Saturday, September 10, 2016

Berhenti Sebentar

7 September 2016.

Sedang di chat dengan 2  sahabat , dua chat.
Saya tanpa sengaja menyakiti salah satunya.
Tanpa menunggu lama, karma datang menampar saya.
Tepat sasaran.
Mengembalikan saya ke tempat saya seharusnya berada.
So true.
Saya tidak akan pernah bisa menginjak 2 perahu. Salah satunya akan tenggelam, cepat atau lambat.
Atau malah dua-duanya akan menyeret saya masuk ke dalam air.
Enggak usah menulis, jualan saja.
Deg.
Seketika itu perahu saya tenggelam.
I'm quit.
Kacau seketika.
Beberapa teman di BB bertanya, tidak saya jawab. Ada yang sampai mengejar ke WA dan fesbuk.
Terima kasih, I'm fine.
Sepertinya akan berhenti menulis.
Tahu. Mengerti.
Mengapa mendengarkan kata orang lain?
Mengapa percaya kalau kamu enggak bisa.
Ya. Tahu.
Tapi tidak semudah itu. I need time.
Berpikir dan membuat prioritas.
Mana yang harus diutamakan.
Bagaimana kalau saya hanya jalan di tempat?
Bagaimana dengan kewajiban yang lainnya.
Iya. Tahu.
Bisa diatur. Jangan terprovokasi.
Iya. Mengerti.
Bisakah saya diam sebentar? membeku?
Terima kasih, buat yang sudah mendukung.
Silent reader blog yang tiba- tiba muncul menyapa
Menagih postingan baru.
I'm fine.
Tunggu ya
Sebentar
Menata hati dulu
Biar layak dan pantas.