Tuesday, April 7, 2015

LOVELY LADY



Minggu dini hari :
Saya sedang membakar kelopak roseburn. Karena kegiatan bakar membakar ini berpotensi besar membuat saya mengantuk, saya bermain kata :

Hyun Bin - Oppa - Oh Ri On - Writer - Yo Na - twin - Yo Sub - jenius - Seb !...next
Pulang - Nias - Liburan - Maldives - Eropa - Italia - Pisa - Prancis - Se..eb?   huwaaaa.....next next
Ngantuk - Kopi - maag - Milk - Stawberry - Coklat - Pisang - SEB ! SEB !

Oke Seb, you are calling me !
Jadi saya mematikan lilin, dan mulai membuat Seb.
Setiap membuat Pururu cowok saya selalu kesulitan. Seharusnya Seb ini lebih mudah karena rambutnya standar saja, pakai flanel warna coklat. Kelar dengan rambut, saya move on ke matanya. Mata Seb berwarna hijau lumut , saya punya manik pasir dengan warna ini. Coba pakai garis dan alis mata, eh lupa pakai benang hitam, jadinya... mengerikan. 

Saya bongkar, ganti dengan benang coklat. Jadinya...tetap  mengerikan. Frustasi, saya baca ulang tentang Seb. Seb seharusnya berambut merah, saya tidak punya flanel berwarna merah bata, tidak mungkin rambut Seb berwarna merah bendera atau merah natal. Ack ! but i try it anyway.. dan jadinya hiks..malah mengerikan! Pull hair....Seb's hair  and my hair...

 Give up ! saya pandangi kepala Seb, pada saat itulah  saya mendengar Seb berbisik " Sama sekali tidak mirip ". Deg, my heart  stopped for a moment , dan air mata saya tiba-tiba meleleh, dada saya sesak. God, i'm crying....dan saya terus menangis, saya tidak tahu kenapa..i'm just crying.
Stop, Stop, harus berhenti. Jadi saya masukkan gunting, jarum, benang dan lem ke dalam kotak. Ketika hendak membuang guntingan kain dan kepala Seb, saya mendengar Lady. Now, i'm Officialy crazy..
" Mundur Seb, Maaf ya Tante, Seb memang suka spontan. Bikin saya aja Tante, ga mirip ga papa. Semua yang Tante buat pasti lucu dan imut "
Saya tertegun sesaat, take a deep breath.
"  Tidak Lady, Seb benar.. 100% benar, sama sekali tidak mirip dan mengerikan. Kita bicara lagi nanti ya Lady. Have to back to real life now "

Minggu Siang
Saya tidur siang. Saya jarang sekali tidur siang meskipun bergadang semalaman. Tapi karena Papi tidak bekerja dan ada keponakan datang berkunjung, anak-anak tidak akan mengganggu . 
Saya baru bangun menjelang sore hari, makan yang banyak dan melamun memandang sawah. Bosan, saya menggunting 144 lembar pita untuk list orderan berikutnya, setelah itu lanjut mengambil kain satin untuk kelopak roseburn. Ketika mengambil kain di gudang, disanalah saya melihat kain biru kotak-kotak. Lady, bisik saya lirih. Oke.. mari kita coba.

Saya ragu sebenarnya, my heart still bleeding. Lady benar, membuat Lady tidak begitu sulit. Mungkin karena saya sudah terbiasa membuat boneka berhijab. Sekali lagi saya coba membuat Lady agak mirip dengan ilustrasi di buku GKNN. Veve yang melihatnya langsung protes.
" Mami, kenapa Lady dibuat ' jahat ' begitu ? Lady itu anaknya asik !"
" Lah, ni di ilustrasinya, lagi marahin Seb "
" Pururu Mami ga ada yang jutek, ngapain harus bikin yang jutek "

Bam!, Veve benar mungkin itu juga alasan mengapa saya menangis, mungkin saya terlalu kaku ingin sekali membuat yang mirip dengan ilustrasinya. Saya lupa bersenang-senang.
Jadi, saya bongkar alis mata Lady, saya buat cute seperti semua pururu saya. 
Celana Lady harusnya berwarna abu-abu. Tapi rasanya ga matching sama hijabnya, jadi saya ganti dengan warna biru, abu-abu untuk sepatunya.
Selesai membuat Lady, rasanya beban 1000 ton menguap dari pundak saya. Hati saya menjadi hangat.

Mungkin ada yang bilang saya berlebihan, saya juga menangis ketika membuat Pururu seri peri yang ke-1. Kala itu saya dikejar deadline, dan membuat Pururu dalam keadaan terpaksa sama sekali tidak memicu adrenalin. Saya frustasi. Sejak saat itu, saya ogah membuat Pururu by order, siapapun itu.
Seri Peri 1

Boneka GKNN saya buat karena saya suka. Saya suka karena setiap karakternya sangat kuat. Satu-satunya kesulitan saya hanyalah karena karakternya sudah ada.. loh ? hihihi... membuat boneka yang sudah punya karakter kuat tidak mudah, memasukkan " ruh " di dalamnya itu yang susah.
Saya selalu punya keterikatan emosi yang dalam dengan setiap Pururu yang saya buat. Itulah sebabnya saya memilih dengan hati-hati Ucustomer yang mau mengadopsinya, saya selalu mellow ketika melepasnya, dan selalu was-was apakah pemilik barunya akan memperlakukannya dengan baik.
Ah, sayang sekali tidak sempat mengambil foto proses membuat Lady, saya takut kalau saya 'meleng' sedikit saja. feel -nya hilang.

Time to say goodbye..
"Lady, Terima Kasih banyak. Lady sudah menyelamatkan Tante. You are Lovely, truly Lady. Suatu saat nanti kalau Lady menjadi pemimpin. Lady akan menjadi pemimpin yang hebat. I Love you.. Thank you..again "

" Seb, tunggu di situ ya.. jangan memanggil lagi. Nanti Tante yang akan datang. "