Friday, October 17, 2014

MENGIRIM DENGAN CINTA....( PART 1 )

Warning !!! postingan ini mengandung unsur galau tingkat akut... jadi adapula kemungkinan yang membaca ikutan galau... siap ? oke... let's start...

Minggu in adalah minggu saya " bercinta" dengan beberapa ekspedisi.
Untuk para OS, ekspedisi adalah mata rantai terakhir dari suatu proses panjang suatu transaksi, dan ini adalah tahap yang paling membuat jantungan, bukan hanya ketika menunggu laporan barang sampai, tetapi deg-degannya sudah dimulai ketika kita melangkah di depan ekspedisi. lebay.com

Diawali dengan kunjungan saya ke ekspedisi Wakul. Ekspedisi Wakul termasuk yang irit cabang, tidak seperti ekspedisi Jambul yang ada di mana-mana dengan jarak yang berdekatan. Si Wakul ini lumayan jauh dari rumah saya. Tetapi biasanya saya nitip ke suami yang berangkat kerja atau saya bawa ketika Tuan Muda minta main ke alun-alun ( Wakulnya ada di dekat alun-alun ).

Petugas Wakul di Batu adalah seorang ibu muda dengan anak yang cuteee.. baru 16 bulan dan baru belajar berjalan. Saya salut dengan mbak ini, karena tidak mudah bekerja sambil membawa bayi yang lagi ruwet-ruwetnya. Pagi itu, ketika saya datang, sudah ada beberapa customer yang antri di depan saya.. sang bayi masih tenang dan main-main di belakang mamanya... sampai di giliran saya, babynya mulai jalan sana-sini dan mendorong-dorong penghalang hendak keluar.. tentu saja si mbak jadi rempong megang si bayi sambil  nyambi ngetik alamat pake saya... Oh NO !!! dalam hati saya jadi ketar-ketir.. ntar salah ketik lagi nih si mbak.. dan paket saya jadi nglencer lagi ntah kemana.. jadi saya ambil sang baby keluar , memuaskan rasa ingin tahunya, jadi si mbak konsen sama paket saya.

Waktu membayar, saya melihat banyak resi yang cuma ditumpuk, belum ditempel di paket... Hiks T_T  yang ini beresiko besar salah nempel no resi, dan kejadian paket saya yang tour 4 kota bisa terulang... dengan kalimat sehalus mungkin, saya minta si mbak menempelkan semua no resi yang berserakan termasuk resi saya.... tentu saja sang baby tetap main bersama saya dan tuan muda. Hari itu paling tidak saya meninggalkan paket saya dengan tenang.

Lain hari, di cabang Wakul yang lain, saya harus ribet ruwet lagi , kali ini dengan alamat yang dituju. Baru beberapa minggu ini website Wakul jadi lebih ribet,  data yang dimasukkan harus lengkap mulai dari provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan bahkan kodepos harus disertakan. Kalau tidak, itu pricenya ga akan keluar di webnya.. Huwaaaaa... penyesuaian ini menyebabkan beberapa alamat paket berubah haluan lengkap dengan perubahan ongkir, dan kesimpulannya saia jadi nombok.
Nombok bagi saya tidak menjadi masalah, asal nomboknya kira-kira ya...tidak membuat saya rugi, tapi tentu saja mengurangi laba saya, yang paling bikin be-te sebenarnya lamanya pengiriman, dari yang hanya 3 hari bisa jadi semingguan... haiisshh....

Di ekspedisi Jambul, saya sempat dibuat keki. Cabang Jambul di dekat rumah saya ada di 3 masing-masing masuk wilayah yang berlainan ( rumah saya ada di perbatasan kabupaten, kota Malang, dan Batu ).. jadi satu Jambul masuk kabupaten Malang, satunya masuk kota Malang, satunya lagi masuk Kota Batu, semuanya berjarak kurang lebih 1 km dari rumah saya.
Biasanya mau kirim lewat mana aja, biayanya ga berubah, tetapi 2 hari yang lalu...ni Jambul rupanya juga sedang melakukan penyesuaian harga.

Hari itu, karena panasnya luar biasa, saya memilih ke Jambul Batu, di cabang ini biasanya sepi, biar cepat maksudnya. Seperti biasa, Mas petugas menanyakan isi paket saya, saya jawab pigura kaca, maksudnya biar hati-hati, di resinya  diberi keterangan dan paketnya ditempel sticker..
Si Mas, tersenyum kecut, dan kata-kata berikutnya membuat saya berasa ikut ice bucket challenge deh, bukan dalam arti jadi dingin ya.. dalam arti jadi shock. ga tahu harus bilang apa.
Si Mas dengan entengnya berkata " Kalau di cabang sini aman-aman aja Bu, cuma ntar dibandaranya yang susah, paket beginian bisa ditumpuk-tumpuk hampir 50 kg di atasnya, lebih malah , apalagi Ibu pake Okri..lain kalau pakai Regi atau Yessy"...
Face Palm... huwahahahahahaha.. si Mas ini, kalau saya Bosnya , dia sudah saya pecat!!!.
Sebagai customer service dilarang sevulgar itu memberikan peringatan kepada customer, bisa saja si Masnya ngomong begini " Bu, karena memakai yang Okri dan tidak di asuransikan, ekspedisi tidak bertanggung jawab kalau ada kerusakan ya, saya tulis di keterangan resi supaya hati-hati dan nanti di paketnya saya tempel sticker fragille " nah begitu kan lebih manis...

Selanjutnya, ternyata cabang Jambul ini mengutip selisih 5000 karena ongkir dihitung dari kota Batu bukan lagi kota Malang,.... gigit resi.
Saya keluar dari ekspedisi dengan hati dongkol, sambil membayangkan paket saya diinjak-injak oleh saya ( Bobot saya 50 kg... lebih beberapa kilo dingg... :p )


To be continue ya.....