchie ini yang memecahkan telur saya.


Raphelia.
Inspirasi dari Soundtrack Gumiho
lagunya itu OST drama korea My Girlfriend is a Gumiho judulnya Fox Rain, yang main Lee seung gi sama ga tau ceweknya siapa. Karena saya ga nge-fans sama Lee Seung Gi.. saya sebenarnya ga terlalu ingat ceritanya. Cuma ingat kalau Gumiho itu siluman rubah yang beekor sembilan. Seingat saya, yang jadi gumiho itu wajahnya polos dan tanpa dosa...jadinya cantik yang sederhana, dari sinilah Raphelia lahir.
Nama Raphelia ini juga terinspirasi dari OST-nya..jadi di lirik lagunya yang terakhir, ada lirik yang simpel..tubi du bi du rafa tubi du bi du rafa tu bidu bidu tu bidu bidu tu bidu bidu rafa.... nah rafa itulah yang akhirnya jadi Raphelia...


Review Bartimeus Trilogy








 Seri 1 : The Amulet of Samarkand
Dikasih Nana bareng sama Lockwood yang seri 2. Karena in English, bacanya luamaaaaa banget. Apalagi banyak istilah baru dan catatan kaki yang sebenarnya bikin pusing.

Dikasih Mei, baru akhir Agustus kelarnya. Baca ini sehari cuma dapet 3-4 lembar, habis kalau enggak dibaca pelan-pelan enggak ngerti . Maklum Enggeris saya  level cekak bin kasta Sudra.
 
Seri 1 ceritanya tentang awal Nathaniel menjadi penyihir. Dijadikan murid dulu sama Mr. Underwood.
Suatu hari karena dipermalukan di depan umum oleh para pejabat temannya Mr. Underwood, jadilah Nathaniel ini dendam. Karena pinter, Nathaniel memanggil Jin untuk mewujudkan balas dendamnya itu. Bukan Jin ecek-ecek, yang dipanggilnya itu Bartimeus. Konon, menurut Barty, ia ( Bartimeus ) itu termasuk Jin papan atas, enggak pantas dipanggil-panggil sama pemula macam Nathaniel. Wkwkwkwk... Jin pede.

Nathaniel ini Broody, mengingatkan saya sama karakter Nathan dan Nata punya Nana. 
Dan cinta mendalam saya persembahkan untuk Bartimeus. Jin ini walau suka bersungut-sungut tapi kerasa banget kemanusiaannya. Gimana dia melindungi masternya ( Nathaniel ) atau bahkan melakukan tugas lebih dari yang dikasih kepadanya. Cerita Bartimeus ini enggak dark dan mistis. Meskipun jadi membandingkan dengan Jin-jin model Indonesia, tapi tetep aja enggak serem. Ada gambar pentakel sama rosemarry, kalau versi Indonesia mungkin kertas jimat sama dupa itu kali ya. 

Oh ya, saya cheating sebenarnya. Baru dapat separuh, saya malah baca yang seri 3 duluan. Reviewnya ada di bawah. 
Sekarang  lagi hunting yang seri 2. Agak susah karena sama OS biasanya dijual sepaket seri 1-3. Yang lepasan masih belum nemu.

Seri 3 : Gerbang Ptolemy

Jadi, ceritanya saya melanggar aturan. Nemu buku Trilogi bartimeus ketiga di rak buku diskon Gramedia, harganya selisih jauh sama yang beredar di online shop, jadi saya beli aja.
Nana bilang, jangan dulu baca yang ketiga. Baca dari awal agar  terasa perkembangan karakternya.

Buku 1 yang dibeliin Nana edisi bahasa inggris. Bahasa Inggrisnya banyak yang kromo inggil pulaaaa..belum lagi ada catatan kaki yang hampir di setiap halaman. Terus terang saya jadi pusing bacanya.

Jadi, waktu mudik, seri ketiga ini yang saya bawa, pikirannya sih enggak mungkin kebaca juga, soalnya jadwal udah penuh dengan acara kunjung sana kunjung sini. Tak tahunya body saya yang udah terbiasa bangun tengah malam, tetap menolak flesibilitas yang saya peritahkan. Tengah malam terbangun di tengah udara gerah yang enggak memungkinkan saya ngecraft, satu-satunya cara agar bisa balik tertidur adalah membaca. Sialnya pilihan ini malah membuat saya terjaga semalaman, lalu bablas.  Malam-malam berikutnya saya habiskan untuk membaca sampai pagi.
Total 3 malam saya habiskan untuk membaca buku ini.

Seperti biasanya, saya suka karakternya. Karakter Bartimeus mengingatkan saya pada Skull di lockwood 2. Suka dengan kitty jones yang enggak menyerah, yang tekun selama bertahun-tahun dan berani mengambil segala resiko.
Nathaniel, well, bunda benar. Sepertinya harus baca dari awal, terutama karena saya penasaran dengan putus sambung hubungan Nathaniel dengan Bartimeus. Sama seperti hubungan dengan sahabat, pertemannan mereka juga mengalami pasang surut. Suka saya.
Endingnya,...hmmm.. itu memang ending yang rasional sih. Walaupun Mr. Stroud harusnya bisa aja membuat nasib Barty dan Nathaniel menjadi lebih baik. Terjebak di dunia lain, pergi ke masa lalu kek atau apa aja gitu.