Thursday, April 14, 2016

Review Undakan Menjerit Lockwood & Co.


Denger Lockwood pertama kali di obrolan grup WA. Pecinta Harpot waktu itu lagi ngobrolin filmnya, entah kenapa obrolan bergeser ke Lockwood. Enggak penasaran juga sih, baru waktu ada IBF di Malang, setelah kecewa sama stand IBF yang enggak oke. Kami ( saya, Veve dan Jevon ) akhirnya ngider deh ke tobuk-tobuk yang dilewati sepanjang perjalanan pulang. Di tobuk terakhirlah, buku ini berjodoh sama saya. Bukunya ada di deretan buku diskon. Harganya jadi sangat lumayan. Sebenarnya yag dijual online ada yang lebih murah. Tapi kalau dihitung sama ongkir ya sama ajalah jatuhnya.

Enggak langsung beli, karena memang enggak ada budget buat beli buku. Alias bokek. hehehe. Simpan dulu buat anggaran bulan depan, sekalian beli buku buat ultah Veve.

Sampai di rumah, browsing-browsing review, enggak baca banyak-banyak, takut spoiler. Kesan dari browsing sih, Lucy salah satu karakter di buku ini agak mirip-mirip Ella di Ghost Knight .

Karakter :

Lucy ( POV Lucy ) seorang cenayang, meninggalkan kota kelahirannya menuju London . Singkat cerita, Lucy akhirnya bergabung dengan agensi Lockwood.
Setting cerita adalah tentang London yang dipenuhi dengan hantu. Jadi Lockwood & Co adalah agensi pengusir / penangkap  hantu .
Lucy mengingatkan saya pada Vivianne. Saya sungguh enggak menyangka kalau Lucy ini adalah cenayang. Pikir saya cerita Lockwood ini enggak ada model-model cenayang gitu. Jadinya waktu baca, rasanya Vivianne ini masuk lagi ke kepala. Enggak suka, karena isi kepala Vivianne itu bikin saya takut.
Di pertengahan bab awal, baru kelihatan karakter Lucy, enggak sama sih dengan Vivianne, karena Lucy itu baper  dan Vivianne lebih spontan.

George. Saya cinta George. Lupakan penampilannya yang berantakan dan "mengerikan". George smart, sistematis. George ini di Lockwood seperti bagian staff kantor, haha. Dia yang melakukan riset dan menyimpan data-data. Saya suka setiap pertengkarannya dengan Lucy. Suka juga dengan semua hal yang dia lakukan untuk berjaga-jaga.
Tapi setelah membaca buku 1 ( baru satu yang dibaca ), saya kok punya firasat kalau George ini bakal " dimatikan " duluan sama Mr. Stroud di buku-buku selanjutnya. Mudah-mudahan enggak ada karakter yang mati sampai habis serialnya. Jadi, Mr. Storud, kalau George harus mati, matinya yang keren ya . Jangan mati karena noble idiocy, mati konyol ketimpa rak buku yang didorong hantu misalnya. Tapi biar George matinya yang heroik gitu, yang bikin baper dan bangga. Hahaha...

Anthony Lockwood.
Pemimpin di Lockwood & Co. Lockwood ini tipe pemimpin yang cool, misterius, smart, dan perhatian. Model-model yang sempurna gitu. Saya kok pengin ada masa lalu yang kelam dari Lockwood ini . Karena belum baca buku 2 dan 3, mudah-mudahan ada sesuatu di masa lalu Lockwood yang membuat Lockwood ini enggak perfect.

Cerita
Ceritanya tentang Lockwood, Lucy dan George yang menyelesaikan kasus hantu di London. Ceritanya oke. Seru. Hantunya seharusnya bikin takut, karena deskripsinya memang mengerikan. Tapi di awal-awal cerita saya lebih tertarik dengan kenapa dan cerita apa di balik kematian mereka. Hantu yang bikin ngeri baru saya rasakan di bab-bab akhir , karena alurnya berubah sangat cepat.

Detail
Kalau baca buku, saya selalu melihat karakternya lebih dulu. Kalau karakternya kuat, biasanya cerita apapun jadi bagus. Lalu detail. Suka dengan detail kecil yang ada di buku . Seperti kebiasaan minum teh, giliran mengambil biskuit, taplak di meja makan,permen mentol, sampai kebiasaan-kebiasaan George. Suka.


Buat yang suka cerita detektif, fantasy, dan horor, buku ini recomended. Baca deh.
Selanjutnya, ngeroll dulu buat beli buku 2.