Saturday, March 28, 2015

Diari Mami : Go,Keo! No,Noaki! ( 1 )



Niat awalnya pengin ke Gramedia untuk beli bukunya sekalian ngecek buku saya masih ada ga di sana, tapi waktu mbak Rara ( Eugenia Benji ) promo,  ada diskon pula, saya jadi order online aja deh!.  You know, ke toko buku di tanggal tua mengajak 2 krucil, bisa -bisa kami berubah menjadi monster peraup buku , dan saya tidak bisa membayangkan Tuan Muda guling-guling sambil kalap mengambil semua buku yang dillihatnya untuk dibeli ! hiiiii...
Jadi ketika saya memasukkan list order, Veve bilang beli buku ke-2nya sekalian, karena overbudget saya ngajak dia urunan, dan Veve dengan senang hati mencongkel tabungannya, hehehehe.


 Buku ke-1 Go,Keo! No, Noaki ! bercerita tentang Keo,  seorang anak laki-laki kelas 5 SD , pindah ke lingkungan baru, yang berarti sekolah baru, teman-teman baru.
Tidak hanya itu, dia juga bertemu dengan masalah baru! Seorang anak perempuan bernama Noaki yang mirip dengan dirinya bersama dengan sahabat-sahabatnya yang unik. Ada Ajeng yang lembut, Wamena-Timika si kembar yang tak terpisahkan, Seb si Jenius, Toby Chen yang suka musik dan  Lovely Lady yang sama sekali tidak seperti lady.

Baru selesai membaca 1 bab, saya langsung membongkar meja belajar Veve, mencari kertas-kertas sketsa yang biasa dibuatnya ketika bercerita , sama seperti yang dilakukan Keo ketika menulis di jurnalnya. Ga ketemu, entah disimpan dimana atau mungkin sudah dibuang, saya lanjut membaca, ceritanya seru , manis dan hangat. Seperti membaca isi pillow talk saya dengan Veve sebelum tidur. Apa semua anak kelas 5 punya konflik yang sama ya ?

This book is GOLD, saya suka bagaimana Bunda Ary Nilandari menghidupkan setiap karakter dan emosi di dalamnya. Ilustrasinya keren melengkapi ceritanya yang super keren.
Saya ikut merasa senang, bersemangat, tersipu-sipu seperti Ajeng,  bahkan gemas dengan Kinanti ( can i pull her hair ?)
Konfliknya diramu dengan cantik, dibumbui dengan misteri yang bikin penasaran.
Aaah,...pokoknya super kereen deh. Saya tahu , buku ini pangsa pasarnya adalah anak-anak, tapi dengan membacanya saya jadi ikut bernostalgia, mengingat-ingat bagaimana saya sewaktu SD dulu.

Veve ? begitu tahu bukunya datang, dia membawanya ke mana-mana. Ganti baju sambil membaca, cepat-cepat menyelesaikan tugas sekolahnya supaya bisa terus membaca, makan sambil membaca, menyapu, melipat baju sambil membaca. Saya bahkan menangkap basah dia memasukkan bukunya ke dalam tas sekolah sebelum berangkat , dan insiden itu berakhir dengan omelan saya ketika mengantar dia ke sekolah.Ups!
Ketika saya minta untuk menuliskan kesannya, di sibuk membaca ULANG !! 

Mami : Bagus kak ceritanya?
Veve : Mmmmm...( mengacungkan jempol sambil terus membaca )
Mami : Bagus ga???
Veve : Baguuuusss...seru, kereeenn. Memang sekolahnya ada beneran ya ?
Mami : Iya kali, ntar ditanyain, knapa ?
Veve : Nama kelasnya keren-keren, Bunda Ary punya anak kelas 5 ya ? kok ceritanya bisa mirip sama ceritaku di sekolah ?
Mami : Oh ya? yang mana ?
Veve : Yang surat-suratan di kelas, teman yang jutek, yang ehem... naksir-naksir..
Mami : Paling suka sama siapa ?
Veve : Noa ! mmm, tapi Keo juga suka, Toby, Ajeng.. ah semuanya deh !
Mami : Mami mirip dengan siapa?
Veve :  Ibu Noa! ( ga pake mikir ), suka ngomel, suka marah, suka suruh-suruh..hehehe
Mami : Stop..Stop..iyaaaaa mirip..mirip
Veve : Aahhh, kapan buku ke-3 terbit?
Mami : Mei mungkin.
Veve : Haduuuh.. lamanyoooooo....