Sunday, August 7, 2016

AGAR KELAK KARYAMU JUGA DIHARGAI

Sedih.
Mungkin crafter di Facebook udah mulai jenuh ya, crafter-crafter lama sudah jarang beredar lagi di facebook. Saya percaya mereka tetap berkarya, namun sudah enggak seperti dulu lagi yang sering menyemangati lewat postingan di fesbuk.

Banyak crafter baru bermunculan, bagus sih. Yang bikin gerah, makin banyak juga yang rupanya hanya sekedar ingin memuaskan rasa penasaran. Craft is not really their passion.

Jadi belakangan semakin sering nemu postingan yang ngambil foto orang lain, postingan yang ngecrop foto di situs  craft lalu diakui karyanya, postingan yang mengupload hasil paket belajar, tapi tidak menyebutkan sama sekali, siapa crafter penjualnya.

Oke, fine. Kategori plagiat untuk karya craft memang enggak ada. Desain sama, komposisi sama, warna? ( bisakah warna disamakan dalam satu pandangan mata dengan mata lainnya?), bagaimana dengan presisi?
Enggak mungkin suatu karya dibuat sama persis presisi. Makanya enggak bisa disebut plagiat. Paling pol dinyatakan sebagai karya ATM ( Amati Tiru Modifikasi ).

Saya tidak keberatan dengan ATM, yang membuat saya gerah adalah, kalau crafter yang melakukan ATM secara sadar mengakui ide karyanya itu adalah pure dari kepalanya sendiri. How come?

Crafter dengan passion, terlihat sangat jelas dari karyanya. Selalu ada "sidik jari" yang ditinggalkan. Bahkan crafter yang menjual paket belajar. Karena dengan menjual paket belajar, crafter itu mengikutkan stylenya.
Salahkah pembeli paket belajar mengakui kalau hasil paket belajar itu adalah karyanya? TIDAK.
Yang tidak benar adalah mengakui dan mengambil semua pujian itu untuknya. Jujurlah, katakan kalau itu hasil paket belajar, desain bukan punyamu, enggak perlu menyebutkan nama crafternya.

Lain hari, saya terpaksa meng-unfriend seorang crafter yang saya kenal lama. Crafter ini brandingnya melekat sangat kuat. Karyanya simpel , sederhana dan benar-benar handmade, alias enggak perfect. Saya suka. Suatu hari, tiba-tiba saja dia mengupload foto di sebuah grup dan mengakui kalau itu adalah karyanya. Dalam seklai lihat, saya sudah tahu kalau dia berbohong. Style foto yang diupload bukan stylenya, karyanya juga terlalu rumit untuk dia yang cinta sederhana. Benar saja, foto yang diupload diambil dari suatu situs berbahasa Mandarin. Saya sangat sedih. Tidak ingin melanjutkan polemik ( karena ternyata ada crafter lain yang sempat bertanya-tanya ), unfriend saja.

Untuk apa melakukan itu? mengharapkan pengakuan, mengumpulkan pujian. Oh come on, untuk apa mencari saksi dunia dengan perbuatan yang membohongi diri sendiri.
Craftmu itu kamu. Lihat lagi ke dalam dirimu deh, sungguhkah craft itu passionmu?
Kalau iya, mengerjakannya bukan karena ingin diakui, kamu melakukannya karena kamu mencintainya. Mencintainya sampai ke tulang-tulangmu. Dipuji atau tidak, seharusnya kamu enggak peduli.

Proses pertama belajar adalah meniru. Saya pun demikian. Tidak masalah. Asal jangan keterusan jadi mengakui setiap desain adalah pure milikmu.
Please, hargai karya orang lain, agar kelak karyamu juga dihargai. Kalau craft memang passionmu.

Curhat sedih.
No hard feeling.