Mencuri Awan
Ini adalah salah satu cerpen yang ditulis bertahun-tahun yang lalu. Sebelumnya udah pernah direvisi dikirim ke media, dan...... dikembalikan. Hahaha.. Masih banyak yang harus dibenerin. Ya sudahlah, dipajang di sini aja. MENCURI AWAN Bo berbaring di atas tempat tidurnya dengan gelisah, badannya terasa kaku semua. Huh, aku tidak bisa tidur di atas kasur sekeras ini, gerutunya. Bo bangun dan pergi keluar rumah, cuaca malam ini cerah sekali, Bo melongok ke bawah, dilihatnya kelap-kelip lampu rumah para penduduk bawah langit. Mereka pasti tidur nyenyak di atas kasur empuk mereka, sedangkan aku hanya bisa menahan kantuk di sini, keluhnya. Ah, mengapa tahun ini para burung tidak terbang melintas langit dan meninggalkan bulu mereka? Jadi aku bisa mengisi lagi kasur dan bantalku supaya empuk. Bo menarik nafas panjang. Tiba-tiba langit menjadi suram, cahaya bulan terhalang oleh awan. Awan ! Aha! Awan lembut dan empuk, aku akan mengambilnya untuk mengisi kasur dan banta...