Saturday, October 25, 2014

CRAFTER WITH NO RULES : IT'S MEEEE

Edisi Curhat.
Kalau ada kompetisi Master craft ( seperti master chef ) dalam tantangan duplikasi, bisa jadi sayalah peserta pertama yang dieliminasi. Saya payah, oke... amat sangat payah jika diminta menduplikasi. Jangankan menduplikasi, memotong pola sesuai yang udah digambarpun saya payah pakai banget.
Bukti nyata adalah Pururu saya yang di atas. Saya ga punya pola boneka, jadi kemarin saya akhirnya menggambar pola, bentuknya mengerikan.. ya begitu deh..( ntar fotonya saya update ya )
awalnya body si boneka, kakinya bertelapak, saya menggunting kainnya pun kakinya masih bertelapak, giliran dijahit, karena rasanya kurang sreg, saya potonglah telapaknya itu. See, bahkan mengikuti pola saja saya tidak mampu.

Saya sebenarnya minder kalau harus dibandingkan dengan crafter spesialis boneka. Saya ga bisa dan ga akan bisa membuat boneka pengantin, wisuda atau boneka request yang dibuat berdasarkan foto. Bukan tidak pernah mencoba ya.. sudah, dan jangan tanyakan hasilnya, dalam proses membuatnya saja saya udah stress tingkat dewa, jadinya saya give up. Heyy, craft harusnya membuat crafter bahagia, kalau membuat crafternya jadi tertekan, mending leave it deh...

Itulah sebabnya saya adalah crafter tanpa aturan, saya seringkali mati kutu jika ada yang bertanya tentang pola, apalagi pola pururu. Dijawab saya ga punya, dibilang pelit, dijawab langsung gunting , ga percaya.
What can i say ? suer deh, saya tidak punya pola. Kalau ada sudah saya jual kali ya. Bayangkan sudah 100 model Pururu yang saya buat, ga sama satu dengan lainnya, kalau dihitung jadi duit berapa itu... Hihihihi.. maafkeun saya ga bisa berhenti kalau menyangkut masalah duit.. :p

Proses kreatif saya mungkin tidak sama dengan crafter kebanyakan. Saya ga punya ritual khusus.
Sebagai contoh, ketika customer request Pururu seri hijab, saya tekankan kalau saya tidak akan pernah bisa menduplikasi, jadi kalau cuma temanya saja saya kerjakan. Kalau diberi contoh saya ga akan bisa membuatnya. Customer yang baiiiik ini mengerti, jadi saya hanya menunggu mood datang saja, walau tidak mood, haram bagi saya mencari inspirasi di pinterest atau google, bukannya sombong, tapi saya sadar, saya ini mudah terbawa, dan saya ga suka terbawa, jadinya saya lebih suka main di soompi atau main di devianart, beberapa inspirasi malah saya dapatkan dari teman-teman baru saya, yaitu para ilustrator :)

Kalau ditanya darimana saya bisa memilih warna, sekali lagi saya tidak tahu. Jadi ketika membuat Pururu, kalau lagi "cling" saya menentukan konsep, kalau tidak yang go with my hands aja. Ambil kain flanelnya dulu, 3 atau 4 warna, kalau tidak sreg ya balikin lagi kainnya, begitu aja. Waktu menggunting pun demikian, kurang lurus gunting lagi, ga cocok buang... begitu..
Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada polanya. Saya mulai belajar membuat pola, jadi katanya orang marketing, kalau punya ide, bisa membuat pola, jual aja paket belajarnya... ..

Jadi buat teman-teman yang bertanya pola atau tuto atau apa saja yang berkaitan dengan Pururu, jangan negativ thingking ya, saya baik hati, suka memberi dan tidak sombong kok, kalau ada pasti saya beri gratis. Ada tuto sederhana tentang membuat pururu di blog ini, scroll aja ke bawah, dan sebenarnya Pururu saya tidak lebih istimewa dari punya teman-teman crafter lainnya. Hanya saja saya cinta, cinta ketika membuatnya, cinta ketika mendandaninya, mellow ketika mengirimnya, dan bahagia kalau yang menerimanya senang.
Curhat selesai...
Hijab series



Generasi ke 12