Tuesday, October 28, 2014

FATED TO LOVE YOU : From crafter point of view



 Main di Soulsrebel , Dramabeans, Koalasplayground dan Soompi adalah  menu rutin saya tiap malam, habis cek inbox, komen, bikin jadwal berposting, saya mengerjakan orderan sambil nongkrong di blog-blog itu.
Waktu FTLU main, saya sebenarnya sedang stalking It's Ok, It's Love-nya Gong Hyo Jin. Tapi, ternyata drama yang main di hari itu seru semuanya. Selain FTLU dan IOIL, ada juga Jonseon Gunman.
Jadi, setelah baca recap livenya Softy, saya meluncur ke Soompi... crowded banget.. 3 drama main bersamaan dan semuanya bagus, bikin para sompier termasuk saya loncat sana- sini.
Aktivitas di Page FTLU yang paling rame, soalnya dramanya refreshing, ga berat-berat amat, dan saya suka soalnya banyak yang bikin avatar  lucu lucu sambil nungguin dramanya main :)
Anyway, akhirnya saya kepincut deh nonton drama ini setelah livenya selesai.. so inspiring dan refreshing.


 Tentang Pemainnya :
Sudah sejak dulu saya suka dengan Jang Hyuk, ga cakep cakep amat, cakep Hyun Bin jauuuuh.. tapi aktingnya excellent, favorit saya ada di episode 12, meski episode ini berdarah-darah, waktu adegan Kim Min young di kantornya Lee Gun setelah kecelakaan, it's hurt me so much ..T_T
Saya ga begitu suka dengan peran Jang Nara di drama-drama sebelumnya, tapi di sini karakternya yang simpel, selalu berpikir kebahagiaan orang lain, saya suka.

Tentang Ceritanya:
Ceritanya ga ada yang spesial, seperti drama korea tradisional lainnya, ga berat-berat amat. Awalnya terpaksa, lama-lama jatuh cinta. Bumbunya Noble idiocy.. biasa aja...
Kutipan dialog yang saya suka adalah ketika Daniel mengajak Min young ke Prancis untuk belajar.
" Kau bilang kau menjalani hidupmu dengan pasif. Ayo ikutlah aku, tambahkan sedikit keberanian di dalam hidupmu..." Touching .. for me

Yang paling saya suka :
Best of this drama is....karakter Min young yang akhirnya menjadi seorang pelukis.
Dan lukisan-lukisannya ( ini sebenarnya karya pelukis Korea namanya Youk Shim Won ) unik dan berkarakter, temanya Smile with healing . Unik bangeet... saya sukaaaaa...
Dalam ceritanya, Min young membuat iklan untuk Lee Gun melalui lukisannya. Saya jadi berpikir, bisa ga ya Pururu saya dijadikan media iklan? atau klip musik, harusnya bisa... catet di lembar mimpi.. who knows..


Digambar di gelas kopi.. lucu-lucu..



Dan dari sinilah saya bermimpi, suatu saat nanti, mudah-mudahan,  cross finger, pururu saya digunakan untuk film , bisa dijadikan iklan, dan jadi desain tas... Huwaaaaa.. saya mau.. mau bangeet.
Bayangkan ada boneka pururu nangkring di segala tipe tas seperti yang di film ini...bayangkan juga berapa duitnya itu... cring..cring..Mr.Crab mode on hahahaha...




Dan..... baju inilah yang menginspirasi saya membuat Kim Min young versi Pururu
Unyuuuu kan....:)
Selain itu, saya juga suka dengan setting dramanya, karena syutingnya musim semi.. refreshing, suka lihat ijo-ijo, latar belakang yang cerah-cerah di film ini.
Oh ya, soundtracknya juga apik...Hurt and mellow, yang punya Ailee " Goodbye my love " dapat penghargaan juga lo...
Drama ini juga jadi obat saya kalau lagi dapet mood block, lumayan seringkali membuat semangat saya kembali.
Dan inilah salah satu mood booster saya... what about you?


Sunday, October 26, 2014

Memunculkan Peringkat Di Halaman Facebook ( FP)



 Belakangan inbox saya banjir dengan maslah FP, Fan Page memang efektif untuk berjualan, selain ga akan kena semprit om Mark, asal konsisten mengurusnya, Fp bisa jadi media yang efektif untuk promo karena jangkauannya yang luas.
Peringkat yang muncul di FP sebenarnya tidak berpengaruh banyak untuk memperluas jangkauan, hanya biar kelihatan keren saja ntu Fpnya.
Oke, karena banyak yang nanya, ini dia step-stepnya :
1. MAsuk ke halaman anda
2, Klik " tentang di bagian atas halaman
3. Dibawah kiri, ada sunting, klik sunting



4 . Ganti kategori Bisnis yang ada di info halaman dengan Bisnis Lokal
5.  Sunting kolom halaman
6.  Isi semua kolom yang ada
7. Jangan lupa centang kotak kecil yang ada dibawah peta
8. Bintangnya muncul
Selamat mencoba...

 




Saturday, October 25, 2014

CRAFTER WITH NO RULES : IT'S MEEEE

Edisi Curhat.
Kalau ada kompetisi Master craft ( seperti master chef ) dalam tantangan duplikasi, bisa jadi sayalah peserta pertama yang dieliminasi. Saya payah, oke... amat sangat payah jika diminta menduplikasi. Jangankan menduplikasi, memotong pola sesuai yang udah digambarpun saya payah pakai banget.
Bukti nyata adalah Pururu saya yang di atas. Saya ga punya pola boneka, jadi kemarin saya akhirnya menggambar pola, bentuknya mengerikan.. ya begitu deh..( ntar fotonya saya update ya )
awalnya body si boneka, kakinya bertelapak, saya menggunting kainnya pun kakinya masih bertelapak, giliran dijahit, karena rasanya kurang sreg, saya potonglah telapaknya itu. See, bahkan mengikuti pola saja saya tidak mampu.

Saya sebenarnya minder kalau harus dibandingkan dengan crafter spesialis boneka. Saya ga bisa dan ga akan bisa membuat boneka pengantin, wisuda atau boneka request yang dibuat berdasarkan foto. Bukan tidak pernah mencoba ya.. sudah, dan jangan tanyakan hasilnya, dalam proses membuatnya saja saya udah stress tingkat dewa, jadinya saya give up. Heyy, craft harusnya membuat crafter bahagia, kalau membuat crafternya jadi tertekan, mending leave it deh...

Itulah sebabnya saya adalah crafter tanpa aturan, saya seringkali mati kutu jika ada yang bertanya tentang pola, apalagi pola pururu. Dijawab saya ga punya, dibilang pelit, dijawab langsung gunting , ga percaya.
What can i say ? suer deh, saya tidak punya pola. Kalau ada sudah saya jual kali ya. Bayangkan sudah 100 model Pururu yang saya buat, ga sama satu dengan lainnya, kalau dihitung jadi duit berapa itu... Hihihihi.. maafkeun saya ga bisa berhenti kalau menyangkut masalah duit.. :p

Proses kreatif saya mungkin tidak sama dengan crafter kebanyakan. Saya ga punya ritual khusus.
Sebagai contoh, ketika customer request Pururu seri hijab, saya tekankan kalau saya tidak akan pernah bisa menduplikasi, jadi kalau cuma temanya saja saya kerjakan. Kalau diberi contoh saya ga akan bisa membuatnya. Customer yang baiiiik ini mengerti, jadi saya hanya menunggu mood datang saja, walau tidak mood, haram bagi saya mencari inspirasi di pinterest atau google, bukannya sombong, tapi saya sadar, saya ini mudah terbawa, dan saya ga suka terbawa, jadinya saya lebih suka main di soompi atau main di devianart, beberapa inspirasi malah saya dapatkan dari teman-teman baru saya, yaitu para ilustrator :)

Kalau ditanya darimana saya bisa memilih warna, sekali lagi saya tidak tahu. Jadi ketika membuat Pururu, kalau lagi "cling" saya menentukan konsep, kalau tidak yang go with my hands aja. Ambil kain flanelnya dulu, 3 atau 4 warna, kalau tidak sreg ya balikin lagi kainnya, begitu aja. Waktu menggunting pun demikian, kurang lurus gunting lagi, ga cocok buang... begitu..
Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada polanya. Saya mulai belajar membuat pola, jadi katanya orang marketing, kalau punya ide, bisa membuat pola, jual aja paket belajarnya... ..

Jadi buat teman-teman yang bertanya pola atau tuto atau apa saja yang berkaitan dengan Pururu, jangan negativ thingking ya, saya baik hati, suka memberi dan tidak sombong kok, kalau ada pasti saya beri gratis. Ada tuto sederhana tentang membuat pururu di blog ini, scroll aja ke bawah, dan sebenarnya Pururu saya tidak lebih istimewa dari punya teman-teman crafter lainnya. Hanya saja saya cinta, cinta ketika membuatnya, cinta ketika mendandaninya, mellow ketika mengirimnya, dan bahagia kalau yang menerimanya senang.
Curhat selesai...
Hijab series



Generasi ke 12

Friday, October 24, 2014

ROUND ROSE

Beberapa bulan terakhir ini , hampir setiap hari saya ngerol-rol pita, rosebud dan rolled rose masih menjadi primadona.
Yang ini adalah round rose, sebenarmya ini adalah special request customer, saya tidak pernah membuat sebelumnya.
Jangan tanyakan tutornya ya, saya membuatnya dengan ilmu memandang, tapi prinsipnya sederhana saja seperti membuat rosebud, lipat, lem, lipat, lem..
Membuat round rose ini jauh lebih susye menurut saya dibandingnkan yang lainnya. Ga bisa disambi, karena ruang untuk lemnya kuecil, harus pelan-pelan dan hati-hati ketika melipat dan menggulungnya.
Alhasil, kalau semalam saya bisa dapet 4 lusin sambil nonton, atau nongkrong di sompii, kalau bikin beginian cuma bisa dapet 2 lusin.. hiks T_T..
Karena bucket masih booming sampai tahun depan.. semua model rose masih berjaya..
Jadi para broker, ayo tambah koleksi rosemu ... order di klik Veve's World....^^

Wednesday, October 22, 2014

MENGIRIM DENGAN CINTA ( PART 2 )





Saya jarang mampir di ekspedisi  Tiwul, hanya beberapa kali, pricenya mihil jadi jarang ada customer yang request pengiriman via Tiwul, pengalaman yang bikin keki hanya sekali, karena ongkirnya ga sama dengan yang ada di web, petugasnya pakai ngotot lagi. Karena antri dan gerah, saya iyain aja deh.. ben nombok beberapa ribu, daripada adu mulut dipelototin yang lagi pada antri..

Ekspedisi favorit saya adalah si Ponijah.. saya sukaaaaaa banget sama tempatnya. Kalau sekarang agen Ponijah banyak yang model-model resepsionis.. agen Ponijah di tempat saya modelnya vintage.. alias jadul. Yang dijadikan loketnya adalah  rumah model jaman dulu.. terang, bersih dan auranya.. hmmm seperti minum kopi di pagi hari.. Kadang-kadang sambil nunggu dimasukin datanya, saya sering membayangkan ngecraft di tempat duduknya pak pos, ditemani secamgkir kopi, suasana hujan gerimis disertai sedikit cahaya matahari, sambil memandang hijau-hijauan melalui jendelanya yang besar-besar.....hohohohoho.. mantaaap..
Pak Posnya ramah dan santun, kalau ngomong pakai bahasa jawa yang kromo inggil banget, kadang bikin saya gelagapan jawabnya..
Di Ponijah, saya jarang nombok, yang sering ongkir customer sering lebih...meski demikian saya selalu menginformasikan kelebihan. Kalau kekurangan tidak saya informasikan karena biasanya ga sampai puluhan ribu..:)

Saya sempat spot jantung ketika mengirim pakai ekspedisi Panjul. Jadi ceritanya saya salah memperkirakan lokasi ekspedisi, agen Wakul yang saya tuju ternyata sudah pindah, diganti dengan si Panjul, nekad saya kirim saja paket saya via Panjul. Paket yang saya kirim itu adalah kreasi saya yang hendak di foto untuk buku, tentu saja saya tak berhenti berdoa sejak keluar dari ekspedisi, apalagi kondisi jakarta waktu itu sedang banjir... huwaaaaaaa sampai saya mendapat kabar kalau barangnya sampai dengan selamat, barulah saya bisa bernafas lega...

Anyway, semua pengalaman dengan beberapa ekspedisi hanyalah intermezzo, tidak selalu mengerikan karena dari sekitar 20 pengiriman, mungkin hanya 2 yang bermasalah.
Sekali lagi, tidak ada satu ekspedisipun yang bisa menjamin 100 % barang tiba tepat waktu, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi, bisa saja ada bencana alam, sopir ekspedisi ngantuk, salah nempel no resi, abang kurir ga punya pulsa trus kesasar, truk ekspedisi ketemu Bang Hotman akhirnya celaka, Ban sepeda si abang kurir gembos, Petugas paket sedang patah hati jadi terbalik ngetik nomor... Who knows..

Jadi hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah pertama tanyakan ke customer ekspedisi apa yang biasa dipakai ( dengan mempertimbangkan lokasi agen dengan tempat tingggal kita ), kedua lepaslah paket dengan doa, baik waktu menyerahkan di agen ataupun selama perjalanan, lalu bersyukurlah kalau paket sampai dengan selamat tanpa cacat.

Selanjutnya.. yuk nikmati masa deg-degan menunggu kabar dari si penerima. Buat setiap karya dengan cinta... lalu kirimlah juga dengan cinta....

Friday, October 17, 2014

MENGIRIM DENGAN CINTA....( PART 1 )

Warning !!! postingan ini mengandung unsur galau tingkat akut... jadi adapula kemungkinan yang membaca ikutan galau... siap ? oke... let's start...

Minggu in adalah minggu saya " bercinta" dengan beberapa ekspedisi.
Untuk para OS, ekspedisi adalah mata rantai terakhir dari suatu proses panjang suatu transaksi, dan ini adalah tahap yang paling membuat jantungan, bukan hanya ketika menunggu laporan barang sampai, tetapi deg-degannya sudah dimulai ketika kita melangkah di depan ekspedisi. lebay.com

Diawali dengan kunjungan saya ke ekspedisi Wakul. Ekspedisi Wakul termasuk yang irit cabang, tidak seperti ekspedisi Jambul yang ada di mana-mana dengan jarak yang berdekatan. Si Wakul ini lumayan jauh dari rumah saya. Tetapi biasanya saya nitip ke suami yang berangkat kerja atau saya bawa ketika Tuan Muda minta main ke alun-alun ( Wakulnya ada di dekat alun-alun ).

Petugas Wakul di Batu adalah seorang ibu muda dengan anak yang cuteee.. baru 16 bulan dan baru belajar berjalan. Saya salut dengan mbak ini, karena tidak mudah bekerja sambil membawa bayi yang lagi ruwet-ruwetnya. Pagi itu, ketika saya datang, sudah ada beberapa customer yang antri di depan saya.. sang bayi masih tenang dan main-main di belakang mamanya... sampai di giliran saya, babynya mulai jalan sana-sini dan mendorong-dorong penghalang hendak keluar.. tentu saja si mbak jadi rempong megang si bayi sambil  nyambi ngetik alamat pake saya... Oh NO !!! dalam hati saya jadi ketar-ketir.. ntar salah ketik lagi nih si mbak.. dan paket saya jadi nglencer lagi ntah kemana.. jadi saya ambil sang baby keluar , memuaskan rasa ingin tahunya, jadi si mbak konsen sama paket saya.

Waktu membayar, saya melihat banyak resi yang cuma ditumpuk, belum ditempel di paket... Hiks T_T  yang ini beresiko besar salah nempel no resi, dan kejadian paket saya yang tour 4 kota bisa terulang... dengan kalimat sehalus mungkin, saya minta si mbak menempelkan semua no resi yang berserakan termasuk resi saya.... tentu saja sang baby tetap main bersama saya dan tuan muda. Hari itu paling tidak saya meninggalkan paket saya dengan tenang.

Lain hari, di cabang Wakul yang lain, saya harus ribet ruwet lagi , kali ini dengan alamat yang dituju. Baru beberapa minggu ini website Wakul jadi lebih ribet,  data yang dimasukkan harus lengkap mulai dari provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan bahkan kodepos harus disertakan. Kalau tidak, itu pricenya ga akan keluar di webnya.. Huwaaaaa... penyesuaian ini menyebabkan beberapa alamat paket berubah haluan lengkap dengan perubahan ongkir, dan kesimpulannya saia jadi nombok.
Nombok bagi saya tidak menjadi masalah, asal nomboknya kira-kira ya...tidak membuat saya rugi, tapi tentu saja mengurangi laba saya, yang paling bikin be-te sebenarnya lamanya pengiriman, dari yang hanya 3 hari bisa jadi semingguan... haiisshh....

Di ekspedisi Jambul, saya sempat dibuat keki. Cabang Jambul di dekat rumah saya ada di 3 masing-masing masuk wilayah yang berlainan ( rumah saya ada di perbatasan kabupaten, kota Malang, dan Batu ).. jadi satu Jambul masuk kabupaten Malang, satunya masuk kota Malang, satunya lagi masuk Kota Batu, semuanya berjarak kurang lebih 1 km dari rumah saya.
Biasanya mau kirim lewat mana aja, biayanya ga berubah, tetapi 2 hari yang lalu...ni Jambul rupanya juga sedang melakukan penyesuaian harga.

Hari itu, karena panasnya luar biasa, saya memilih ke Jambul Batu, di cabang ini biasanya sepi, biar cepat maksudnya. Seperti biasa, Mas petugas menanyakan isi paket saya, saya jawab pigura kaca, maksudnya biar hati-hati, di resinya  diberi keterangan dan paketnya ditempel sticker..
Si Mas, tersenyum kecut, dan kata-kata berikutnya membuat saya berasa ikut ice bucket challenge deh, bukan dalam arti jadi dingin ya.. dalam arti jadi shock. ga tahu harus bilang apa.
Si Mas dengan entengnya berkata " Kalau di cabang sini aman-aman aja Bu, cuma ntar dibandaranya yang susah, paket beginian bisa ditumpuk-tumpuk hampir 50 kg di atasnya, lebih malah , apalagi Ibu pake Okri..lain kalau pakai Regi atau Yessy"...
Face Palm... huwahahahahahaha.. si Mas ini, kalau saya Bosnya , dia sudah saya pecat!!!.
Sebagai customer service dilarang sevulgar itu memberikan peringatan kepada customer, bisa saja si Masnya ngomong begini " Bu, karena memakai yang Okri dan tidak di asuransikan, ekspedisi tidak bertanggung jawab kalau ada kerusakan ya, saya tulis di keterangan resi supaya hati-hati dan nanti di paketnya saya tempel sticker fragille " nah begitu kan lebih manis...

Selanjutnya, ternyata cabang Jambul ini mengutip selisih 5000 karena ongkir dihitung dari kota Batu bukan lagi kota Malang,.... gigit resi.
Saya keluar dari ekspedisi dengan hati dongkol, sambil membayangkan paket saya diinjak-injak oleh saya ( Bobot saya 50 kg... lebih beberapa kilo dingg... :p )


To be continue ya.....



Wednesday, October 15, 2014

Rosebud, Rolled rose, Round rose, Rosebud Roll, roll roll your rose....

Rolled rose 4 cm


Mawar in english is rose... ada banyak nama macem-macem mawar, lain crafter lain nyebutinnya... jadi biar ga binun.. saya buat kamus rose-rose Veve's World ya.. biar kita sepaham dan semawar..
 Foto di atas adalah rolled rose, karena membuatnya digulung-gulung.. atau diputer-puter sambil dilipat-lipat.. kalau diartikan secara teknik membuatnya semua rose dibuat dengan cara begini deh.. digulung dan dilipat...
Rolled rose two tone 5 cm

Yang ini rolled rose 2 tone.. namanya two tone karena dibuat mix 2 warna... begichu..



  Yang ini namanya roundrose.. karena bentuk akhirnya kaya muter-muter gitu  ini jauuuuuuuh lebih gampang daripada membuat rosebud versi lem...menurut saya.

Sebenarnya rosebud ini lahir larena request customer yang akhirnya ga jadi order.. hahahaha.. It's ok.. karena setelah itu rosebud roll ini mengantarkan saya ke customer baiiiik banget.... yang order ga pake repot, nanya harga plus ongkir langsung deal, ga pake nawar, ga nanya-nanya dah selesai belum.. barang sampe langsung repeat order lagi.. asikk kan ?
Nah, yang ini baru rosebud versi lem...
rosebud lem 2 cm

Yang ini versi jahit... meski ribet, versi jahit jauh lebih menenangkan hati saya, karena hasil satu dengan yang lainnya masih mirip, ga seperti versi lem, yang kalau brojol kedua ga sama dengan yang ketiga..dst apalagi kalau bikinnya sambil menatap oppa hyun bin.. hadeh... pasti jadi stres sayanaaa....:p
rosebud jahit 2 cm

Nih.. rosebud mix 3 cm sama yang 2 cm...
Suka yang mana ? selama para broker masih "hidup" dan membuat bros.. saya suka semuanya yang menjadikan dompet penuh... hehehe matre.com

Friday, October 3, 2014

TUTORIAL KUPU-KUPU SATIN


Saya mendapat double block beberapa hari kemarin. Writer block dan Craft block...
Meskipun saya masih penulis kacangan.. setidaknya saya berusaha menulis setiap hari , mengedit berkali-kali, mengirim berkali-kali dan ditolak berkali-kali hehehe.. tidak apa-apa, no gain without pain.. tetap semangat, terlebih naskah satunya sudah bisa dipastikan akan molor ga sesuai jadwal seperti yang pertama hiks.
 
Craft block saya dapatkan karena jenuh dengan pe-er promosi hahaha.. senjata makan tuan.
Dan seperti biasanya, setelah semua cara dilakukan, mulai dari nongkrong di soompi berjam-jam ( ga ada drama menarik untuk di stalking.. pfuuf ), browsing beritanya hyunbin oppa, sampai re-run fated to love you berkali-kali, tetep aja moodnya ga dapet-dapet.
so, saya akhirnya move on...cure the poison with my passion. Ayo ngecraft.....
Karena mulai dari awal bulan sayana mabuk roll... rolled rose.. rosebud roll, roseround dan sebagainya.. dan sudah pasti membuat pururu ntar jadinya malah edisi mak lampir huwahahahaha..
jadilah saya selingkuh bentar.. ga selingkuh juga sih.. ni kupu juga bagian dari orderan.
Cekidot... fotonya blur coz difoto agak gelap sembunyi-sembunyi dari tuan muda yang lagi asik mencoret-dinding..
Ket :
1. Potong kain satin 6x6 , 4 lembar warna gelap, 3 lembar warna terang.
2. Tekuk jadi 2
3. Tekuk lagi sampai menjadi kelopak kanzashi. Potong bagian ujung dan bawahnya.
4. Buat 3 kelopak .. ini untuk ekornya.
5. Ambil 2 kain satin, terang dan gelap, masing-masing lipat menjadi segitiga dan tumpuk menjadi kapal layar.
6. Lipat-lipat sampai membentuk segitiga, lalu gulung salah satu sisinya, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana menggulungnya. Saya gulung biasa aja, ga pakai pinset, ntar ujungnya ditahan pakai lem, kalau terpaksa baru setelah dilipat saya putar lagi pakai ujung gunting.
7. Lem, potong ujung dan bawahnya.
8. Buat 2 kelopak dengan gulungan yang berlawanan, nah sayap dan ekor sudah jadi.
9. Satukan dengan lem, tambahkan antena ( mutiara renteng ) dan mutsinnya .
10. Bakar bagian belakangnya, tahap ini boleh dilakukan diawal sewaktu membuat kelopak-kelopaknya. Saya selalu melakukannya terakhir karena saya ga pakai lem tembak, lem lilinnya saya bakar.. jadi sekalian sewaktu lem mutsinnya :p
11. Jadi  deh...
12. Tutup bagian belakangnya dengan kain flanel.

Tuto ini sebenarnya sudah ada banyak, karena ini kan sama aja dengan membuat kanzashi.. jadi eksplor sendiri ya... bikin kupu versimu!! yuk semangat !!