Wednesday, January 7, 2015

Melankolis Realistis







Judule ga nyambung...

Alkisah, ada seorang sanguin yang ingin menjadi pianis. Kebanyakan pianis adalah seorang melankolis. Si sanguin berusaha begitu keras belajar supaya bisa memainkan piano sama lihainya dengan si melankolis. Bisakah ? bisaaaa.. Si sanguin berusaha demikian keras, menahan semangat sanguin yang meluap-luap agar tetap cool seperti si melankolis .
Sanguin merasa puas, tapi juga lelah, meskipun permainan pianonya sama cantiknya seperti si melankolis, sanguin tetap merasa bukan dirinya sendiri.
Itulah sebabnya suatu hari sanguin merubah gayanya memainkan piano, bukan lagi tenang dan cool seperti si melankolis, tetapi sanguin memainkan piano dengan penuh bersemangat mengikuti kata hatinya. 

*********

Nyambung ga sama ilustrasi di atas ?tapi itulah yang saya rasakan sewaktu membuat boneka jari seri Profesi ini, ketika membuatnya saya menjadi seorang melankolis yang harus realistis.

Ini adalah request sejak bulan november. Customer saya yang super duper sabar dan baik hati, dengan sabar mau menunggu saya sampai ada sedikit jeda waktu untuk mengerjakan boneka ini.
Seperti biasa, selalu saya sampaikan bahwa saya tidak bisa mengerjakannya dengan terburu-buru, dan tidak bisa juga kalau diberi contoh. Beliau mengerti, bahkan mengatakan terserah saya saja bentuknya bagaimana..What a kind... Thanks GOD for sending me beautifull customer like this..

Awalnya saya ingin membuat versi saya sendiri, yang aneh ..pokoknya yang Pururu banget, tapi dipikir-pikir, nanti kalau boneka ini jadi alat peraga, anak-anak ga akan ngeh dooong...
Akhirnya saya putuskan buat yang mainstream aja deh... yang familiar , jadi begitu melihat anak-anak tahu profesi apa yang dimaksud.

Jadiiiii... mau tidak mau saya googling, melihat contoh boneka dan aslinya, berusaha mengingat setiap detilnya.
Kelihatannya sederhana, tapiii bagi saya, yang kata hati tidak sejalan dengan kata tangan, membuat boneka ini susaaaaaah banget. Percaya atau tidak, sehari saya cuma bisa membuat sebiji !
Kesulitannya hanya satu, menahan diri supaya tangan ini tidak memodifikasi yang sudah di konsep.
Jangan tanya berapa banyak kain flanel yang saya gunting supaya pas,buannnyak hahahahaha..ini akibat kalau keukeuh ga mau pakai pola, soalnya pakai pola pun nanti sewaktu di gunting jadinya lain juga...poor meee...
Anyway, jadi juga kan bonekanya.. masih ada 5 lagi, belum kefoto keburu mendung, ntar diupdate lagi.
Saya puas, meskipun ketika membuatnya seperti menahan nafas, tapi jelas ada ruh Pururu di dalamnya you can see it right?