Thursday, September 8, 2016

Project I-1109


 #Fanfict
#Ditulis mulai tanggal 7 September


Seb berlari mendahului Ibby.  Bukit kecil itu sudah di depan mata. Tahun lalu Keo membawa Seb dan Noaki ke sini. Formasi 8 sudah memutuskan kalau bukit ini akan menjadi hadiah yang sempurna  untuk Ibby. Seb tersenyum lebar, mata hijaunya berkelip penuh semangat  membayangkan reaksi Ibby ketika mereka sampai di atas bukit.

"Seb, tunggu!" 

"Ayolah Ib, kakimu panjang, masa tidak  bisa menyusulku, nanti keburu gelap dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa." Seb berhenti, menunggu Ibby mendekat, lalu secepat kilat berlari lagi.
Kemarin, formasi 8 membuat rencana. Ibby pasti tidak  nyaman kalau ulang tahunnya dirayakan dengan banyak orang yang mengelilinginya. Jadi mereka memutuskan Seb saja  yang akan menyelesaikan misi ini.
Sambil berlari, Seb meraba tas ranselnya, titik yang ditandai Keo ada di depan. Seb mengeluarkan kantong kecil dari saku depan ransel, berhenti sebentar lalu menuang isinya ke tanah, menginjak-injaknya lalu membuang ponsel  di dekat situ. Ponsel Seb berwarna merah  menyala, Ibby pasti akan melihatnya.

Seb, menunggu sampai Ibby melihat dia, lalu berlari lagi.

Beberapa meter dari tempatnya berhenti tadi, Seb bersembunyi, mengawasi Ibby yang berjongkok memungut ponselnya, lalu mengorek-ngorek tanah memungut sesuatu. Berhasil! sorak Seb dalam hati.

Next!

"Ibby! ayooooooo!" teriak Seb.

Kali ini ia tidak berlari, menunggu sampai Ibby menyusulnya.

"Ponselmu," Ibby menjitak kepala Seb.

"Kita mau kemana? ini sudah jauh dari gerbang villa," Ibby memandang sekeliling, mengangkat kamera lalu mengambil beberapa gambar.

Seb tersenyum lebar.
"Ikut saja"
Mereka mendaki bukit kecil itu. Matahari sudah condong ke barat, semburat jingga mulai membungkus langit.
Sampai di atas, Seb menahan nafas, menunggu reaksi Ibby.
Seperti yang sudah diduga. Ibby langsung mengangkat kameranya, bunyi halus bidikan kamera yang ditekan berkali-kali sudah mewakili apa yang dirasakan Ibby. Seb mundur, membiarkan Ibby menikmati momen ini. Sama seperti apa yang dirasakan Seb dulu, Ibby pasti terpukau. Langit jingga dengan hamparan karpet bunga tersaji di depan mereka.

"Satu lagi Ib, you're gonna love this. Tunggu di sini," bisik Seb.

Seb berlari ke lembah, menuju salah satu pohon besar di sana. Belajar dari pengalamannya dulu, kali ini Seb memakai topi, ia tidak akan pulang dengan rambut penuh dengan kotoran burung.

Tidak perlu berteriak, suara derap kaki Seb sudah membuat ratusan burung yang hinggap di pohon itu berhamburan. Seketika langit dipenuhi ratusan burung yang beterbangan. Seb memandang ke atas bukit sambil tersenyum lebar. Take that Ib!

Ketika kembali ke atas bukit. Ibby yang masih sibuk dengan kameranya, tidak menyadari kehadiran Seb, membidik apapun yang muncul di depan,  hidup di dunianya .

Seb duduk di atas hamparan rumput tebal, mengeluarkan isi ransel. Sekotak penuh kue dari Lady, tak perlu dilihat, isinya pasti ketan sarikaya. Kartu ukuran besar berisi ucapan selamat yang ditulis tangan oleh semua anggota formasi 8 dan sebuah kotak kayu yang sudah disegel dengan lilin dari Mami. 
Hadiah dari Keo sudah ada di tangan Ibby, mesin jam tangan mekanik yang dibongkar Keo ketika berumur 5 tahun. Ibby pasti suka. Bagian-bagian kecil mesin jam itu akan melengkapi koleksinya.

"Ambil saja, masih banyak yang di simpan Bu Sarti. Dulu aku penasaran bagaimana jam ini bisa bergerak hanya dengan digoyang-goyangkan. Begitu dibongkar,  tidak bisa aku kembalikan. Sebagian nanti aku tebarkan di titik yang sudah aku tandai, bawalah sebagian juga untuk berjaga-jaga."

Seb tiduran menikmati senja, menunggu Ibby selesai dengan kameranya. Suara bidikan kamera masih berbunyi, langit mulai gelap. Hening.  Hanya terdengar gerakan Ibby, suara bidikan kamera , suara kepakan sayap burung yang semakin samar dan desah napasnya sendiri. Beberapa saat kemudian, tidak ada suara lagi. Ibby sudah berhenti.

" Seb! aku sampai lupa apa  yang mau difoto untuk tugasmu." Ibby duduk , memukul kaki Seb.
Seb tidak menjawab. Mission Accomplished.
"Nikmati saja senja ini Ib. Itu ketan sarikaya, termos berisi teh hangat dan hadiah-hadiah dari semua orang yang menyayangimu" 
Seb balas menendang kaki Ibby lalu menunjukkan tumpukan barang yang dikeluarkan dari tas ranselnya.
Ibby meraih kartu, membacanya sekilas. Senyumnya mengembang. Sadar apa yang sudah dilakukan adiknya, mendadak Ibby menerjang Seb dan memeluknya erat-erat. 
"Terima kasih, terima kasih, ini indah sekali," bisiknya.

 joyeux anniversaire Ibby. Je t'aime


#Early Birthday present, karena mungkin tanggal 11-12 enggak bisa full online
#I love you my prince