Tuesday, March 8, 2016

Ketika Veve Bertanya Tentang Emisi Malam






Enggak mereview Keo & Noaki 5. Reviewnya intip wall Fesbuk ajah ya, atau main ke page Keo & Noaki.
Baru baca-baca ulang review buku 1- 4 GKNN, dan menjadi malu karena saya kok jadi fangirlingan ya sejak mengenal GKNN. Hahaha...kali ini serius deh.

Sejak awal berkenalan dengan seri ini, cerita yang di dalamnya selalu menjadi bahan diskusi yang menarik antara saya dan Veve. Yang dominan atau yang menjadi hot topic, biasanya tentang geng teman di sekolah atau tentang gosip siapa yang naksir siapa.

Saya sudah menduga kalau topik tentang Emisi Malam yang muncul di buku 5  cepat atau lambat akan menjadi bahan pertanyaan Veve. Jadi sehari setelah membaca buku 5 ( entah sudah keberapa kali ) inilah pertanyaan-pertanyaan Veve tentang Emisi Malam.

Veve : Mami, berarti semua cowok pasti mengalami Emisi Malam ?
Me : Yup. ( Masih santai )
Veve : Berarti Papi juga dong ?
Me : ( Mulai waspada ) He..eh.
Veve : Kok aku enggak pernah lihat Papi cuci sprei ?
Me : ( Haduh ! ) Ya Papi kan enggak cuci, Mami ya cuci. Lagian kan enggak mesti merembes.
Veve : Loh, kan kaya ngompol gitu kan. Kalau ngompol kan basah semua.
Me : ( Waspada penuh ) Kalau Emisi Malam, cairannya enggak seperti pipis. Sperma itu kental, kaya ingus.
Veve : Ih....jijik.. Berarti kaya cewek ya mami, tiap bulan gitu ?
Me : ( Oo..................) ......... ( jeda agak lama ). Enggak teratur kaya cewek. Bisa aja sebulan, dua bulan, pokoknya kalau kantung sperma penuh, ya udah.
Veve : Manis ya? kok dikerubutin semut
Me : ( Menarik nafas panjang ). Enggak tahu Mami rasanya, tapi sperma kan protein tinggi kaya telur. Tuh telur dikerubutin semut juga kan.
Veve : AAh...Keo itu kaya aku ya ..takut.
Mami : Loh, enggak usah takut. Santai aja, nanti kalau udah waktunya datang, yang datang aja. Itu artinya sehat, normal.
Veve : Kata Karin, sakit. 
Mami : Ada yang sakit, ada yang enggak. Nanti bikin wedang kunir asam, sering minum juga kakak toh.

*********

Sejak mulai bisa membaca, pertanyaan Veve seringkali membuat saya gelagapan sampai harus mengambil  jeda agak lama untuk mikir sebelum menjawabnya. Pertanyaan Veve pertama kali yang membuat saya gelagapan adalah tentang Sunat, yang ditanyakan segera setelah melihat Upin-Ipin. Waktu itu Veve TK B. Mikir agak lama karena harus menjelaskan dengan sesederhana mungkin agar bisa dimengerti anak TK. Jadi jawaban saya waktu itu : Sunat itu supaya lubang buat kencing enggak terhalang kulit, jadi pipisnya lancar. Bravo ! enggak ada pertanyaan susulan. hahaha.

Pertanyaan lainnya yang bikin saya deg-degan juga adalah tentang Homoseksual. Gara-garanya dia  membaca headline koran tentang klub homoseksual dan langsung bertanya apa itu homoseksual. Ini kejadian waktu Veve kelas 1 SD. Duh !  waktu itu saya jelaskan tentang Tuhan yang menciptakan Adam dan Hawa. Laki-laki dan perempuan, dan cerita tentang Nabi Lut. Yang ini juga lewat, enggak ada pertanyaan susulan. Emaknya menarik nafas lega Fiuh !

Veve sudah familiar dengan istilah Menstruasi atau Haid. Mendengarnya tentu dari saya, sejak kecil dia sudah bertanya-tanya apa itu pembalut dan ini dan itu. Penjelasan saya dari tahun ke tahun tentu saja berbeda disesuaikan dengan umur Veve . 
 Beberapa bulan yang lalu di sekolah Veve ada pembekalan tentang alat reproduksi laki-laki dan perempuan,  kelas 5 dan kelas 6 yang mendapatkan pembekalan ini. Kata Veve enggak dipisah, cowok sama cewek. Jadi cowok tahu tentang cewek dan begitu sebaliknya.

Veve bercerita dengan santai . Kalau untuk bagian cewek, Veve sudah tahu sebelumnya, mulai dari perubahan fisik sampai menstruasi, topik -topik ini sering menjadi pillow talk kami . Tapi untuk yang bagian cowok memang menjadi hal baru untuk Veve. Untuk saya juga sih, karena ini juga pertama kalinya saya mendapatkan pertanyaan tentang tanda-tanda puber yang dialami cowok.

Sekali lagi, Keo & Noaki 5 menjadi pembuka bahan diskusi saya dengan Veve. Topik ini jelas bukan topik yang bisa dibicarakan sambil lalu atau ditanyakan oleh seorang anak perempuan. Dan untuk saya, saya senang Veve bertanya. Veve tidak memegang gadget, enggak pernah googling sendiri, selalu saya temani. Saya bersyukur sampai saat ini, Veve menjadikan saya mesin google -nya . Buku Keo & Noaki 5 memang terasa banget aura cowoknya. Meski demikian, buku ini tetap asyik dibaca untuk anak perempuan , bagian emisi malam menjadi bagian penting karena itu memang peristiwa penting bagi anak laki-laki. 

Harapan saya , mudah-mudahan buku ini tidak hanya menjadi bahan pembuka diskusi saya dengan Veve saja. Tapi juga bisa menjadi bahan diskusi para orang tua yang anak-anaknya membaca Keo & Noaki. Berdiskusi dengan orang tua tentu jauuuuuuh lebih baik daripada membiarkan mereka mencari sendiri jawabannya dari sumber lain kan ?
Selanjutnya, menunggu buku 6 yang ditebak Veve akan bercerita tentang Urusan Cewek. Kapan nih Bundaaaa......