Monday, April 13, 2015

KEO HADI WIBAWANTO



Menjahit di kamar Keo yang luas, dengan jendela besar menghadap gunung Tangkuban Perahu, ditemani Keo yang sibuk menawarkan ini- itu,  sambil terkikik kikik mendengar lelucon Keo.

" Mami, jendelanya di tutup ya ? dingin "
" Ga usah Keo, enak seger "
" Mami mau minum apa ? Teh ? Kopi ? eh jangan kopi nanti maag .. emm Teh Susu aja ya.. tunggu sebentar.."
" Mami..mami.. nanti tinggal sebentar ya.. katanya Mamiku mau pulang hari ini, ntar Keo kenalin "
" Mami.. mami.. tahu ga apa yang dikatakan singa waktu ketemu sama panda ?"
" Ga.."
" Katanya : Panda, buka dulu dong kacamatanya !"
Hahahahaha...saya ngakak 
" Mami.. mami... tahu ga trus  Pandanya balas gimana ?"
" Hihihi... ga tau Keo.. udah ah.. ga kelar-kelar ini jahitnyaaa "
" Katanya..  Hai Singa, sisir dulu rambutmu !"
Huwahahahaha... saya terkikik-kikik, sampai asisten memukul saya, dikirain kesambet setan lewat.
" Mami...mami tahu ga .."
" Ssst... Keo stay quiet.."
" Ssst.. Mami..mami.. tahu ga ? " berbisik..
" Apa ?" balas berbisik..
" I love you.."
" I know, I love you too.. "

Itulah yang saya rasakan ketika membuat Keo.

Keo itu " Puppy", " Cutie lonely Puppy " bukan dalam arti sebenarnya ya...
Keo mengingatkan saya pada Jung Ho di Healer. Karakter yang membuat semua orang ingin memeluknya.
Saya dulu punya murid seperti ini. Namanya Kevin. Setiap kali saya masuk kelas, Kevin akan terus mengikuti  saya sampai saya memeluknya dan menciumnya. Setelah itu dia baru mau duduk tenang. Matanya yang berbinar-binar ketika memandang saya itu loo, ouuuwh...you tell me..can't find any word to describe it.
Thankfully, meski besar tanpa sosok ayah, Keo tumbuh menjadi anak yang humble, care, easy going, berani dan percaya diri.
Saya tahu sangat sulit besar tanpa sosok orang tua yang lengkap, I've been there before. Keo beruntung mendapatkan sosok ayah dari Om Nug. Tak heran Keo sangat sedih karena kepergian Om Nug.

Tidak sulit masuk ke dalam Keo, dia malah amat sangat senang dan setia menunggui saya dengan matanya yang berbinar-binar. 
Saya terus tersenyum ketika membuat Keo. Meskipun sebenarnya takut juga kalau dia tiba-tiba "hilang "
Tantangan terbesarnya adalah, wajahnya harus cantik tapi juga harus tampan, karena nanti saya harus membuat Noa dengan wajah Keo sebagai patokannya.

Sempat di protes Veve kenapa tidak membuat Keo dengan telinga lancipnya. Saya tidak suka membuat boneka yang bertelinga, entah kenapa, rasanya ga sreg :p
Awalnya saya mau membuat Keo memakai Hoodie merah. Tapi felt warna merah dan hitam itu musuh saya. Serabutnya itu lo.. nempel di mana-mana mengotori warna lainnya. Jadinya saya pakai warna biru saja. 
Tangannya saya buat terpisah, tidak menyatu dengan badan seperti tangan Toby. Saya ingin tangannya nanti masuk ke kantong hoodie, walau akhirnya cuma bisa nempel doang karena, tangannya lebih besar dari hoodienya hihihi.

Selesai membuat Keo, rasanya seperti pulang dari taman bermain, sambil menjilat es krim. Seru, menyenangkan dan menghangatkan hati.

Hari ini saya coba membuat Noa, tapi ga dapet - dapet feelnya.. kayanya Noa ga mau ditunggui Keo. Keo.. masuk box dulu ya.. padahal memandangmu itu seperti minum Jus Jeruk abis sarapan di pagi hari.. Segeer..

Bye Keo.. bentar ya.. ntar pasti dikeluarin lagi.. Love you...