Friday, February 6, 2015

GELANG MACRAME VEVE



Ga ada hubungannya dengan cerpen saya yang dimuat di majalah BOBO, cuma kebetulan aja timingnya bersamaan.

Dua minggu yang lalu Veve dipilih menjadi salah satu peserta Olimpiade Matematika dan seleksi Siswa Teladan mewakili sekolah.

Veve girang, saya ngomel. Ini adalah kesekian kalinya pihak sekolah memilih siswa yang akan diikutkan lomba dengan persiapan yang tidak pernah lebih dari seminggu. Kalau lombanya mendongeng, baca puisi, pidato atau menyanyi sih mepet-mepet masih bisa dikejar. Lha ini lombanya kan pakai mikir!!! please deh Bapak Guru, memangnya anak-anak ini PC yang kalau dimasuki flash disk datanya langsung pindah semua...hadeeeh!!

Dengan persiapan hanya seminggu, mereka  harus menguasai materi matematika kelas 4,5,6,7...saya aja yang membayangkan begitu banyak yang harus dipelajari langsung mumet. Veve dan anak-anak lainnya? cuek aja tuh .. hahahaha...dasar anak-anak.
Jadilah selama seminggu setiap sore saya ngepost sambil ngeroll di rumah Bapak Guru nungguin Veve belajar bersama anak-anak yang lain.

Sebenarnya anak-anak ini tidak peduli dengan materi yang dilombakan ( hasil Nguping ), mereka lebih bersemangat dengan apa yang akan terjadi kalau mereka lolos seleksi ( padahal supaya lolos harus belajar dulu!!).
Jadi setiap kali selesai les, Bapak Guru memberi semangat kepada anak-anak dengan menceritakan setiap tahapan seleksinya, dari puluhan siswa, dipilih 10 siswa, dipilih 3 siswa, lalu berangkat ke tingkat nasional.
Nah, kalau mereka ikut tersaring sampai tingkat provinsi, mereka akan di karantina di hotel !!! 
Wuaaaaahhhh !!! itu reaksi anak-anak sewaktu Bapak Guru bercerita ( saya nguping :p)

Sampai di rumah, berkali-kali Veve bercerita betapa inginnya dia merasakan dikarantina di Hotel.
Saya tanya apa bedanya di hotel dan di rumah? sama-sama dibuat tidur doang...>-<
Tapi yang dibayangkan Veve adalah serunya seperti para kontenstan Idol yang di tipi-tipi itu lo.....
Hahahahaha... saya bilang, kalau nanti sampai kejadian, kallian akan lelah belajar, begitu  masuk kamar langsung tidur ( walaupun kemudian saya meragukan ucapan saya, anak-anak ini kalau udah sama-sama energinya ga habis-habis ).

 Dan 3 hari terakhir menjelang lomba, Bapak Guru meminta saya mengajari Veve membuat kerajinan untuk seleksi Siwa Teladan untuk pelajaran SBK. Saya otomatis menolak, bukan tidak mau, tapi Veve itu tidak telaten, buru-buru, berantakan kalau harus nge-craft ( oke, saya juga berantakan, tapi ga paraaaaah).
Jadi  mending menyanyi atau menari saja deh... 
Bapak Guru menambahkan kalau menari atau menyanyi poinnya nanti cuma sedikit, tidak sebanyak kalau veve membuat craft.

Okeeeeeh, saya tidak berdaya, di rumah pikir di pikir, diskusi dengan Veve, rencana awal maunya saya bikin simpel bros aja pakai flanel yang digunting melingkar trus di roll, masalahnya veve ga bisa menggunting dengan benar.. hiks. menggunting lingkaran yang sudah digambar saja bentuknya bisa berubah jadi segi enam !, jadi coret membuat bros.

"Roseburn saja !"celetuk Veve sambil menunjuk lilin yang menyala ( saya sedang membakar kelopak roseburn )
Saya mendelik dan langsung mematikan lilinnya. "Bisa-bisa terbakar tempat lombanya!"
Veve tidak bisa menjahit ( benangnya lepas mlulu dari jarumnya ), tidak telaten juga membuat kolase ( lem-nya belepotan ), coret ! coret !

Akhirnya saya melirik tali kur yang biasa saya gunakan untuk rambut Pururu .
"Bikin macrame saja ! ga pake gunting, ga pake lem, bersih, ga ada resiko!"Saya pun searching tutorial yang paliiiiiiing gampang. Maunya model kepang rambut saja, tapi kok kayanya ga berkelas hahahaha..maksudnya kok kaya asal-asalan hihihi.

Saya cari tuto yang gampang, menurut saya, saya print, saya beri contoh 1 simpul..
Ternyata oh ternyata.. just like me  veve juga Tuto -Phobia  , baru 2 simpul, kertas tutonya sudah dia singkirkan.
"Bikin model lain saja" katanya sambil ngacir, jauh-jauh dari saya ( Biar ga saya protes)
Dan taraaaaa...jadinya manis juga. Ga tahu saya bagaimana dia membuatnya, tapi ketika saya suruh mengulang, Veve bisa kok membuatnya. Jadi Amaaaan..tinggal beli charm buat nguncinya.

D-day, hari pertama adalah seleksi Olimpiade Matematika, pulang lomba wajahnya lesu.
"Bisa ga?" tanya saya.
Veve menggeleng, cuma 3 dari 25 soal yang dia yakin benar. Saya besarkan hatinya bahwa hanya dengan persiapan seminggu, itu sudah bagus, ntar ikut seleksi lagi kelas 5.

Hari kedua adalah seleksi Siswa Teladan ( Semua mata pelajaran tulis-menulis minus SBK. Rencananya SBK baru akan diujikan 3 hari setelahnya), Veve pulang dengan sumringah !! lalu bercerita bahwa dia mendapatkan rangking 2 dengan nilai 52 ( rangking 1 nilainya 56 )untuk seleksi olimpide matematika. Saya tertawa geli, rupanya sekolah lain juga pusing bagaimana caranya "memaksa" anak-anak ini belajar begitu banyak materi selama seminggu.

Esoknya, Veve juga mendapatkan kabar kalau dia mendapatkan rangking 1 untuk seleksi siswa teladan.
Tapi kemudian dia menambahkan dengan kecewa " Ke hotelnya baru ntar habis seleksi di kelas 5. Jadi seleksi sekarang, cuma biar sekolah membina anak-anak yang lolos"
" Berarti ga jadi nih, macramenya?" tanya saya. Veve menggeleng pelan.
Wuhahahahahahaha....oalah nduk..nduk..ntar mami berubah jadi kuter ( Kuis Hunter ) dulu ya, ta carikan yang hadiahnya voucher menginap di hotel ! ada yang mau bantu???