Friday, October 2, 2015

FIGHTING ! CL KEEPER







Pagi ini Lab Bayu begitu menyenangkan dan menenangkan.
Laboratorium tempat Bayu bekerja mempunyai jendela kaca yang besar-besar, lubang anginnya sengaja dibuat banyak dan lebar , sehingga tidak menggunakan exhaust  fan untuk sirkulasi udara, kecuali di lemari asam.

Dari jendela dekat ruangan kecil sebagai kantor Bayu, aku bisa melihat rumah kaca, diapit dengan pohon Pinus tinggi besar Ada jalan setapak  di belakang Lab Bayu,  mengarah ke sungai kecil, di sana sering terlihat kunang-kunang.
Jika beruntung, di suatu malam di awal musim hujan, dari kaca jendela ini, kami sering melihat kunang-kunang berterbangan, berkelap-kelip seolah sedang menyajikan pertunjukan untuk kami.

Bau tajam Lysol menyeruak. Bagi sebagian orang, bau Lysol mungkin membuat tidak nyaman. Tapi bagiku bau Lysol itu menyegarkan. Bayu sedang sibuk mengomel tentang asisten lamanya yang baru saja dia pecat. Tentang kecerobohan sang asisten yang sengaja memecahkan buret, tentang kebiasaan sang asisten yang hobi bertanya tentang hal-hal di luar Lab, dan lain, dan lain, dan lain...

Aku tersenyum sinis, untuk seorang dosen sepintar Bayu, menangkap gelagat mahasiswi yang sedang cari perhatian saja dia tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?

Hangatnya sinar matahari yang masuk membuatku mengantuk. Aku meraih Pharmakope dan meletakkan kepalaku di atasnya, memperhatikan Bayu sedang sibuk menyiapkan preparat untuk jam kuliah nanti siang.  Keningnya berkerut, dan rambutnya jatuh menutupi mata ketika dia menunduk. Aku lupa siapa yang mendorongku untuk membuat Bayu, hampir 3 bulan yang lalu. Yang kuingat aku begitu frustrasi ketika Toby dan lainnya meninggalkanku, dan tanganku bergerak begitu saja menciptakan Bayu.
Kantuk menyerang semakin kuat. Aku jatuh tertidur.

Harum kopi dan tepukan keras di bahu membangunkanku. Bayu sudah ada di sampingku dengan 2 cangkir kopi .
" Aku tidak suka ada yang tidur di Lab-ku, bangun!"
Hiiish. Kutendang kakinya, tapi Bayu lebih sigap, dia bergerak menjauh sebelum kakiku menjangkau kakinya.
" Apa itu ditanganmu ?"
" Daftar asisten baru. Kali ini tidak untuk mahasiswi, bikin susah saja. Asisten cowok sepertinya lebih menjanjikan " jawabnya .
" Aku yang pilih ya, sini !"
Bayu memukul tanganku yang mencoba meraih kertas itu dari tangannya.
"Jangan ikut campur!"
Aku mencebik, kuhirup kopi buatan Bayu. Kopi buatan Bayu untukku  selalu pas , lembut dominan cream. Bayu tidak suka mix kopi. Punyanya selalu strong. Hitam.
" Can I ask you something? Bisakah..."
" No ! " sambar Bayu sebelum aku sempat meneruskan kalimatku.
" Panggil aku, supaya kau hidup di kepalaku . Aku serius . Kepala kosong itu mengerikan. Aku tidak fokus, selalu harus mengulang-ulang list yang sudah aku siapkan." Kalimatku terdengar sangat putus asa. Aku tidak peduli, Bayu tahu itu, kami tak pernah membicarakannya. Kali ini aku harus tahu apa alasan dia menolak terus memanggilku.

Bayu meletakkan kertasnya, menarik nafas dalam-dalam, lalu memandangku. Mata cueknya melembut, suara beratnya berubah menjadi semakin dalam.

" Sejujurnya, aku begitu takut dengan isi kepalamu, rasanya pasti sesak, penuh dengan tekanan, ranjau  dan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Tentu saja aku  ikut  sedih ketika anak-anak itu meninggalkanmu,  kehadiran mereka membuatmu rileks.
Sedangkan aku, aku akan membuatmu semakin frustrasi. Kau tahu kan aku begitu kaku, sama sekali tidak menyenangkan."

Hatiku teriris mendengarnya, mataku mulai berkabut. Bayu benar, kepalaku penuh dengan berbagai tekanan, dan dia bukannya tidak peduli, dia takut malah membebaniku.

" But we can try, mungkin kita bisa saling membuat tenang satu sama lain" sanggahku. Bayu menggeleng, kali ini dia menunduk.

" Datanglah ke sini, kapanpun. Anytime. Aku di sini, siap mendengarkan dan juga siap mengusirmu. Sampai kau temukan lagi yang bisa mengisi kepalamu."

Sigh. Percuma berdebat dengannya. Just like that. Pembicaraan berakhir. Kami diam, menghirup kopi masing-masing, memperhatikan mahasiswa yang lalu lalang dari kaca jendela Bayu. Lalu beberapa mahasiswa mulai datang. Aku berdiri beranjak pergi. Tanpa berpamitan.
" Fighting CL keeper .I will always wait you here". Bisik Bayu sebelum aku berbalik pergi.
Kalimat itu, sederhana, tapi membuat hangat hatiku.
Fighting !!!