Friday, March 25, 2016

Rosaline : Behind The Scene




Awalnya karena saya suka sama ini artis . Seo Ye Jin. Nongol di instagram jaman dramanya tayang . Moorim School. Enggak lihat filmnya. Cuma suka aja sama dia. Wajahnya kalem , sepintas mirip Su Ae, sukak.
Seperti biasa, bikinnya harus karakternya dulu. Seo Ye Jin ini main di drama yang karakternya jago fight tapi juga kalem. Saya mau pururu saya itu kalem, tapi gila buku. Maunya juga ada owl-nya, tapi bukan peliharaan, cuma ketemuan aja di suatu tempat. Sudah jelas pakai hoop. Karena mulai sekarang, saya mau semua project pribadi saya, selain aplikasi pakai hoop.



 Jadilah ini. Cantik, dapet feelnya. Kalau ada yang nanya pola, sekali lagi enggak ada . Ini semua langsung gunting. Bagian badannya terpisah-pisah. Kepala sendiri, tangan sendiri, badan sendiri, kaki sendiri. Awalnya rambutnya itu saya pakai benang katun, tapi kok jadi ga dapet feel kalemnya, jadinya malah cute cenderung ngegemesin. Bongkar deh. Pilihan warna juga awalnya pengen pakai peach atau orange. Rambut warna orange terlalu menylaa, jadi saya ganti dengan warna yang kira-kira match dengan orange. Pilihannya kuning atau Ijo. Lagi enggak ada warna kuning, jadinya ijo yang kepilih. Ini yang jadi susah, saya enggak bisa moto kalau lagi "In trance" ntar feel -nya hilang, jadi enggak pernah ada step by step cara membuatnya. Ntar aja deh, coba sesekali di foto-fotoin.




Pururunya dah jadi. Lanjut bikin owl. Sengaja pakai kain katun, lagi pengin nyoba aja. Njahit owl uk, 3 cm pakai kain katun yang harus dijahit terbalik, susah banget. Jahitnya enggak susah, bagian baliknya itu. Takut ada jahitan yang lepas. Owl-nya ini cewek, tapi enggak tahu namanya. Sampai terakhir enggak saya kasih nama.
Hoop dari kayu, diameter kurleb 18 cm. saya lilit pakai flanel. Maunya dililit pakai benang rajut polyester, tapi enggak telaten. Kelamaan, pakai flanel aja tetap cakep. :D
Hiasan bunga yang paling susah. Maunya simpel aja. Satu jenis bunga, coba pakai bunga kapas, lha kok rasanya garing, Lalu kepikiran kalau bikin huruf aja. READ gitu. tapi kok enggak masuk nanti sama karakternya. Ya dah, semedi dulu, cari yang sreg.




 Jeng..jeng... ini hasil akhirnya. Cakep kan..Bunga dibuat dari flanel yang diserut aja. Yang tengah itu, cuma digulung aja. Kelar.

Next . Menghidupkan karakter, seperti biasa. Namanya Rosaline. Saya selalu ingin membuat Aline versi Pururu dan inilah cerita Rosaline :
Aline memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam, berusaha berkonsentrasi pada ketukan jari Miss Rosy. Satu refrain lagi, kalau dia bisa melakukannya tanpa kesalahan, Miss Rosy akan mengijinkannya pulang lebih cepat.
"Sempurna" Miss Rosy menepuk tangan Aline. Senyumnya mengembang.
"Hari ini kamu melakukannya dengan sangat baik."
"Jadi Aline boleh pulang sekarang ya Miss"
"Tentu, pergilah. Jangan lupa tetap berlatih di rumah" Miss Rosy membantu memasukkan buku Aline ke dalam tas.
Aline meraih tasnya lalu bergegas keluar kelas, mengabaikan Miss Rosy yang memandangnya heran. Sambil terus melihat jam tangan, Aline mengayuh sepedanya kuat-kuat. Sampai di bukit kecil di dekat danau, Aline membiarkan saja sepedanya rubuh.
Seminggu yang lalu dia menemukan tempat ini, bukit kecil dekat danau yang dikelilingi pohon berdahan rendah. Aline menuju satu pohon dengan batang melengkung yang sudah biasa dipanjatnya.
Tempat terbaik untuk membaca buku. Aline tersenyum senang. Tadi, Bibi Magda, penjaga perpustakaan memberi Aline buku baru sebagai upah seminggu membantu Bibi Magda membersihkan perpustakaan.
"Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang berubah menjadi peri kunang-kunang setiap menjelang senja. Kau pasti suka " kata Bibi Magda siang tadi.
Batang pohon di atas tempat Aline duduk bergerak-gerak, seekor burung hantu tiba-tiba meluncur turun . Aline terkesiap, lalu tertawa riang.
"Aku tidak terlambat kan?" katanya mengulurkan tangan kepada seekor burung hantu yang hinggap di tumpukan buku Aline.


Udah. Ceritanya stop di sini aja. Enggak kepikiran lagi soalnya hihi. :p
Bye Rosaline, di tempat yang baru ada banyaaaaaaaak buku menunggumu. Pasti.