Monday, June 1, 2015

Dolphin-Doppelgangers



Langit berhias bulan purnama. Tinggal beberapa hari lagi sebelum aku berpisah dengan kedua anak itu. Jadi kukeluarkan mereka semua dari box ke teras depan rumah. Bulan terasa sangat dekat, sinarnya terang, cuaca hangat cenderung gerah.

Aku menaruh bola yang baru saja kubuat, Wamena langsung mengambilnya, juggling. Toby berseru kagum. Seb merelakan Macbooknya dibajak oleh anak-anak perempuan. Nonton Toy story yang Dinosaurus.
Noaki sibuk dengan buku sketsanya, aku tidak boleh mengintip. Rahasia, katanya.

Anak laki-laki berkumpul dan mulai berlarian mengejar bola. Aku sendiri hanya diam melihat mereka, membolak-balik buku catatan jadwal. Hari ini jadwalku tambah kacau balau. Beberapa paket terlambat datang dan aku sedang cemas menunggu kedatangan bahan craft karena jadwal pengiriman berikutnya sangat mepet. Masa harus bergadang selama 28 jam lagi.. huwaaaa....

Seakan melengkapi kegundahan hatiku, siang tadi tanpa sengaja ketika mampir di dramabeans, aku membaca review drama terbaru Su Ae. Dan tbaklah.. ceritanya tentang Doppelgangers. Ada satu kalimat yang membuatku tercekat , lalu spontan melempar androku :

"In this show this is a telling sign, since we are told that where doppelgangers are concerned, the first person to notice the other one will die. "

Keo dan Noaki, itulah hal pertama yang terlintas dalam benakku. Sungguh, aku tidak pernah membayangkan kalau bad luck yang dikatakan Seb di buku kedua GKNN adalah tentang kematian ( benci mengatakannya ), pikirku, bad lucknya adalah kesialan. Huwaaa.....

Tinggal beberapa hari lagi untuk mempersiapkan hatiku melepasnya. Sekarang aku jadi bimbang.
Noaki menaruh buku sketsanya dan bergabung dengan Ajeng,Lady dan Timika.
Anak laki-laki masih terus berkejaran. Tiba-tiba saja kudengar Keo mengaduh.
Spontan aku melempar buku catatanku.
Keo duduk berjongkok dan menutup wajahnya. Toby, Wamena dan Seb ikut jongkok merubung Keo.
" Kenapa? Kena bola ya?" Kuambil Keo dan melihat darah mengalir dari hidungnya. Aku lemas, hatiku berdebar-debar. Panik, inikah? tanda bad luck itu?
" Siapa yang melakukannya?" tanyaku. Panik dan marah, aku sudah siap mengunci mereka sepanjang malam di dalam box dan meletakkannya di dalam lemari, di tempat yang paling gelap.
"Aku yang salah Mam, aku yang meleng" sambar Keo, tahu kalau aku pasti marah.
" Aku " jawab Wamena pelan, menunduk.
" Aku juga " Imbuh Toby.
" Aku yang mengumpan" Seb menambahkan.

Anak perempuan datang, ikut merubung.
"Oke, party is over, semua kembali ke box , sekarang! " Aku berusaha menjaga nada suaraku. Takut kelepasan marah kepada mereka semua.
Sontak suara protes terdengar. Cuma mimisan Mam, jangan berlebihan, protes Keo. Aku saja yang kembali ke Box. Toby selalu mengorbankan dirinya. Mereka yang membuat masalah, biar anak laki-laki saja yang kembali ke Box.

Aku menarik nafas panjang. Meletakkan Keo di pangkuanku dan membersihkan darah di hidungnya.
" Sudah berhenti?" tanyaku.
Keo mengangguk, nyengir.
" Oke Mam " katanya sambil mengacungkan jempol.

Aku mengembalikan mereka semua, kecuali Keo ke dalam Box, lalu mencopot laptop Seb yang ada di frame. Seb mengambil lagi Macbook orange-nya. Kuletakkan laptop hitam di dalam Box.
"Tidak usah main di luar. Nonton saja, jangan protes "
" Jangan ditutup ya Mam, please " Pinta Ajeng.
Aku mengangguk , meletakkan Box mereka di pinggir jendela dalam keadaan terbuka.

Kubersihkan lagi wajah Keo.
"Tidur bersamaku malam ini ya" pintaku sambil meletakkannya di dalam Box mika kecil. Tahu aku sedang gelisah, Keo berusaha menghiburku.
" Mau dengar aku menyanyi?"
" Boleh "
Suara Keo bukannya menenangkan hatiku. Pikiran-pikiran buruk silih berganti mampir di kepalaku. Bagaimana di perjalanan nanti, bagaimana di tempat baru nanti, bagaimana...bagaimana...
Belum selesai lagu yang dinyanyikan Keo, aku berlari ke kamar mandi. Muntah.
Bukan karena suara Keo atau karena lagunya. Tapi karena kecemasanku menaikkan asam lambung ke level yang tak bisa kutahan lagi.

Dolphin atau Doppelgangers, you hit me so hard today.

Anggap saja ini adalah FF, or crazziness..or anything.