Saturday, December 27, 2014

Craftainment : End Year Review






Tulisan ini akan menjadi review beberapa gosip di kalangan crafter selama setahun terakhir.
Bisa jadi akan menjadi tulisan yang subyektif , meskipun demikian saya mencoba menjadi se-obyektif mungkin, jadi yang tidak siap membacanya, leave it soon atau kalau ada yang ingin menambahkan dan membully, monggo di koment di blog ya.. biar alexa rank saya naik hahahaha...
Oh ya, yang saya review hanya gosip yang muncul di wall FB saya..

FANPAGE
Awal tahun FP masih mendominasi gosip di kalangan crafter, meskipun tetap ada yang nyiyir dan cuek bebek, tidak sedikit yang bersemangat mulai giat mengelola FP, beberapa bulan sesudahnya, seleksi alam dimulai, hanya beberapa crafter saja yang konsisten mengelola FP mereka.
Di akhir tahun, Om Mark mulai menertibkan akun FB yang digunakan untuk berjualan.. daaaaaan... dimulailah aksi besar-besaran, mulai dari mengganti foto profil sampai mengganti nama FB dengan nama asli.
Beranda mulai dipenuhi dengan bumping FP baru.
Eiitts... jangan salah, terlalu sering atau terlalu banyak mengklik suka halaman bisa juga di semprit sama Om Mark, dan setelah beberapa minggu badai FP, rupanya mulai muncul postingan yang merasa terganggu dengan munculnya FP di wall mereka.
Sebenarnya, prinsip menggunakan FB itu sangat sederhana, jangan sampai postingan kita mengganggu yang lain.
Sekali lagi, semua yang berlebihan itu tidak baik, semoga saja booming FP ini tidak hanya bertahan sampai akhir tahun. Klik di sini  pandangan saya tentang FP.

PEMILU
Menjelang pertengahan tahun, kampanye untuk pemilu dimulai.
Buat saya pemilu tahun ini adalah pemilu yang sangat "mengerikan" terutama untuk pengguna media sosial.
Saya menemukan banyak teman yang berubah 360 derajat karena pemilu ini, sungguh sangat disayangkan.
Banyak kampanye hitam dan berita hoax yang beredar selama pemilu, dan yang membuat saya sedih adalah banyak pula teman-teman crafter yang men-share dan menjadi bagian dari kampanye hitam tersebut.

Dalam pandangan saya, untuk seorang crafter yang juga pelaku OS,  mengupdate atau men-share suatu berita sudah menjadi bagian dari personal branding. Ketika berjualan, kita toh tidak memasang palang bertuliskan  " pendukung nomor x  dilarang mampir" iya kan? kita tidak memilih customer.

Kalau saya pribadi, siapapun customer saya, mau rambutnya hitam, kuning, kulitnya putih, merah bahkan alien sekalipun saya tidak perduli, yang penting dia membayar, memberikan alamat lengkap dan sabar menunggu orderan dikirim itu sudah cukup.

Ketika bertransaksi saya toh tak menanyakan dari suku apa dia, agamanya apa, kulitnya warnya apa, dia mendukung nomer berapa...i don't care who you are, where your from, don't care what you did, as long as you pay me.. hahaha..

Saya mendukung kebebasan berpendapat, tentu saja kita harus mempunyai pilihan, tetapi kalau sampai tindakan yang kita ambil untuk mengemukakan pendapat merugikan OS kita, sungguh itu suatu kerugian.
Update status atau menshare kampanye gelap dan berita hoax, buat pelaku OS bisa jadi menjadi bumerang untk OSnya sendiri. Resikonya adalah kehilangan, tidak hanya kehilangan  calon customer yang berseberangan dengan pilihan politik OSnya, tetapi juga kehilangan calon customer lainnya.
Di masa-masa ini, pilihan unfriend dan blokir menjadi favorit item untuk di klik..

KENAIKAN HARGA DAN BANTING HARGA ( Lagiii )

Menjelang puasa dan Lebaran, harga kain flanel naik drastis, dan kenaikannya berubah setiap minggu.
Meskipun demikian, rupanya kenaikan kain flanel ini tidak menimbulkan dampak yang serius, karena banyak crafter felt yang banting setir ikut arus menjadi broker ( broooch maker ) atau menjadi suplier aplikasi bunga ( termasuk saya ).

Topping yang menjadi komoditi paling laris menjelang lebaran, rupanya tenggelam oleh boomingnya bros.
Alhasil, ada beberapa crafter yang menjual toppingnya dibawah harga pasaran, dan langsung di bully crafter lainnya...

Banting harga selalu menjadi gosip yang panas dikalangan crafter penjual, seringkali hanya karena satu saja crater yang memposting obral produk lengkap dengan harganya, gosipnya menjadi panjang dan melebar kemana-mana. Saya tidak hendak membela crafter yang sedang memberi diskon besar ( kok ga nyaman ya memakai kata " membanting harga " ), tetapi saya ingin memandangnya dari sisi yang lain, no heart feeling .
Ada beberapa kemungkinan mengapa seorang crafter penjual memberi diskon besar dan memasang harga di bawah harga pasar. mungkin saja crafter itu :
1. Tidak tahu harga pasaran.
Saya termasuk yang tidak tahu harga pasaran, karena saya ga pernah kepo menstalking crafter lain yang berjualan sama seperti jualan saya.
Harga saya adalah hasil menghitung pribadi. Soal menghitung harga jual ini tentu saja berbeda tiap crafter, sekali lagi, banyak faktor yang mempengaruhi harga jual, bukan hanya bahan mentah, tapi juga pangsa pasar, itu yang penting.
Suatu kali saya pernah diberi tahu customer yang mengatakan kalau aplikasi saya lebih murah dari yang lain, di waktu berikutnya ada juga yang memberi tahu kalau harga aplikasi saya jauuuuuh lebih mahal dari OS lainnya.
Terus terang saya tidak ambil pusing, bagi saya harga saya ya perhitungan saya, you and your price i don't care.
Jadi kalau ketidak tahuan harga pasar itu menyebabkan seorang crafter sampai dibully dengan yang lain, sungguh sangat menyedihkan yang membully.

2. BU ( Butuh Uang )
Kita tak pernah tahu kehidupan nyata seorang crafter penjual, kita tidak tahu bagaiman kehidupan sehari-harinya di dunia nyata. Mungkin saja crafter yang bersangkutan mau pindah, mau selingkuh ke lain hati, ingin berhenti menjadi crafter, ingin fokus dengan kerjaan yang lain... we never know...

Tidak mungkin juga ketika akan promo seorang crafter penjual menulis status

" Numpang promo ya mince,...hari ini saya bokek berat, sudah tanggalnya tanggal tua, kuota internet habis pula. Tiba-tiba datang pemilik kontrakan yang nagih uang sewa bulan depan, dan kisah sedih saya dilengkapi dengan matinya kucing saya dengan tenang di usianya yang  ke 100 tahun, hiks...kucing saya itu manis dan jarang merepotkan, dialah yang setia menemani malam-malam lembur saya dengan secangkir kopi dan semangkok mie instan. Untuk menghormati dia, saya rencananya akan mengadakan selametan 3 hari 3 malam, tapi saya bokeeeek.. makanya saya mau mengobral beberapa produk saya "

bayangkan kalau dia menulis status seperti itu...langsung deh dibully habis-habisan...
Itulah sebabnya , sebelum berprasangka buruk, mari kita lihat dulu, apakah crafter ini memang sering main harga ? atau baru kali ini dia mengobral jualannya ?

Saya percaya seorang crafter penjual tidak akan melakukan " bunuh diri " kalau memang niat memperpajang nasib usahanya. Mengobral produk untuk mendapatkan customer bukanlah strategi yang tepat. Customer selalu ingin diskon di pengambilan kedua. Kalau  di penjualan pertama saja, harga yang di pasang di bawah rata-rata, bagaimana mungkin mempertahankan customer di pengambilan yang kedua.
Jadi motif Butuh Uang ini bisa jadi motif seorang crafter mengobral barang jualannya.

Tapi kan gemeeeez.....mengeluarkan uneg-uneg kan sah-sah saja..wong beranda-beranda saya kok.
Iya, benar...tidak ada yang melarang. Tapi bisakah update statusnya dipertangggung jawabkan? seringkali status yang nyerempet-nyerempet justru memancing reaksi berantai yang ujung-ujungnya membully..
Kalau saya pribadi, saya memilih menunggu.
Dari jaman dulu sampai di masa depan, selama masih ada yang namanya jual-beli, harga murah ini akan tetap menjadi gosip abadi di kalangan penjual dan pembeli, itu sudah pasti.
Saya sendiri, tidak suka ikut terlibat di dalamnya, kalau ada crafter penjual yang sedang berperang harga dan membawanya menjadi perang status, saya lebih suka menontonnya dari jauh dan menunggu siapa yang " mati " duluan.
Berjualan dengan bermain harga tidak akan bertahan lama, percaya deh, jadi untuk apa merasa sakit hati karena ada yang bermain harga, biarkan saja, dan seleksi alam yang akan menentukan.
Tetap yakin dengan karya dan kualitas produk sendiri, setiap karya ada jodohnya, percayalah.

HIT AND RUN
Tidak banyak berita tentang Hit & Run. Tapi saya sedih kalau ada crafter yang mempromokan produknya sebagai produk hit & run.
Memberi nama Hit & run kepada produk yang kita jual seperti memberikan aura negatif kepada produknya. Seolah-olah produknya seperti korban tabrak lari yang berdarah-darah. Kenapa tidak menamainya sebagai ready stok ? lebih elegan dan memberikan aura positif di produk kita.
Hit and Run sebenanya bisa dihindarkan kalau kita memegang prinsip jual beli online yaitu bayar dulu baru dikirim.
Saya pribadi, selalu menginformasikan kalau orderan akan dikerjakan setelah transfer, sebenarnya alasan utamanya adalah modal saya modal dengkul. Duitnya kejar tayang, alhasil kalau tidak ditransfer dulu saya tidak punya uang untuk membeli bahan. hahahaha
Tapi saya juga sering melanggar prinsip ini, untuk beberapa customer yang sudah membeli puluhan kali, biasanya saya kirimkan dulu barangnya, bayarnya kemudian, tetapi tentu saja customer saya ini sudah bisa dipercaya dan juga mempunya OS yang cukup terkenal, jadi saya percaya customer ini tidak akan melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri.

 Dan gosip-gosip seperti ini tetap akan ada setahun ke depan, selanjutnya mari bersikap bijaksana, memand dari segala sisi sebelum mengambil kesimpulan.


Akhir kata, ketika berjualan di media sosial, kita tidak hanya menjual produk kita, banyak customer yang menstalking kita terlebih dahulu sebelum membeli, itulah sebabnya bijaksanalah mengupdate status.
Sebenarnya prinsipnya satu. Kalau punya hal positif dan hal yang baik, bagikanlah... kalau tidak punya..diamlah..
Membagikan hal-hal baik, membuat hal-hal yang baik juga kembali ke diri kita..got it ?

Adakah yang mau menambahkan ? silahkan tambahkan di komeeennn.