Wednesday, May 13, 2015

Saya, Ken dan Bacan Palamea


Buat crafter yang writer wanna be seperti saya, bahagia itu sederhana. Menang kuis menulis, yang hadiahnya bahan baku untuk memuaskan passion craft saya. Dan inilah cerita di baliknya.

 Beberapa  minggu yang lalu, ada Kuis di Paberland yang di gelar ci Dian Kristiani. Kuisnya tentang Show Don't Tell . Hadiahnya Batu. Saya melewatkan kuis ci Dian yang pertama, jadi yang ini sudah diniatin mau ikutan. Yang harus ditulis adalah tentang karakter orang yang menyenangkan atau orang yang pinter-pinter bodoh. Ada sekitar 8 tulisan yang saya ikutkan, yang pinter-pinter bodoh cuma 2. Susah bikinnya.

Karakter saya namanya Ken. Ken ini saya banget. Hafal jalan menuju, tapi selalu bingung kalau pulang.
Sehari setelah menulis Ken, saya pergi ke Bangil. Besuk mama yang sakit. Karena ga bawa anak-anak, saya naik Bus. Saya belum pernah ke Bangil dari Malang naik bus. Seringnya naik mobil atau sepeda motor, jadi sebelum berangkat, nanya dulu naik apaan dan turun di mana.
Mama bilang, naik bus jurusan surabaya, turun di srikandi. Nanti di jemput.
Oke, jurusan Surabaya, turun Srikandi. bilang aja ke kondekturnya. gampaaang.

Saya ingat dulu jaman SMA dan kuliah, kalau akhir pekan, pulang bareng teman-teman, sering ada yang turun di Srikandi. Seingat saya, Srikandi itu jalan pertigaan atau perempatan yang banyak toko-tokonya deh.
Sebelum berangkat, Papi melepas dengan cemas. Jangan ndoweh katanya. Saya yang belum tidur dari semalam cuma manggut-manggut. Pokoknya turun Srikandi, bilang kondekturnya, katanya berkali-kali.

Di Bus, saya terkantuk-kantuk, tapi saya tahan agar tidak tertidur  karena jarak Malang dengan Pandaan kan cuma sekitar setengah jam. Antara sadar dan tidak, saya mendengar Kondektur berkata ' Srikandi..Srikandi"
Kaget saya bangun dan siap-siap di dekat pintu. Bus berhenti, saya turun.
Ketika bus jalan lagi,  saya tolah-toleh, mencari patung Srikandi, karena dulu ada patung srikandi di dekat situ. Ketika sadar sungguhan...olalala.. salah..bukan pertigaan/perempatan ini, masih jauuuuuhhhh...Kondekturnya tadi bilang" Srikandi..persiapan." karena ngantuk saya ga jelas dengarnya Hiks..
Jadilah saya naik angkot lagi. Kali ini naik Bison. Sama Pak supir, saya diturunkan di perempatan yang tidak ada srikandinya ! sebelum saya turun, untuk memastikan saya tanya " Bener ini Srikandi Pak ?"
" Iya,  ini Srikandi " Jawabnya
Karena udah diklakson dari belakang, ya sudah saya turun. Tolah-toleh lagi.. dimana patung srikandinya? huwaaaaa..ada di mana iniiiii...
Nanya di kios kecil jualan rokok. Mana ada patung kata si mbak penjaga kios. Ya ini Srikandi. Perempatan jalan pertokoan di Pandaan.
Bodo ah. Saya cari Pos Polisi. Duduk di pinggir situ, ngabari mama supaya di jemput.
Diam-diam saya berpikir, lah..dulu yang saya lihat itu patung siapa hayooo..perasaan jelas banget dulu itu ada patung srikandi yang pegang panah. Apa saya berhalusinasi ya?
Sambil nunggu ambil-ambil gambar. Persiapan ntar kalo nyasar ketika pulang.














Saya pe-de ketika pulang ga bakalan nyasar. Kenyataannya ? saya bingung. Angkot yang membawa saya ke Bangil ternyata berhenti di perempatan lain ketika balik ke arah Malang. Nah lo.. saya nyegat Bus di mana nih. Hadeeeh..sungguhan kena kutukan si Ken deh.
Jadilah saya lari-lari menyebrang perempatan satu ke perempatan lain mengejar Bus yang berhenti cuma sedetik-dua detik. Yang betul aja Paaaak...
Sekalinya bus berhenti lama, si kondektur masih saja menerapkan tipuan lama, sama seperti ketika saya SMA dulu.
" Masuk-masuk.. di tengah kosong! " gitu katanya.
Ya, kosong jalan di tengahnya, saya ngerundel dalam hati ketika naik bus yang sesak. Alhasil, jadilah saya upacara, berdiri desak-desakan sepanjang Pandaan-Malang. What a day.
Tapi ga papa. karena Ken, saya akhirnya menang... huwahahahaha.. dapat Batu cantik ini. Namanya Bacan Palamea, dari mb. Aira Kimberly..katanya ini koleksi selama 27 tahun lo..belum tahu mau diapain ya. mau diembro atau di wire. Belajar dulu..