Wednesday, January 21, 2015

3 Kesalahan Saya Ketika Membuat Roseburn



Alasan utama saya akhirnya membuat Roseburn adalaaaaaah... karena saya matre..hahaha.
Customer setia saya yang ga pake rempong kalau order, sebenarnya sudah meminta saya membuatnya sejak tahun lalu.
Tapi you know, membuat roseburn itu ribet, membayangkan harus memotong per kelopak, membakarnya satu-satu belum lagi nyusunnya, aduh pokoknya ga banget deh.., jadinya dulu saya ogah membuatnya secara serius.
Ketika customer saya repeat order dan sekali lagi meminta saya membuat roseburn, kali ini saya iyakan.
Saya mengambil jatah 2 jam yang biasanya saya gunakan untuk menulis ( ga selalu 2 jam juga..banyakan bengongnya hahahaha ), untuk mulai belajar membuatnya.
And the journey is..amazingly made me got headache hahahaha...
Sama seperti ketika belajar membuat rosebud, tentu saja frustasi itu adalah wajib untuk dinikmati.
Dan inilah 3 kesalahan saya ketika belajar membuatnya :

1. Tutorial itu adalah SOP ( Standard Operation Procedure )
Karena saya hanya punya waktu 2 jam x 15 hari untuk membuatnya, mustahil kalau saya pakai ilmu memandang, selain ga ekonomis, alias sudah pasti membuang banyak bahan ( crafter pelit ), jadi saya potong kompas saja, membuat sesuai tutorial. Kalau membuat seturut tutorial pasti menghemat waktu dan bahan pikir saya waktu itu.

Tutorial banyak bertebaran di mana-mana, tapi saya memilih yang kelihatannya paliiiiiiing gampang, yaitu yang menggunakan pola lingkaran dibagi 8 sebagai kelopaknya.
Untuk Tuto-phobia seperti saya, mengikuti tutorial itu seperti terpaksa makan brotowali, pahitnya amat sangat...susyeeee banget.

Proses awalnya sih lancar.. kan cuma motong kain berbentuk lingkaran trus dibagi 8, sama seperti membuat cream, selanjutnya adalah membakarnya...bahkan ketika membakar saya tidak kesulitan, ujung kelopaknya melengkung semua.. tapi hasil akhirnya kok lepeeeeeekkkk... huwaaaaa..what's wrong ? cek..cek...cek.. coba...coba... teteup aja lepeeek.

nah.. lepek kan.. ga bisa berdiri cantik...


Saya stalking crafter yang juga membuat roseburn versi ini, jadinya kok buaaaaagus dan kelopaknya bisa tegak berdiri ..sempurna, sempat juga terlintas di pikiran saya, apa itu kelopaknya di hairspray ya... hahahahaha....

Give up versi yang ini, saya ganti pakai versi lainnya, roseburn yang dibuat per kelopak  yang menggunakan kertas untuk menahan lengkungannya. Hasilnya, kertasnya berulang kali terbakar..huwahahahahaha.


ini yang terbakar...ssst, jangan bilang-bilang yaa, kertasnya itu saya nyomot kartu mainannya tuan muda

Jadinya saya singkirkan kertasnya, saya bakar biasa aja ujungnya, tapi ketika di susun, masih aja lepeeek.. hiks..hiks.. napa ya? frustasi? jelaaaaassss, i'm running of time....

Balik lagi saya stalking, bukan stalking tutorial, karena di tutorial ga dijelaskan secara detail bagaimana kelopaknya bisa berdiri.. saya stalking koment-komentnya.. biarpun puluhan atau ratusan komen saya baca dehhh, ternyata rahasianya adalah, jangan hanya bakar ujungnya aja..bakar agak ke dalam atau bakar juga semua pinggirnya..voila..lulus saya di tahap ini...

Kesimpulannya, Tutorial itu sebenarnya adalah panduan yang bersifat fleksibel, tidak sama seperti membuat kue atau SOP di Laboratorium Kimia yang harus diikuti urut dan persis, karena craft itu ga ada batasan, perjalanan membuat suatu karya tidak bergantung dari tutorial yang ada, tapi tergantung dari bagaimana seorang crafter "menemukan " perjalanannya sendiri.
Buat saya, yang paling cocok untuk saya sebenarnya adalah ilmu memandang...i'll find my own way to make all of that..

2. Mawar Bakar itu ya di bakar..
Kalau orang awam diminta memberi pengertian apa itu mawar bakar, pasti jawabannya kalau mawar bakar itu ya mawar yang dibuat dengan dibakar.

Dulu ketika awal booming roseburn ini, saya sempat belajar sedikit, waktu itu tantangannya adalah membuat kelopaknya melengkung dengan sempurna.

Sama seperti pemahaman orang awam, saya langsung aja membakar kain tepat di atas nyala api.. hasilnya ya gosong, bahkan seringkali terbakar... hihihihi..

Jadi ketika belajar lagi, saya perhatikan benar-benar bagaimana  " membakarnya ".
Kelopak roseburn sebenarnya dibuat tanpa di bakar, karena yang membuatnya melengkung adalah radiasi panas dari sumber api. Saya sempat penasaran, bisa ga kalau uap air mendidih membuatnya melengkung, jadi saya coba dengan uap air ketika merebus air ( crafter nganggur ..hihihi ), ternyata tidak bisa melengkung, jadi kesimpulannya, panas yang dibutuhkan adalah panas radiasi.

Membuatnya dengan nyala lilin dan nyala api dari lampu minyak ternyata tidak sama, maksud saya kalau pakai lampu minyak kan lebih ngirit :p

Saya mencoba dengan keduanya, hasilnya nyala api dari lilin mempunyai radiasi paling bagus, kalau nyalanya besar, jarak 2 cm saja kainnya sudah melengkung, ga pake gosong.
Kalau dari lampu minyak, harus sedekat mungkin dan kadangkala meninggalkan bekas hitam terkena asapnya. Saya tidak pintar mengendalikan nyala api dari lampu minyak. Di tahap ini berasa jadi avatar deh... pengendali api...

3. Nyusunnya ? gampaaaaaaang....
Sejak awal, saya seharusnya sadar kalau ini akan jadi bagian yang paling sulit , karena saya ini crafter yang unsimetris, alias selalu penceng kalau harus menyusun, menggunting, menggaris sesuai aturan.

Ketika sudah lulus membuat kelopaknya melengkung, saya mulai menyusunnya, awalnya saya susun biasa melingkar menggunakan alas, hasilnya.. ya seperti biasanya..menceng ga karuan kanan dan kiri.

Bongkar lagi, kali ini alasnya saya beri jarak, saya garis dan saya bagi menjadi delapan, hasilnyaaaaa...masih saja ga simetris.
Streesss saya... mandeg wes, saya ngambek dua hari.

But somehow, suatu malam atau dini hari ya... ada postingan bumping tutorial membuat roseburn punyanya mbak Anisa Hisbulloh ini linknya klik di sini ..dari situ saya mulai ngeh..ga bisa nyusun satu-satu, saya susun per 4 kelopak... hohohoho.. hasilnya.. simetris melingkar.
Kalau saja waktu itu bukan dini hari, saya sudah melompat-lompat sambil berteriak berhasil ! berhasil ! hahahahaha....

See.... motong kelopaknya saja besar-kecil, saya ini crafter unsimetris


Jadilah roseburn perdana saya yang kelihatan benar-benar roseburn. Selanjutnya practice make perfect. Beberapa crafter yang satu angkatan dengan saya ketika pertama kali membuat roseburn, lama kelamaan roseburnnya semakin cantik. Jadi ayo berlatih dan berlatih.
pe-er berikutnya adalah membuat acuan baku tentang ukuran kelopak yang berpengaruh pada ukuran roseburn.

Baru 20 jam sejak saya belajar , masih ada sisa 10 jam untuk menentukan ukuran dan berlatih...mudah-mudahan cukup membuat roseburn yang lebih cantik.

Ini dia, kegagalan saya, ada beberapa juga sebenarnya, tapi dah saya buang.. habisnya frustasi banget.. hahahaha..
Oh ya, saya akhirnya memutuskan kalau membuat roseburn lebih cucok pakai kain satin ( ada yang bilang pakai satin jeruk lebih bagus, belum saya coba ), karena melengkungnya bisa pas, kalau pakai pita, saya kesulitan membuatnya melengkung penuh, soalnya bagian pinggir pita sudah keras. Nah yang biru itu percobaan saya memakai pita.

Beberapa yang gagal, yang biru satu-satunya yg pakai pita