Wednesday, April 9, 2014

Setelah 1000, lalu apa ???

This week is stressfull week.. but somehow the pressure make my writing mood back...

Minggu ini saya banyak berpikir... mencuci sambil berpikir, setrika sambil berpikir.. bukan melamun ya..
FanPage saya Veve's World tidaklah seberuntung FanPage teman-teman yang dengan sangat cepat mendulang likers hanya dalam beberapa minggu, bahkan dalam beberapa hari.
Veve;s World membutuhkan hampir 2 bulan untuk menembus angka 300, 3 bulan untuk angka 500 dan hampir 5 bulan untuk menenbus angka 1000.
Masih lekat dalam ingatan saya detik-detik ketika perubahan angka likers saya mendekati 1000.. kurang 2... kurang satu dan... 1000 !!!! 1000 !!!
Senang ? amat sangat senang, mengingat tidak sekalipun saya menggunakan GA untuk mengumpulkan likers. Saya juga termasuk yang malas mengundang teman, Call to Action untuk setiap postingan saya juga payah.. jadi dengan pe-de boleh saya katakan bahwa  sebagian Likers saya ( mudah-mudahan benar ) adalah likers yang benar-benar menyukai postingan di FP saya.
1000. ketika awalnya rasanya amat sulit untuk mengumpulkannya.. jadi tanpa disadari saya hanya fokus mengumpulkan Likers.. Saya lupa atau pura-pura lupa kalau tujuan FP ( FP Komersil ) sejatinya bukanlah untuk mengumpulkan Likers . Idealnya adalah pertambahan Likers berbanding lurus dengan pertambahan omzet..
Ketika Likers menyentuh angka 1100, mulai ada customer yang order melalui FP, saya senang luar biasa ketika tahu customer FP pertama saya bukan berasal dari friendlist. Well, salah satu tujuan dari FP setidaknya berhasil, meluaskan jangkauan produk saya.
Tapi lama kelamaan saya menjadi terlena, saya tidak lagi fokus dengan isi Fan Page saya.
Seringkali saya memberikan tips kepada teman-teman dari awal membuat FP agar segera menentukan pangsa pasar.
Saya sendiri sampai FP saya mencapai 1000 likers masih bingung dan meraba-raba.
Itulah sebabnya saya menjadi tidak fokus... siapakah sebenarnya pangsa pasar saya ? berapakah sebenarnya omzet yang saya inginkan ? apa sebenarnya yang menjadi ciri khas dari FP saya?
Produk dari flanelkah ? dari Satin ? dari kain perca ? atau apa ?
Dengan kadar kepo yang tinggi saya sering kali gatal melihat banyak karya teman-teman yang di share baik di grup atau muncul diberanda saya.. karena saya juga termasuk yang tidak tahu malu... setiap kali mencoba sesuatu yang baru saya selalu menguploadnya.. dan ketika ada yang bertanya berapa harganya.. dasar matre saya pun mulai memasang harga.. Ini juga menjadi racun yang membuat saya tidak fokus.
Belakangan , ketika jenuh ( saya moody, seringsekali jenuh ) mengelola FP saya sadar bahwa saya sendiri yang membuat FP saya tidak maksimal, saya sendiri yang membuatnya menjadi campur aduk, mending seperti nasi campur.. enak dimakan hehehehe...
Jadi yang saya lakukan pertama kali adalah memantapkan hati... mana sebenarnya yang mau saya buat.. aplikasi ? produk jadi ? siapa yang sungguh-sungguh menjadi pangsa pasar saya ? reseller ? end user ?
next.. melakukan branding.. penting dan perlu karena saya mau produk saya adalah milik SAYA bukan karena mengekor produk yang lain...
Jadiii... mulailah saya dari nol lagi.. Mantapkan hati dan lahirlah FP imprint dari Veve's World yaitu PuLand  ( Pururu's Land )
FP ini akan menjadi proyek idealis saya.. Pururu's saya dan kecintaan menulis saya.. selanjutnya baru saya komersilkan ( Matre tetep hehehe... )
Veve's world akan tetap menjadi proyek komersil saya, dengan mengutamakan kemampuan dan terutama kebutuhan asisten saya...
Jadi inilah Link PuLand... cekidot....

https://www.facebook.com/punyuland