Thursday, January 29, 2015

GHOSIPICT : Hantu Pencuri Foto






Setahun yang lalu , saya ikut Kuis yang di adakan di  Paberland oleh Bunda Ary Nilandari . Kuisnya adalah membuat kata-kata baru. Saya membuat beberapa kata baru tentang dunia craft dan OS . Ini beberapa kata-kata yang saya buat :
Feltonic : Gonjang ganjing di dunia Flanel
Ghosipict : Hantu pencuri foto
Minungitis : Migren karena customer nawar sampai nyungsep
Ekomot : Ekspedisi Lemot
Satu lagi saya lupaaaa...
Dan kata-kata ini membuat saya memenangkan kuis itu lo... Untuk kuis yang diadakan penulis sekaliber Bunda Ary Nilandari, memenangkan kuisnya rasanya bangga banget. hahahaha.

*******
Menurut kepercayaan orang Tionghoa, bulan ke-4 dipercaya sebagai bulan sial. Alasannya, angka 4 kalau di ucapkan seperti kata shi ( mati ) dalam bahasa Tionghoa. Di bulan ini, katanya semua hantu dilepaskan dan tidak ada hal yang baik terjadi di bulan ini. Itulah sebabnya mengapa tidak ada orang Tionghoa yang menikah di bulan 4 pada  penaggalan Tionghoa.

*******

Mungkin bulan ini adalah bulan ke-4 dalam dunia crafter, banyak hantu yang lepas dan mencuri foto para crafter. Saya salah satunya yang sempat merasakan di curi fotonya.
Pagi-pagi sekali , saya banjir inbox dan notif, saya pikir teman-teman mengucapkan selamat karena cerpen saya akhirnya di muat di Bobo, hehehehe.. ge-er

Ternyata oh ternyata, inbox yang masuk adalah tentang foto Pururu saya yang digunakan untuk berjualan di salah satu grup.
Sejujurnya saya tidak merasakan apa-apa waktu tahu. Setelah meluncur ke TKP, saya inbox yang bersangkutan.

Tidak... saya tidak marah dan memakinya karena mengambil foto saya. Saya hanya bilang, bahwa sayang sekali kalau baru mulai berjualan Online harus di black list atau bahkan di bully sama yang lain. 
Mbak yang mengambil foto saya, merespon saya dengan cepat. Dia meminta maaf dan langsung menghapus semua foto saya baik yang di grup maupun di berandanya.

Bukan kali ini saja foto saya diambil untuk berjualan. Hanya saja saya tidak heboh untuk memposting di sana-sini. Untuk Pururu, saya sebenarnya senang, karena berarti karya saya udah mancep di kalangan Fesbuker, jadi jika ada yang mengambil, walau foto saya tidak ada watermarknya pasti sudah banyak yang tahu kalau itu Pururu saya, intinya branding saya ada gunanya.

Terlepas dari kontroversi boleh atau tidak mengambil foto, In My Humble Opinion, pencuri adalah pencuri. Kalau semua pencuri dan penjahat bisa dengan mudah dilupakan hanya dengan kata maaf, apa gunanya ada hukum dan polisi ( Jiaaaahhhh... ini quote terkenal di drama Boys Before Flower .. )

Saya sama sekali tidak setuju menggunakan foto milik orang lain untuk berjualan, itu namanya menipu diri sendiri, meletakkan dasar yang rapuh untuk memulai bisnis.

Tidak semerta-merta menghakimi, kalau mau dipandang dari sisi lain pun tetap saja mengambil foto orang lain untuk berjualan itu  tidak benar, kalau ada yang berdalih foto kita mendatangkan rejeki untuk yang memasangnya, oh ya ? rejeki halal darimana berjualan menggunakan sesuatu yang bukan haknya?
Berjualan menggunakan foto orang lain memberikan beban yang berat. Tidak semua crafter bisa menduplikasi persis..sis foto yang dipasang. Contoh Pururu saya.. saya sendiri saja tidak bisa menduplikasinya lagi, akan ada banyak presisi jika ingin menduplikasinya , karena crafter itu manusia, sudah pasti ada selipnya. Dan saya ragu crafter yang punya kemampuan duplikasi tingkat tinggi mau menduplikasi karya crafter lain tanpa ijin, gengsi bok....

Ada pula yang beranggapan kalau semua yang sudah ada di internet adalah milik bersama. Ini pemahaman yang terlalu dangkal.

Kita manusia, dilengkapi dengan akal budi. Sedari kecil kita diajarkan mana baik, mana buruk. kita hidup di lingkungan ( dunia nyata ) dengan berbagai batasan moral.

Jadi kalau dengan berkeliaran di dunia maya, apakah akal budi kita seketika hilang sehingga tidak ada lagi batasan antara baik dan buruk? benar atau salah?
Bagaimana jika dibandingkan dengan contoh ini :
Sepeda motor yang diparkir di depan swalayan yang nota bene adalah ruang publik adalah sepeda motor milik bersama, siapapun boleh mengambilnya tanpa ijin. Bolehkah kita mengambilnya ? mengakui kalau itu millik kita ? tidak kan...meskipun kita lalu mengambil fotonya dengan kamera hp lalu memasangnya sebagai dp lalu kemudian  mengakui kalau sepeda itu milik kita, apakah itu tidak membohongi diri kita sendiri?
Dan kalau sampai tahap ini masih ada yang beranggapan bahwa tindakan seperti ini adalah baik dan benar...i give up... maybe the end of the world is just begin...

Dan yang terakhir, crafter itu diperlengkapi dengan etika,baik itu crafter lama atau crafter wanna be. Saya tidak suka sebenarnya dengan label crafter baru dan crafter lama. Setiap orang yang dengan bangga menyebut dirinya crafter seharusnya sudah menempel rambu etika, di hati, tangan dan pikirannya. Seorang crafter seharusnya sudah tahu bagaimana proses kreatif yang dilalui ketika membuat suatu karya, menghargai setiap perjuangan untuk membuatnya. Jadi ketika hendak melakukan yang di luar etika, seorang crafter sudah tahu di mana dia harus berhenti dan menahan diri.

Mungkin harus ada Craftbuster untuk menangkap para ghosipict ini... any volunteer ?